Daftar Istilah

Ada sejumlah istilah yang kadang terdengar asing bagi para orang awam yang mampir ke blog ini. Mudah-mudahan postingan ini dapat membantu dalam memahaminya.

(Bukan, aku bukan ahli bahasa.)

(Disusun berdasarkan tingkat kelaziman penggunaannya.)

anime: intinya, animasi. Gambar yang dibuat agar bisa bergerak. Dalam konteks ini, animasi yang berasal dari Jepang dengan segala kekhasannya. Meski demikian, definisi persisnya bagi setiap individu kelihatannya bisa berbeda-beda. Dapat berupa suatu produksi orisinil atau hasil adaptasi dari suatu media lain. Secara umum dikenal dalam format seri TV, OVA, atau film layar lebar. Tiga staf kunci yang biasanya paling menentukan kualitas suatu anime adalah sutradara, pengatur komposisi seri/penulis naskah, musik. Terlepas dari prasangka sejumlah penggemar, biaya untuk membuat anime benar-benar mahal dan bayaran staf pembuat anime benar-benar minim.

studio: pihak yang melakukan pengerjaan pembuatan anime. Biasanya mereka ditugaskan (lewat sistem commissioning) oleh suatu pihak produser, yang membentuk ‘panitia’ untuk memproduksi anime tersebut.

manga: secara harfiah konon artinya ‘coret-coretan.’ Dalam konteks ini, komik yang berasal dari Jepang dengan segala kekhasannya. Biasanya berwarna hitam putih. Sebelum terbit dalam bentuk buku, biasanya per bab diserialisasikan dalam suatu ‘majalah komik’ yang dapat terbit secara mingguan, bulanan, atau lebih lama lagi. Tiga penerbit manga yang paling dikenal di Jepang adalah Shueisha, Kodansha, dan Shogakukan.

light novel/LN/ranobe: secara harfiah berarti ‘novel ringan’ atau novelet. Dalam konteks ini, jenis novel yang disusun sedemikian rupa untuk dibaca ‘cepat’ dengan cerita tak terlalu berat. Lazimnya menonjolkan dialog dalam pemaparan cerita, dan karena itu pula punya struktur penceritaan yang khas. Biasanya dibuat dalam ukuran buku saku, dilengkapi gambar-gambar ilustrasi mencolok, serta memiliki format berseri. Meski ‘ringan’, beberapa judul tertentu seperti seri Kyoukai Senjou no Horizon tetap terbilang tebal. Media ini telah lama ada, tapi baru mulai menarik perhatian penggemar di luar Jepang semenjak kesuksesan The Melancholy of Suzumiya Haruhi karya Tanigawa Nagaru pada pertengahan dekade 2000-an.

visual novel/VN: secara harfiah berarti ‘novel visual’, suatu bentuk media perangkat lunak yang mana sebuah cerita dipaparkan hanya dalam bentuk tulisan, dengan diiringi gambar, suara, dan musik. Ada beberapa jenis VN yang kelanjutan perkembangan ceritanya dapat ditentukan ‘pemain’ baik melalui sistem pilihan atau mekanisme lainnya. Biasanya selain ‘memilih’ tak ada elemen permainan lain yang dipunyai VN. Biasanya setelah kita ‘menamatkan’ suatu VN sekali, kita membuka sejumlah fitur baru, seperti rute percabangan cerita baru atau galeri gambar. Ada argumen tak berkesudahan di Internet soal apakah VN dapat dikategorikan sebagai game atau tidak. Cukup banyak di dalamnya yang mengandung materi khusus dewasa, meski tidak semua. Salah satu judul menonjol yang pertama mempopulerkan media VN adalah seri Tsukihime keluaran pengembang Type-Moon.

sound novel: secara harfiah berarti ‘novel suara’, suatu subset dari VN yang lebih menonjolkan penataan suara ketimbang daya tarik visual. Salah satu contoh yang menonjol adalah seri thriller Higurashi no Naku Koro Ni buatan pengembang 07thExpansion yang kemudian diadaptasi ke sejumlah media lain.

kinetic novel: secara harfiah berarti ‘novel kinetis’, suatu subset dari VN yang di dalamnya tak ada pilihan sama sekali, sehingga yang para ‘pemain’ perlu lakukan hanya membaca dan menikmati apa yang ditampilkan. Salah satu yang terkenal adalah Planetarian yang dibuat pengembang Key.

galge: game yang menampilkan karakter-karakter perempuan cantik sebagai daya tarik utamanya. Umumnya (tapi tidak semua) berformat VN. Dipasarkan untuk kaum lelaki (meski ada saja perempuan yang main). Sebagian besar di antaranya bernuansa dewasa, tapi tidak semua. Beberapa contoh yang mungkin aman untuk disebut karena ceritanya yang memang dianggap bagus adalah Shuffle! dan Clannad.

otome game: secara harfiah berarti ‘permainan gadis’, game yang menampilkan karakter-karakter lelaki tampan sebagai daya tarik utamanya. Umumnya (tapi tidak semua) berformat VN. Dipasarkan untuk kaum perempuan (meski ada saja lelaki yang main). Salah satu contohnya yang aman untuk disebut sebagai contoh adalah seri Hakuoki.

bishoujo/bishojo: perempuan cantik.

bishounen/bishonen: lelaki tampan.

live action: tayangan yang menggunakan aktor/aktris beneran, sebagaimana yang umumnya kita kenal.

dorama: sebutan untuk seri ‘sinetron’ Jepang yang dibuat live action, serupa dengan seri-seri serupa dari Taiwan dan Korea Selatan. Berbeda dari seri-seri TV Amerika, jumlah episodenya biasanya dibuat lebih terbatas dengan cerita lebih padat dan tak dipanjang-panjangkan. Kadang disusul dengan episode spesial. Ada banyak contohnya, tapi salah satu favorit dari zamanku adalah Beach Boys.

tokusatsu: secara harfiah berarti ‘efek khusus’; dalam hal ini mengacu pada tayangan-tayangan live action yang banyak menggunakan efek-efek khusus tersebut. Contohnya seperti berbagai seri Kamen Rider, Ultraman, dan Super Sentai. Sebagian di antaranya bisa lebih ditujukan untuk orang dewasa.

adaptasi: berlawanan dari orisinil, dalam konteks ini, mengacu pada suatu seri yang diadaptasi dari media lain. Anime hasil adaptasi seringkali dibuat lebih dengan maksud untuk mempromosikan materi asalnya. Karenanya, cerita anime jenis ini (terutama yang merupakan adaptasi light novel) kerap (tapi tidak selalu) berakhir dengan kurang memuaskan. Contoh adaptasi anime terkenal misalnya anime Naruto Shippuden yang diadaptasi dari manga terkenal karya Kishimoto-sensei, seri Accel World yang diangkat dari seri ranobe karya Kawahara-sensei, atau film layar lebar live action Heroine Shikkaku yang diadaptasi dari manga karya Koda-sensei.

original/orisinil: berlawanan dari adaptasi, dalam konteks ini, suatu seri yang sejak awal dikembangkan untuk suatu media tertentu dan bukan diangkat dari versi lain yang terlebih dahulu ada dalam bentuk media lain. Contohnya adalah anime Guilty Crown keluaran Production I.G yang pertama keluar sebagai anime, dan bukan sebagai manga atau novel terlebih dahulu.

spin off/gaiden: suatu seri yang bisa disebut sebagai ‘lepasan’ atau cerita sampingan dari suatu seri lain. Medianya bisa berbeda, beberapa karakternya juga bisa sama, tapi cerita yang dibeberkan di dalamnya sama sekali baru. Contohnya adalah seri multimedia Gundam SEED Astray yang merupakan lepasan dari seri anime Gundam SEED atau Toaru Kagaku no Railgun yang merupakan lepasan dari Toaru Majutsu no Index.

doujin/indie/independen: suatu karya yang dibuat secara independen oleh fans dengan biaya mereka sendiri. Biasanya dalam bentuk komik, namun bisa juga dalam bentuk game dan perangkat lunak lain. Kadang secara teknis karya-karya ini melanggar hak cipta, tapi karena suatu alasan biasanya tak dipermasalahkan. Berkebalikan dengan ‘profesional.’ Ada banyak seri yang menampilkan dunia doujin dan berbagai intriknya, tapi beberapa di antaranya adalah Comic Party dan Saenai Heroine Sodatekata.

comiket: comic market, pasar komik, suatu ajang doujin berskala besar dan gila-gilaan yang dilangsungkan dua kali dalam setahun di Tokyo sejak tahun 1975. Semua yang berminat menghadiri perlu mematangkan segenap jiwa dan raga karena kunjungan ke sana dapat menjadi pertaruhan hidup dan mati.

seri TV/TV Series: tayangan yang sejak awal dibuat untuk diserialiasikan dalam bentuk siaran televisi.  Seri-seri TV baru biasanya muncul seiring pergantian musim di Jepang. Anime jenis ini memiliki jumlah episode yang biasanya (tapi tidak selalu) ditentukan oleh berapa cour seri ini akan tayang. Biasanya dalam jumlah sekitar 12 atau kelipatannya. (Karena dalam tiga bulan, dihitung ada empat minggu.)

OVA/OAV/direct-to-video: kependekan dari original video animation atau original animation video (ini istilah seharusnya kalau mengikuti kaidah Bahasa Inggris yang benar), anime jenis ini sejak awal dibuat untuk didistribusikan dalam bentuk video. Dengan kata lain, karena tidak dimaksudkan untuk tayang di televisi, penggemar yang berminat hanya bisa menontonnya dengan membeli perangkat keras videonya (yang di masa itu bisa berupa piringan laser disc, kaset Betamax, atau kaset VHS). Pada dekade 90an awal, ada banyak seri yang khusus dibuat dalam bentuk OVA, tapi anime yang diproduksi dalam format ini belakangan semakin langka. Kebanyakan OVA di masa sekarang lebih banyak berstatus sebagai episode tambahan atau istimewa dari suatu seri TV yang sudah ada. Ditambah lagi, beberapa seri yang secara teknis adalah OVA belakangan juga mulai ditayangkan episodenya di bioskop tatkala pertama rilis. Karena keterbatasan anggaran, seri-seri OVA di masa lalu sering punya struktur cerita yang langsung ke masalah dan jarang berakhir memuaskan. Ditambah lagi, episode-episode barunya keluar dalam rentang waktu relatif lama (dan kadang disertai isu-isu produksi kompleks). Media jenis ini diasumsikan memiliki kualitas produksi yang lebih bagus daripada seri TV. Media jenis ini juga memiliki ‘kebebasan’ lebih dari segi durasi dan juga konten. Kadang suatu seri yang awalnya adalah OVA kemudian diadaptasi menjadi format seri TV. Kadang kelanjutan cerita di suatu seri TV hanya ditampilkan dalam OVA. Contoh seri OVA orisinil yang terkenal adalah FLCL untuk seri orisinil dan Denpa Teki na Kanojo untuk seri adaptasi. Beberapa contoh yang lebih lawas misalnya kedua seri Sol Bianca, Megazone 23 yang orisinil, Bubblegum Crisis, Hellsing Ultimate, hingga Legend of the Galactic Heroes yang legendaris dengan jumlah episodenya yang sangat banyak.

one-shot/one shot: cerita yang disajikan dalam format langsung tamat, tidak bersambung maupun berseri, dan biasanya tidak ada kaitannya dengan cerita-cerita lainnya. Biasanya para manga-ka baru di suatu redaksi majalah akan mengajukan suatu karya one shot dulu, dan apabila karya mereka disukai, mereka  mendapat kesempatan untuk membuat karya berseri. Contoh yang terkenal belum lama ini adalah manga Rengoku no Ashe karya Endou Tatsuya.

ONA/web anime: original net animation; seperti OVA, hanya saja dirilis secara langsung melalui streaming atau media aplikasi di Internet. Biasanya memiliki durasi tayang yang agak tak lazim. Contoh yang terkenal dari anime jenis ini adalah seri pendek Axis Powers Hetalia atau seri Koyomimonogatari.

drama CD: semacam drama radio, yang isinya hanya berupa audio, hanya saja dipasarkan dalam bentuk CD. Biasanya merupakan adaptasi dari suatu media lain yang sudah ada. Biasanya di awal karir mereka, seorang seiyuu mendapat pekerjaan untuk mengisi drama CD dulu. Contoh seri yang sempat sangat terkenal drama CD-nya adalah Weiss Kreuz.

movie/film layar lebar/gekijouban: jenis anime yang dibuat untuk langsung tayang di bioskop. Beberapa yang terkenal tentu saja adalah keluaran studio anime Ghibli, seperti Sen to Chihiro no Kamikazushi dan Tonari no Totoro. Bisa juga kelanjutan suatu seri lain yang sebelumnya tayang di televisi, seperti  Date A Live: Mayuri Judgment. Bisa juga merupakan film kompilasi yang meringkas apa yang ditampilkan di seri TV dengan penambahan adegan baru, seperti Macross: Do You Remember Love atau trilogi Zeta Gundam: A New Translation.

episode spesial/special episode: episode khusus suatu seri TV yang ditayangkan terpisah dari masa penayangan seri utamanya. Kadang memang dibuatnya belakangan. Kadang juga menjadi epilog yang menuntaskan beberapa jalinan cerita yang masih menggantung. Secara teknis, ini sering dianggap sama dengan OVA.

otaku: seorang maniak atau penggemar berat. Di luar Jepang, istilah ini mengacu pada para penggemar anime kelas berat. Di dalam Jepang, istilah ini juga dipakai untuk penggemar berat hal-hal lain, seperti otaku kereta yang tahu banyak tentang perkeretapian, otaku senjata api yang tahu banyak tentang pistol dan senapan,

riajuu: ada kepanjangannya. Tapi intinya, istilah ini mengacu pada orang-orang ‘normal’ yang punya kehidupan ‘asli’ di luar dunia virtual Internet. Dalam artian, punya kekasih, punya penghasilan tetap, dan sebagainya. Dianggap sebagai kebalikan dari otaku. Ada salah satu lagu nyanyian Hatsune Miku yang (secara lucu) menyebut soal bagaimana orang-orang jenis ini lebih baik meledak dan mati.

season: secara harfiah berarti musim, tapi dalam konteks ini berarti musim tayang. Istilah ini dapat mengacu pada musim penayangan yang sesuai dengan empat musim di Jepang: musim dingin (winter), musim semi (spring), musim panas (summer), dan musim gugur (autumn). Tapi dalam konteks anime seri TV, mengacu pada ‘penayangan keberapa’ seri TV tersebut, tapi bukan dalam arti ‘penayangan ulang’ melainkan penayangan dengan hadirnya cerita baru. Sebuah seri TV yang terdiri atas 24 episode disebut terdiri atas satu season (sekalipun mencakup dua musim penayangan) apabila setiap episodenya ditayangkan berturut-turut tanpa jeda panjang. Tapi sekalipun punya jumlah episode yang sama, suatu seri TV 24 episode akan disebut terdiri atas dua season apabila ada jeda waktu mencolok antara penayangan episode 12 dan 13. Jeda waktu tersebut dapat sependek hanya tiga bulan atau sepanjang dua tahun.

cour: istilah yang mengacu pada rentang waktu setiap tiga bulan, atau satu musim penayangan di televisi. Seri TV dengan jumlah episode sekitar 12 (tapi tak harus persis 12) disebut sepanjang satu cour (sekali lagi, karena dalam tiga bulan dihitung ada empat minggu). Sedangkan seri TV yang tayang setahun penuh dengan jumlah episode sekitar 50 disebut berdurasi empat cour.

arc/bab: istilah yang dipakai untuk menyebut suatu bagian cerita tertentu dari suatu seri, yang membahas tentang tema cerita yang sama. Bagian cerita One Piece misalnya, yang mengisahkan tentang masa lalu Nami, disebut arc Arlong. Seri Bleach karya Kubo Tite menjadi sangat terkenal berkat arc Soul Society, yang di dalamnya Kurosaki Ichigo dan kawan-kawannya berusaha menyelamatkan Kuchiki Rukia yang hendak dihukum mati.

character arc: istilah untuk mengacu pada bagian(-bagian) cerita yang di dalamnya perkembangan pribadi salah seorang karakter tertentu tengah disorot.

kanonitas/canon: terkait kontinuitas dalam suatu waralaba, suatu karya disebut canon apabila diakui kontinuitasnya dengan suatu karya lain dalam waralaba yang sama. Suatu doujin Fullmetal Alchemist buatan fans yang menampilkan karakter Maes Hughs dibunuh oleh Scar misalnya, dianggap tidak canon karena tidak dibuat oleh Arakawa-sensei, di samping karena memang di cerita aslinya adegan seperti itu tidak pernah terjadi. Contoh lainnya adalah bagaimana Gundam Unicorn berbagi kanonitas yang sama dengan Zeta Gundam, tapi punya kanonitas yang berbeda dengan Gundam SEED.

remake/pembuatan ulang: sedikit berbeda dari adaptasi, remake mengacu pada suatu tayangan dalam sebuah media yang kemudian dibuat ulang dalam media yang sama. Contohnya adalah seri Hunter x Hunter dan Fullmetal Alchemist yang adatasi animenya sama-sama dibuat ulang, dengan versi anime yang lebih baru sama-sama dibuat memiliki cerita yang lebih dekat ke manganya.

sutradara/director: orang yang paling bertanggung jawab atas berhasil atau tidaknya suatu anime. Kalau diamati baik-baik, setiap sutradara sebenarnya punya ciri khas dan kecendrungannya sendiri-sendiri.  Contoh sutradara anime yang legendaris adalah Miyazaki Hayao dari Studio Ghibli.

produser: orang atau pihak di balik layar yang memiliki keinginan untuk memproduksi suatu karya. Mereka yang biasanya mengeluarkan uang atau mencari sponsor untuk proses produksi karya tersebut dan mengusahakan promosinya.

seiyuu: pengisi suara. Ahli memanipulasi warna dan nada suara mereka. Dapat menjadi bagian dari suatu agensi atau dapat juga berstatus independen. Dapat memberikan warna suara yang halus bagaikan bidadari atau yang keji dan menakutkan bagaikan seorang pembunuh maniak. Sebagian dari mereka juga lazim bekerja sebagai model dan penyanyi. Dunia persaingan seiyuu teramat keras dan hanya segilintir dari mereka yang menjadi tenar. Selain anime, mereka juga mendapat pekerjaan untuk mengisi suara dalam iklan, game, serta sulih suara film layar lebar atau seri TV mancanegara. Contoh seiyuu favorit orang di masa aktifku adalah Miyano Mamoru dan Hanazawa Kana.

idol: bintang idola, dapat berupa grup atau solo. Biasanya selain pentas menyanyi dan menari, mereka menjadi semacam wajah publik yang dipekerjakan untuk melakukan promosi produk, mengisi acara humas, atau bahkan akting bila mereka mau. Dunia persaingan idol juga sangat keras. Contoh grup idola yang kuhormati adalah Babymetal, tapi yang paling disegani tentu saja adalah AKB48 dan semua grup saudarinya. Contoh idol yang terkenal di dalam anime adalah Lin Minmei dari seri Macross yang mempopulerkan Ijima Mari sebagai pengisi suaranya. Fenomenanya sebenarnya telah ada di Jepang semenjak dekade 1980-an.

manga-ka/mangaka: pembuat manga. Berbeda dari komik-komik Amerika, manga-ka memiliki kepemilikan lebih terhadap karya-karya yang mereka buat, dengan kepemilikan tokoh-tokoh yang terus dipegang oleh mereka.

komposisi seri/series composition: agak seperti pembuat naskah dalam anime, yang kayak menentukan secara umum dari bagian sampai segini yang ditampilkan itu apa; lalu dari bagian berikutnya sampai bagian berikutnya lagi, yang ditampilkan itu apa lagi; bagaimana caranya itu ditampilkan kembali bergantung pada sutradara. Contoh sosok yang terkenal di posisi ini adalah Okada Mari.

CG/CGI: gambar/citra yang dibuat dengan grafis komputer, dan bukan dengan dibuat tangan. Juga istilah yang mengacu pada ‘gambar’ yang telah kita kumpulkan dalam suatu visual novel.

frame: harfiahnya berarti bingkai atau rangka, tapi ya intinya, satu ‘gambar diam’ dalam suatu anime.

kusoge: harfiah berarti ‘game tahi/kotoran/tinja.’ Sebuah game yang disebut demikian bukan hanya karena tingkat kesulitannya yang tinggi, melainkan juga karena sistem permainannya yang (baik secara sengaja ataupun tidak) dirasa absurd atau tidak adil.

shonen/shounen: dalam konteks ini, merujuk pada genre manga yang ditujukan bagi anak dan remaja laki-laki. Ini merupakan genre manga paling populer di dunia, dengan cerita yang dapat berkisar mulai seputar olahraga sampai baku hantam. Tiga majalah komik shonen yang paling populer karena terbit mingguan adalah Weekly Shonen Jump dari penerbit Shueisha, Weekly Shonen Magazine dari penerbit Kodansha, dan Weekly Shonen Sunday dari penerbit Shogakukan. Shonen Jump dikenal karena persaingan antar pengarangnya yang ketat dalam polling popularitas. Beberapa contoh judulnya yang menonjol meliputi Dragon Ball, Kochikame, Bleach, Naruto, dan One Piece. Shonen Magazine dikenal karena ceritanya yang relatif lebih ‘berani’ (tidak selalu dalam artian baik). Beberapa contoh judulnya yang menonjol meliputi Fairy Tail, The Seven Deadly Sins, Samurai Deeper Kyo, Air Gear, School Rumble, Tsubasa: Reservoir Chronicle, dan Cage of Eden. Shonen Sunday dikenal karena ceritanya yang bernuansa relatif lebih ‘tenang.’ Beberapa contoh judulnya misalnya Cross Game, Inu Yasha, Kekkaishi, Detective Conan, Hayate the Combat Butler, dan Silver Spoon.

shoujo/shojo: dalam konteks ini, merujuk pada genre manga yang lebih ditujukan bagi anak dan remaja perempuan. Menariknya, genre ini mencakup tema-tema cerita yang jauh lebih beragam dan eksotis ketimbang shonen, mulai dari misteri sampai horor. Beberapa contoh judul yang menonjol adalah Rose of Versailles, Garasu no Kamen, Candy Candy, Please Save My Earth… atau yang lebih modern seperti Orange, Ao Haru Ride, Hana Yori Dango, dan Fushigi Yuugi. Beberapa di antaranya juga turut membidik untuk pembaca lebih muda, macam Zekkyou Gakkyuu, Tokyo Mew Mew, dan Shugo Chara.

seinen: dalam konteks ini, merujuk pada genre manga yang lebih ditujukan untuk lelaki dewasa di atas usia 20 tahun. Meski ada saja seri yang menonjolkan aksi, cakupan temanya biasanya lebih luas karena bisa mengangkat nuansa cerita yang lebih berat atau kompleks. Beberapa contoh yang terkenal meliputi Berserk, Detroit Metal City, Ai Yori Aoshi, Tokyo Ghoul, Kurosagi, dan 20th Century Boys.

jousei/josei: dalam konteks ini, merujuk pada genre manga yang lebih ditujukan untuk perempuan dewasa di atas usia 20 tahun. Berbeda dari seri-seri shoujo, seri-seri josei punya nuansa membumi yang lebih dekat dengan kehidupan nyata, tapi seringkali dengan alur yang tidak kalah rumit atau berat. Beberapa contohnya yang dikenal meliputi Kuragehime, Usagi Drop, Happy Marriage!?, Honey and Clover, Gokusen, Chihayafuru, dan Nana.

kodomo: secara harfiah berarti ‘anak-anak’; dalam konteks ini merujuk pada genre manga yang lebih ditujukan untuk anak-anak. Memiliki gaya gambar relatif cerah dan kerap dipromosikan untuk mainan. Beberapa contoh yang terkenal misalnya Kaitou Joker dan adaptasi manga Yo-Kai Watch.

gekiga: suatu gerakan pembuatan manga yang lebih ditujukan untuk orang dewasa. Memiliki suatu gaya visual khas yang memancarkan keseriusan dan kesungguhan.

iyashikei: kira-kira berarti ‘penyembuhan,’ ini istilah yang digunakan untuk menyebut jenis-jenis seri tertentu yang memberi efek ‘menyembuhkan/menenangkan.’ Seri-seri jenis ini biasanya memiliki cerita yang sangat minim konflik, dan cenderung berfokus pada keseharian/slice of life para karakternya. Beberapa contohnya seperti Binbou Shimai Monogatari, Aria, Flying Witch, Hidamari Sketch, Tamayura, dan Non Non Biyori.

Vocaloid: sebutan untuk jenis perangkat lunak untuk menghasilkan suara sintetis, yang kemudian dipergunakan banyak orang untuk menciptakan nyanyian. Ada karakter yang mewakili tiap jenis Vocaloid, ada ada berbagai jenis yang dihasilkan oleh perusahaan yang berbeda. Karakter Vocaloid yang paling pertama dan paling terkenal dari semuanya adalah sosok idola virtual Hatsune Miku.

tsundere: stereotip karakter yang bersikap dingin atau tidak peduli di satu waktu, tapi bersikap perhatian dan penyayang di waktu lain meski ia enggan mengakuinya. Juga mudah tersipu bila dipuji. Entah kenapa, mereka kerap menggunakan gaya rambut berkuncir dua. Contoh yang paling terkenal adalah Tohsaka Rin dari seri Fate/stay night. …Contoh lainnya lagi (jumlahnya ada terlalu banyak) misalnya Souryuu Asuka Langley dari Neon Genesis Evangelion, Senjougahara Hitagi dari Bakemonogatari, Makise Kurisu dari Steins;Gate, dan Kirisaki Chitoge dari Nisekoi. Daya tarik mereka terdapat pada saat-saat langka ketika mereka akhirnya terbuka dan mulai jujur pada perasaan sendiri. Berlawanan dari asumsi sebagian orang, karakter lelaki juga dapat menjadi tsundere.

yandere: stereotip karakter yang mencintaimu dengan penuh cinta dan hanya membolehkan dirinya seorang saja yang mencintaimu. Bukan orang lain. Sekalipun darah perlu ditumpahkan. Contoh yang populer misalnya Gasai Yuno dari Mirai Nikki dan Ryuuguu Rena dari Higurashi no Naku Koro Ni. Daya tarik mereka ada pada betapa besarnya usaha dan pengorbanan mereka demi orang yang mereka kasihi. Berlawanan dari asumsi sebagian orang, karakter lelaki juga dapat menjadi yandere.

kuudere: stereotip karakter yang hampir tak menunjukkan emosinya sama sekali, namun pada orang-orang tertentu memperlihatkan sisi penyayangnya. Daya tarik mereka ada pada bagaimana mereka menjalin suatu hubungan sangat istimewa dengan seorang terpilih secara khusus. Contoh terkenal untuk jenis ini adalah Ayanami Rei dari Neon Genesis Evangelion dan Nagato Yuki dari Suzumiya Haruhi no Yuutsu.

dandere: stereotip karakter yang sangat pemalu sehingga sulit sekali diajak bicara, setidaknya sampai beberapa ‘kondisi ideal’ terpenuhi. Daya tarik mereka ada pada betapa kerasnya mereka terus berusaha, sekalipun upaya mereka seolah takkan memberikan harapan. Contoh karakter jenis ini yang paling terkenal adalah Hyuuga Hinata dari Naruto.

imouto: adik perempuan, atau stereotip karakter yang dengan karakteristik menyerupai adik perempuan. Contoh karakter adik perempuan yang paling terkenal adalah Kousaka Kirino dari seri Ore no Imouto ga Konnani Kawaii Wake ga Nai.

otouto: adik lelaki. Aku menyertakan ini hanya karena merasa perlu saja.

mecha: istilah yang semula mengacu pada seri-seri yang menonjolkan aspek permesinan dan mekanisme di dalamnya. Dalam lingkup lebih luas, mengacu pada seri-seri yang menampilkan suatu robot raksasa di dalamnya. Contoh paling terkenalnya adalah waralaba Gundam.

super robot: subset genre mecha yang menampilkan suatu robot istimewa berukuran raksasa dan berkekuatan dahsyat. Biasanya ada bahaya tak dikenal yang mengancam Bumi, lalu hanya robot raksasa yang digunakan tokoh utama yang menjadi harapan untuk menghadapi. Anime dengan genre ini sangat populer pada dekade 70an dan 80an. Contoh yang paling dikenal adalah Mazinger Z dan Getter Robo. Beberapa contoh menonjol yang lebih modern adalah Yuusha Ou GaoGaiGar dan Tengen Toppa Gurren Lagann.

real robot: subset genre mecha yang berlawanan dengan nuansa fantastis super robot, bernuansa lebih membumi dengan fokus lebih pada para karakternya, dengan robot yang disorotnya lebih digambarkan sebagai mesin buatan manusia yang dapat diproduksi massal. Mobile Suit Gundam pertama memunculkan tren ini, tapi yang mengukuhkannya mungkin adalah Armored Trooper VOTOMS dan seri Macross. Seri Patlabor juga menjadi salah satu contoh yang unik.

Newtype: istilah yang berasal dari seri-seri Gundam yang berlatar di zaman Universal Century, yang mengacu pada manusia-manusia tertentu yang tinggal di koloni-koloni luar angkasa yang kesadarannya telah ‘mengembang’ karena tak lagi terikat pada gravitasi Bumi. Manusia-manusia jenis ini seakan punya suatu indera keenam yang membuat mereka mampu merasakan hal-hal lain yang manusia Bumi tak dapat rasakan. Selain itu, Newtype juga menjadi suatu majalah populer asal Jepang yang membahas tentang kebudayaan visual modern.

zettai ryouiki: sebutan Jepang untuk konsep medan energi AT Field di seri Neon Genesis Evangelion, walau dalam konteks populer, juga digunakan untuk menyebut bagian kaki atas (wanita) yang tidak tertutup oleh kaus kaki dan rok. Semakin sedikit yang terlihat, diyakini efeknya akan relatif semakin dahsyat.

mahou shoujo: genre anime yang menampilkan karakter-karakter gadis penyihir sebagai sorotan utama. Beberapa seri legendaris yang mengusung elemen ini meliputi Pretty Guardian Sailor Moon, Cardcaptor Sakura, dan agak belakangan, Mahou Shoujo Madoka Magica.

fanservice: ‘layanan visual’ yang diberikan untuk para penggemar, biasanya berupa adegan adanya bagian pakaian karakternya yang terbuka.

oppai: istilah yang mengacu pada payudara.

pettan: istilah yang mengacu pada bentuk dada yang rata seperti papan.

loli: sejumlah hal yang mengacu pada anak perempuan yang memiliki penampilan usia muda yang manis.

shota: sejumlah hal yang mengacu pada anak lelaki berpenampilan muda dan juga manis.

bokke: istilah dalam lelucon manzai yang dalam hal ini mengacu pada karakter yang mengucapkan suatu kalimat yang salah (baik dengan sengaja ataupun tidak) yang kemudian diperbaiki oleh tsukkomi.

tsukkomi: istilah dalam lelucon manzai yang dalam hal ini mengacu pada karakter yang memperbaiki dan meluruskan sikap dan ucapan dari si karakter bokke (dapat disertai dengan ayunan punggung tangan, gerakan potongan tangan dari atas, atau tepakan kipas kertas).

harisen: kipas kertas. Senjata andalan Kaname Chidori dalam seri Full Metal Panic!.

harem: genre cerita yang di dalamnya seorang karakter utama lelaki menjadi sasaran perhatian sejumlah karakter perempuan. Meski tidak selalu, biasanya menjadi genre yang dipenuhi fanservice serta perkembangan plot yang berjalan di tempat. Ada banyak contohnya, tapi salah satu seri yang paling mempopulerkannya adalah Love Hina.

reverse harem: genre cerita yang di dalamnya seorang karakter utama perempuan menjadi sasaran perhatian sejumlah karakter lelaki. Sebagian besar di antaranya memiliki kecendrungan perkembangan cerita yang perlu diakui sedikit berbahaya. Beberapa contoh terkenal yang patut direkomendasikan (karena alasan berbeda) misalnya waralaba Uta no Prince-sama, Ouran Koukou Host Club, dan Hanazakari no Kimitachi e.

shonen ai/yaoi/boy’s love (BL): genre yang menonjolkan hubungan sesama jenis antar lelaki. Berlawanan dari prasangka sejumlah orang, cakupan temanya terbilang luas dan daya tariknya terutama terdapat pada penggambaran konflik soal hak milik yang bisa menjadi teramat intens. Lazimnya disukai oleh wanita. Sejumlah judul yang menonjol di antaranya adalah Junjou Romantica, Gravitation, dan Love Stage!!. Kerap ada beberapa manga ‘normal’ yang seolah menggambarkan nuansa ke arah sana tapi sebenarnya tidak juga, lewat penggambaran hubungan persahabatan sesama cowoknya yang kuat.

shoujo ai/yuri: genre yang menonjolkan hubungan sesama jenis antar perempuan. Biasanya memiliki nuansa lebih lembut daripada yaoi. Daripada konflik hak milik, yuri lebih banyak memaparkan perasaan saling menyayangi antar karakternya. Seperti yaoi, kerap ada beberapa manga yang masih terbilang ‘normal’ yang seolah menggambarkan nuansa ke arah sana tapi sebenarnya tidak juga. Beberapa contohnya yang mencolok adalah Kannazuki no Miko dan Aoi Hana. Salah satu contoh lain yang terbilang ringan tapi populer adalah Maria-sama ga Miteru.

ecchi: genre seri yang menonjolkan adegan-adegan fanservice sebagai daya tarik utamanya, biasanya sebagai bagian dari suatu seri komedi. Istilahnya konon berasal dari kependekan pembacaan huruf ‘H’ yang mengacu pada ‘hentai.’

hentai: secara harfiah kira-kira berarti ‘sesuatu yang aneh/abnormal,’ ini genre seri yang di dalamnya menonjolkan adegan-adegan pornografi, atau dapat mengacu pada adegan-adegan pornografinya sendiri.

eroge: game yang di dalamnya mengandung muatan hentai, meski memiliki muatan ceritanya sendiri. ‘Ero’ di suku kata awal berasal dari kata ‘erotik’ dengan ‘ge’ berasal dari cara baca ‘game.’

NTR/netorare: suatu istilah dari genre hentai yang belakangan mulai populer untuk merujuk soal perselingkuhan.

rakugo: suatu bentuk kesenian Jepang yang menampilkan seorang seniman tunggal ‘bercerita’ secara terucap di atas panggung. Cerita-cerita yang disampaikan biasanya bernuansa komedi, tapi dengan muatan moral yang kuat. Terutama terlihat di seri anime Showa Genroku Rakugo Shinjuu yang diangkat dari manga karya Kumota Haruko.

kendo: olahraga Jepang yang mengajarkan cara menggunakan pedang. Secara harfiah kira-kira berarti ‘cara menggunakan pedang,’ terutama dikenal karena perlengkapan baju pelindung yang mirip dengan yang digunakan di anggar. Diturunkan dan disederhanakan dari kenjutsu, yang kira-kira berarti ‘seni pedang.’ Pedang dalam kendo sebenarnya tak boleh diayunkan seenaknya, dengan biasanya hanya tiga titik sasaran yang diakui untuk mendapatkan poin, yaitu men (kepala), do (pinggang/perut), kote (tangan). Konon memiliki fokus lebih pada penggemblengan jiwa. Contoh seri yang menonjolkan kendo dalam ceritanya adalah Bamboo Blade dan Ore wa Teppei.

judo: olahraga bela diri Jepang yang filosofinya konon adalah untuk menggunakan kelembutan untuk mengendalikan kekerasan. Memiliki penekanan lebih pada bantingan dan kuncian. Pengaruhnya yang mendunia konon berujung pada sejumlah seni bela diri lain, seperti sambo dan jiujitsu. Beberapa adegan penentuan paling menonjol di Meitantei Conan menampilkan ilmu bela diri ini.

kempo/kenpo: olahraga bela diri tangan kosong yang berkembang dari Jepang dan China, yang mengutamakan perlindungan diri, yang filosofinya konon ada pada bagaimana menyelesaikan suatu pertarungan dengan secepat dan seefisien mungkin.

karate: olahraga bela diri tangan kosong dari Jepang selatan yang filosofinya konon ada pada bagaimana memperkuat fisik dan mental. Memiliki penekanan pada serangan langsung dalam bentuk pukulan maupun tendangan, meski beberapa aliran yang lebih modern juga memiliki teknik kuncian dan bantingan. Konon adalah bela diri Asia yang pertama dikenal secara mendunia. Contoh seri yang dengan kuat menonjolkan karakter adalah Karate Shoukoushi Kohinata Minoru.

aikido: olahraga bela diri Jepang yang filosofinya konon adalah untuk menjatuhkan lawan tanpa melukainya. Dipopulerkan di Hollywood lewat film-film Steven Seagal. Mengutamakan penyatuan sikap dan penyelarasan diri dengan energi.

maai: istilah bela diri Jepang yang mengacu pada perbandingan ‘jarak’ antara dirimu dan lawan dengan ‘jangkauan’ yang dipunyai oleh kalian berdua.

ippon: istilah untuk satu poin sah dalam pertandingan bela diri, yang dihitung ketika ada serangan ‘masuk.’

hakama: pakaian bawahan yang melebar ke bawah, sehingga terlihat seperti rok panjang, meski kalau diamati, bentuknya ternyata lebih menyerupai celana.

katana/nihontou: sebutan umum untuk bentuk pedang Jepang yang digunakan para samurai di masa lampau. Memiliki ciri khas dalam bentuk bilahnya yang melengkung dan hanya memiliki satu sisi yang tajam.

kodachi: sebutan untuk pedang Jepang pendek menyerupai pisau. Di masa lampau, para samurai juga membawa-bawa senjata ini di samping pedang mereka yang utama. (Ada yang bilang fungsinya adalah untuk harakiri bila mereka sampai terdesak untuk mempertahankan kehormatan.)

naginata: sebutan untuk senjata tradisional berupa tongkat dengan mata pedang lebar di ujungnya. Karena suatu alasan, konon senjata ini lebih diperuntukkan bagi wanita.

kusarigama: sebutan untuk senjata tradisional berbentuk pisau berantai.

bokuto/bokken: pedang kayu. Dapat dibentuk melengkung bila perlu.

shinai: pedang dari bahan bambu yang digunakan dalam olahraga kendo. Berlawanan dari prasangka sebagian orang, shinai lebih berat diayun ketimbang pedang kayu. Ada variasinya yang diisi timah yang bobotnya lebih berat lagi, dan diperuntukkan untuk latihan.

nitou/dual wield: menggunakan senjata di masing-masing tangan. Ahli pedang legendaris Miyamoto Musashi adalah yang konon mempopulerkan konsep penggunaan pedang di masing-masing tangan.

ogi: ‘jurus rahasia’ atau ‘ilmu terdalam’ dalam konteks suatu aliran ilmu bela diri.

shodo/shodou: kesenian kaligrafi Jepang. Ditonjolkan dalam seri komedi keseharian Barakamon.

kado/kadou: kesenian merangkai bunga.

chadou/chado/sadou/sado: kesenian upacara minum teh Jepang. Teh yang digunakannya setahuku adalah teh hijau yang diracik secara tradisional. Ada tahapan-tahapan dalam pelaksanaannya.

harakiri: bunuh diri untuk mempertahankan kehormatan. Biasanya dengan menusuk dan membelah perut sendiri. Variasinya adalah ‘seppuku’, yang mana seorang ‘asisten’ akan membantu memenggal kepala si pelaku persis saat perutnya terbelah, yang kemudian dijadikan bukti bahwa si pelaku telah melakukannya.

samurai: para ahli pedang yang mengabdi pada seorang bangsawan penguasa (daimyo) di masa feodal. Sebutan untuk para samurai yang tak memiliki tuan adalah ‘ronin.’

kamikaze: secara harfiah berarti ‘angin dewa,’ istilah untuk menyebut serangan bunuh diri, atau serangan terakhir yang dilancarkan ke musuh tanpa mempedulikan lagi akibatnya pada nyawa. Banyak dilakukan atas nama kehormatan oleh para pilot pesawat tempur Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II.

sakura: istilah untuk menyebut mekarnya bunga-bunga pohon ceri, yang menjadi ciri khas datangnya musim semi di Jepang.

dango: sejenis kue tradisional Jepang yang dibuat dari tepung beras. Mirip kue mochi. Biasanya disajikan bersama teh. Populer dalam salah satu nyanyian Furukawa Nagisa di seri Clannad, dan juga menjadi makanan kesukaan Ferris Eris di seri Densetsu no Yuusha no Densetsu. Beberapa contoh kue lainnya seperti mitarashi, mochi, daifuku, dan manjuu.

ocha/cha: sebutan untuk teh hijau tradisional Jepang. Biasanya di restoran-restoran tertentu, kita bisa bebas meminta refill.

sake: minuman keras yang dibuat dari beras. Penulisannya beda, tapi juga mengacu pada sejenis ikan.

yukata: salah satu jenis pakaian kimono yang banyak digunakan di musim panas.

tsuki: rembulan/bulan.

haru: musim semi.

natsu: musim panas.

aki: musim gugur.

fuyu: musim dingin.

(Akan ditambahkan apabila benar-benar perlu.)

 





%d blogger menyukai ini: