Anime Baru Musim Semi 2016

Sudah lewat separuh Februari. Season ini sudah separuh jalan.

Musim dingin kali ini punya lebih banyak judul berkesan dari perkiraan. Tapi kayak biasa, sehabis ini musim semi. Biasanya pas musim semi semuanya jadi serius, dan memang ada lumayan banyak judul baru yang sudah diumumkan.

Spring kali ini agak campur aduk. Tak ada tren genre yang benar-benar jelas. Tapi kayaknya lagi ada kecendrungan di sejumlah studio untuk bereksperimentasi dengan proyek orisinil masing-masing, di samping beberapa adaptasi yang menonjol.

Kayak biasa, daftar ini enggak terlalu bisa diandalkan.

Kayak biasa juga, biasanya ada update lagi sekitaran pertengahan Maret.

…Untuk ke depan, kuharap produktivitasku bisa lebih ditingkatkan.

Super Lovers (Studio DEEN)

Kaidou Haru, saat masih SMA dan tinggal di luar negeri, diperintah ibunya untuk mengasuh dan ‘mendidik’ Ren, adik lelaki angkatnya yang semula liar dan tak suka bicara dengan orang. Hubungan mereka di awal bermusuhan, tapi lambat laun mereka mulai bisa saling memahami.

Diangkat dari manga karya Abe, selain soal Haru dan Ren, ceritanya juga melibatkan orang-orang di sekeliling mereka, termasuk saudara-saudara Haru. Heh? Iya, ini seri BL. Ishihara Shinji, yang sempat menangani Fairy Tail dan Log Horizon, yang akan menyutradarainya. Naskahnya akan ditangani Nakamura Yoshiko, yang selain Hakuouki dan Gekkan Shoujo Nozaki-kun, juga pernah menangani naskah anime Hakkenden: Touhou Hakken Ibun yang merupakan karya Abe sebelumnya. Untuk ukuran seri sejenisnya, ada ‘sesuatu’ tentang ini yang kayaknya enggak biasa.

Hai-Furi (Production IMS)

Di Jepang, 100 tahun sesudah pergeseran lempeng tektonik menyebabkan tenggelamnya berbagai negara, kota-kota pesisir dibangun ulang dan diluncurkan ke lautan untuk bisa menyelamatkan negara-negara yang masih tersisa. Rute-rute pelayaran kemudian diperluas. Dengan ini, kebutuhan personil untuk mengamankan lautan juga meningkat. Blue Mermaids, wanita-wanita yang bekerja di industri baru ini, menjadi sumber kekaguman banyak orang seiring berlalunya waktu. Dua sahabat sejak kecil, Misaki Akeno dan China Moeka, kemudian bersekolah di SMA Kelautan Yokosuka seperti banyak gadis lain yang bercita-cita untuk bergabung bersama Blue Mermaids.

Atto, pengarang Non Non Biyori, membuat lebih dari 30 desain karakter untuk proyek orisinil ini. Penyutradaraannya ditangani Nobuta Yuu yang pernah terlibat di Blade & Soul serta Code Geass: Hangyaku no Lelouch R2. Yoshida Reiko, yang sudah dinilai handal  mengkomposisi seri-seri keseharian kayak gini, yang akan menangani naskah. Secara visual, seri ini kelihatannya memikat. Ada sedikit kekhawatiran karena proyek ini melebihi standar produksi Production IMS yang biasa, terlebih dengan jumlah karakternya yang lumayan banyak. Tapi buat kalian yang tertarik pada seri keseharian moe dengan karakter-karakter manis, ini tetap bisa jadi pilihan.

Wagamama High Spec (AXsiZ)

Narumi Kouki adalah siswa SMA yang juga bekerja sebagai manga-ka untuk suatu majalah mingguan. Berhubung manga yang digambarnya termasuk ecchi, Kouki tak ingin profesinya diketahui orang. Namun Rokuonji Kaoruko, gadis yang menjadi ketua dewan siswa di sekolahnya, kemudian mengetahui rahasia Kouki. Kaouruko memaksa Kouki untuk bergabung dengannya di dewan siswa sebagai imbalan agar rahasianya tak bocor… sekalipun ada anggota lain yang tidak setuju. Sementara, permintaan-permintaan kerja untuk mereka terus bertambah…

Seri ini diangkat dari game PC berjudul sama keluaran Madosoft yang akan rilis seiring penayangan animenya (versi Bahasa Inggris keluaran Sekai Project menyusul tahun ini). Desain karakternya ‘galge’ sekali, dan studio yang memproduksinya juga relatif baru. Shimizu Satoshi, yang pernah terlibat sebagai sutradara episode di Mushi-Shi dan Fairy Tail, yang akan menangani penyutradaraannya. Naskahnya dibuat oleh Nakamura Koujirou. Daya tarik para karakternya sepertinya akan menjadi yang utama ditonjolkan di seri ini. …Mungkin ceritanya secara tak terduga bakal lebih ‘dalam’ dari yang terlihat? Karena ini keluaran studio baru, kuharap hasilnya enggak jelek. (Ah, ternyata ini seri dengan durasi per episode 5 menit.)

Kuromukuro (P.A. Works)

Pada tahun 2016, teknologi robotika mengalami lompatan besar berkat penemuan suatu artefak misterius dalam proyek pembangunan bendungan di salah satu lembah Tateyama Kurobe. Ouma Tokisada Kennosuke, seorang samurai dari masa lampau, kemudian terbangun kembali di masa ini dan bertemu para remaja yang bersekolah di sekolah khusus untuk sanak keluarga para peneliti, seiring diperlukannya lagi keberadaan Kuromukuro…

Ini seri aksi mecha orisinil yang dibuat untuk memperingati ulang tahun kelima belas studio P.A. Works. Kalau tak salah, ini pertama kalinya mereka membuat anime kayak gini. Okamura Tensai (Darker than Black, Seven Deadly Sins) yang akan menangani penyutradaraannya, dengan komposisi seri ditangani Higaki Ryou (Another, Seirei no Moribito). Kalau kalian menyukai gaya pengarahan Okamura-san yang khas, yang mana kalian perlu sedikit memperhatikan detil yang mungkin terjadi sebelum diberi penjelasan tentangnya, kurasa ada suatu daya tarik tertentu yang akan kalian temukan. Karakterisasinya juga kayaknya agak enggak biasa. Selebihnya, aku harap nuansa pemandangan indah P.A. Works tetap ada di seri ini. Oh, dan juga aksi-aksi mecha.

Sansha Sanyou (Dogakobo)

Tiga gadis sama-sama memiliki kanji ‘daun’ pada nama mereka, tapi masing-masing memiliki sifat sangat berbeda: Odagiri Futaba, yang sangat enerjik namun makan banyak; Hayama Teru, si ketua kelas yang berpenampilan polos dan murni, namun bersifat sedikit kejam; serta Nishikawa Youko, seorang ‘nona besar’ yang sudah bukan ‘nona besar’ lagi semenjak perusahaan ayahnya bangkrut dan keluarganya hidup miskin. Ketiganya bertemu di kelas yang sama dan mulai menjalani keseharian bersama.

Seperti Mikakunin de Shinkoukei beberapa waktu lalu, Dogakobo kembali mengangkat manga karya Cherry Arai untuk seri komedi keseharian mereka kali ini. Visualnya punya daya tarik manis sesuai pengharapan. Penyutradaraannya akan dilakukan Kimura Yasuhiro, dalam debut pertamanya sebagai sutradara seri (pernah terlibat dalam Sekai Seifuku: Bouryaku no Zvezda dan Cute High Earth Defense Club LOVE!), jadi mungkin ada sedikit kekhawatiran. Naskahnya ditangani Koyasu Hideaki, yang sebelumnya pernah menangani naskah GJ-bu dan Lance N’Masques. Kualitasnya kayaknya lumayan bergantung pada eksekusinya. Mudah-mudahan hasilnya bagus.

Bakuon!! (TMS Entertainment)

Sakura Hane, siswi SMA Putri Okanoue, suatu hari melihat teman sekolahnya, Amano Onsa, mengemudikan sepeda motor ke sekolah, saat ia sendiri tengah kelelahan mendaki jalan menanjak ke sana. Semenjak itu, Sakura mulai tertarik pada dunia sepeda motor. Bersama Onsa, ia bergabung dengan klub sepeda motor di Okanoue, dan mencoba memperoleh SIM-nya sendiri.

Seri ini diangkat dari seri manga berjudul sama karya Orimoto Mimana, yang memang mengetengahkan siswi-siswi SMA yang menemukan daya tarik sepeda motor. Singkatnya, ini satu lagi seri ‘keseharian klub dengan karakter-karakter manis’ yang kali ini mengangkat dunia otomotif sepeda motor sebagai temanya. Anime ini berkolaborasi dengan kampanye Good Riders untuk mempromosikan cara mengendarai sepeda motor yang aman. Penyutradaraannya ditangani Nishimura Junji, yang sebelumnya menangani Simoun, Dog Days, serta Glasslip. Naskahnya sendiri ditangani Sunayama Kurasumi, yang pernah menangani Gunslinger Girl dan Romeo x Juliet. Gaya desain karakternya lumayan ‘masuk’ dengan desain mekanik motor-motornya, dan itu jadi daya tarik tersendiri. Ada episode OVA juga yang akan mendahului penayangannya. Mungkin ada sesuatu tentangnya yang bakal perlu penyesuaian untuk sebagian penggemar, tapi secara teknis kurasa takkan jelek. Sudah jelas kalau seri ini punya daya tarik lebih untuk pasar seinen.

Endride (Brains Base)

Endra, dunia yang tersembunyi di bawah permukaan Bumi, memiliki Adamas raksasa yang bercahaya di atasnya serta pita-pita tujuh warna yang melintasi langitnya. Emilio, pangeran yang memiliki konflik dengan Raja Deruzain yang tengah berkuasa, akhirnya ditahan dan dipenjara sesudah terbukti besarnya perbedaan kekuatan antara mereka. Di tengah kebimbangan Emilio, Asanaga Shun, siswa SMP yang berpandangan positif dan ceria dari ‘dunia atas’, tiba-tiba saja muncul di depan Emilio, sesudah yang bersangkutan terbawa ke Endra akibat menyentuh kristal misterius di perusahaan ayahnya.

Ini seri orisinil yang menonjolkan desain karakter buatan dua manga-ka ternama, Watsuki Nobuhiro (Rurouni Kenshin, Busou Renkin) dan Hagiwara Kazushi (Bastard!!). Penyutradaraannya ditangani staf anime veteran Gotoh Keiji (Kiddy Grade, Sengoku Collection) dengan naskah buatan Machida Touko (Show By Rock!!, Lucky Star). Nuansanya sangat mengingatkan pada anime-anime petualangan bertema perpindahan dunia di zaman 90an, seperti El Hazard dan Escaflowne (atau bahkan Dunbine), terutama karena penggambaran dunia Endra yang benar-benar indah. Ceritanya sepertinya akan menitikberatkan aksi antar individu, dengan berbagai senjata khusus dan hal-hal ajaib. Sudah dikonfirmasi jumlah episodenya sebanyak 24. Kelihatannya ini akan jadi salah satu seri yang aku perhatikan.

Mayoiga (Diomedea)

Mitsumine, Masaki, dan orang-orang lain yang dijerat keputusasaan dan luka hati, tergabung dalam rombongan bus mencurigakan yang terdiri atas 30 pemuda dan pemudi, ke suatu desa di tengah pegunungan bernama Nanakimura. Di Nanakimura, segala bentuk kebahagiaan konon akan bisa ditemukan. Namun tempat yang mereka datangi ternyata desa tak berpenghuni yang hanya sedikit menyisakan jejak orang…

Sutradara Shirobako, Mizushima Tsutomu, akan menangani seri ini dengan naskah yang pengawasannya dilakukan Okada Mari (AnoHana, Gundam: Iron-Blooded Orphans). Karenanya, pengharapan terhadap kualitas seri ini benar-benar terbilang besar. Desain karakter Ide Naomi terbilang menarik, menghasilkan nuansa sangat berbeda dari karya-karya Diomedea yang biasa. Ceritanya kayaknya meyakinkan dan akan membuat penasaran. Secara teknis, hasilnya kelihatannya bakal bagus. Sisanya, kurasa tergantung kapasitas studionya sendiri. Mudah-mudahan Diomedea berhasil dengan proyek satu ini. (Belakangan beredar kabar di Internet kalau urban legend tentang desa Nanakimura benar-benar ada.)

Twin Star Exorcists (Studio Pierrot)

Enmadou Rokurou adalah anak SMP yang berulangkali mengubah cita-citanya karena ingin meninggalkan masa lalunya sebagai onmyouji. Sampai suatu ketika, Rokurou bertemu gadis pendiam sebayanya bernama Adashino Benio. Benio mengingatkan Rokurou kembali akan masa lalunya, yang berlanjut pada bagaimana mereka ternyata telah ditakdirkan untuk menikah dan menjadi pasangan onmyouji terkuat sepanjang masa. Terutama, untuk mengakhiri konflik panjang manusia dengan dimensi Magano, dari mana makhluk-makhluk Kegare yang jahat berasal.

Diangkat dari manga Sousei no Onmyouji karya Sukeno Yoshiaki, pengarang Binbougami-ga!, ini seri aksi fantasi komedi di majalah Jump SQ. yang sempat memukau banyak orang dengan konsepnya. Aksinya terbilang seru, walau temanya mungkin tak cocok untuk sebagian kalangan. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Taguchi Tomohisa, yang sebelumnya menangani proyek adaptasi anime dari game-game Persona keluaran Atlus. Arakawa Naruhisa, yang pernah terlibat dalam Outbreak Company dan Kingdom, yang akan menangani komposisi serinya. Nampaknya ini salah satu seri baru yang kualitas teknisnya paling meyakinkan di musim ini.

Qualidea Code (A-1 Pictures)

Beberapa dekade sesudah kemunculan UNKNOWN yang menyerang umat manusia, enam anak remaja (Suzaku Ichiya bersama Utara Canaria; Chigusa Asuha bersama kakaknya, Chigusa Kasumi; dan Tenkawa Maihime bersama Rindo Hotaru) terbangun dari tidur dingin panjang, dan mendapati diri masing-masing kini telah memiliki kekuatan supernatural. Demi melindungi negara, mereka membangun basis-basis pertahanan di Tokyo, Kanagawa, dan Chiba, untuk menghadapi UNKNOWN yang berdatangan dari Tokyo Bay Gate.

Anime ini diangkat dari Project Qualidea, suatu proyek multimedia yang dicanangkan oleh lima redaksi: label Dash X Bunko dan majalah Jump SQ. milik Shueisha, label Fujimi Fantasia Bunko dan label MF Bunko J milik Kadokawa, serta Gagaga Bunko milik Shogakukan. Cerita dan naskahnya dipenai oleh unit pengarang Speakeasy, yang terdiri atas tiga pengarang light novel: Sagara Sou (Henneko) yang menangani cerita di Tokyo, Tachibana Koushi (Date A Live) yang menangani cerita di Kanagawa, serta Watari Wataru (Oregairu) yang menangani cerita di Chiba; yang sekalian mengerjakan garis besar konsepnya bersama Marvelous. Penyutradaraannya ditangani Kawamura Kenichi, yang pernah terlibat dalam SoniAni dan Rozen Maiden. Berdasarkan pengalaman, proyek-proyek begini biasanya kurang begitu berhasil… Tapi ini A-1 Pictures. Lalu tiga pengarang tersebut juga jenis pengarang yang berpikir mendalam terhadap karya-karya mereka. Kayaknya, ini lagi-lagi jenis seri yang baiknya kau dekati karena rasa ingin tahu terhadap konsepnya.

Joker Game (Production I.G)

Pada tahun 1937, meski mendapat pertentangan dari dalam Tentara Kekaisaran Jepang, Letkol Yuuki membangun unit intel ketentaraan Agensi D, yang langsung berada di bawah bimbingan dan perintahnya sendiri, dengan syarat kerahasiaan penuh untuk melatih agen-agen lapangan. Menjadi saksinya adalah Letnan Sakuma, yang mengawasi berjalannya berbagai operasi Agensi D baik di dalam maupun di luar negeri, yang memiliki moto berlawanan dengan doktrin tentara saat itu: “Jangan membunuh, jangan terbunuh, jangan tertangkap.”

Nomura Kazuya, yang sebelumnya menangani Robotics;Notes, yang akan menyutradarai seri yang diadaptasi dari seri novel misteri spionase karangan Yanagi Kouji ini. Novelnya pernah memenangkan penghargaan Nihon Suiri Sakka Kyoukai-shou, dan sempat diadaptasi ke bentuk live action juga pada awal tahun ini. Naskahnya ditangani oleh Kishimoto Taku, yang menangani naskah Haikyu!! dan Boku Dake ga Inai Machi. Ceritanya terbilang sangat ‘cowok’ sekali, dan agak berat di intrik dan dialog. Melihat kapasitas stafnya, kelihatannya akan menjadi salah satu seri paling menonjol di musim ini.

Koutetsujou no Kabaneri (Wit Studio)

Berlatar di negara pulau Hinomoto, manusia-manusia melindungi diri di balik benteng-benteng baja yang disebut ‘stasiun’ dari ancaman ‘Kabane,’makhluk-makhluk berhati baja serupa mayat hidup. Karena ancaman Kabane, transportasi antar stasiun hanya dapat dilakukan melalui lokomotif berzirah yang disebut Hayajiro. Ikoma, seorang pandai besi uap muda dari Stasiun Aragane, mengembangkan senjata baru bernama Tsuranuki Zutsu untuk melawan Kabane bersama sahabatnya, Takumi. Ciptaan mereka mengawali pertemuan Ikoma dengan Mumei, seorang gadis misterius yang suatu ketika muncul di Stasiun Aragane.

Juga dikenal dengan judul Kabaneri of the Iron Fortress, ini proyek orisinil bergenre steampunk survival action yang digagas oleh staf yang membuat adaptasi anime Attack on Titan. Sutradara Araki Tetsuro (High School of the Dead, Guilty Crown) juga kembali untuk menanganinya. Okouchi Ichirou (Code Geass, Guilty Crown) yang akan menangani naskahnya. Tapi yang paling menarik perhatianku adalah ilustrator veteran Mikimoto Haruhiko sebagai desainer karakter serta Sawano Hiroyuki untuk komposisi musik. Terlepas dari apa kalian suka mesin uap atau tidak, (dan menyukai gaya cerita Okouchi-san atau tidak) kelihatannya ini akan menjadi salah satu seri yang terbilang seru. Seri ini yang mengisi slot tayang Noitamina di musim ini.

Netoge no Yome wa Onna no Ko ja nai to Omotta? (Project No. 9)

Nishimura Hideki pernah menyatakan cinta kepada perempuan yang ditemuinya dalam sebuah game online, namun ‘perempuan’ tersebut ternyata adalah laki-laki. Semenjak itu, Hideki berjanji takkan pernah mempercayai ‘perempuan’ di dunia maya lagi. Sampai suatu ketika, seorang perempuan lain dalam sebuah game juga menyatakan cintanya pada Hideki. Perempuan tersebut ternyata benar-benar perempuan, seorang gadis cantik bernama Tamaki Ako. Namun lambat laun, Hideki menyadari ada yang aneh dengan Ako, yaitu ketidakmampuannya membedakan dunia nyata dan maya. Maka dari itu, Hideki dan kawan-kawan satu guild-nya memutuskan untuk mencoba membantunya.

Juga dikenal dengan judul And you thought there is Never a girl online?, ini variasi yang tak biasa akan tren cerita game online yang melanda beberapa waktu belakangan. Diangkat dari seri ranobe karya Kineko Shibai dengan ilustrasi karya Hisasi, penyutradaraannya akan dilakukan oleh Yanagi Shinsuke (Ro-Kyu-Bu! SS, Momo Kyun Sword) dengan naskah yang dibuat Takahashi Tatsuya (The IDOLM@STER Cinderella Girls, Atelier Escha & Logy). Desain karakternya terbilang menarik untuk sebagian orang. Lalu meski punya sisi manis, ceritanya juga terbilang agak berat di sisi fanservice. Aku tetap penasaran dengan bagaimana hasil akhirnya.

Kiznaiver (Trigger)

Di Sugomori, sebuah kota yang didirikan di atas tanah reklamasi namun semakin menurun populasinya; Agata Katsuhira, seorang remaja penyendiri, didatangi Sonozaki Noriko, teman sekelasnya yang misterius dan tak kalah datarnya. Sonozaki menyatakan bahwa Agata telah terpilih untuk menjadi salah satu Kiznaiver, orang-orang yang terhubung pada Kizuna System yang memungkinkan satu sama lain untuk saling berbagi luka. Kini ‘terhubung’ bersama remaja-remaja lain, yang memiliki kehidupan dan kepribadian yang berbeda jauh darinya, Agata dan teman-temannya memperoleh misi demi misi dari Sonozaki untuk suatu tujuan tertentu.

Desain karakter orisinilnya yang mencolok dibuat Miwa Shirow, pengarang Dogs: Bullets & Carnage. Konsep ceritanya sendiri dicetus Studio Trigger bersama Okada Mari (sekali lagi, AnoHana), yang juga menulis dan mengawasi pembuatan naskahnya. Musiknya akan ditangani Hayashi Yuuki, yang belakangan makin dikenal berkat komposisinya di Haikyu!! dan Death Parade. Selain dua tokoh utamanya, karakter-karakter lainnya benar-benar beragam. Aku masih belum yakin soal porsi aksinya, yang kukira merupakan ciri utama studio Trigger. Tapi untuk mereka yang suka ciri khas Okada-san lewat pembangunan hubungan antar karakternya, kurasa ini seri yang sebaiknya tak dilewatkan. Penyutradaraannya akan dilakukan Kobayashi Hiroshi (pernah terlibat dalam Rage of Bahamut: Genesis dan Kill la Kill), yang memulai debutnya sebagai sutradara lewat seri ini. Kuharap hasilnya bagus.

Seisen Cerberus: Ryuukoku no Fatalite (Bridge)

Benua Kunaan yang dikuasai pedang dan sihir diwarnai keseimbangan rapuh antara tiga pihak: Kerajaan Suci Amoria, Kerajaan Ishilfen, dan Kerajaan Vanrodis. Kondisinya sedemikian rupa sehingga bencana yang menimpa satu negera dapat mengakibatkan perang di seluruh Kunaan. Namun, ada satu kekuatan lain di Kunaan yang tak terkendali, yakni naga jahat Daganzord, yang selalu meninggalkan kehancuran ke manapun ia pergi. Hiiro adalah putra dua orang penting dalam Tragedi Balbagoa yang terjadi sebagai upaya untuk mengatasi Daganzord. Sesudah berusia 16 tahun, Hiiro melakukan perjalanan untuk memburu naga tersebut dan menuntaskan misi kedua orangtuanya.

Diangkat dari game RPG kartu Seisen Cerberus keluaran GREE, ada sejumlah staf veteran yang menanganinya, meliputi Kondo Nobuhiro (Keroro Gunsou, Jewelpet: Magical Change) sebagai sutradara dan Ohnogi Hiroshi (Fullmetal Alchemist: Brotherhood) sebagai pembuat naskah. Aku tak bisa komentar banyak, selain soal bagaimana ini kelihatannya akan menjadi seri fantasi yang generik. Tapi mungkin karena gamenya sudah agak lama keluar, aku merasa ada kesan rapi dalam perencanaannya. …Mungkin hasil akhirnya bakal lebih bagus dari yang kukira.

Jojo’s Bizarre Adventure: Diamond is Unbreakable (David Production)

Wilayah Morioh di kota S, perfektur M, Jepang, telah berkembang pesat semenjak akhir dekade 1980an. Pada tahun 1999, populasi penduduknya sebanyak 58.713 jiwa. Namun di balik kenormalannya, hal-hal ganjil berlangsung, karena 81 kasus orang hilang telah terjadi semenjak awal tahun, jauh lebih tinggi dari angka rata-rata di kota-kota lain. Kujo Jotaro datang ke kota ini sebelas tahun sesudah perjalanannya ke Mesir. Di sana, ia bertemu Higashikata Jousuke yang memiliki Stand Crazy Diamond, yang membuktikan padanya bahwa fenomena Stand pun telah terjadi di kota ini.

Staf yang sama dari seri sebelumnya kembali untuk menangani bagian keempat dari adaptasi manga terkenal karya Araki Hirohiko ini. Tsuda Naokatsu masih akan menyutradarainya. Komposisi seri juga masih ditangani Kobayashi Yasuko. Aku tahu kualitas dua seri sebelumnya terbilang solid, tapi aku terus terang tak menyangka Diamond is Unbreakable akan sampai dianimasikan juga, mengingat struktur dan nuansa ceritanya yang mulai bagian ini semakin ‘ajaib.’ Jadi kalau David Production berhasil mengadaptasi ini secara bagus, menurutku itu sebuah prestasi yang benar-benar gila. Tapi semua penggemar seri Jojo kurasa pasti menyambut anime ini. Lalu kayak biasa, seri baru ini juga jadi titik yang pas bagi penggemar baru untuk masuk. Mungkin perlu kusebut kalau beberapa karakter Jojo paling berkesan di sepanjang seri ini juga munculnya di bagian ini.

Hundred (Production IMS)

Untuk menguasai penggunaan Hundred—peralatan eksoskeleton yang menjadi satu-satunya senjata efektif untuk melawan monster-monster Savage yang telah menyerang Bumi—sekaligus untuk membantu adik perempuannya, Kisaragi Hayato mendaftar di kota akademi militer Little Garden yang terapung di atas laut. Di sana, Hayato berjumpa dengan Emil Crossford, teman sekamarnya yang terasa pernah dikenalnya di suatu tempat, yang membawanya pada tantangan duel melawan Claire Harvey, Slayer terkuat di Little Garden saat itu.

Menyusul Rakudai Kishi no Chivalry dan Saijaku Muhai no Bahamut, Hundred kalau tak salah jadi adaptasi anime terakhir dari seri-seri ranobe terbitan GA Bunko dalam kurun waktu ini. Ceritanya diangkat dari seri light novel karangan Misaki Jun dengan ilustrasi buatan Okuma Nekosuke (yang juga membuat desain karakter orisinil Shinmai Maou no Testament). Premis ceritanya sedikit mirip Infinite Stratos, dengan fitur peralatan mekanis yang dipasang di badan, tapi tetap saja nuansanya lumayan beda (terutama dengan adanya siswa-siswa cowok selain Hayato di Little Garden, serta ancaman musuh alien). Kobayashi Tomoki yang telah menangani Akame ga KILL! yang akan menyutradarainya, jadi kualitasnya kurasa takkan sampai jelek. Apalagi dengan Shirane Hideki (Danmachi, Date A Live) yang menangani komposisi serinya. Perasaanku masih campur aduk tentangnya, tapi kelihatannya ini tetap jadi seri menarik buat mereka yang suka seri-seri aksi harem macam ini. Kuakui, sesuatu tentang key visual-nya sedikit di luar bayanganku.

Kuma Miko: Girl Meets Bear (Kinema Citrus, EMT Squared)

Amayadori Machi, seorang siswi SMP yang juga menjadi miko dari suatu kuil Shinto tertentu di wilayah pegunungan Touhoku yang menghormati beruang, tiba-tiba saja ingin bersekolah di perkotaan. Keinginan ini membuat Natsu, beruang penjaga Machi yang bisa berbicara, khawatir. Karenanya, Natsu kemudian menyiapkan serangkaian ujian bagi Machi yang nyatanya memang masih kurang memahami adat istiadat dunia luar.

Matsuda Kiyoshi yang pernah terlibat di Working!! dan Durarara!! akan memulai debutnya sebagai sutradara di seri ini. Naskahnya ditangani bersama oleh Iketani Masao dan Pierre Sugiura. Ceritanya diangkat dari seri manga karya Yoshimoto Masume yang diserialisasikan di Monthly Comic Flapper. Sejauh ini, gelagat seri ini lebih bagus dari perkiraan. Setidaknya, seri ini direkomendasikan untuk kalian para penyuka beruang.

Shounen Maid (8-Bit)

Komiya Chihiro, seorang siswa SD yang enerjik, sangat pandai melakukan pekerjaan rumah tangga, sesuai moto mendiang ibunya, “Tak kerja, tak makan.” Sepeninggal ibunya, seorang lelaki bernama Taketori Madoka muncul dan mengaku sebagai kerabatnya, dan kemudian mengajaknya untuk tinggal bersama. Sesudah Chihiro yang semula menolak, kemudian sekalian membersihkan rumah Madoka yang kondisinya kotor, Madoka kembali menawarkan pada Chihiro untuk tinggal bersamanya, sebagai ganti jasa Chihiro untuk merawat rumahnya. Chihiro menerima, dan tahu-tahu mendapati dirinya telah berseragam maid.

Diangkat dari seri manga karya Ototachibana. Yamamoto Yusuke yang pernah menangani NHK ni Youkoso!, Keroro Gunsou, dan Aquarion Evol, yang akan menyutradarainya. Nakamura Yoshiko (Hiiro no Kakera, Gekkan Shoujo Nozaki-kun) yang akan menangani komposisi seri. Meski kesan pertamanya agak berbau shounen-ai, genre ceritanya sebenarnya lebih berat ke shoujo dan bertema keseharian, dan mungkin agak lebih bagus dari yang kau kira. Secara teknis, seri ini kelihatannya tak akan jelek.

Anne Happy (SILVER LINK)

Kelas 1-7 di Akademi Tennogofune sepertinya adalah kelas di mana para siswa dengan ‘karma buruk’ dikumpulkan. Hibari, salah satu siswi di kelas ini (yang sepertinya punya takdir menjalani cinta tragis), bertemu Hanako yang selalu positif (meski selalu tidak beruntung), serta Botan yang berbadan tidak sehat dan sangat rapuh. Lalu bersama-sama, mereka berusaha mencari cara agar kehidupan sekolah mereka bisa bahagia.

Diangkat dari manga Unhappy Go Lucky karya Cotoji, ini seri komedi baru yang akan disutradarai Oounuma Shin yang sudah mendapat nama lewat arahannya di BakaTest, Prisma Illya, serta WATAMOTE. Naskahnya akan ditangani Tanaka Hitoshi yang sebelumnya baru menangani komposisi seri untuk Go! Princess Precure, tapi sejauh ini kualitasnya kelihatannya solid. Ah iya, ini jenis komedi yang karakternya perempuan manis semua. Jadi sepertinya tak ada plot romansa di dalamnya. Mungkin.

Macross Delta (Satelight)

Di planet Al Shahal, Hayate Immelman, pemuda yang sering berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, menemukan seorang gadis remaja bernama Freyja Wion yang menjadi penumpang gelap dalam kargo yang sedang ditanganinya. Freyja, yang terlahir di perbatasan galaksi yang jauh, bercita-cita untuk bergabung dengan tactical sound unit Walküre dalam audisi yang akan diadakan tak lama lagi. Di masa itu, Walküre berperan vital dalam menangani wabah Var Syndrome yang tengah melanda galaksi, di bawah perlindungan skuadron Valkyrie khusus, Delta Team. Namun, tatkala wabah pecah di Al Shahal, Freyja menjumpai Walküre lebih awal, seiring dengan kemunculan para Aerial Knights dari Kingdom of Wind yang memiliki kaitan tertentu dengan Var Syndrome.

Menyusul preview episode pertamanya di awal tahun ini, ini seri TV Macross baru yang akhirnya akan tayang semenjak Macross Frontier di tahun 2008. Yasuda Kenji, yang pernah menangani Arata Kangatari dan Noein, yang akan menyutradarainya, sementara naskah akan ditangani Nemoto Toshizo yang pernah terlibat dalam Inu X Boku SS dan Log Horizon. Sejauh yang terlihat, nilai-nilai produksinya terbilang benar-benar tinggi. Pemakaian CG-nya kelihatannya kaya. Plot cinta segitiga dan kejar-kejaran antar mecha Valkyrie (yang dapat berubah bentuk menjadi pesawat) kelihatannya akan kembali hadir. Untuk pertama kalinya dalam seri utama Macross, sorotan kelihatannya akan diberikan pada kelompok penyanyi, dan bukan penyanyi individual. Kualitas presentasinya kurasa tak perlu diragukan. Namun berhubung jumlah tokohnya banyak, kuharap penyampaian ceritanya bakal efektif dan bagus.

ReLIFE (TMS Entertainment)

Kaizaki Arata, pengangguran, lajang, 27 tahun, akhirnya tak lagi mendapat dukungan finansial dari orangtuanya. Ia buntu karena tak bisa mendapat pekerjaan akibat keputusannya meninggalkan pekerjaan lamanya di bawah tiga bulan. Namun suatu malam, Arata bertemu Yoake Ryou yang menawarkan Arata sebuah pil yang akan mengubahnya menjadi remaja 17 tahun kembali untuk suatu eksperimen tertentu. Setuju menjalani eksperimen ini, Arata kembali bersekolah di SMA. Melalui jalinan hubungan dengan teman-temannya yang baru (yang termasuk Hishiro Chizuru, gadis cantik namun canggung yang berharap bisa mendapatkan teman), Arata punya satu tahun untuk menemukan apa yang tak dimilikinya demi meraih kebahagiaan di dunia nyata.

Diangkat dari seri manga karya Yayoiso yang diserialisasikan dalam aplikasi manga Comico, ini seri drama yang lambat laun menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Kosaka Tomo yang pernah terlibat dalam Yowamushi Pedal dan Giant Killing yang akan menyutradarainya, dengan naskah yang ditangani bersama oleh Hyodo Kasuho (Himegoto, Ookiku Furikabutte) dan Yokote Michiko (Princess Tutu, Shirobako, Ookiku Furikabutte). Mungkin temanya agak sensitif bagi sebagian orang, tapi aku benar-benar berharap hasilnya bagus.

Re: Zero Kara Hajimeru isekai Seikatsu (WHITE FOX)

Natsuki Subaru mendapati diri terdampar di dunia lain, di mana ia kemudian ditolong oleh seorang gadis berambut perak bernama Emilia. Subaru memutuskan untuk mengikuti Emilia untuk membalas budi. Namun Emilia kemudian diserang oleh suatu pihak tertentu dan Subaru ikut terbunuh bersamanya. Saat itu, Subaru mengetahui bahwa dirinya kini memiliki suatu kemampuan untuk memutar kembali waktu setiap kali ia tewas. Kembali ke waktu ketika ia dan Emilia pertama bertemu, Subaru dengan segala cara kini bertekad untuk bisa menyelamatkannya.

Juga dikenal dengan judul Re: Life in a different world from zero, ceritanya diadaptasi dari seri novel karya Outsuka Shintarou dan Nagatsuki Tappei. Ceritanya mengkombinasikan aspek genre misteri dan fantasi dunia lain, dengan pertemuan Subaru dengan Emilia hanyalah awal dari berbagai hal. Watanabe Masaharu, yang sebelumnya menangani Wakaba Girl, yang akan jadi menyutradarainya. Key visual-nya sejauh ini benar-benar meyakinkan. Yokotani Masahiro (Maria Holic, Shimoneta, Free!) yang akan menangani komposisi seri. Ini bisa jadi seri baru dengan kualitas paling solid di musim ini.

Episode spesial Naruto: Itachi Shiden, yang menampilkan apa sesungguhnya yang terjadi di masa lalu Uchiha Itachi, juga akan tayang dalam waktu dekat ini. Setahuku, ini salah satu cerita yang dibuat menyusul berakhirnya manganya. Makanya, aku terkesan bagaimana ini akan dianimasikan sementara Naruto Shippuden sendiri masih belum tamat.

Seri keseharian Flying Witch yang diangkat dari manga karya Ishizuka Chihiro juga akan tayang. Aku sudah agak lama jadi penggemar seri ini. Ceritanya mengetengahkan gadis penyihir 15 tahun bernama Kowata Makoto yang pindah dari kota besar Yokohama ke pedesaan Aomori yang damai, untuk ikut tinggal bersama keluarga sepupunya demi melanjutkan pelatihan sihirnya. Desain karakternya ringan di mata, materi ceritanya tak pernah berat, dan ada hal-hal menarik yang selalu terjadi. Berhubung J.C. Staff yang menganimasikannya, dengan staf veteran Sakurabi Katsushi (Kamisama no Memochou, Gunparade March) sebagai sutradara, kurasa kualitasnya lumayan terjamin.

Manga komedi populer Sakamoto desu ga? karya Sano Nami, tentang siswa SMA paling cool dan keren dalam sejarah (seaneh dan sekonyol apapun yang dilakukannya), kabarnya juga memperoleh adaptasinya di musim ini. Studio DEEN yang menangani adaptasinya, dengan penyutradaraan dilakukan sutradara anime komedi veteran Takamatsu Shinji. Kurasa, sekalipun nilai produksinya tidak tinggi, hasilnya tetap bakal lumayan. Apalagi mengingat manganya juga baru tamat belum lama ini.

Bungo Stray Dogs yang diproduksi BONES juga akan tayang. Ini seri aksi tempur yang diangkat dari seri manga karya Asagiri Kafka dan Harukawa Sango. Ceritanya menampilkan para sastrawan klasik ternama Jepang sebagai detektif-detektif berkekuatan supernatural. Karakter-karakter utamanya mencakup Akutagawa Ryuunosuke (pengarang Kappa), Dazai Osamu (pengarang Ningen Shikkaku), serta Nakajima Atsushi. …Iya, Edogawa Rampo dan Miyazawa Kenji juga ada. Ini lengkap dengan penggambaran nuansa dekade 1960annya. Penyutradaraan dan naskahnya masing-masing akan dilakukan oleh Igarashi Takuya dan Enokido Youji (tim yang menangani Star Driver, Ouran High School Host Club), jadi hasilnya juga kurasa bakal solid.

Big Order keluaran Asread yang diadaptasi dari manga karya pengarang Mirai Nikki, Esuno Sakae, juga kabarnya bakal tayang. Staf dari OVA-nya akan kembali, dengan Kamanaka Nobuharu sebagai sutradara dan Takayama Katsuhiko, yang pernah terlibat dalam Mirai Nikki, yang menangani naskahnya. Ceritanya tentang Hoshimiya Eiji, yang di waktu muda pernah mengharapkan kehancuran dunia. Tak dinyana, ada peri-peri yang salah satunya mengabulkan permohonannya ini lewat kekuatan-kekuatan ajaib yang disebut Order. Kehadiran yandere, aksi keras, serta tema-tema berat seperti soal makna hidup sepertinya bisa diharapkan darinya.

Satu judul yang akhirnya muncul adalah Shingeki no Bahamut: Manaria Friends, adaptasi anime kedua dari game Rage of Bahamut buatan Cygames. Produksinya dilakukan Studio Hibari. Ceritanya mengadaptasi event Manaria Mahou Gakuin/Mysteria Academy dari gamenya, dengan mengetengahkan dua karakter: Anne, putri kerajaan manusia yang jadi pelajar teladan; serta Grea, putri yang terlahir dari naga dan manusia; di Akademi Manaria yang tidak membeda-bedakan murid manapun dari tiga ras besar yang biasanya berselisih. Visualnya sejauh ini mengesankan, dengan staf veteran Hoshikawa Takafumi (Happy Lesson) yang melakukan penyutradaraan sekaligus penanganan naskah.

Seri shoujo 12-Sai: Chiccha na Mune no Tokimeki, yang diangkat dari manga karya Maita Nao juga kabarnya akan tayang. Ceritanya mengetengahkan Hanabi, Takao, dan suka duka anak-anak kelas enam lain yang baru menjelang remaja. Kabar tentang staf produksinya masih belum ada saat ini kutulis. Taichu Seiki, yang sebelumnya menangani OVA-nya, akan kembali sebagai sutradara. Produksinya akan ditangani studio OLM.

Meneruskan season pertamanya yang berakhir menggantung, Terraformars Revenge juga akan tayang. Stafnya berbeda dari musim sebelumnya. Produksi kali ini dilakukan lewat kerjasama LIDEN FILMS dan TYO Animations. Fukuda Michio (Nurariyhon no Mago, Hyakko) kini berperan sebagai sutradara, dengan Arakawa Narushisa (Maoyuu, Kingdom) menangani naskah. Ceritanya masih tentang upaya suatu tim multinasional berkekuatan serangga yang dikirim dari Bumi untuk menaklukkan planet Mars yang telah dikuasai makhluk-makhluk hasil evolusi kecoa. Kuharap hasilnya akan lebih bagus dari musim sebelumnya. (Adaptasi layar lebar live action-nya juga kalau tak salah akan keluar sebentar lagi.)

Sejumlah seri lama yang kabarnya akan lanjut meliputi: musim tayang kedua Gakusen Toushi Asterisk, yang memaparkan kelanjutan perjuangan Ayato dan Julis untuk memenangkan kejuaraan Phoenix di kota Asterisk, Rikka (kayaknya betul adaptasinya hanya sampai Phoenix); kelanjutan perjalanan supernatural Ushio dan Tora dengan tombak pusaka keramat di season 2 Ushio & Tora; season 2 Concrete Revolutio yang melanjutkan intrik dan misteri para manusia berkekuatan super bernuansa era Showa; PriPara season 3, yang konon kabarnya akan menghadirkan karakter rival baru; season ketiga juga untuk Mysterious Joker; serta kelanjutan ajang memasak di Akademi Tootsuki di Shokugeki no Souma season kedua. …Oya, season kedua seri aksi komedi supernatural RIN-NE juga akan ada.

Tanaka-kun wa Itsumo Kedaruge dari SILVER LINK juga akan tayang. Ceritanya diangkat dari manga karya Uda Nozomi, tentang Tanaka, siswa SMA yang sepertinya selalu cuek dan malas, serta teman sekelasnya yang pendiam, Ohta, yang tak bisa membiarkannya.

Selebihnya: ada Hakuouki –Otogisoushi- yang menampilkan para ahli pedang dari seri otome ini dalam bentuk chibi; dan Space Patrol Luluco, tentang gadis super normal Luluco yang berhadapan dengan alien di wilayah khusus Ogikubo. Sempat kudengar juga akan ada adaptasi anime dari game pengadilan sangat terkenal Gyakuten Saiban?

Selain itu, juga ada kabar tentang film layar lebar Garo: Divine Flame, yang merupakan film animasi layar lebar Garo yang pertama, yang akan melanjutkan cerita dari animenya yang pertama. Lalu ada kabar film layar lebar untuk drama ekskul alat musik Sound! Euphonium. Lalu yang ditunggu sebagian fans, duel terkini Yugi dan Kaiba dalam Yu-Gi-Oh!: The Dark Side of Dimensions.

Dari sisi OAV, Kurage no Shokudou yang diangkat dari novel karya Aoyama Miyako akhirnya akan ada juga.

Satu tambahan yang agak terlewat, seri TV Onigiri yang diadaptasi dari MMORPG buatan Cyberstep juga akan tayang. Studio Pierrot Plus yang akan memproduksinya, dengan Yamamoto Takeshi (Final Approach, Nanatsuiro Drops) sebagai sutradara. Ceritanya berlatar di Jepang yang bernuansa mistis, di mana kita sebagai Oni harus melawan pengaruh jahat Kamikui yang tersebar di daratan.

Tambahan lain: Aikatsu Stars!, seri Aikatsu baru keluaran Bandai Namco, juga akan tayang. Ceritanya mengetengahkan karakter baru, Nijino Yume, yang bersekolah di Akademi Yotsusei dan bercita-cita menjadi idola terkemuka. Karenanya, ia harus berusaha untuk bisa menjadi bagian S4, empat bintang idola paling aktif di sekolah tersebut. Sudah empat season semenjak seri yang sebelumnya tayang, dan aku terkesan dengan kesuksesannya.

Tambahan lain lagi yang beneran-kelewat-engga-tau-gimana: Magi: Sinbad no Bouken, spin off dari seri populer Magi, yang mengisahkan perjalanan Sinbad dalam menjadi raja sekitar 30 tahun sebelum cerita utamanya. Menyusul 5 OVA yang sebelumnya sudah keluar, kali ini seri TV-nya akan hadir juga.

Tambahan lain: Pan de Peace! yang bercerita tentang Minami, seorang gadis yang meski sedikit lambat, senang membuatkan roti untuk teman-temannya karena percaya rasa lembutnya bisa membawa kebahagiaan. Seri ini diangkat dari seri manga karya emily. Studio Asahi Production yang akan memproduksinya. Sesudah kasus Million Doll beberapa waktu lalu, kuharap hasilnya bagus.

Sori. Tambahan yang satu ini bisa-bisanya sampe kelewat: Boku no Hero Academia, atau My Hero Academia, yang diangkat dari seri manga karya Horikoshi Kouhei yang menjadi salah satu judul paling populer di Weekly Shonen Jump saat ini. Nagasaki Kenji (Gundam Build Fighters, Classroom Crisis, No. 6) yang akan menyutradarainya di studio BONES, dengan Kuroda Yousuke (Honey and Clover) yang menangani naskah. Ceritanya berlatar di dunia di mana kekuatan super yang disebut quirk merupakan hal yang lazim, dan seorang anak bernama Midoriya Izuku justru menjadi orang langka yang tak punya kekuatan apa-apa. Tapi segalanya berubah saat Midoriya bertemu pahlawan idolanya, All Might, yang bisa melihat hati seorang pahlawan di dalam diri Midoriya.

Empat episode terakhir dari anime God Eater keluaran Ufotable, yang mencakup bagian cerita Meteorite Arc, juga akhirnya akan keluar dalam waktu benar-benar dekat. Man, ini satu anime yang kasus penayangannya benar-benar enggak biasa.

Masih ada desas-desus soal akan tayangnya Drifters! dari adaptasi manga Hirano Kouta.

Di samping itu, season ketiga Sailor Moon Crystal yang memaparkan konflik melawan Death Busters dan menjadi salah satu bagian tergelap dari manganya, juga akan tayang.

Satu tambahan untuk anime pendek, Crane Game Girls, atau Bishoujo Yuugi Unit Crane Geeru, juga akan tayang. Keluar dari studio Kyotoma yang memproduksi JK Meshi!, intinya tentang tentang tiga orang gadis yang direkrut untuk menyelamatkan bumi dari tabrakan asteroid, yang kemudian direkrut oleh suatu organisasi bayangan misterius, untuk dijadikan idol, dan untuk suatu alasan kemudian dibawa ke game arcade untuk main… yah, mending lihat saja sendiri.

Satu tambahan lagi: Ini sudah agak lama kudengar, tapi aku sempet enggak yakin apa benar akan keluar season depan: Mobile Suit Gundam UC RE:0096, yang merupakan penceritaan ulang dari seri OVA Gundam Unicorn yang terkenal, hanya saja kali ini dalam bentuk seri TV sepanjang dua cour. Kalau menghitung dari durasi menit OVA-nya secara total, memang pas sih buat seri TV sepanjang sekitar 24 episode. Tapi kalau enggak disertai dengan pengeditan cerita dan pembuatan animasi baru, hasilnya bakal benar-benar aneh. Kalau ternyata ini dibuat dengan cerita lebih mendekati novel aslinya, seri ini bisa benar-benar jadi suatu kejutan. Bagaimanapun, mengingat betapa mahal harga Blu-ray satuan Gundam Unicorn saat dirilis dulu, pengumuman soal ini lumayan menuai kontroversi.

Tambahan untuk film layar lebar, Zutto Mae Kara Suki Deshita: Kokuhaku Jikkou Inkai yang diangkat dari proyek Vocaloid-nya Honey Works, juga akan hadir. Produksinya dilakukan oleh Qualia Animation, dan setahuku ini rangkaian cerita tentang cinta dan pernyataannya.

Kayak biasa, kabar-kabar tambahan akan kusampaikan nanti.

(Sumber dari ANN dan lainnya.)


About this entry