Mahouka Koukou no Rettousei

(Tulisan ini adalah bahasan tentang versi LN-nya. Bahasan animenya di sini.)

Sebenarnya, aku jarang bisa langsung tertarik dengan sesuatu bergenre ‘fantasi.’ Ciri khas sesuatu bergenre fantasi adalah adanya aspek yang disebut ‘sihir’ di dalamnya. Makanya, aku selalu jadi waswas bila ada seri yang mengandung kata ‘mahou’ dalam judulnya.

Itu juga kurang lebih alasan kenapa aku agak telat mengetahui tentang seri ini.

Mahouka Koukou no Rettousei, atau yang juga dikenal sebagai The Irregular At Magic High School (‘murid kurang pandai di SMA sihir’, atau ‘murid tak-lazim/yang-menjadi-pengecualian di SMA sihir’) merupakan ranobe karya Satou Tsutomu dengan ilustrasi yang dibuat oleh Ishida Kana.

Mirip dengan kasus Sword Art Online, dan bahkan bisa dibilang agak mengikuti jejaknya, ini sebuah seri yang berawal dari webnovel yang kemudian diterbitkan secara langsung oleh label Dengeki Bunko milik penerbit ASCII Media Works.

Meski belum sampai menyaingi ketenaran SAO, ini seri yang termasuk fenomenal juga loh. Pada Juli 2011, web novelnya telah memperoleh lebih dari 30 juta kunjungan. Lalu pada Desember 2011, jumlah pengunjungnya telah mencapai 50 juta, sebelum web novel tersebut ditarik dari situsnya saat penerbitannya dilakukan oleh Dengeki.

Terjemahan bahasa Inggrisnya telah ada di situs Baka-Tsuki untuk beberapa lama. Tapi baru belakangan ini dengan rajin aku mulai mengikutinya.

Terus terang ya, ini salah satu ranobe paling ‘enggak biasa’ yang pernah kubaca. Aku terutama ngerasa kalau tema ceritanya sebenarnya enggak cocok dengan seleraku. Di antaranya karena alasan-alasan berikut:

  • Adegan siscon-brocon yang belum apa-apa dipakai untuk membuka cerita.
  • Narasi agak bertele yang menghadirkan info dump lumayan parah.
  • Latar cerita di dalam sebuah sekolah sihir (tipikal?).
  • Gaya narasi dari sudut pandang orang ketiga yang secara ekstensif memaparkan pikiran dan reaksi masing-masing tokoh.
  • Cerita yang bertema ‘ilmiah.’
  • Cerita bernuansa kemiliteran…

Maksudku… seri ini secara teknis punya begitu banyak alasan yang biasanya bisa bikin aku enggak suka terhadap suatu seri. Dan makanya aku enggak yakin apa aku akan merekemondasikannya ke orang lain. Dan aku bahkan enggak punya bayangan sama sekali tentang gimana animenya mau dibuat (soal ini akan kubahas lagi di bawah). Tapi ini sesuatu yang masih tetap kuikuti sampai sekarang, dan bahkan mesti kuakui, aku semakin menikmatinya semakin kubaca.

Singkatnya, aku enggak bisa enggak terkesan dengan dunia yang Satou-sensei telah bawakan karena saking luas dan ekstensif cakupannya. Hasil akhirnya bisa dibilang benar-benar keren meski mungkin enggak akan disukai semua orang.

Activation Sequence

Berlatar hampir seabad di masa depan, dalam sebuah linimasa alternatif ketika ‘sihir’ ditemukan kembali dan dipahami secara ‘ilmiah’ menjelang awal abad 21, seri ini (konon akan) mengetengahkan berbagai intrik dan persoalan yang dihadapi kakak beradik Shiba Tatsuya dan Shiba Miyuki selama tiga tahun masa SMA mereka.

Tatsuya yang datar dan jarang menampilkan ekspresi dilahirkan di awal tahun ajaran. Sedangkan Miyuki yang digambarkan teramat anggun dan cantik lahir di akhir tahun ajaran. Sehingga, walau usia mereka terpaut setahun, keduanya secara akademis berada di angkatan yang sama. Keduanya bersekolah di satu dari sembilan SMA di seluruh Jepang yang berafiliasi dengan universitas sihir nasional (sekolah mereka anggap saja adalah SMA 1 yang terletak di wilayah Kanto).

Di masa ini, ceritanya, bakat sihir dalam jumlah terbatas mulai bangkit di antara populasi manusia. Lalu karena keterbatasan jumlah ‘penyihir’ yang ada, jumlah institusi pendidikan yang tersedia untuk melatih mereka juga terbatas—makanya, di seluruh Jepang, jumlah SMA yang secara khusus menerima murid berbakat sihir hanya sembilan, tersebar di seluruh negeri di daerah berbeda-beda pula, sebelum jenjangnya berlanjut ke universitas.

Sebagai pengganti buku-buku ajaib, mantera, dan tongkat sihir, sihir di zaman modern banyak diaplikasikan dengan menggunakan perangkat-perangkat elektronik yang disebut CAD (Casting Asisstant Device). Sihir didefinisikan sebagai tindak ‘perubahan fenomena’ melalui aplikasi dua partikel nonfisis yang biasanya tak kasatmata: psion (yang bereaksi terhadap pengguna) dan pushion (yang tidak bereaksi terhadap pengguna, tapi tetap kerap mengiringi suatu fenomena sihir). Lalu di dalam CAD ada semacam program yang disebut Activation Sequence (proses aktivasi) yang menarik psion dari dalam diri si pemakai, lalu mengaplikasikannya ke fenomena sihir di alam, yang prosesnya secara umum disebut Magic Sequence (proses sihir). (Sihir tanpa CAD juga dapat dilakukan, tapi karena terkait emosi,  mental, dan konsentrasi pengguna, proses dan hasilnya cenderung tak stabil.)

Bentuk CAD bisa berbagai macam, mulai dari berupa ponsel, gelang, hingga pistol dan senapan. Secara umum, CAD terbagi atas dua jenis, yakni general (umum), yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi sihir, namun dengan kecepatan proses aktivasi dan kualitas yang relatif lebih rendah, dan specialized (khusus) yang khusus dibuat untuk suatu aplikasi sihir tertentu saja, tapi dengan kecepatan pemrosesan dan kualitas yang relatif lebih tinggi.

Cerita dibuka dengan kemarahan Miyuki terhadap pihak sekolah yang dipandangnya tidak menghargai kemampuan kakaknya. Jadi, meski Tatsuya menjadi satu-satunya orang yang meraih nilai sempurna(!) dalam ujian tertulis saringan masuk sekolah, Miyuki-lah yang ternyata dipilih sebagai wakil para siswa baru yang akan menyampaikan pidato dalam upacara pembukaan tahun ajaran.

Kelemahan Tatsuya ternyata terdapat pada kemampuan praktek sihirnya, yang dapat dikatakan ‘kurang’ dibandingkan kebanyakan orang.

Kemudian terungkap bahwa akibat keterbatasan staf pengajar di atas, terjadi semacam ‘pembagian kasta’ dalam setiap sekolah sihir, di mana para siswa terbagi ke dalam para siswa Jalur 1 dan para siswa Jalur 2. Para siswa Jalur 1 seperti Miyuki (ditandai dengan adanya semacam emblem mahkota bunga pada baju seragam mereka) adalah para siswa yang dipandang memiliki kemampuan praktek/teknik baik, sehingga dipandang perlu mendapat bimbingan langsung dari para instruktur sihir (mereka yang jalur karirnya membidik untuk berprofesi sebagai ‘penyihir’). Sedangkan para siswa Jalur 2 seperti Tatsuya, yang secara tak adil dipandang lebih rendah (tak punya emblem mahkota, dan seringkali diejek sebagai ‘rumput liar’), adalah mereka yang kemampuan prakteknya tak terlalu baik. Pengajaran yang mereka dapatkan lebih banyak lewat modul dan buku pelatihan (di masa ini, buat suatu alasan, di kebanyakan sekolah para guru sudah jarang berhadapan dengan para murid secara langsung, dan lebih banyak lewat video). Mereka juga lebih banyak membidik sebagai peneliti dan pengembang alat CAD daripada penyihir secara langsung.

Namun bersama masuknya Tatsuya dan Miyuki, suatu perubahan paradigma besar-besaran kemudian terjadi. Tatsuya dan Miyuki ternyata sama-sama bukanlah remaja penyihir biasa seperti yang dikira kebanyakan orang. Stigma lama perlahan dihancurkan seiring terungkapnya situasi keluarga dan identitas mereka yang sesungguhnya.

Masalah-masalah Keluarga

Di samping Tatsuya dan Miyuki, semenjak awal ada lumayan banyak tokoh yang berperan dalam Mahouka. Mungkin tak sebanyak seperti dalam seri Horizon sih, tapi tetap lumayan banyak untuk ukuran LN.

Semenjak awal tahun ajaran, nilai sempurna Tatsuya dalam ujian langsung menarik perhatian Saegusa Mayumi, gadis cantik berwibawa yang merupakan siswi kelas tiga sekaligus ketua Dewan Siswa yang tengah menjabat. Di samping itu, Mayumi juga merupakan salah seorang anggota keluarga Saegusa, satu dari Sepuluh Keluarga Besar (belum diungkap semuanya) yang mengatur dunia sihir di seluruh Jepang, sekaligus gabungan para penyihir terkuat (secara militer) yang negara tersebut miliki.

Mayumi, yang merupakan salah satu dari sekian sedikit murid yang tak membeda-bedakan antara siswa Jalur 1 dan Jalur 2, merekrut Miyuki yang terpilih sebagai murid teladan sebagai anggota Dewan Siswa (yang sangat mengatur berbagai aspek kegiatan di sekolah). Tapi di samping itu, Mayumi juga berharap bisa memperoleh kontribusi Tatsuya dalam pengelolaan sekolah.

Di samping kecerdasannya, kemudian terungkap kalau Tatsuya ternyata merupakan salah satu murid Yakumo Kokonoe, tokoh besar ‘ninjutsu’ yang secara misterius memiliki andil dalam perolehan informasi di dalam pemerintah. Karenanya, Tatsuya kemudian setengah dipaksa untuk bergabung dalam Komite Disiplin, yang dipimpin siswi kelas tiga tomboi berperangai agak licik, Watanabe Mari. (Dikisahkan bahwa ada aturan yang menetapkan bahwa yang bisa menjadi anggota Dewan Siswa hanya para siswa Jalur 1. Tapi aturan ini tak berlaku untuk perekrutan anggota Komite Disiplin.)

Keputusan perekrutan Tatsuya, seorang siswa Jalur 2, dengan segera menuai kontroversi di dalam sekolah. Tapi semua pihak langsung dibuat bungkam saat menyaksikan secara langsung kemampuan Tatsuya yang sesungguhnya.

Berbeda dari Miyuki yang memang menyimpan kekuatan sihir dahsyat, meski kemampuan aktivasi sihir praktisnya lemah, Tatsuya seorang ahli bela diri, ahli dalam memodifikasi CAD, serta jenius dalam mengaplikasikan proses-proses sihir tertentu yang tak terbayangkan oleh orang lain. Dengan segera Tatsuya mulai dikenal sebagai salah satu yang diakui sebagai yang ‘terkuat’ di SMA 1, walau predikat tersebut dipandang menyulitkannya, karena ada sejumlah rahasia tertentu yang berusaha dirinya dan Miyuki sembunyikan…

Terlepas dari itu, tokoh-tokoh lain yang banyak berperan dalam cerita ini meliputi:

  • Chiba Erika; gadis cantik tomboi yang menjadi teman sekelas Tatsuya di kelas 1E. Perangainya agak berangasan, meski sikapnya ramah dan maksudnya selalu baik. Dirinya adalah anak ketiga dari keluarga Chiba yang dikenal sebagai pemasok senjata-senjata sihir untuk pemerintah. Konon, meski berusia lebih muda, dirinya yang telah mengajari Watanabe Mari dalam hal berpedang, dan tak bisa menerima bila Mari disebut lebih kuat darinya.
  • Saijou Leonhart; teman sekelas Tatsuya yang berbadan tegap yang merupakan keturunan orang Eropa. Dia salah satu anak blasteran dari masa saat keluarga-keluarga penyihir antar negara mencoba menyilangkan bakat sihir mereka secara genetik. Entah kenapa dirinya dan Erika selalu punya bawaan untuk saling bertengkar. Hobi panjat tebing. Spesialisasinya adalah sihir penguatan.
  • Shibata Mizuki; gadis pemalu berkacamata, yang sebenarnya menggunakan kacamatanya untuk membatasi sensitivitas matanya yang dapat melihat partikel-partikel psion dan pushion secara langsung. Bersama Erika, dia menjadi salah satu teman pertama Tatsuya di kelas 1E. (Dia jadi mudah dibedakan dari Miyuki bila kita ingat kalau tak ada kata ‘salju’ di namanya; FYI sihir ‘es’ juga menjadi salah satu spesialisasi Miyuki.)
  • Yoshida Mikihiko; keturunan keluarga Yoshida yang merupakan salah satu keluarga yang memiliki spesialisasi dalam suatu jenis sihir kuno (aplikasi sihir yang telah ada dan dipraktekkan sebelum CAD mulai banyak digunakan) yang menyangkut aplikasi ‘roh.’ Sebelumnya dikenal sebagai keturunan paling jenius di keluarga Yoshida, sebelum sebuah kejadian tertentu di masa lalu mengubah pembawaannya menjadi agak rendah diri. Meski sekelas sejak awal, baru agak belakangan ia dekat dengan teman-teman Tatsuya yang lain. Dirinya ternyata teman Erika sejak kecil.
  • Kitayama Shizuku; anak tunggal keluarga Kitayama yang dikenal sebagai pengembang CAD terkemuka. Sangat pendiam dengan ekspresi wajah datar, tapi sangat perhatian terhadap teman-temannya. Teman sekelas Miyuki di 1A dan salah satu murid dengan kemampuan sihir tertinggi di angkatannya.
  • Mitsui Honoka; teman dekat Shizuku dan Miyuki dan juga salah satu murid dengan kemampuan sihir tertinggi di kelas 1A. Memiliki bakat dalam sihir manipulasi cahaya. Sebelumnya menyimpan semacam prasangka terhadap murid-murid Jalur 2, tapi cara pandangnya berubah sesudahnya. Seperti halnya Shizuku, belakangan mulai dekat dengan teman-teman Tatsuya berhubung keinginan keras Miyuki untuk sebanyak mungkin melewatkan waktu bersama kakaknya.

Itu baru teman-teman satu geng Tatsuya. Para karakter lainnya lagi meliputi:

  • Morisaki Shun; teman sekelas Miyuki berharga diri tinggi dan agak memandang rendah para murid Jalur 2. Memiliki spesialisasi sihir ‘tembak,’ walau belum sepenuhnya menyamai keahlian keluarga Saegusa.
  • Hattori Gyoubushoujyo Hanzou; siswa kelas dua yang menjadi wakil Mayumi di Dewan Siswa. Sebelumnya meragukan kemampuan Tatsuya. Salah satu dari tiga siswa yang dipandang terkuat di sekolah dengan keahliannya merangkaikan satu jenis sihirnya dengan yang lain. Dirinya kurang menyukai nama lengkapnya sendiri.
  • Ichihara Suzune; alias Rin-chan, bendahara Dewan Siswa yang merupakan siswi kelas tiga sekaligus sahabat dekat Mayumi. Sifatnya tenang dan pendiam.
  • Nakajou Azusa; alias A-chan, siswi kelas dua yang juga sekretaris Dewan Siswa, seorang maniak gadget, terutama CAD, yang kemudian membuatnya bisa akrab dengan Tatsuya. Terobsesi dengan benda-benda ciptaan artificer favoritnya, Taurus Silver. Dia murid berbadan mungil yang bersifat sedikit kekanakan.
  • Juumonji Katsuto; siswa kelas tiga berbadan sangat besar dan berkepribadian tegas yang merupakan calon kepala keluarga berikutnya dari Juumonji, yang seperti Saegusa, merupakan salah satu dari Sepuluh Keluarga Besar. Menjabat sebagai Pemimpin Grup Manajemen Ekskul. Bersama Mayumi dan Hattori, dipandang sebagai satu dari tiga orang terkuat di sekolah. Spesialisasinya adalah sihir penciptaan medan pelindung yang merupakan spesialisasi keluarganya.
  • Mibu Sayaka; siswi kelas dua anggota Klub Kendo yang sempat meraih juara dua di kejuaraan nasional. Seorang gadis cantik yang sempat memiliki konflik dengan Klub Kenjutsu yang kemudian ditengahi Tatsuya. Ayahnya seorang pewira militer terkemuka. (berbeda dari kendo, kenjutsu di cerita ini mengaplikasikan sihir dalam permainan pedang mereka)
  • Kirihara Takeaki; siswa kelas dua anggota Klub Kenjutsu yang menjadi juara di wilayah Kanto. Berperangai keras dan sebenarnya kurang pandai membawakan diri, serta sebelumnya memiliki konflik dengan Klub Kendo.
  • Chiyoda Kanon; siswi kelas dua tomboi yang merupakan ‘tipe yang bertindak sebelum berpikir.’ Cabang dari salah satu keluarga sihir besar yang spesialisasinya adalah sihir osilasi jarak jauh untuk penciptaan ranjau. Orang yang diam-diam telah disiapkan Mari sebagai penerusnya (walau dirinya baru bergabung dalam Komite Disiplin sesudah Tatsuya).
  • Isori Kei; siswa kelas dua bersifat ramah dan sopan yang merupakan pacar sekaligus tunangan Kanon. Murid cerdas dan baik hati yang juga seorang spesialis dalam hal mengutak-atik CAD.

Perlu kusebut kalau hampir semua karakter di atas memainkan peran penting mereka masing-masing di sepanjang keenam buku pertama.

Seri Mahouka kabarnya akan memaparkan keseluruhan tiga tahun kehidupan SMA Tatsuya dan Miyuki (ya, para karakter dewasanya masih belum kusebutkan). Jadi kurasa takkan mengherankan kalau jumlah karakter yang ditampilkan di dalamnya akan terus bertambah seiring dengan waktu.

Buku terbaru seri ini pada waktu ini kutulis, buku kesembilan, bahkan baru mulai mencakup akhir tahun pertama mereka saja. Jadi kurang lebih bisa terbayangkan total jumlah bukunya dan karakternya bakal segimana.

Masalah-masalah Negara

Mahouka mengangkat tema-tema soal diskriminasi, pembedaan strata sosial, serta makna sesungguhnya dari kerja keras dan harga diri. Di dalamnya, kadang aku juga ngerasa ada pertanyaan-pertanyaan seputar gambaran pola pikir masyarakat dan pendidik pada umumnya.

Latar ceritanya yang kompleks serta pendekatannya yang sangat berbasis karakter (aku belum pernah baca ranobe yang sedemikian memaparkan isi pikiran para karakternya—bukan cuma si tokoh utama—sedalam Mahouka) memang awalnya bikin keder sih. Belum lagi dengan gimana kedekatan berlebih antara dua bersaudara Tatsuya dan Miyuki lumayan bisa bikin kita ngerasa aneh. Tapi lama-lama aku bisa nerima juga (terutama saat ditampilin sebagai lelucon gimana kedekatan berlebih antara Tatsuya dan Miyuki juga bikin ‘aneh’ para karakter lain dalam ceritanya sendiri).

Plotnya terbilang sederhana sih. Belum lagi dengan jumlah karakternya yang banyak, perkembangan kepribadian masing-masing karakternya juga enggak banyak juga. Ditambah, sejauh ini, Mahouka belum benar-benar menampilkan karakter antagonis yang menonjol. Tapi perkembangan plot dan intrik ceritanya itu gila, dan di samping nuansa ‘sihir futuristisnya,’ kayaknya itu yang jadi daya tarik utama.

Dikisahkan Tatsuya dan Miyuki sebenarnya adalah keturunan langsung dari keluarga Yotsuba, salah satu dari Sepuluh Keluarga Besar dan bisa jadi merupakan yang terkuat di antara seluruh keluarga yang lain. Lalu mereka juga adalah keponakan langsung dari sang kepala keluarga, Yotsuba Maya (mendiang ibu kandung mereka, Yotsuba Miya, adalah saudari kembar Maya). Namun ada sesuatu yang benar-benar abnormal dalam hubungan kekeluargaan mereka.

Pertama, identitas mereka dirahasiakan dari publik karena sejumlah alasan tertentu. Kemungkinan terkait dengan bagaimana Miyuki dipandang sebagai salah satu calon kepala keluarga penerus Maya. Kedua, Miyuki dan Tatsuya juga karena suatu alasan sebenarnya berusaha menjauhkan diri mereka dari pengaruh keluarga Yotsuba. Lalu ketiga, hubungan Miyuki dan Tatsuya tak sepenuhnya seperti kakak beradik sebab sekalipun memiliki darah Miya, Tatsuya tidak diakui sebagai seorang Yotsuba. Tatsuya sebenarnya ditolerir keluarga Yotsuba berada di dekat Miyuki, bukan karena ia adalah kakak kandungnya, namun tak lain karena dirinya telah ditunjuk sebagai ‘pelindung’ Miyuki yang akan melindunginya seumur hidup.

Sebagai keturunan keluarga penyihir besar, Tatsuya rupanya terlahir dengan suatu kemampuan sangat hebat untuk mengakses dan membaca ‘dimensi informasi’ (dimensi realita yang dipengaruhi lewat sihir lewat partikel psion dan pushion) secara langsung serta sekaligus juga merekonstruksinya. Di sisi lain, kemampuannya ini membuat dia tak mampu melakukan sihir yang normal. Di usia enam tahun, ibu dan bibi Tatsuya kemudian melakukan sesuatu terhadapnya yang memungkinkannya untuk melakukan sihir, mengubahnya menjadi seorang penyihir artifisial, tapi dengan hilangnya sebagian besar hasrat dan emosinya (amarah, kesedihan, ketertarikan badaniah terhadap lawan jenis) sebagai bayaran.  Inilah yang melandasi posisi dan hubungan aneh Miyuki dan Tatsuya dalam perpolitikan keluarganya.

Kemampuan khusus Tatsuya rupanya menarik perhatian pihak militer Jepang. Lalu meski berusia muda, Tatsuya sesungguhnya telah mengemban pangkat sebagai perwira khusus dari Batalion Sihir Independen 101 pimpinan Mayor Kazama Harunobu.

Tatsuya adalah karakter yang sejak awal sudah saking kuatnya, sampai-sampai kesulitan yang dia hadapi dalam pertempuran lebih karena keharusannya untuk merahasiakan kekuatannya yang sesungguhnya alih-alih karena desakan dari lawan-lawan yang ia hadapi.

Cerita semakin berkembang dengan hadirnya intrik persaingan antara berbagai pihak, spionase, sabotase, isu-isu terorisme, bahkan perang terbuka secara langsung—semua itu hadir di sela-sela kehidupan sekolah biasa yang dijalani Tatsuya dan kawan-kawannya.

Terungkap pula bahwa Perang Dunia Ketiga yang berakhir beberapa dasawarsa sebelumnya ternyata berlangsung teramat lama dan telah mengubah peta politik dunia secara besar-besaran.  Lalu pada akhir buku ketujuh, Tatsuya diperintahkan melakukan sesuatu yang teramat besar oleh pihak militer yang sekali lagi mempengaruhi peta perpolitikan itu… dan membuat kelanjutan cerita sejauh saat ini kutulis agak menggantung dengan cara yang enggak enak.

Masalah-masalah Pribadi

Alasan aku sulit nyebayangin seri ini diangkat menjadi anime adalah karena struktur ceritanya. Satou-sensei memasukkan lumayan banyak hal tentang dunia dan para karakternya dalam setiap babak cerita (kadang dengan agak tiba-tiba), sehingga perkembangan konfliknya jadi benar-benar lambat (satu arc saja biasanya mencapai dua buku, dan masing-masing buku itu lumayan tebel). Ditambah detil-detil teknisnya tentang teori aplikasi sihir dan cara kerja alat-alatnya benar-benar lengkap dan meyakinkan (sesuatu yang unik karena latar belakang beliau sebagai pegawai kantoran). Karena itu, aku enggak tahu apa jadinya masih bakal menarik kalau disajikan dalam format anime televisi atau enggak.

Harapanku agak naik saat adaptasi manga Mahouka mulai diserialisasikan sih. Walaupun deskripsi mereka di narasi agak enggak imbang, desain seluruh karakternya benar-benar keren. Terus adegan-adegan sihirnya emang paling keren kalau divisualisasikan.

Di samping novel, Mahouka mulai juga dihadirkan beberapa seri spin-off seperti seri novel Mahouka Koukou no Shounen Shoujo yang nampaknya mengisahkan lebih banyak tentang keseharian teman-teman Tatsuya; serta seri manga Mahouka Koukou no Yuutosei, yang mengambil fokus lebih banyak dari sudut pandang Miyuki, serta kelihatannya akan mencakup latar waktu yang tidak ditutup dalam novelnya. Keduanya bersifat gaiden, dan kelihatannya tak kalah menariknya dibandingkan seri utama.

Masih belum terlalu jelas kapan seri ini akan ‘meledak.’ Terutama di luar Jepang. Lalu seri ini juga masih belum masuk daftar sepuluh besar Kono Light Novel wa Sugoi! yang diadakan tiap tahun. Tapi ada lumayan banyak pujian yang sejauh ini diterimanya. Kawahara Reki-sensei, penulis Sword Art Online, kelihatannya termasuk salah seorang penggemanya, dan beliau bahkan menulis sambutan beliau di akhir buku pertama Mahouka.

Asal kau terbiasa dengan gaya narasi Satou-sensei yang agak enggak biasa, apalagi dengan sejumlah konsep karakternya yang agak aneh, dan bisa cukup bersabar sekaligus tertarik dengan eksposisi-eksposisi teknisnya yang panjang, ini satu seri yang perkembangannya benar-benar menarik buat diikuti.

Aku tahu mungkin tetap enggak cocok buat semua orang sih. Tapi tetap menarik. Aku jarang nemu light novel yang pemaparannya secerdas ini.

(Karakter favoritku adalah Mayumi. Tapi sudahlah. Itu enggak penting.)


About this entry