Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans

Aku ingat jelas waktu Kidou Senshi Gundam: Tekketsu no Orphans diumumkan.

Beritanya keluar di awal tahun 2015, tak lama sesudah Gundam Build Fighters Try dan Gundam: Reconguista in G tamat.

GBF Try dan Gundam: Reconguista kunikmati, tapi kusadari keduanya tidak termasuk seri Gundam yang ‘meledak.’ Makanya, aku lumayan kaget ada seri Gundam baru secepat ini. Biasanya ada pertimbangan agak lama soal anggaran, sponsor, masa saturasi pasar, dan sebagainya. Tapi pihak produsen kelihatannya sudah yakin sekali untuk seri satu ini.

Sebutan untuk seri ini waktu itu hanya G-Tekketsu (‘tekketsu’ berarti darah besi/logam). Situs webnya hanya menampilkan jam hitungan mundur, sekaligus gambar desain mecha utamanya yang ditutupi siluet. Siluet ini yang lalu secara perlahan terangkat seiring makin dekatnya waktu pengumuman.

Spekulasi bermunculan.

Lalu di pertengahan 2015, judul seri baru ini secara resmi dibeberkan. Bentuk desain mechanya, sekaligus daftar staf yang bekerja di dalamnya, dengan seketika menarik perhatian.

G-Tekketsu atau Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans (subjudulnya kira-kira berarti: ‘anak-anak yatim piatu berdarah besi’) tayang pada perempat akhir tahun 2015 sampai cour pertama 2016. Produksinya tentu saja masih dilakukan studio Sunrise. Jumlah episodenya sebanyak 25, walau ini langsung disusul pengumuman akan ada season baru yang menyusul pada Oktober 2016.

Hal ini membuat situasi penayangannya mirip Gundam 00, yang antara season pertama dan keduanya sempat diselingi penayangan Code Geass: Hangyaku no Lelouch R2 yang juga berlangsung selama dua cour.

Apa yang menarik dari segi staf adalah penyutradaraannya yang dilakukan oleh Nagai Tatsuyuki serta penulisan naskah/komposisi seri yang ditangani oleh Okada Mari. Dua personil ini sebelumnya lebih dikenal berkat kolaborasi mereka dalam anime-anime drama remaja terkenal Toradora!, AnoHana, serta yang terbaru, The Anthem of the Heart. Bukannya mereka tak pernah terlibat pembuatan anime mecha sebelumnya. Hanya saja, keputusan ini bagi banyak orang terbilang mengejutkan.

Aku juga dapat kesan kalau seri ini sebenarnya sudah direncanakan lama. Mungkin bertahun-tahun sebelumnya. Lalu karena sudah ‘matang’ pengembangannya, seri ini langsung diluncurkan pas lagi panas.

Soal pengumuman stafnya, aku mendapat kesan positif. Okada-san belakangan dikenal sebagai penulis skenario yang prolific. Jadi meski beliau beratnya di sisi penggalian konflik antar karakter (dan bukan di hal-hal lain kayak intrik, komedi, konspirasi, misteri, dsb.), selama ada banyak masukan dari pihak Sunrise, kurasa hasilnya takkan sampai jelek. Sedangkan Nagai-san dulu menyutradarai dua season anime To Aru Kagaku no Railgun, yang meski berat di interaksi karakter, menurutku juga menghasilkan adegan-adegan aksi yang benar-benar keren.

Dari segi desain mecha, kalangan penggemar Gunpla langsung memperhatikan desain mecha-mecha G-Tekketsu yang memiliki bentuk pinggang teramat ramping. Nyaris seolah rapuh. Ada perhatian lebih pada ‘rangka’ di dalam MSnya, yang buatku mengingatkan pada filosofi desain Nagano Mamoru dulu.

Karena kesan telanjangnya, ada yang berkomentar bahwa mecha utama yang ditampilkan dalam websitenya sebenarnya masih belum ‘jadi.’ Lalu ada beberapa aspek aneh lain pada desain, yang juga disadari para penggemar awam, tapi tidak langsung dipermasalahkan di awal karena masih sebatas spekulasi.

Aku sendiri lega bukan main. Menilai bentuk bahu yang bundar ketika situs webnya masih tertutup siluet, aku sempat mengira/khawatir ini akan jadi seri berformat turnamen macam G Gundam lagi. (Arah ke sana sangat tidak bijak mengingat perkembangan cerita GBF dan GBF Try.) Syukurlah karena ternyata bukan.

Lalu akhirnya, episode pertamanya tayang dan bisa disaksikan lewat streaming ke seluruh dunia.

Hasilnya… Hasilnya bagus. Kayak, beneran bagus.

Jelas ada orang yang takkan cocok dengannya, dan akan merasa sulit menikmati. Tapi bagi mereka yang cocok dengan G-Tekketsu–dan ini kemungkinannya lumayan besar kalau kau penggemar seri-seri Gundam lama–episode satunya bisa membuatmu kayak terkesima beberapa lama, karena apa yang membuat seri ini bagus lumayan di luar dugaan.

Orang-orang Seperti Mesin Itu

Berlatar di masa Post Disaster 323, sekitar tiga abad sesudah perang sangat besar yang disebut Calamity War (‘perang malapetaka’) terjadi antara Mars dan Bumi, koloni-koloni luar angkasa telah dibangun sebagai tempat hunian manusia, dan permukaan planet Mars telah melewati proses terraform sehingga kini dapat ditinggali secara bebas. Namun demikian, ketimpangan taraf hidup dan kesejahteraan penduduk antara satu tempat dan tempat lainnya masih ada secara mencolok.

G-Tekketsu berkisah tentang sekelompok anak lelaki yatim piatu di kota Chryse, Mars, yang dipekerjakan sebagai tenaga bayaran oleh perusahaan pengamanan swasta CGS (Chryse Guard Security). Alasan anak-anak ini sampai dipekerjakan adalah karena selain dapat dibayar murah, dan tak ada yang menuntut jaminan sosial bila mereka wafat, ada suatu sistem antarmuka yang disebut Alaya-Vijnana (‘arayashiki’) yang hanya dapat ditanamkan pada tulang belakang anak-anak dan remaja yang masih di usia pertumbuhan. Sistem ini memungkinkan mereka yang memilikinya menggunakan peralatan Mobile Worker tanpa pelatihan.

Karenanya, anak-anak ini disodori tawaran: bila mereka mau menjalani operasi (yang benar-benar menyakitkan, dan oleh sejumlah kalangan dipandang tidak manusiawi) untuk dipasangkan Alaya-Vijnana, maka mereka bakal dikasih tempat berteduh dan makanan; selama mereka mau bekerja sebagai prajurit di bawah naungan CGS. Lalu tawaran ini banyak diambil karena kebanyakan anak terlantar di Chryse sudah tak punya apa-apa lagi.

Cerita dimulai saat putri tunggal keluarga Bernstein yang berkuasa atas Chryse, Kudelia Aina Bernstein, hendak pergi ke Bumi atas undangan Makanai Togonosuke, perdana menteri Arbrau.

Di masa ini, pemerintahan di Bumi terbagi atas empat blok ekonomi. Masing-masing blok ekonomi tersebut memiliki porsi kekuasaannya sendiri, termasuk atas koloni-koloni luar angkasa dan wilayah-wilayah tertentu di Mars. Arbrau misalnya, berkuasa atas Bumi bagian utara yang di masa kini mencakup wilayah-wilayah Russia, Canada, dan Alaska. Lalu di Mars, Chryse termasuk dalam lingkup kekuasaan Arbrau.

Lalu untuk keperluan perjalanan tersebut, CGS, yang dipimpin oleh seorang pria bernama Maruba Arkay, akan ditugaskan untuk mengawal Kudelia.

Terlepas dari keempat blok ekonomi tersebut, sebenarnya ada satu faksi berkuasa lain, yaitu entitas militer tunggal Gjallarhorn. Gjallarhorn secara netral diamanatkan untuk menjaga perdamaian di Bumi, Mars, serta koloni-koloni luar angkasa semenjak Calamity War berakhir. Organisasi militer elit ini mewarisi berbagai teknologi dan peralatan perang dari masa Calamity War, yang di dalamnya termasuk Mobile Worker serta Mobile Suit (MS) dalam jumlah sangat banyak.

Sesudah kedatangan Kudelia di markas CGS, Maruba memberi tanggung jawab pada Orga Itsuka dan kawan-kawannya untuk mengatur soal pengawalannya. Orga adalah salah satu yatim piatu di CGS yang menonjol karena jiwa kepemimpinannya. Karenanya, sebagian besar anak-anak tersebut patuh padanya.

Namun tanpa sepengetahuan banyak orang, maksud Kudelia menemui Makanai—yaitu untuk menegosiasikan perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya half metal di Chryse, dengan harapan dapat mensejahterakan penduduk Mars—ternyata dipandang akan memicu gerakan yang dapat mengubah struktur sosial dunia secara besar-besaran. Karenanya, kedatangan Kudelia ke CGS ternyata memang diatur sebagai bagian dari rencana terselubung untuk membunuhnya.

Orang-orang yang terlibat dalam rencana ini mencakup Coral Conrad, kepala cabang Gjallarhorn di Mars, serta Norman Bernstein, ayah Kudelia sendiri.

Hanya saja, rencana ini tak berlangsung mulus karena para personil CGS terlanjur berhasil melacak keberadaan pasukan Gjallarhorn di sekitar markas. Gjallarhorn pun melakukan penyerbuan besar-besaran ke markas CGS lebih cepat dari jadwal untuk mencegah Kudelia lolos.

Maruba dan manajemen CGS lain melarikan diri saat sadar mereka sudah dijadikan tumbal oleh Gjallarhorn, dan sebaliknya mereka pun mengorbankan Orga dan kawan-kawannya yang tengah bertempur agar mereka sendiri bisa kabur.

Merasa terkhianati, anak-anak yatim piatu di CGS di luar dugaan berhasil membalikkan keadaan saat Orga memerintahkan diaktifkannya kembali sebuah MS di ruang bawah tanah markas, yang reaktor Ahab yang terpasang padanya selama ini digunakan sebagai sumber tenaga. Hanya MS pulalah yang dapat menandingi kekuatan MS; karena kedatangan pasukan MS Graze milik Gjallarhorn dengan mudah akan menyingkirkan pasukan Mobile Worker CGS. Untuk peran penting ini, Orga menugaskan partner andalan sekaligus sahabat lamanya sejak kecil, Mikazuki Augus, sebagai menjadi pilot MS tersebut.

MS ini ternyata adalah Gundam Barbatos, satu dari 72 mesin legendaris dengan kerangka Gundam Frame yang konon telah mengakhiri Calamity War tiga abad silam.

Lalu pengaktifan MS ini pula yang menandai berdirinya Tekkadan, badan usaha baru yang Orga dan kawan-kawannya dirikan untuk menggantikan peran CGS dengan mengambil alih aset-asetnya.

Seperti Diarahkan ke Jejak Seorang Teman yang Hilang

Musim tayang pertama Iron-Blooded Orphans bercerita tentang upaya Tekkadan menggantikan peran CGS dalam mengantarkan Kudelia ke Bumi.

Ceritanya lumayan diwarnai ‘nuansa abu-abu,’ dengan bagaimana orang-orang dipaksa melakukan sesuatu yang ‘keras’ atau ‘kejam’ karena tak diberi pilihan. Kecocokan penyampaiannya lumayan relatif untuk masing-masing orang sih. Jadi aku bisa mengerti kalau ada orang-orang yang kurang nyaman dengannya.

Hanya saja, kalau kau penggemar Gundam lama, aku merasa besar kemungkinannya kau bakal suka. Melihat episode pertamanya saja—dan ini diperkuat pada episode-episode ke sana—aku melihat banyak motif dari seri-seri Gundam sebelumnya tertanam dalam Iron-Blooded Orphans. Seperti drama kehidupan serta konflik pandangan dari seri-seri Gundam era Universal Century, nuansa kasar medan perang The 08th MS Team, nuansa aristokratik dari Gundam Wing, sampai nuansa kekeluargaan di Gundam X.

Di samping perbudakan korporat, G-Tekketsu seperti berusaha menyampaikan bagaimana anak-anak bisa sampai dimanfaatkan sedemikian rupa untuk kepentingan orang-orang dewasa. Menariknya, tema ini disampaikan bukan hanya lewat pemaparan para anggota Tekkadan. Ini juga tersampaikan lewat situasi Kudelia, anggota-anggota keluarga yang berkuasa di Gjallarhorn, serta pihak-pihak lain yang bersimpangan jalan dengan mereka.

Dalam perkembangan cerita, Kudelia kembali meminta jasa sponsornya, seorang pria sangat kaya di Mars bernama Nobliss Gordon, untuk membiayai perjalanannya sekaligus perlindungan Tekkadan. Tapi di awal cerita, Kudelia tak menyadari bahwa Noblisslah yang justru menjadi dalang dari rencana pembunuhan atas dirinya.

Di sisi Gjallarhorn cabang Mars sendiri, guncangan terjadi saat tiba-tiba  datang tim audit dari Bumi menjelang pelaksanaan rencana Coral untuk membunuh Kudelia.

Tim audit ini terdiri atas dua perwira elit khusus yang masih berada di usia relatif muda, McGillis Fareed dan Gaelio Bauduin, yang untuk beberapa lama mengambil alih operasional dari Coral yang kini terbukti korup. Keduanya sama-sama kompeten; McGillis dengan karisma dan kecerdasannya, sementara Gaelio dengan ketangguhan dan harga dirinya. Lalu dalam mengusut kasus Kudelia, mereka memantau perjalanan Tekkadan dan beberapa kali menjadi lawan yang menghalangi mereka.

Dikisahkan juga bahwa McGillis dan Gaelio sama-sama berasal dari dua keluarga ternama yang termasuk golongan Seven Stars, dan kelak mereka akan mewarisi posisi kepala keluarga masing-masing. McGillis khususnya, telah dijodohkan dengan adik perempuan Gaelio, Almiria Bauduin, sekalipun nyatanya Almiria jelas-jelas masih anak-anak. Almiria tak berkeberatan dengan McGillis yang merupakan sahabat kakaknya. Namun jelas bahwa perjodohan tersebut dilakukan atas dasar politik, dan McGillis sendiri diceritakan memiliki maksud tertentu lewat perjodohannya ini.

Perkembangan situasi dunia dan karakternya itu benar-benar menarik karena ada fokus besar diberikan terhadapnya. Hal ini memang menjadikan Iron-Blooded Orphans salah satu seri Gundam dengan frekuensi adegan pertempuran terjarang yang aku tahu. Kayak, ada jeda-jeda panjang antara satu adegan MS dengan lainnya. Pernah sampai ada sekitar tiga episode yang tak ada adegan mechanya sama sekali. Tapi pas adegan-adegan aksinya itu ada, aksi dan koreografinya itu benar-benar intens dan seru.

Fokus terbesar tentu saja ada pada Tekkadan pimpinan Orga, yang bergerak di bawah perlindungan Mikazuki yang menggunakan Gundam Barbatos. Mereka berhasil memperoleh media transportasi untuk Kudelia berupa kapal Isaribi yang sebelumnya dimiliki CGS (sebelumnya bernama Will-o-the-Wisp). Tapi tetap saja komposisi terbesar keanggotaan mereka adalah remaja dan anak-anak. Jadi kayak ada konflik yang digali dengan bagaimana keadaan menuntut mereka bersikap lebih matang dan dewasa dari usia mereka.

Hal tersebut merupakan tema klasik dalam seri-seri Gundam. Tapi di sini, itu terutama terpapar lewat hubungan antara Orga dan Mikazuki; yang mana Orga, dengan kepolosan masa kecil mereka, pernah membujuk Mika di masa lalu untuk membunuh seseorang dan membuatnya dengan setia mengikutinya sampai sekarang.

Maka Mikapun semenjak itu senantiasa mengikutinya, menuntutnya lewat tatapan matanya, untuk bisa membawa dirinya sekaligus teman-teman mereka ke suatu ‘tempat’ yang baru…

Bunga Besi yang Lebih Kuat Dari Darah

Berhubung jumlah tokohnya banyak, berikut rekapnya untuk memantau siapa itu siapa.

Setelah lolos dari Gjallarhorn di awal cerita, anggota Tekkadan yang ikut dalam pekerjaan pertama mereka ke Bumi mencakup:

  • Mikazuki Augus; pendiam, pragmatis, dan terkesan berdarah dingin; namun sebenarnya berhati baik dan sangat setia terhadap kawan-kawannya di Tekkadan. Terutama terhadap Orga, yang dengan sangat setia ia patuhi setiap perintahnya. Dikagumi di dalam Tekkadan karena kesungguhan dan ketangguhannya, yang menjadikannya satu-satunya anggota Tekkadan yang mampu menerima dahsyatnya arus umpan balik dari Gundam Barbatos. Seperti kebanyakan anak lain di Tekkadan, di awal cerita Mika masih belum bisa membaca.
  • Orga Itsuka; yang dipercaya dan diangkat sebagai pemimpin Tekkadan oleh teman-temannya. Karenanya, ia terus berjuang untuk bisa membuktikan diri pada orang-orang di sekitarnya dan sekaligus pada dirinya sendiri. Teman sejak kecil Mikazuki yang dipercayainya seperti saudara.
  • Biscuit Griffon; tangan kanan Orga dalam segala urusan terkait administrasi dan negosiasi klien. Meski sedikit gemuk, ia menjadi salah satu anggota Tekkadan paling dikenal karena hatinya yang baik dan tutur katanya yang sopan. Berbeda dari sejumlah anggota Tekkadan lainnya, Biscuit masih memiliki keluarga (seorang nenek yang bekerja sebagai petani, Sakura Pretzel, sekaligus dua adik perempuan kembar yang cerdas dan ceria yang ingin disekolahkannya, Cookie Griffon dan Cracker Griffon), dan sebelumnya ia sukarela bekerja pada CGS untuk menambah pemasukan keluarganya. Biscuit juga pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah.
  • Akihiro Altland; pemuda kekar yang menjadi pemimpin segolongan anak-anak CGS yang berasal dari human debris (‘puing manusia’), istilah yang mengacu pada orang-orang yang diperjualbelikan selayaknya budak di masa ini. Pendiam, tidak terlalu dekat dengan para anggota lain pada awalnya, ditambah punya kecendrungan untuk membahayakan diri. Tapi ia mulai terbuka semenjak Orga memberi Akhiro dan kawan-kawannya sesama human debris tempat bernaung, dan sekaligus mengembalikan harga diri mereka. Dirinya pilot MS paling ahli kedua di Tekkadan sesudah Mikazuki. Awalnya, ia menggunakan MS produksi massal Graze Custom yang Tekkadan berhasil peroleh dari Gjallarhorn. Tapi sesudah konflik melawan kelompok pembajak Brewers (yang dipimpin Brooke Kabayan dan tangan kanannya yang kejam, Kudal Cadel), Akihiro dipercayakan Gundam Gusion milik Brewers yang kemudian dimodifikasi lagi menjadi Gundam Gusion Rebake.
  • Eugene Sevenstark; salah satu sosok menonjol di CGS sebelum Orga menjadi pemimpin Tekkadan. Unggul dalam sejumlah aspek dibandingkan Orga, tapi sedikit lebih gegabah dari Orga yang senantiasa berpikir panjang. Karenanya, Eugene punya kecendrungan besar untuk bisa membuktikan diri. Dalam perkembangannya, Eugene menjadi andalan Orga dalam memanuver Isaribi, sekaligus orang yang ia pilih sebagai wakilnya bila dirinya sedang tak ada di tempat.
  • Norba Shino; pemuda kurus dan ceria yang menjadi personil Tekkadan yang paling ahli dalam pertempuran personil jarak dekat. Ia mengambil alih kemudi Graze Custom menggantikan Akihiro, dan kemudian seenaknya menamainya Ryusei-Go dalam modifikasinya yang lebih lanjut. Mudah akrab dengan orang lain.
  • Takaki Uno; anak-menjelang-remaja yang biasa mengasuh anak-anak yang lebih kecil di Tekkadan. Dari zaman CGS, ia membantu menjalankan berbagai peran, mulai dari utusan sampai pembantu umum. Juga ingin bisa lebih aktif dalam pertempuran.
  • Yamagi Gilmerton; anggota Tekkadan yang tertutup dan pendiam, tapi perhatian terhadap teman-temannya. Pandai membantu dalam urusan mekanis. (Desain karakternya agak gampang terbalik dengan Takaki. Bedanya, mata Yamagi tertutup sebelah oleh poni rambut yang lebih panjang dan ia selalu berkaus tangan.)
  • Ride Mass; bocah berambut merah yang merupakan salah satu anak termuda di Tekkadan. Bicaranya kurang halus, tapi perasaannya terhadap kawan-kawannya tulus. Ia juga selalu ingin bisa membuktikan diri.
  • Chad Chadan; anggota Tekkadan berkulit hitam yang kurang menonjol, yang memiliki masa lalu sebagai human debris seperti halnya Akihiro. Belakangan, ia membantu urusan komunikasi dan navigasi di Isaribi.
  • Dante Mogro; pemuda gempal berambut merah yang juga pernah menjadi human debris bersama Akihiro. Terungkap kalau ia punya keahlian dalam bidang electronic warfare.
  • Nadi Yukinojo Kassapa; pria besar berotot berkulit hitam yang bekerja di CGS sebagai mekanik sebelum dipekerjakan kembali oleh Tekkadan. Aslinya, Yukinojo mendalami Mobile Worker, tapi aktifnya Gundam Barbatos membuatnya harus mulai menangani MS juga. Salah satu orang yang paling memahami kepribadian Orga.
  • Atra Mixta; gadis kecil yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga toko kelontong yang sering mengantar pasokan makanan ke CGS. Bisa akrab dengan Mikazuki dan kawan-kawannya karena ia juga yatim piatu. Menyukai Mikazuki. Saat mengetahui bahwa pekerjaan pertama Tekkadan adalah ke Bumi, Atra mengundurkan diri dari pekerjaannya di toko dan mengajukan lamaran pekerjaan ke Tekkadan sebagai koki.

Tugas Tekkadan adalah mengawal Kudelia Aina Bernstein—bersama pelayan wanita Kudelia yang pendiam namun serba bisa, Fumitan Admoss—ke pertemuan dengan Makanai Togonosuke di Arbrau, Bumi.

Dalam perjalanan, Tekkadan bersimpangan jalan dengan keluarga Turbines yang menggunakan kapal Hammerhead (yang secara tak langsung terjadi karena Maruba tak rela semua asetnya diambil). Pertemuan ini menandai awal persekutuan Tekkadan dengan Turbines, yang kemudian memberikan Tekkadan akses ke Teiwaz, perusahaan konglomerat besar yang menguasai jalur-jalur transportasi di wilayah sabuk asteroid di sekitar Mars dan Jupiter, yang sekaligus memiliki kaitan dengan mafia.

Keluarga Turbines meliputi:

  • Naze Turbine; kepala keluarga Turbines yang selalu berpakaian necis. Awalnya hanya tertarik, tapi lambat laun dirinya benar-benar peduli pada Orga dan kemudian menjadikannya saudara angkat. Ia seorang praktisi poligami.
  • Amida Archa; istri Naze sekaligus tangan kanannya di Turbines. Ia wanita cantik berkulit coklat yang memiliki guratan bekas luka besar pada badannya. Panggilannya ‘Ane-san.’ Ia juga seorang pilot MS yang handal.
  • Lafter Frankland; perempuan berambut pirang yang menjadi salah satu istri Naze(?). Di balik bawaan pesoleknya, Lafter salah salah satu pilot MS tertangguh di Turbines. Belakangan ikut turun ke Bumi bersama Tekkadan sebagai bala bantuan dari Turbines.
  • Azee Gurumin, perempuan pendiam berambut kelabu yang menjadi salah satu pilot andalan lain di Turbines. Dirinya ikut ke Bumi bersama Lafter sebagai bala bantuan Tekkadan.
  • Eco Turbine, perempuan berkuncir yang menjadi salah satu anggota lain Turbines yang ikut ke Bumi untuk membantu Tekkadan. Dirinya bala bantuan yang dikirim untuk penanganan MS.

Naze memperkenalkan Orga pada McMurdo Barriston, perwakilan Teiwaz yang tertarik untuk menjadikan Tekkadan salah satu perusahaan di bawahnya. Berkat McMurdo, Tekkadan berhasil menemukan jalur yang memungkinkan mereka menghindari Gjallarhorn, namun dengan syarat mereka juga menyelesaikan sejumlah pekerjaan darinya.

Untuk membantu Orga yang masih awam dalam urusan pengelolaan perusahaan, McMurdo menugaskan seorang wanita handal yang sebelumnya bekerja di sektor perbankan Teiwaz bernama Merribit Stapleton ke Tekkadan. Meski kadangkala bentrok dengan Orga karena perbedaan pendapat, Merribit lambat laun menjadi sosok yang menyadarkan Orga akan segala keterbatasannya dan demikian pula sebaliknya.

Dari sisi antagonis, selain McGillis, Gaelio, dan kelompok Brewers, mereka yang merintangi jalan Tekkadan baik secara langsung maupun tidak langsung meliputi:

  • Crank Zent; perwira Gjallarhorn veteran yang gusar dengan keberadaan tentara anak-anak di Mars.
  • Ein Dalton; bawahan Crank yang sangat setia terhadapnya. Seorang pemuda yang juga mendapat diskiriminasi di Gjallarhorn karena tidak terlahir di Bumi. Dalam perkembangan cerita, ia turut serta di bawah bimbingan Gaelio.
  • Carta Issue, pemimpin armada pengawas orbit Bumi, juga berasal dari salah satu keluarga Seven Stars. Ia perempuan eksentrik yang merupakan kawan masa kecil Gaelio dan McGillis yang sedikit lebih tua. Memiliki cinta lama yang tak berbalas terhadap McGillis sekaligus harga diri tinggi.
  • Iznario Fareed; ayah angkat(?) McGillis yang merupakan salah satu Seven Stars dan kepala keluarga Fareed. Memiliki suatu agenda pribadi dengan Gjallarhorn.
  • Henri Fleurs; seorang wanita yang menjadi lawan politik Makanai, sekaligus kandidat terkuat untuk memperoleh kursi perdana menteri Arbrau. Didukung oleh Iznario.

Sumber Penghidupan Akan Kita Temukan di Medan Perang

Bicara soal mecha, ciri khas desain mecha di Iron-Blooded Orphans ada pada bentuk pinggangnya yang sangat ramping, seolah hanya ditunjang oleh satu batang. Kerangka MS yang sebelumnya bisa terlihat itu kemudian seperti ditutupi oleh berlapis-lapis zirah. Jadi secara visual, bentuknya berbeda jauh dari konsep desain robot ‘tradisional’ yang dibikin berbalok-balok dulu di awal dan baru dirampingkan bila perlu. Jadi dengan melihat sekilas saja, kau akan bisa langsung mengenali apakah sebuah Gunpla berasal dari seri ini atau bukan.

Soal ini, wow, ada banyak yang ingin aku bahas.

Iron-Blooded Orphans memperkenalkan konsep Mobile Worker, kendaraan beroda tiga yang fleksibel dalam menempuh berbagai medan dan dilengkapi sepasang senapan mesin, yang dipakai baik oleh Tekkadan maupun Gjallarhorn. Kalah jauh dibandingkan MS tapi dapat unggul dari segi jumlah, bagian kakinya yang beroda dapat digantikan dengan pendorong untuk kebutuhan di luar angkasa. (Berkat implementasi Alaya-Vijnana, bahkan anak kecil seperti Ride pun dapat mengoperasikannya melalui kabel panjang yang terhubung ke punggung.)

Iron-Blooded Orphans mengadopsi versi tersendiri dari fisika Minovsky dari seri-seri era UC lewat keberadaan reaktor Ahab yang menghambat komunikasi radio. Tapi di dunia IBO, persenjataan sinar seperti Beam Saber dan Beam Rifle, apalagi Beam Shield dan Beam Rotor; seolah sama sekali tak ada. Persenjataan mecha di IBO sepenuhnya berbasis proyektil padat (seperti peluru dan misil) kalau bukan senjata-senjata melee jarak dekat (dalam hal ini, kampak yang dimiliki MS produksi massal Graze atau tombak gada yang dimiliki Gundam Barbatos).

Selain reaktor Ahab, kapal-kapal induk dan MS juga mengandalkan pelapis yang disebut Nano Laminated Armor yang melindungi mereka dari kerusakan serangan secara langsung.

Dikisahkan bahwa setiap Gundam Frame adalah kerangka MS langka yang dilengkapi sepasang reaktor Ahab (mirip dengan twin drive system di Gundam 00), yang membuatnya memiliki keluaran benar-benar besar. Berhubung sulitnya memproduksi sepasang reaktor Ahab yang dapat bekerja secara paralel (dan caranya kelihatannya telah dilupakan sejarah), hanya 72 kerangka ini yang pernah diproduksi di masa Calamity War. Namun demikian, semuanya dirancang sedemikian rupa agar implementasinya fleksibel dan bisa digunakan dalam lingkungan apapun.

Seperti yang disampaikan dalam materi-materi promosinya, Gundam Barbatos melewati beberapa bentuk berbeda di sepanjang seri. Seiring perkembangan cerita, pihak Tekkadan dan Turbines terus melakukan modifikasi terhadapnya sesuai dengan ketersediaan komponen dan senjata saat itu.

Tahapan pengembangannya di season ini kalau tak salah:

  • Bentuk pertama: Bentuk awal Barbatos saat pertama ditemukan oleh Maruba di Mars, ketika reaktor Ahabnya hanya digunakan sebagai generator listrik. Zirahnya sudah mulai rapuh dan hancur sebagian, dan berada dalam kondisi tidak memiliki kokpit. (Kokpitnya terlontar saat pilot lamanya meloloskan diri?) Yukinojo dan Yamagi menyiasati ketiadaan kokpit dengan memasangkan kokpit Mobile Worker padanya. Tombak gada yang menjadi andalan Mika juga ditemukan di markas CGS dan nampaknya merupakan salah satu perlengkapan asli MS ini sejak awal.
  • Bentuk kedua: Bentuk Barbatos yang bagian-bagian bolongnya sudah separuh ditambal dengan suku cadang yang diperoleh dari Graze yang Mika kalahkan. Ditandai dengan bentuk bahunya yang persegi dan berwarna biru. Mulai dilengkapi dengan Smoothbore Gun yang dapat dilipat, yang mampu menembakkan peluru berkecepatan tinggi berdiameter 300mm dan dikhususkan untuk dipakai dalam lingkungan bergravitasi nol.
  • Bentuk ketiga: Bentuk Barbatos yang bagian pelindung tangan kirinya yang rusak telah digantikan dengan Wire Claw (‘cakar kawat’) yang diperoleh dari MS Schwalbe Graze milik Gaelio. Perlengkapan baru ini ternyata berperan vital dalam performa selama bentuk ini digunakan.
  • Bentuk keempat: Bentuk asli Barbatos (atau setidaknya, bentuk yang mendekati bentuk aslinya) yang berhasil dikembalikan para teknisi Teiwaz berkat informasi lama dalam basis data yang mereka simpan. Wujud ini diperoleh Mika dan kawan-kawannya di koloni luar angkasa Saisei. Performanya jauh meningkat dibandingkan sebelumnya, dengan keseimbangan mesin yang lebih stabil dan keluaran serta rentang operasi yang lebih baik. Ditandai oleh bentuk pelindung bahunya yang putih bundar. Mulai bentuk ini, Barbatos dilengkapi pedang katana panjang yang baru Mika kuasai cara pakainya menjelang akhir cerita.
  • Bentuk kelima: Bentuk Barbatos sesudah dilengkapi sejumlah perlengkapan tambahan, yang sebagian disediakan oleh Perusahaan Montag yang misterius. Memiliki pendorong tambahan di pinggang yang diperoleh dari Schwalbe Graze milik Ein, serta pelindung reactive armor yang dipasangkan pada badan untuk menghadapi pola serang berkecepatan tinggi dari Gundam Kimaris milik Gaelio. Setiba di Bumi, bentuk ini disesuaikan lagi, terutama dengan kaki baru yang memudahkan pergerakan di bawah gravitasi.
  • Bentuk keenam: Bentuk final Gundam Barbatos untuk pertempuran terakhir di Edmonton, yang disesuaikan dari variasi tanah bentuk kelima rancangan Eco Turbine. Ciri khasnya ada pada zirah tambahan baru di sekujur tubuhnya serta sepasang pendorong baru di pinggang. Dalam wujud ini, kelincahan Gundam Barbatos berkurang, tapi perlindungan baru yang dimilikinya memungkinkannya beroperasi lebih lama di medan pertempuran. Menggantikan tombak gadanya yang terlepas di luar angkasa, Mika juga jadi mengandalkan gada baru yang diperkuat di bentuk ini.

Sesudah konflik dengan Brewers, Tekkadan memperoleh Gundam Gusion yang sebelumnya digunakan Kudal Cadel. Memiliki keluaran besar serta zirah teramat tebal, Gundam Gusion seperti raksasa hijau gempal yang hanya bisa beroperasi di luar angkasa, dan dilengkapi persenjataan senapan mesin, granat, serta palu raksasa.

Baru sesudah Gundam Gusion jatuh ke tangan Akihiro, keluarga Turbines memodifikasinya ke bentuk Gundam Gusion Rebake yang lebih efisien dengan memanfaatkan suku cadang yang awalnya disediakan untuk Gundam Barbatos. Sistem Alaya-Vijnana ditambahkan. Zirah tebal pada badannya dikurangi, dan aspek pertahanannya dialihkan ke perisai sangat besar yang dapat disimpan di pinggangnya. Pada kepalanya, dilengkapi sensor sangat sensitif yang membuatnya cocok dengan beragam persenjataan jarak jauh. Juga dilengkapi beberapa variasi kampak untuk pertempuran jarak dekat, serta tambahan sub-arms tersembunyi yang diperoleh dari Graze (mirip Seravee Gundam dari Gundam 00?). Ini terus terang menjadikan Gusion Rebake sebuah mecha dengan konsep unik yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Sedangkan untuk MS produksi massal, Graze menjadi MS standar yang digunakan pasukan Gjallarhorn. Ciri khasnya ada pada bentuk kepala mereka yang dapat membuka seperti rahang. Diproduksi dengan teknologi tercanggih Gjallarhorn, MS ini memiliki pilihan senjata banyak sekaligus perlengkapan yang dapat disesuaikan sesuai kondisi dan kebutuhan.

Variasi Graze mencakup Graze Commander Type (pernah digunakan Coral Conrad) yang ditandai dengan antena tambahan untuk komandan; Graze Ground Type untuk pertempuran dengan gravitasi, yang dilengkapi pedang baja ringan di punggung sera bentuk kaki berbeda dari versi standar; Schwalbe Graze yang dikustomisasi untuk mobilitas tinggi (pernah dipakai McGillis dan Gaelio, dengan variasi yang dipakai Gaelio dilengkapi tombak di tangan kanan); serta Graze Ritter, milik pasukan pengamanan orbit Bumi pimpinan Carta, yang keseimbangan dan mobilitasnya disesuaikan untuk pertempuran di orbit serta dilengkapi pedang tipis di pinggang.

Pihak Turbines menggunakan MS produksi massal Hyakuren (yang sempat dipakai Amida dan Azee). Selain mempunyai senapan dan bilah pedang sebagai senjata utama, Hyakuren juga dapat menggunakan pelindung kepalanya sebagai senjata.

Ada variasinya yang berkecepatan tinggi bernama Hyakuri milik Lafter, yang perlengkapan sistem pendorongnya dapat berubah bentuk dan menjadi kombinasi pelindung dan perisai. Tak terlihat kalau hanya sekilas, tapi dari segi fungsional, Hyakuri punya desain yang benar-benar keren.

Dalam perkembangan cerita, dua unit Hyakuren yang digunakan Lafter dan Azee disertakan ke Bumi bersama Tekkadan. Tapi asal-usul keduanya perlu ditutupi agar aliansi Tekkadan dan Turbines tak diketahui umum. Karenanya, selain dimodifikasi untuk performa di bawah gravitasi, bentuk luarnya dimodifikasi secara drastis, menjadikannya MS baru dengan kerangka sama bernama Rouei.

Selebihnya, ada MS produksi massal Man Rodi yang digunakan Brewers, yang serupa dengan konsep zirah tebal dan keluaran besar berbentuk bulat Gundam Gusion. Man Rodi dilengkapi senapan mesin, palu dan granat. MS ini nampaknya berasal dari hasil modifikasi MS serba guna Spinner Rodi yang aslinya digunakan untuk kebutuhan industri.

Pada pertengahan cerita, Gaelio menggunakan MS pusaka keluarga Bauduin, Gundam Kimaris, yang dilengkapi pendorong punggung tambahan, untuk menandingi Gundam Barbatos. Dilengkapi tombak khusus Gungnir, MS ini mampu melancarkan serangan-serangan jarak dekat berkecepatan tinggi dari berbagai arah yang sempat membuat Mika kewalahan.

Gundam Kimaris selanjutnya disesuaikan lebih lanjut untuk bisa memberikan performa serupa di Bumi, menjadi Gundam Kimaris Trooper. Masih dengan tombak, tapi MS ini kini juga dengan perisai dan pedang, dengan bentuk menyerupai centaur yang telah dilengkapi subarm dan badan yang mampu mengambang. Selain masih berkecepatan tinggi di bawah gravitasi, MS ini juga mampu melancarkan serangan jarak dekat beruntun lewat berbagai senjata yang terpasang padanya.

Melengkapi tim MS di Tekkadan, Shino mengambil alih Graze Custom yang sebelumnya digunakan Akihiro. Berkat kustomisasi dengan bantuan pihak Turbines, Graze Custom dilengkapi perlengkapan tambahan dari Hyakuren, mengubahnya menjadi Graze Custom II yang dinamai Shino sebagai Ryusei-Go. Meski perlengkapannya standar, performa MS ini lebih tinggi dari Graze pada umumnya, dan warnanya sengaja dipilih merah muda oleh Shino dengan alasan untuk menambah semangat tempurnya.

Seperti halnya Gundam Barbatos dan Gundam Gusion Rebake, Ryusei-Go pun dapat terhubung dengan pesawat transportasi berkecepatan tinggi Kutan Sangata (Kutan Type 3) yang diperoleh dari Teiwaz, yang beberapa kali sempat dikemudikan oleh Yukinojo.

Lawan terakhir yang harus dihadapi di season ini adalah MS raksasa Graze Ein, hasil implementasi teknologi terlarang Alaya-Vijnana di sisi Gjallarhorn. Berbentuk seperti Graze, hanya saja berukuran jauh lebih besar dan memiliki kelincahan yang juga jauh di luar dugaan. Kemunculan pertama MS ini mengingatkanku akan kemunculan Psycho Gundam di Zeta Gundam yang langsung menimbulkan kengerian dengan ukurannya yang teramat besar.

Sebagai tambahan, ada satu MS misterius berwarna merah bernama Grimgerde, yang digunakan secara pribadi oleh pria bertopeng logam yang mewakili Perusahaan Montag. MS ini konon menggunakan kerangka Valkyria Frame yang ringan (dan konon digunakan sebagai basis pengembangan Graze?), dan kabarnya baru dikembangkan menjelang penghujung Calamity War sehingga keberadaannya tak diketahui banyak orang. Selain senapan khusus yang ringan, senjatanya hanya sepasang bilah pedang yang tersembunyi di balik perisai yang menutupi kedua lengannya. Kedua bilah berwarna emas ini terbuat dari logam komposit yang sudah tak lagi diketahui cara pembuatannya, yang membuat MS ini jauh lebih mematikan dari kesan pertama.

“Aku tak akan takut pada matamu lagi.”

Bicara soal teknis, kualitas visual maupun audio Iron-Blooded Orphans benar-benar solid.

Pilihan gaya desain karakternya kuakui sempat membuat aneh di awal. Tapi sesudah mengetahui inti ceritanya, gaya desain karakternya bisa dibilang pas dari sisi kepraktisan sekaligus tema. Bukan jenis yang mungkin mau kau buat jadi figur, tapi lebih kayak jenis desain yang terasa bisa diterima oleh semua kalangan yang mungkin berminat terhadap seri ini.

Musik latarnya yang diaransemen Yokoyama Masaru memiliki ciri khas kuat. Track-track awalnya, yang semula mengingatkanku akan nuansa koboi, secara pas memberi bayangan akan padang-padang Mars yang kering dan berbatu.

Lagu pembuka “Raise Your Flag” dari band MAN WITH A MISSION, selain menunjukkan betapa stabilnya kualitas band tersebut selama bertahun-tahun (mereka terutama dikenal karena membawakan lagu “Database” yang menjadi lagu pembuka seri Log Horizon), secara keren juga seakan jadi arc words baru bagi para fans Gundam (sebelumnya yang berasal dari lagu paling hanya “Stand Up to the Victory” dari Victory Gundam).

Soal visual, kualitas animasinya termasuk stabil di sepanjang penayangannya. Ada beberapa teknik pengambilan gambar menarik yang sempat dipakai, seperti bagaimana mereka membuat animasi lagu pembuka pertamanya dengan gambar agak berbulir, memberi kesan bahwa visualnya benar-benar hasil dokumentasi perang yang dibuat langsung.

Lalu yang membuatku terkesan, bagian-bagian animasi mekanisnya, meski tak menonjol, benar-benar berhasil dipresentasikan secara baik. Mulai dari markas luar angkasa Gjallarhorn, gudang penurunan barang di koloni-koloni, sampai rel-rel kereta berpasangan yang melintasi Amerika, penggambaran dunia di seri ini beneran terbilang bagus.

Soal eksekusinya, Nagai-san menunjukkan kemampuannya untuk mengeluarkan yang terbaik dari naskahnya. Untuk yang bisa menikmati, karakterisasinya benar-benar kuat. Tapi aspek karakterisasinya ini berhasil tersampaikan tanpa terlalu mengurangi aspek aksi maupun perkembangan dunianya.

Memang ada sedikit masalah terkait pacing menjelang akhir. Kalau dibandingkan dengan beberapa seri Gundam lain, rasanya seperti ada bagian cerita yang disingkat begitu latarnya masuk ke Bumi. Tapi sebagai salah satu seri Gundam langka yang klimaksnya di Bumi (dan bukan di luar angkasa), kesan kuat yang dibutuhkan di akhir berhasil didapat. …Yah, seperti kebanyakan orang, aku juga sempat berharap aksinya bisa sedikit lebih banyak sih. Tapi aku tak menyesal dengan apa yang kudapat.

…Sebenarnya, ada lebih banyak yang ingin bisa kukomen soal ini. Tapi agak susah menjabarkannya.

Jadi kayak, pada beberapa titik, memang ditampilkan betapa Tekkadan jadi pihak yang disorot dan didukung. Tapi itu dilakukan tanpa melepas ‘kesan abu-abu’ dari tindakan dan perbuatan mereka. Seperti halnya Orga yang dilanda keraguan, kita diperlihatkan betapa ada sisi simpatik juga pada pihak Gjallarhorn. Selalu ada kesan kalau mungkin saja Tekkadan sebenarnya dimanfaatkan dengan naifnya oleh pihak-pihak yang lebih berkepentingan, dan bisa saja merekalah sebenarnya pihak yang salah.

Mikazuki, sebagai tokoh utama, seolah mewakili hal ini. Dirinya terang-terangan, karena alasan pragmatis, bisa bertindak benar-benar kejam. Dari waktu ke waktu, kita bisa melihat bagaimana Orga kadang terganggu melihat Mika telah menjadi orang seperti apa.

Mikazuki menjadi seperti itu karena kata-kata yang membuatnya menjadi tanggung jawab Orga. Tapi Orga sudah terlanjur berjanji padanya dan menyayanginya, serta sepenuhnya sadar bahwa Tekkadan bisa beranjak sejauh ini juga berkat keberadaan Mika. Karenanya, hubungan antara Mika dan Orga, yang disorot pada waktu-waktu tertentu, menghasilkan kesan yang benar-benar enggak biasa.

Sebaliknya, perkembangan karakter Mika lebih banyak digali lewat hubungannya dengan Kudelia dan Atra. Bagi beberapa orang, hubungan mereka benar-benar manis dan terasa kontras dengan aspek-aspek lain seri ini.

Lalu soal Kudelia, yang jadi inti pusaran konflik di seri ini… Berbeda dari Lacus Clyne dari Gundam SEED misalnya, atau Releena Darlian dari Gundam Wing, Kudelia di awal cerita benar-benar ditampilkan sebagai gadis remaja biasa. Ya, dirinya berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Ya, dirinya juga punya maksud baik untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat di sekelilingnya. Tapi di awal cerita, Kudelia sebenarnya sama sekali bukan pencetus idelogi revolusioner seperti yang digaungkan Gjallarhorn. Mungkin lebih kayak pelajar sekolah biasa yang suatu hari berkesempatan mempresentasikan karya tulisnya di suatu forum besar?

Seiring perkembangan cerita, ketika Kudelia melihat sendiri dampak keberadaannya bagi masyarakat di koloni-koloni, barulah ia menjadi figur politisi tangguh yang diharapkan Makanai dan ditakutkan Gjallarhorn. Jadi semua tindakan kejam Gjallarhorn justru menghasilkan apa yang mereka takutkan dalam suatu ironi aneh.

(Kontras dengan kondisi sekarang yang komunikasinya dimudahkan dengan Internet, isu reaktor Ahab dan kebutuhan Ariadne membuat jalinan komunikasi antara Bumi dan luar angkasa kurang lancar. Dengan penyebaran berita yang terbatas, meski nama Kudelia mulai tersebar di banyak kalangan, dikisahkan hanya sedikit orang yang tahu tentang profil lengkap dan wajahnya.)

Karenanya, pertemuan Kudelia dengan Mika menjadi awal perubahan banyak hal bagi keduanya. Kudelia disadarkan dari kenaifan dan pikirannya yang pendek. Sedangkan Mika disadarkan bahwa ada ‘cara-cara lain’ di luar bayangannya semula, yang juga membuatnya tersadar pula bahwa Orga dan Kudelia, seperti halnya dirinya, juga sama-sama hanya manusia.

Perkembangan karakternya menurutku salah satu hal terbaik di seri ini. Gagasan untuk menggambarkan para karakternya dengan cara demikian itu benar-benar bagus.

“Ke mana kita pergi sekarang?”

Akhir kata, mungkin Iron-Blooded Orphans enggak termasuk seri Gundam yang ‘rame.’ Tapi aku tetap mesti mengatakan kalau ini termasuk seri Gundam yang bagus. Malah, bagi sebagian orang, mungkin ini seri Gundam terbagus dalam dua dasawarsa terakhir.

Aku bersyukur ceritanya ada lanjutannya. Sebab dengan pembangunan dunianya yang sebagus ini, akan sangat disayangkan kalau ceritanya diputus hanya sampai di sini. (Mungkin terlalu cepat kalau aku berpendapat begini, tapi aku punya firasat aneh kalau seri ini bisa saja mencapai tiga season.)

Sedikit soal adegan pertarungan terakhir, dua episode terakhir IBO menghadirkan adegan-adegan pertarungan jarak dekat yang intens. Lalu ini semua diiringi pembangunan situasi yang semakin genting. Hasil akhirnya menurutku serupa dengan pembangunan konflik terakhir di The Vision of Escaflowne. Sayang, karena banyaknya hal yang terjadi, pembangunan momennya masih kurang sempurna. Di tengah kerennya duel penghabisan antara Mika dan Gaelio misalnya, tiba-tiba ada hal terjadi yang membuat konfrontasi mereka terganggu di tengah.

Ah, lalu terkait para karakter dan hubungan antar mereka. Karakter Carta Issue dengan keeksentrikannya mirip dengan Chara Soon dari Gundam ZZ. Lalu ia dengan pas seolah menggambarkan bagaimana suatu tindakan dengan akibat serius bisa terjadi melalui tangan siapa saja. Hubungan yang terjalin antara McGillis dan Gaelio juga mirip dengan hubungan antara Char Aznable dan Garma Zabi pada seri Gundam orisinil. Jadi itu beberapa elemen karakter lain yang sempat disadari sejumlah penggemar.

Sebagai penutup, ada orang yang, uh, memintaku sekalian membuat terjemahan lirik lagu “Raise Your Flag” Jadi sesuai permintaannya, ini kubuat di bawah.

Kukatakan lagi, IBO termasuk bagus. Ceritanya bagi beberapa orang mungkin susah diikuti. Tapi kalau kalian mengikutinya, kurasa kalian mungkin bisa dapat sesuatu dari ini.

Tak sempurna sih. Tapi masih bagus.

Buatku pribadi, ini seri yang membuatku mempertanyakan ulang tujuanku setiap kali aku ragu. Lalu saat aku ingat, aku kembali akan menguatkan diriku untuk beranjak, sejauh dan sesulit apapun.

Bila untuk orang lain, tak pernah ada perjuangan kita yang benar-benar sia-sia.

 “Raise Your Flag” (by MAN WITH A MISSION)

Under pressure you are waiting for direction

Going on the road without your mind

 

All misleads they give ignoring our decisions

Killing yourself your soul we have inside

 

No one else but you are I’m waiting for

We can start it on just right here right now

 

Fear and circulation

But I am ready now

We can struggle and muzzle the world before it fades away

 

Raise your flag

koe no kagiri

koe no kagiri

koe no kagiri sakende

 

kitto itsuka

itsuka dokoka

tadoritsuku to shinjite

 

Come on and raise your flag

So just raise your flag

nando kujike mayoedo

 

iki no kagiri

tsudzuku kagiri

yume o mitsudzuke samayou

 

All mistakes I made are blurring my reflection

And it is more than I achieved so far

 

Taking this ship or not depends on your intention

To be the soldier or one bystandar

 

agakitsuduke taorekujike

haiagatte hashiritsudzukete

 

owari naki

yume no ma to ma

We can struggle and muzzle the world before it fades away

 

Raise your flag

koe no kagiri

koe no kagiri

koe no kagiri sakende

 

kitto itsuka

itsuka doko ka

tadoritsuku to shinjite

 

Come on and raise your flag

So just raise your flag

nando kujike mayoedo

 

iki no kagiri

tsudzuku kagiri

yume o mitsudzuke samayou

 

(ins)

 

When is the time?

It’s up to your own decision

 

The time to find

To struggle and prove our vision

 

When is the time?

To end all the false collision

 

The time to find

And we’ll move to the new division

 

When is the time?

It’s up to your own decision

 

The time to find

To struggle and prove our vision

 

So raise your flag

 

So raise your flag

 

So raise your flag

And we’ll move to the new division

 

Raise your flag

koe no kagiri

koe no kagiri

koe no kagiri sakende

kitto itsuka

itsuka dokoka

tadoritsuku to shinjite

Come on and raise your flag

So just raise your flag

nando kujike mayoedo

iki no kagiri

tsudzuku kagiri

yume o mitsudzuke samayou

 

 

Di bawah tekanan kau menantikan arah

Berangkat menempuh jalan dengan pikiran kosong

 

Semua petunjuk salah yang mereka beri mengabaikan keputusan kita

Membunuh dirimu, jiwamu yang kita pendam

 

Tak ada lagi selain kau yang aku tunggu

Kita bisa langsung mulai ini di sini sekarang juga

 

Rasa takut dan perputaran

Tapi aku siap sekarang

Kita bisa berontak dan bungkam dunia sebelum pudar

 

Kibarkan benderamu

Dengan segenap suaramu

Dengan segenap suaramu

Teriakkan dengan segenap suaramu

 

Pasti suatu waktu

Suatu saat di suatu tempat

Meyakini kita akan tiba di tujuan itu

 

Ayo kibarkan benderamu

Jadi kibarkan saja benderamu

Tak peduli berapa kali kita kalah dan hilang arah

 

Selama kita bernafas

Selama kita terus berjuang

Teruslah bermimpi selama kita berkelana

 

Semua kesalahanku memburamkan refleksiku

Dan itu melampaui yang telah kuraih sekarang

 

Ikut kapal ini atau tidak bergantung pada niatmu

Untuk menjadi sang prajurit atau hanya saksi mata

 

Teruskan perjuangan, dan telanlah saat-saat kau kecewa

Lalu bangkitlah untuk berlari hingga akhir

 

Di sela-sela mimpi yang tiada akhir

Kita bisa berontak dan bungkam dunia sebelum semua sirna

 

Kibarkan benderamu

Dengan segenap suaramu

Dengan segenap suaramu

Teriakkan dengan segenap suaramu

 

Pasti suatu waktu

Suatu saat di suatu tempat

Yakinlah kita akan tiba di tujuan itu

 

Ayo kibarkan benderamu

Jadi kibarkan saja benderamu

Tak peduli berapa kali kita kalah dan hilang arah

 

Selama kita bernafas

Selama kita terus berjuang

Teruslah bermimpi selama kita berkelana

 

(ins)

 

Kapan waktunya?

Itu terserah keputusanmu

 

Waktu untuk menemukan;

Untuk berjuang dan membuktikan visi kita

 

Kapan waktunya?

Untuk mengakhiri segala bentrokan palsu

 

Waktu untuk menemukan,

Untuk pindah ke pecahan yang baru

 

Kapan waktunya?

Itu terserah keputusanmu

 

Waktu untuk menemukan,

Untuk berjuang dan membuktikan visi kita

 

Jadi kibarkan benderamu

 

Jadi kibarkan benderamu

 

Jadi kibarkan benderamu

Dan kita pindah ke pecahan yang baru

 

Kibarkan benderamu

Dengan segenap suaramu

Dengan segenap suaramu

Teriakkan dengan segenap suaramu

Pasti suatu waktu

Suatu saat di suatu tempat

Yakinlah kita akan tiba di tujuan itu

Ayo kibarkan benderamu

Jadi kibarkan saja benderamu

Tak peduli berapa kali kita kalah dan hilang arah

Selama kita bernafas

Selama kita terus berjuang

Mimpimu berlanjut selama kita berkelana

Penilaian

Konsep: S; Visual: A+; Audio: A; Perkembangan: B+; Eksekusi: A+; Kepuasan Akhir: A

(Sumber beberapa info dari situs web resmi G-Tekketsu serta situs web Gundam Wikia. Lirik dan terjemahannya dikutip dari Lyrical Nonsense.)


About this entry