Inou-Battle wa Nichijou-kei no Naka de

Setengah tahun sebelum cerita dimulai, para anggota Klub Literatur di SMA Senkou tahu-tahu saja memiliki kekuatan super.

Takanashi Sayumi, ketua klub yang gemar membaca dan berkesan sangat anggun dan refined, memiliki kekuatan untuk mengembalikan segala sesuatu ke wujud/kondisinya semula, baik benda hidup maupun benda mati. Kemampuan ini kemudian dinamai Root of Origin (awal mula).

Kushikawa Hatoko, yang berkesan lambat tapi selalu sangat sopan, memperoleh kekuatan untuk mengendalikan unsur-unsur alam api, air, udara, tanah, dan cahaya. Kekuatan ini pun kemudian dinamai Over Element (lima kaisar).

Kanzaki Tomoyo, yang periang dan sedikit cerewet, jadi mampu mempercepat, memperlambat, serta menghentikan waktu, lewat kekuatan yang kemudian dinamai Closed Clock (keabadian).

Himeki Chifuyu, murid kelas empat SD yang merupakan keponakan guru penasihat klub yang sering dititipkan pada mereka, jadi mampu mengendalikan materi dan ruang, membuatnya mampu menggali ingatan dunia dan menemukan zat-zat yang belum pernah dilihatnya sebelumnya (intinya, menciptakan apapun yang diinginkannya sesuai bayangannya). Kekuatan ini lalu dinamai World Create (penciptaan).

Lalu Andou Jurai, satu-satunya anggota lelaki di Klub Literatur, si tokoh utama yang punya pembawaan chuunibyou yang kadang memilih untuk dikenal sebagai Guiltia Sin Jurai, memperoleh kekuatan untuk memunculkan api hitam dari tangannya yang suhunya hanya sedikit hangat dan bahkan tak cukup untuk mendidihkan air.  Karenanya, meski terlihat keren, kemampuan satu ini sebenarnya tidak terlalu berguna. Tapi kekuatan ini tetap ia berikan nama keren Dark and Dark (api hitam). (Kadang namanya ditulis sebagai July Ando.)

Tak jelas dari mana kekuatan-kekuatan ini berasal. Tak jelas pula untuk apa kekuatan-kekuatan ini mereka punyai. Sehingga pada akhirnya, meski mereka punya kekuatan-kekuatan yang kemudian mereka rahasiakan ini, keseharian mereka sebagai suatu klub ekskul tetap saja berlangsung seperti biasa.

episode Alpha

Setidaknya, demikianlah premis dasar dari seri Inou-Battle wa Nichijou-kei no Naka de, yang diangkat dari seri light novel berjudul sama karangan Nozomi Kouta, dengan ilustrasi yang dibuat oleh 029. Juga dikenal dengan judul Inou Battle Within Everyday Life, atau Inou-Battle in the Usually Daze, atau When Supernatural Battles Became Commonplace (sama kayak kecendrungan chuunibyou untuk seenaknya mengubah arti/cara baca kanji, seri ini punya judul banyak tapi intinya sama; kira-kira adalah ‘saat pertarungan dengan kekuatan supernatural menjadi hal yang biasa’ atau ‘pertarungan supernatural dalam kehidupan sehari-hari’), seri ranobe tersebut diterbitkan SB Creative di bawah label GA Bunko sejak pertengahan 2012 sampai sekarang (jumlah bukunya sekitar 10 saat ini aku tulis).

Adaptasi animenya dibuat oleh studio Trigger (yang  waktu itu baru mulai dikenal lewat anime Kill la Kill mereka yang cukup menghebohkan), dengan penyutradaraan oleh Otsuka Masahiko dan Takahashi Masanori, naskah oleh Inagaki Ryousuke, serta musik oleh Elements Garden. Jumlah episode animenya sebanyak 12, dan disiarkan pertama kali pada perempat akhir tahun 2014.

Aku biasanya tak tertarik pada seri-seri semacam ini.

Sori. ‘Semacam ini’ yang kumaksud kayaknya agak enggak jelas.

Maksudku, ini jenis seri yang buatku kayak, “Ah, kayaknya, aku enggak akan suka.” tapi di sisi lain juga membuatku kayak, “Hm? Kayaknya ada sesuatu yang enggak biasa di dalamnya.” Lalu iya, memang ada sesuatu yang enggak biasa.

Agak susah kalau dijabarkan.

Pastinya, ini seri yang lumayan unik dan belum ada duanya.

Contoh sederhananya: sekilas, ini terlihat seperti seri yang kalau bukan oleh KyoAni, biasanya akan ditangani studio macam Silver Link gitu. Seperti semacam komedi romantis sekolahan yang normal. Tapi enggak. Soalnya kalau melihat di akhir, ini seri yang benar-benar cocok dengan kecendrungan ‘nyentrik’ Trigger, lewat perkembangan cerita yang ajaib serta karakter-karakter yang saling… saling apa ya? Intinya ini seri yang di dalamnya kelihatan nuansa Gainax yang Trigger warisi.

…Ugh. Menjelaskannya memang susah.

Terlepas dari itu, buatku pribadi, daya tarik terbesar seri ini ada di desain karakternya. Aku sangat suka desain karakter 029-sensei di Hataraku Maou-sama!, dan karenanya aku tertarik saat tahu ada anime lain yang mengadaptasi desain karakter orisinil beliau. Ada beberapa hal yang membuatnya aneh sih, tapi kurasa aku lumayan puas kalau dari segi ini.

Di sisi lain, ternyata benar aku kurang cocok dengan seri ini. Aku pribadi kurang bisa menikmatinya. Aku perlu sedikit memaksakan diri untuk mengikuti perkembangannya. Tapi di akhir, aku terkesima karena ada sejumlah hal di dalamnya yang memang membuatnya teramat berkesan.

Eccentricity

Garis besar cerita Inou-Battle memang di seputar drama kehidupan. Adegan-adegan aksinya tak banyak. Ada bagian-bagian komedinya juga sih, mengingat seri ini punya nuansa harem lumayan kuat. Lalu motif visualnya seperti dipertahankan agar selalu bernuansa riang. Meski begitu, lambat laun, terasa betapa ceritanya kadang bisa lebih serius dari yang dikira…

Selain para anggota Klub Literatur, awal cerita memperkenalkan kita pada Kudou Mirei, ketua Dewan Siswa yang ramah, yang ternyata memiliki kekuatan untuk ‘mencuri’ kekuatan super manapun yang dilihatnya (yang kemudian dinamai Andou, Grateful Robber). Ada sejumlah… kesalahpahaman yang terjadi karenanya. Lalu cerita berlanjut dengan hal-hal seperti bagaimana Chifuyu berusaha memperbaiki hubungannya dengan sahabatnya, Kuki Madoka, yang merasa ditelantarkan karena seringnya Chifuyu menghabiskan waktu bersama Andou dan kawan-kawan. Lalu sempat diselipkan pula perkenalan Andou dengan kakak tiri Tomoyo, Kiryuu Hajime (yang meski diperlihatkan betapa ia punya chuunibyou seperti Andou, sedikit memberi indikasi tentang kondisi keluarga Tomoyo). Tapi yang menjadi sorotan utama, tentu saja, situasi cinta segitiga antara Andou, Tomoyo, dan Hatoko. Di dalamnya, Hatoko merana karena sebagai teman sejak kecil Andou, ia jadi menyaksikan bagaimana kesukaan Andou untuk chuunibyou justru membuat dirinya dan Tomoyo makin akrab (tanpa menyadari kedekatannya terutama dikarenakan Andou mengetahui cita-cita rahasia Tomoyo untuk menjadi penulis light novel).

(Drama tentang hubungan Hatoko dan Andou ini ditangani dengan bagus, btw.)

Di tengah ini semua, Andou dan kawan-kawannya juga suka menggunakan kekuatan-kekuatan mereka secara rahasia untuk ‘bermain.’ Lalu meski kerap ditunjukkan, memang ada kesan kalau keberadaan kekuatan-kekuatan ini kayak seringkali ‘dikesampingkan’, kayak gimana gelas kopi bakal dikesampingkan pas lagi enggak ada adegan minum kopi. Intinya, kekuatan-kekuatan ini jadi kayak mainan baru yang sebenarnya enggak penting dalam cerita gitu.

Tapi yang mengesankan, dari arah perkembangannya yang semula terkesan tak jelas ini, kita sebagai penonton dibuat menyadari hal-hal tertentu yang mengindikasikan adanya hal-hal lebih besar dan tak terlihat yang sedang terjadi. Awalnya, dari bagaimana kekuatan-kekuatan Andou dan kawan-kawannya seakan power up dan mencapai tingkatan baru (termasuk Dark and Dark milik Andou yang sejak awal terkesan tak berguna). Lalu pas pertengahan seri, kita tiba-tiba diberi penjelasan blak-blakan soal dari mana kekuatan-kekuatan ini berasal.

Semua ternyata berkaitan dengan berlangsungnya sesuatu yang dinamai Yousei Sensou (Fairy War, ‘perang peri’). Manusia-manusia yang memperoleh kekuatan supernatural dari para peri ternyata dilibatkan di dalam ajang ini (mereka yang ditaklukkan akan kehilangan ingatannya). Salah satu faksi terkuat dalam perang tersebut ternyata adalah kelompok Fallen Black pimpinan Hajime (yang memiliki nama chuuni yang berusaha aku lupakan Kiryuu Hellkaiser Luci-First, serta kekuatan penciptaan lubang hitam yang dinamainya Pinpoint Abyss).

Jadi, seperti ada cerita lain yang enggak dipaparkan, yang ‘terpisah tapi masih nyambung’ dengan apa yang dialami Andou dan kawan-kawannya. Lalu Andou dan kawan-kawannya ternyata memiliki posisi strategis dengan kekuatan-kekuatan mereka yang termasuk imba, dan karenanya mereka ‘dijaga’ oleh Hajime agar mereka jangan sampai tahu apapun tentang kebenaran kekuatan-kekuatan ini.

Garis besarnya: tiba-tiba dipaparkan secara in medias res soal bagaimana ada suatu kelompok lain bernama F yang dibeking suatu peri pembangkang bernama Zeion yang menentang berlangsungnya Yousei Sensou ini. Lalu kelompok Fallen Black pimpinan Hajime—yang dibeking seorang peri bernama Reatier—kemudian diutus untuk menumpas F. Ini terutama dengan bagaimana F seakan telah berhasil menciptakan pengguna kekuatan terkuat yang disebut System. (Meski belakangan, sosok ini diasuh Hajime dan kawan-kawannya dan menggunakan nama Umeko Tanaka.)

Iya, banyaknya karakter baru yang tiba-tiba nongol memang agak memusingkan.

Singkatnya, jadi kayak ada saling implikasi antara hal-hal besar ini dengan kehidupan sehari-hari yang Andou dan kawan-kawannya jalani. Lalu meski aneh, ini memang kayak sesuatu yang belum pernah kutemukan dalam suatu karya lain.

Usual Days

Alur penceritaan Inou-Battle kerap maju mundur. Sehingga ada kenikmatan tersendiri dalam merangkai hubungan antara kejadian yang satu dengan yang lainnya.

Animenya sendiri berakhir lumayan kuat. Konfliknya tuntas. Ada semacam klimaks memuaskan di akhir. Tapi anehnya, mungkin karena banyaknya saling implkasi itu—yang tersamar lewat adegan-adegan drama keseharian yang terkesan enggak penting—tetap terasa ada sesuatu yang enggak tuntas. Yah, cerita dalam seri novelnya masih lanjut sih, jadi aku tak bisa mengeluh soal itu.

Bicara soal teknis, seri ini termasuk agak sedikit di atas rata-rata. Visualnya sekilas menarik. Tapi saat kau perhatikan, mungkin bukan jenis yang akan kau ekspektasi. Soal audionya… entah ya. Pastinya, kualitas eksekusinya bisa kayak tiba-tiba membuatmu terkejut pada saat-saat tertentu.

Andou dengan berbagai tingkah chuunibyou-nya, uniknya, terkesan seperti karakter menyebalkan di awal cerita. Terutama dengan bagaimana sikapnya pada Hatoko. Tapi dalam perkembangannya, secara aneh dipaparkan bagaimana dia memiliki arti besar bagi bukan hanya Hatoko dan Tomoyo, tapi Sayumi, Chifuyu, dan Mirai juga. Kalau kamu bertahan mengikutinya, meski mengernyit, kamu bakal kayak, “Oo gitu.” Lalu di balik semuanya, kamu bakal agak ngerasa kalau memang ada beberapa hal tertentu yang Andou jaga agar tak sampai tampak ke permukaan.

Soal karakter-karakter lain: ada Saito Hitomi yang dengan setia menjadi wakil Hajime dalam perang rahasia yang ia kobarkan; Umeko Tanaka/System yang meski hanya tampil sekilas, sebenarnya berperan menjadi semacam pengasuh bagi Hitomi dan Hajime (usia mentalnya jadi yang paling tua), dan karena kondisinya, ia menjadi pendukung cara pandang ‘kehidupan sehari-hari biasa tetap adalah yang terbaik’ (desain karakternya berubah dari waktu pertama bertemu Hajime dan sesudahnya, jadi mungkin ada di antara kalian yang tak menyadarinya). Kuki, teman Chifuyu, juga sempat mendapat sorotan lewat hubungannya dengan Chifuyu. Satomi Shiharu, bibi Chifuyu, sekaligus guru penasihat klub juga sempat tampil meski tak banyak karena kesibukannya. Lalu ada juga karakter-karakter kerabat para tokoh utama, seperti saudara perempuan Jurai dan adik perempuan Sayumi.

Ada satu karakter bernama Sagami Shizumu yang punya peran agak aneh. Dikisahkan dia siswa tampan yang berulangkali diputuskan pacar-pacarnya karena bawaannya yang otaku (dia tipe orang yang kalau ditanya siapa kekasihnya, dia bakal nunjukin suatu game love sim di konsol game portabelnya). Tapi tiba-tiba ditampilkan bagaimana dirinya beberapa kali berperan di belakang layar untuk mempengaruhi posisi Andou dan kawan-kawannya (dirinya sebenarnya tak bisa akrab dengan Andou, meski mereka sama-sama otaku). Lalu baru belakangan terungkap kalau Sagami adalah kenalan lama Hajime yang tahu tentang Yousei Sensou, meski kelihatannya ia tak mempunyai kekuatannya sendiri.

Akhir kata, anime ini benar-benar contoh kasus yang aneh. Jenis seri yang kau tahu akhirnya tak menonjol, tapi akhirnya jadi punya penggemar-penggemarnya tersendiri. Aku pernah menemukan beberapa orang yang benar-benar suka terhadap seri ini. Buatku, ini jelas bukan apa yang semula aku bayangkan. Tapi di akhir, kurasa aku tak bisa membencinya.

…Aku tak tahu apa aku bisa merekomendasikannya atau tidak sih. Tapi kalau kalian mencari seri bernuansa harem yang punya potensi drama kuat, mungkin ini bisa jadi pilihan. Atau anime tentang chuunibyou yang konfliknya beda dari yang biasa.

Oya.

Buat mereka yang penasaran soal sosok misterius yang mendorong Mirei untuk mengkonfrontasi Klub Literatur di awal cerita, jawabannya adalah Hinoemata Tamaki, satu sosok dari masa lalu Andou dan Sagami (mantan pacar Sagami, tepatnya), yang meski jarang tampil, terlibat dengan Fallen Black. Yah, itu terungkapnya dalam cerita di novel yang lebih ke sana sih. Jadi mending enggak usah terlalu dipikirin.

(Lagu pembukanya yang berjudul “Overlappers” menurutku termasuk keren penataannya.)

Penilaian

Konsep: C+; Visual: B; Audio: B; Perkembangan: B; Eksekusi: X; Kepuasan Akhir: B+


About this entry