Anime Baru Musim Dingin 2015-2016

Sudah Desember dan tahun ini sudah hampir berakhir. Aku ingin mengatakan sesuatu seperti, “Enggak kerasa, ya?” Tapi mungkin karena kesibukanku, aku enggak bisa.

…Aku lumayan merasakannya. Tahun ini terasa panjang.

Sehubungan dengan itu, aku agak keteteran dalam menyusun materi preview untuk winter kali ini. Jadi daftar kali ini mungkin akan lebih tidak bisa diandalkan daripada biasa.

Kalau ada kabar lanjut, mungkin akan aku kabari lagi.

Sedikit komentar: selain genre misteri yang belakangan sedang diminati, kelihatannya tak ada tren khusus untuk musim ini. Seolah seri-seri yang muncul adalah seri-seri yang ‘akhirnya’ atau ‘tiba-tiba’ muncul.

Boku dake ga Inai Machi (A-1 Pictures)

Fujinuma Satoru, seorang pembuat manga yang masih berjuang untuk debut, sebenarnya punya kekuatan aneh untuk memutar kembali waktu semenjak suatu peristiwa traumatis terjadi di masa lalunya. Setelah beberapa kali menggunakannya untuk menolong orang, suatu kejadian tertentu kemudian menghadapkannya pada masa kecil yang sudah hampir ia lupakan, yang berkaitan dengan hilangnya seorang gadis bernama Hinadzuki Kayo.

Diangkat dari manga drama misteri karya Sanbe Kei, yang pernah dinominasikan untuk Penghargaan Manga Taisho dan Osamu Tezuka, kalau tak salah, ini karya pertama beliau yang dianimasikan sesudah sekian lama. Terlepas dari itu, ini termasuk salah satu keluaran terbaik beliau. Karakterisasinya menggigit dan perkembangan ceritanya membuat bertanya-tanya. Kalau tak salah, ada adaptasi live action-nya juga? Ito Tomohiko, sutradara Sword Art Online, yang akan menangani sebagai sutradara. Sedangkan naskahnya dibuat oleh Kishimoto Taku, yang pernah menangani Silver Spoon. Kualitasnya secara teknis harusnya solid. Aku benar-benar berharap adaptasi anime ini jadi bagus. Juga dikenal dengan judul ERASED.

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku o! (Studio DEEN)

Satou Kazuma, seorang remaja hikkikomori penggemar game, anime, dan manga, meninggal dunia secara tak berguna dalam suatu kecelakaan lalu lintas. Sesudah meninggal, ia berjumpa dengan Aqua, seorang dewi cantik yang menawarinya untuk menjalani hidup baru di suatu dunia fantasi alternatif. Aqua bahkan bilang kalau ia bisa bebas memilih satu benda tertentu untuk dibawanya ke sana. Tapi kemudian Kazuma memilih Aqua sendiri, yang malah membuat Aqua dipecat dari pekerjaannya sebagai dewi, dan dipaksa menemani Kazuma ke dunia yang baru…

Diadaptasi dari seri ‘komedi rumah dunia lain’ karya Akatsuki Natsume dengan ilustrasi buatan Mishima Kurone, aku terkesan dengan gaya desain karakter anime yang dibuat Kikuta Koichi, serta pemilihan Fukushima Jun sebagai Kazuma. Kanasaki Takaomi yang pernah terlibat dalam Tokyo Ravens dan Kore wa Zombie desu ka? yang akan menyutradarainya, jadi hasil yang tak jelek kurasa sudah terjamin. Komposisi serinya sendiri akan ditangani staf veteran Uezu Makoto. Ceritanya setahuku benar-benar konyol. Staf yang berada di baliknya juga kayaknya sedikit lebih meyakinkan dari yang kukira.

Ao no Kanata Four Rhythm (Gonzo)

Berlatar di suatu kepulauan yang ada jauh di selatan Jepang, suatu olahraga baru bernama Flying Circus telah muncul berkat penemuan sepatu anti-graviton yang disebut ‘grash’ yang memungkinkan penggunanya melayang di angkasa. Seorang murid pindahan bernama Kurashina Asuka tertarik untuk tahu tentang cara terbang di angkasa. Minatnya itu menjadi pemicu kembalinya seseorang tertentu untuk kembali menggeluti olahraga ini.

Diangkat dari game dewasa buatan sprite/fairys, Oizaki Fumitoshi yang pernah menangani Romeo x Juliet dan Etotama yang akan menyutradarainya, dengan komposisi seri yang dibuat Yoshida Reiko, yang dulu berperan dalam Bakuman dan K-ON!. Tampilan visualnya menarik. Nuansa langitnya membuatnya masuk akal kenapa Gonzo yang dipilih untuk memproduksinya (Ehem, Last Exile). Tapi hasil akhirnya menurutku agak sulit tertebak, meski jelas terlihat bagaimana ceritanya akan mengangkat hal-hal yang menarik. Cerita asli AoKana sendiri dibuat oleh Kio Nachi, yang juga mempenai Grisaia no Kajitsu. Kudengar cerita gamenya sendiri lebih berat ke romansa yang benar-benar manis. (Ini mungkin cuma aku, tapi nama resmi protagonis untuk versi animenya belum diumumkan saat ini kutulis.)

Nurse Witch Komugi R (Tatsunoko Production)

Yoshida Komugi adalah siswi kelas 2 SMP yang agak ceroboh tapi bersemangat. Bekerja sebagai idol seperti Saionji Kokona yang merupakan teman sekelasnya, serta Kisaragi Tsukasa yang sering berpakaian seperti laki-laki, Komugi sebenarnya kalah tenar dibandingkan mereka berdua. Namun suatu makhluk misterius yang terluka bernama Usa-P tiba-tiba muncul di hadapannya. Komugi kemudian diubahnya menjadi seorang Legendary Girl dengan kekuatan ajaib, demi menghadapi sosok-sosok bertopeng misterius…

Seri komedi slapstick Nurse Witch Komugi berawal dari seri OVA yang menjadi spin off dari anime Soul Taker. Meski tak sampai menonjol, seri ini sempat berhasil meraih kalangan penggemar beratnya sendiri di pertengahan dekade 2000an. Komugi R ini semacam remake yang menampilkannya untuk pertama kali dalam bentuk seri TV. Pengisi suara Komugi di seri OVA-nya, Halco Momoi, kali ini akan berperan juga sebagai ibu Komugi. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Kawaguchi Keiichiro yang sebelumnya jadi sutradara Jinsei dan Oniai, dengan naskah yang dibuat Murakami Momoko bersama Fudeyasu Kazuyuki. Ceritanya kabarnya akan dipenuhi derai tawa sekaligus air mata(?) dari Komugi dan para saingan(?)nya, dan sudah dijanjikan kalau adegan-adegan konser mereka akan dianimasikan dalam bentuk 3D CG. Kalau tak salah, seri aslinya memang termasuk seri yang ‘otaku’ sekali.

HaruChika (P. A. Works)

Klub alat musik tiup di sekolah mereka terancam dibubarkan, sekalipun dua teman masa kecil Homura Chika dan Kamijou Haruta telah bersusah payah latihan demi mencapai Fumonkan, kompetisi yang merupakan semacam Koshien untuk alat musik tiup. Di tengah upaya mereka untuk bisa mendapatkan anggota baru, serta kekhawatiran mereka sendiri soal cinta segitiga yang melibatkan mereka berdua, suatu insiden terjadi, yang memaksa mereka berdua bekerjasama untuk menyelesaikannya.

Diangkat dari seri novel ‘misteri masa muda alat musik’ HaruChika: Haruta to Chika wa Seishun Suru karya Hatsuno Sei, ini salah satu seri yang menonjol musim ini karena tampilan visualnya yang terbilang memikat. Hashimoto Masakazu yang sebelumnya menyutradarai Tari Tari dan Soul Eater Not! yang akan menanganinya, dengan komposisi seri yang ditangani oleh Yoshida Reiko juga. Nuansa akhirnya agak beda, tapi ada kemiripan tema yang seri ini punya dengan yang dulu pernah diangkat Hyouka. Ini mungkin bakal jadi seri yang menarik buat mereka yang suka drama misteri sekolahan yang tak terlalu berat.

Dimension W (3Hz, Orange)

Pada tahun 2071, masalah-masalah energi dunia seakan terpecahkan berkat penemuan jaringan induktor-induktor medan elektrik lintas dimensi yang disebut coil, yang mengekstrak energi dari suatu sumber tertentu yang tak ada habisnya. Sumber tersebut adalah dimensi W, suatu bidang keempat yang terdapat di balik dimensi-dimensi Z, Y, dan Z. Namun ada banyak coil illegal dan tidak resmi yang tak dapat ditangani polisi, yang menjadi tugas Mabuchi Kyouma, dan partner coil androidnya, Yurisaki Mira, untuk menanganinya.

Seri ini diangkat dari manga sains fiksi karya Iwahara Yuji, yang kini dikenal sebagai desainer karakter Darker than Black serta pembuat seri King of Thorn. Sutradara handal Kamei Kanta (Oreshura, Saekano) yang akan menanganinya, dengan naskah yang akan ditangani Suga Shotaro. Aspek teknis seri ini dari sudut manapun kelihatannya bakal bagus. Jadi kurasa untuk sisanya hanya soal apa temanya cocok dengan kalian?. …Sesuatu tentang seri ini mengingatkan akan bagaimana aku telah menjadi om-om.

Grimgar of Fantasy and Ash (A-1 Pictures)

Dari kegelapan, Haruhiro terbangun di suatu dunia asing bernama Grimgar bersama sejumlah remaja lain sebayanya, tanpa ingatan apapun tentang asal atau latar belakang mereka. Di sini, mereka dipaksa menjalani kehidupan dengan mengumpulkan uang dan memperoleh kekuatan. Membentuk kelompok-kelompok sendiri untuk bertahan hidup, lambat laun secara bawah sadar mereka menyadari bahwa mereka seperti ada di dalam ‘game’, tapi mereka sama-sama sudah tak bisa ingat kata ‘game’ itu artinya apa.

Juga berjudul Grimgar le Monde des cendres et de fantaisie, atau Hai to Gensou no Grimgar, seri ini diadaptasi dari novel karangan Juumonji Ao dengan ilustrasi buatan Shirai Eiri. Nakamura Ryosuke (sutradara Aiura dan Mouryou no Hako) yang akan menangani penyutradaraan serta naskahnya. Sejauh ini, key visual dan desain karakternya benar-benar memikat dan menjanjikan. Ceritanya banyak seputar hubungan antar karakter sekaligus petualangan. Aku pribadi sudah menjadi penggemar seri novelnya, dan aku benar-benar tertarik untuk tahu seperti apa hasil adaptasinya. Mudah-mudahan hasilnya tak jelek.

Saijaku Muhai no Bahamut (Lerche)

Lux, yang dahulunya pangeran dari Kekaisaran Arcadia yang telah tumbang dalam pemberontakan lima tahun silam, suatu ketika mendapati diri tanpa sengaja telah memasuki pemandian asrama wanita. Menjadi sasaran kemarahan Lisesharte Atismata, sang putri kerajaan yang baru, Lux ditantang dalam duel Drag-Ride, senjata-senjata mekanik berzirah yang ditemukan dari berbagai puing di seluruh penjuru dunia. Di sinilah Lux terungkap sebagai seseorang yang pernah diakui sebagai Drag-Knight terkuat, yang kini dikenal karena keengganannya menyerang.

Juga dikenal sebagai Undefeated Bahamut Chronicle, kudengar ini salah satu seri yang diadaptasi dalam rangka peringatan ultah ke-10 dari label GA Bunko, menyusul Danmachi dan Haiyore! Nyaruko-san F. Seri novel aslinya ditulis Akatsuki Senri dengan ilustrasi buatan Kasuga Ayumu. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Ando Masaomi, yang belakangan makin dikenal karena arahannya dalam Gakkou Gurashi!. Lalu komposisi serinya ditangani Kakihara Yuuko yang sebelumnya menangani Unbreakable Machine Doll dan Heaven’s Lost Property. …Singkat kata, ini lagi-lagi jenis seri aksi fantasi harem yang memberiku perasaan campur aduk. Walau begitu, mungkin akan ada beberapa hal tertentu di seri ini yang akan lebih bagus dari perkiraan.

Prince of Stride Alternative (MADHOUSE)

‘Stride’ merupakan olahraga ekstrim yang melibatkan tim-tim yang terdiri atas enam orang, yang melakukan lari relai melintasi kota-kota. Fujiwara Takeru dan Sakurai Nana berupaya mengumpulkan enam orang untuk membangkitkan kembali Klub Stride di Akademi Hounan, demi bisa memenangkan kompetsisi Stride terbesar di Jepang timur, End of Summer. Sasaran pertama yang coba mereka rekrut adalah Yagami Riku, yang langsung menolak dengan alasan bahwa Stride merupakan satu hal yang tidak sudi ia lakukan…

Diangkat dari otome game Prince of Stride keluaran Kadokawa Games, ini seri baru yang dipenuhi bishonen yang menonjol karena temanya yang tak biasa. Ishizuko Atsuko yang sebelumnya menangani Hanayamata dan No Game, No Life yang akan menyutradarainya, jadi ada pengharapan lumayan besar terhadap kualitasnya. Kishimoto Taku yang pernah terlibat dalam Haikyu!! dan Usagi Drop yang akan menangani komposisi seri. Ada gelagat kalau perkembangan ceritanya akan agak berbeda ketimbang gamenya.

Ajin – Demi Human (POLYGON PICTURES)

Persis sebelum liburan musim panas, seorang remaja SMA bernama Nagai Kei terkena kecelakaan lalu lintas, dan mendapati dirinya terlahir kembali sebagai Ajin, sebutan untuk manusia-manusia yang punya kekuatan abadi dan kekuatan misterius lainnya, yang pertama ditemukan di medan perang Afrika 17 tahun sebelumnya. Karena bisa pulih dari luka macam apapun, para Ajin diburu untuk diteliti. Kini diasingkan oleh keluarganya sendiri dan juga dikejar oleh hampir seluruh umat manusia, Kei harus mengambil keputusan untuk melindungi dirinya sendiri sekaligus orang-orang di sekelilingnya.

Menyusul film layar lebar pertamanya yang belum lama ini keluar, seri TV Ajin akan mengungkap lebih banyak detil dunia dari ceritanya. Buat yang belum tahu, seri ini diangkat dari manga Ajin karya Sakurai Gamon, yang sempat dinominasikan untuk penghargaan budaya Tezuka Osamu. Seri manganya sempat direkomendasikan oleh banyak kalangan, karena benar-benar menarik dengan perkembangan cerita yang memukau. Sebagian besar staf yang menangani anime Knights of Sidonia kembali untuk menangani seri ini. Kalau kau suka tema-tema kemanusiaan yang diangkat dalam Tokyo Ghoul, ada kemungkinan cerita Ajin juga bakal membuatmu tertarik.

Dagashi Kashi (feel.)

Shikada Kokonatsu tak mau mengikuti keinginan ayahnya untuk mewarisi toko permen keluarganya di suatu daerah terpencil. Namun seorang gadis aneh bernama Hotaru, yang tergila-gila dengan toko-toko permen, suatu ketika tiba-tiba muncul dan mulai berulangkali datang demi membujuk (memaksa) Kokonatsu untuk mau mewarisinya.

Diangkat dari seri manga karya Kotoyama, Takayanagi Shigehito (sutradara The World God Only Knows) yang akan menyutradarinya, dengan Kamo Yasuko yang menangani naskah. Keduanya sama-sama pernah terlibat dalam Kanamemo dan Tokyo ESP. Belum banyak yang bisa dikatakan tentang seri ini. Tapi ada kemungkinan ini akan menjadi seri yang paling tak terduga di musim ini.

Active Raid: Special Public Security Fifth Division Third Mobile Assault Eighth Unit (Production IMS)

Berlatar di masa ketika sebagian Tokyo telah tenggelam dalam lumpur hisap, Kuroki Takeru dan kawan-kawannya dalam Unit Kedelapan Tim Serang Cepat Ketiga dari Divisi Kelima Biro Khusus Pengamanan Publik, menggunakan powered armor eksoskeleton Willware untuk menanggulangi meningkatnya tingkat kejahatan. Suatu hari, inspektur asisten Kazari Asami, seorang perempuan jenius berusia 19 tahun dan berpangkat letnan, ditugaskan ke unit mereka untuk peninjauan. Namun tujuannya yang sesungguhnya ternyata adalah untuk merehabilitasi unit yang dikenal seenaknya ini.

Juga berjudul Active Raid: Kidou Kyoushuushitsu Dai-Hakkei, ini proyek orisinil baru yang diprakarsai Taniguchi Goro, sutradara ternama dari Code Geass dan Planetes. Akitaya Noriaki (yang pernah terlibat dalam Bakuman) yang akan menyutradarainya. Naskahnya ditangani Arakawa Naruhisa, yang sebelumnya menangani MAOYU serta Outbreak Company. Desain karakter aslinya dibuat oleh Saeki Shun, pengarang Shokugeki no Souma, jadi ada daya tarik tersendiri di visualnya. Lalu dengan konsep mecha eksoskeleton, ditambah temanya tentang kepolisian, ini seri yang buatku betul-betul menarik perhatian. Kualitas naskah dan eksekusinya gelagatnya kuat. Tapi berhubung temanya yang tentang kepolisian, ada kemungkinan juga ceritanya hanya akan cocok untuk sebagian orang.

Luck and Logic (Dogakobo)

Suatu konsep bernama “Logic” mengatur semua aspek kehidupan, termasuk emosi, bakat, ingatan, serta kedewataan. Lalu pada tahun L.C. 922, umat manusia di dunia manusia Septipia menghadapi krisis tak terduga seiring dengan migrasi besar-besaran para dewata yang kalah dalam perang mereka di Tetra Heaven. Dalam salah satu serangan yang terjadi, seorang warga sipil bernama Tsurugi Yoshichika yang tidak memiliki Logic bertemu dewi cantik bernama Athena yang memiliki Logic yang tak ia miliki. Terseret dalam medan tempur, Yoshichika kemudian memulai trance dengan Athena untuk bersama kepolisian khusus ALCA melindungi kota yang mereka tinggali.

Dikembangkan bersama proyek TCG bernama sama keluaran Bushiroad, ini satu lagi proyek orisinil baru yang memiliki konsep dan desain menarik. Chigira Koichi (yang pernah terlibat dalam Gate Keepers dan Full Metal Panic!) akan bekerjasama dengan Naoya Takashi (pernah terlibat dalam A Certain Scientific Railgun S dan Selector Infected Wixoss) untuk menyutradarainya. Takahashi Yuuya, yang menangani naskah untuk seri Lupin III baru tahun ini, yang telah mencetuskan konsep awalnya dan akan menangani komposisi seri. Ini kelihatannya jenis seri di mana ada banyak hal di dalamnya yang bakal terjadi. Secara teknis seri ini kelihatannya takkan buruk.

Schwarzesmarken (Ixtl, LIDEN FILMS)

Jerman, tahun 1983. Invasi makhluk asing BETA secara perlahan menjurus ke barat dan mulai memasuki wilayah Eropa. Sebagai upaya menanggulangi hal ini, Theodor Eberbach dan sejumlah personil terpilih lain ditugaskan ke dalam Skuadron TSF ke-666, suatu unit gerak cepat yang menjadi harapan Jerman Timur untuk bisa bertahan melawan BETA melalui strategi-strateginya yang tidak konvensional.

Diangkat dari seri novel Schwarzesmarken buatan Uchida Hiroki, seri ini menjadi bagian dari waralaba Muv-Luv cetusan Yoshida Hirohiko dan pengembang age. Ceritanya masih nyambung dengan seri Muv-Luv Alternative: Total Eclipse yang sempat tayang beberapa tahun lalu, hanya saja berlatar 18 tahun sebelumnya, di tahap-tahap awal serbuan BETA. Mecha-mechanya masih ada, dan demikian juga dengan desain karakter penuh fanservice-nya. Ceritanya sendiri kelihatannya akan memaparkan kejatuhan front Eropa, dengan nuansa cerita yang lebih berat daripada sebelumnya. Watanabe Tetsuya, sutradara Kimi ga Nozomu Eien, akan kembali setelah sekian lama untuk menyutradarainya. Higuchi Tatsuto yang terlibat dalam Cross Ange yang ditugaskan menangani naskah. Sepertinya akan ada peningkatan kualitas yang cukup mencolok dibandingkan Total Eclipse. Terlepas dari semuanya, ini menjadi salah satu seri yang kurasa patut diperhatikan.

Norn9: Norn + Nornette (Kinema Citrus, Orange)

Sebuah lagu membawa seorang anak lelaki bernama Suzuhara Sorata ke suatu tempat dan zaman yang berbeda. Di kota tua asing yang mengingatkannya akan era Meiji dan Taishou, ia menjumpai tiga orang gadis dan sembilan orang pemuda, yang membawanya pergi dalam perjalanan melintasi angkasa dengan kapal udara Norn yang raksasa.

Diangkat dari otome game berjudul sama keluaran Otomate, selain latarnya yang menarik, premisnya menarik perhatian dengan banyaknya karakter yang ada di dalamnya. Di game aslinya, kita bisa memilih mana dari tiga gadis tersebut (Koharu, Kuga Mikoto, dan Shiranui Nanami) yang mau kita pilih sebagai tokoh utama, dan ketiganya sama-sama memiliki tiga love interest-nya masing-masing. Belum jelas bagaimana bentuk cerita ini akan dipaparkan dalam format anime TV. Terlepas dari itu, ini menjadi debut Abo Takao (pernah terlibat dalam Eureka Seven, Macross Frontier, serta Shingetsutan Tsukihime) sebagai sutradara utama. Lalu naskahnya akan ditangani Takahashi Natsuko yang belum lama ini turut menangani Ore Monogatari!!. Aku benci mengatakan ini. Tapi tergantung format penceritaannya, mungkin aku juga akan tertarik dengan seri ini.

Reikenzan: Hoshikuzu-tachi no Utage (Studio DEEN)

Suatu komet yang melintas menandakan akan datangnya suatu bencana besar. Lalu untuk memilih seorang anak yang ditakdirkan oleh komet tersebut, keluarga klan Reiken yang memiliki sejarah panjang sekali lagi membuka proses ujian masuk untuk mencari murid. Seorang pemuda bernama Ouriku (Lu Wang), yang nampaknya memiliki jiwa istimewa yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun (dalam hal ini, kecerdasan hebat sekaligus harga diri tinggi), memutuskan untuk mengambil ujian masuk ini, demi menempuh jalan untuk menjadi orang bijak yang hebat.

Diangkat dari seri novel online Cong Qian You Zuo Ling Jian Shian yang dibuat oleh Guo Wang Bi Xia yang populer di China dan juga diadaptasi ke bentuk komik, ini seri yang terlepas dari kesan seriusnya, dikabarkan akan penuh lelucon. Suzuki Iku yang pernah terlibat dalam Maze, Kodocha, dan DearS yang akan menyutradarainya (hoo, nama veteran). Seri ini diproduksi dengan kerjasama antara Studio DEEN dan Shenzhen Tencent Computer System Company Limited, dan makanya akan disiarkan bersamaan di Jepang dan China.

Shoujo-tachi wa Kouya o Mezasu (Project No.9)

Houjou Buntarou, seorang remaja yang ingin bisa melakukan sesuatu yang berarti tapi belum tahu apa, didatangi teman sekelasnya yang bernama Kuroda Sayuki, yang tahu-tahu mengumumkan kalau dirinya sedang mencoba membuat suatu bishoujo game. Sayuki ingin mengajak Buntarou bekerjasama karena naskah bagus yang pernah dipenai Buntarou untuk klub drama. Tapi Buntarou ragu karena selama ini tak tahu apa-apa tentang game-game bishoujo.

Juga dikenal dengan judul Girls Beyond the Wasteland, Satou Takuya, yang berperan dalam Steins;Gate dan Selector Infected Wixoss, yang akan menyutradarainya. Sedangkan naskahnya akan ditangani Ayana Yuniko yang pernah terlibat dalam Bakuman. dan Kinmoza. Ini diangkat dari game berjudul sama yang belum lama ini dirilis MinatoSoft. Lalu ini juga menjadi seri ketiga yang mengadaptasi cerita buatan Takahiro, sesudah Akame ga KILL! dan Yuuki Yuuna is a Hero, walau untuk kali ini beliau dibantu oleh Romeo Tanaka untuk naskahnya. Seri ini mungkin sekilas tak terlihat menonjol, dan terkesan seperti anime komedi harem biasa. Tapi berhubung konsep aslinya dicetuskan oleh mereka, biasanya ada kejutan-kejutan tertentu yang bisa diharapkan di dalamnya.

Myriad Colors Phantom World (Kyoto Animation)

Di suatu dunia yang seakan sempurna, yang sebenarnya terlahir dari imajinasi manusia, Ichijou Haruhiko adalah murid di Perguruan Hosea yang melawan makhluk-makhluk yang disebut phantom bersama sejumlah kawan sekolahnya yang lain. Mereka menjalani kehidupan sekolah yang wajar dan damai, sampai terjadinya suatu insiden yang membawa mereka pada kebenaran dunia ini yang sesungguhnya.

Juga dikenal dengan judul Musaigen no Phantom World, seri ini kembali menjadi salah satu proyek KyoAni yang diangkat dari salah satu novel mereka, yang kali ini dari karya Hatano dengan ilustrasi buatan Shirabi. Ishihara Tatsuya yang tenar karena arahan beliau di Harumiya, Chuunikoi, dan belakangan Sound! Euphonium, akan kembali untuk menanganinya. Kualitasnya kelihatan meyakinkan seperti biasa, dan genrenya lumayan membuatku tertarik.

Fairy Tail Zero (A-1 Pictures)

Di Sirius Island, Mavis Vermilion adalah gadis pelayan yang diperlakukan kasar oleh sang guild master dan putrinya, Zera. Namun Mavis terus berpandangan positif, karena perkataan ibunya yang mengatakan kalau para peri tak akan mengunjungi orang-orang yang menangisi masalah-masalah mereka. Sampai guild mereka diserang suatu hari, dan Mavis menyelamatkan Zera dari puing-puingnya. Tujuh tahun sesudahnya, tiga penyihir kuat, Warrod Sequen, Precht, dan Yuri Dreyer datang ke pulau tersebut dan mengetahui tentang insiden itu, tanpa menyadari bagaimana perjalanan mereka akan mengubah haluan sejarah sihir…

Ini adalah seri TV baru yang mengangkat cerita masa lalu awal terbentuknya guild penyihir Fairy Tail. Apa lagi yang perlu aku sebut? Kalau kalian sudah menjadi fans seri Fairy Tail karangan Mashima Hiro… sudah jelas kalian perlu mengikuti seri ini.

Nijiiro Days (Production Reed)

Empat sahabat: Hashiba Natsuki, Matsunaga Tomoya, Katakura Keiichi, dan Naoe Tsuyoshi sama-sama adalah siswa SMA yang tak mengikuti kegiatan klub. Mereka serius menekuni pelajaran mereka di sekolah agar sepulangnya mereka bisa meluangkan waktu bersenang-senang. Topik yang terutama mereka minati adalah soal cinta. Khususnya, tentang rasa suka terpendam Natsuki terhadap Kobaya Anna, seorang gadis dari kelas sebelah.

Seri yang kelihatannya akan menjadi seri drama paling ‘normal’ di musim ini diangkat dari manga shoujo berjudul sama karya Mizuno Minami, dengan cerita yang sepertinya banyak berkembang ke seputar hubungan antar orang. Penyutradaraannya akan dilakukan oleh Amino Tetsuro yang pernah terlibat dalam Shiki dan Macross 7. Lalu naskahnya akan dibuat oleh Itami Aki, yang juga berperan dalam Aku no Hana serta Mushi-Shi. Mungkin karena desain karakternya, ada sesuatu tentang seri ini yang benar-benar menarik perhatian. Terlepas dari itu, kuharap hasilnya bagus.

Beberapa judul baru lain di musim ini meliputi: Ouya-san wa Shishunki! yang tentang seseorang yang baru pindah ke tempat tinggal baru, yang mendapati bahwa ‘pemilik kosnya’ adalah seorang gadis SMP manis yang sekaligus juga mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga di sana, selazimnya seperti yang dilakukan seorang ‘adik perempuan’; Ojisan to Marshmallow, yang menceritakan tentang bagaimana seorang karyawati diam-diam jatuh hati pada rekan sekantornya yang sudah paruh baya… dan menyukai marshmallow; Sekkou Boys, yang tentang… uh, patung-patung kepala fisuf Yunani yang mau bersatu membentuk group idol; serta Shouwa Genroku Rakugo Shinjuu yang mengetengahkan kesenian rakugo di era Shouwa.

Hampir aku lupakan, akan ada juga Oshiete! Galko-chan, yang mengetengahkan tiga siswi SMA berbeda dari latar belakang berbeda, yang dalam persahabatan mereka, kerap membahas dari tiga sudut pandang berbeda ‘berbagai rahasia perempuan yang tak bisa kau bagi bersama lelaki.’

Phantasy Star Online 2: The Animation yang diangkat dari MMORPG futuristik buatan Sega juga akan tayang. Dibuat sebagai peringatan 15 tahun berjalannya waralaba PSO, ceritanya akan sama sekali baru, dan kabarnya sejumlah pemain aktif PSO2 juga dapat tampil sebagai cameo(?) di dalamnya. Walau aku lebih mengenal versi waralaba Phantasy Star yang lebih old school, aku benar-benar lemah terhadap premisnya. Terlepas dari hasilnya, ini bisa menjadi satu seri baru yang aku perhatikan.

Sedangkan untuk seri-seri lama yang akan lanjut kembali meliputi season kedua untuk Assassination Classroom tentang Koro-sensei dan murid-muridnya, yang terindikasi menjadi anime yang kelanjutannya musim ini paling diminati; musim tayang kedua drama militer yang menjelajah dunia lain GATE, yang juga tak kalah peminatnya di kalangan otaku cowok, bagian penutup dari trllogi berbagai konflik Ikebukuro, Durarara!! x2 Ketsu; serta season kedua hubungan si gadis tabib dan pangeran di Akagami no Shirayukihime.

Untuk seri-seri pendek, seri cerita hantu Yamishibai yang termasuk diminati kembali berlanjut dengan musim ketiganya. Teekyu masih berlanjut dengan musim tayangnya yang ketujuh, walau aku tak tahu apa ini masih tentang tenis atau tidak. Lalu kelihatannya akan ada seri Mahou Shoujo Nante Mou Ii Desu Kara. yang tentang seorang gadis serba bisa yang diubah menjadi mahou shoujo oleh suatu makhluk benar-benar mencurigakan yang ditemukannya di tempat sampah.

Servamp yang diangkat dari manga karya Strike Tanaka, dikabarkan juga akan tayang musim ini. Tapi rincian lebih lanjut tentangnya belum ada. Inti ceritanya tentang seorang siswa SMA baru bernama Shirota Mahiru yang berpapasan dengan seekor kucing liar hitam bernama Kuro. Tapi Kuro ternyata bukan kucing biasa, melainkan servamp, servant vampire yang dapat berubah ke wujud-wujud mungil serupa maskot. Mahiru yang tak suka melibatkan diri dalam konflik kemudian terseret dalam perselisihan kuno dan sureal antara manusia dan vampir. Walau terkesan penuh aksi, ini seri yang kudengar sebenarnya lebih ditonjolkan untuk pemirsa wanita dengan banyaknya karakter cowok di dalamnya. Kudengar ceritanya sendiri terbilang seru, dan menarik buat yang suka.

Seri orisinil Bubuki Buranki juga akan dibuat menyambut ulang tahun SANZIGEN Animation Studios yang kesepuluh. Ceritanya… masih agak susah dijelaskan. Tentang bagaimana si tokoh utama Akira Azuma pulang ke Jepang setelah sepuluh tahun, untuk kemudian diculik kawanan bersenjata sebelum kemudian ditolong kekuatan Bubuki milik seorang gadis bernama Asabuki Ougon. Komatsuda Daizen, yang pernah terlibat dalam Evangelion 1.0, akan memulai debutnya sebagai sutradara. Sedangkan naskahnya ditangani oleh Ishii Jirou (CANAAN, Monster Strike) dan Kitajima Yukinori (Gokukoku no Brynhildr, Hamatora).

Satu tambahan adalah akan tayangnya seri empat episode arahan Yamamoto Soubi, yang terbaru dari seri Kono Danshi ciptaannya, Kono Danshi, Mahou ga Oshigoto Desu. Inti ceritanya yang berbau shonen ai tentang… seorang pemuda serius yang pekerjaannya berkaitan dengan sihir, dan suatu hari bertemu seorang pemuda lebih muda yang tertarik padanya. Kalau enggak salah seri ini termasuk dalam rangkaian anime pendek Comix Wave Films Omnibus, yang di dalamnya juga termasuk Tabi Machi Late Show dan juga Kanojo to Kanojo no Neko: Everything Flows- yang dibuat oleh sutradara Shinkai Makoto sendiri.

Satu lagi yang terlewat adalah Pandora In the Crimson Shell: Ghost Urn yang diangkat dari manga karya Shirow Masamune dan Rikudou Koushi. Menyusul versi layar lebarnya yang keluar awal Desember ini, ceritanya tentang seorang anak perempuan cybernetically-enchanced bernama Nanakorobi Nene yang pindah untuk tinggal bersama bibinya di pulau metropolis Cenacle. Di sana ia berjumpa dengan penemu super kaya Uzel Delilah dan kawan cyborgnya, Clarion. Lalu tatkala teroris mengancam pulau tersebut, Nene harus menggabungkan kekuatan dengan Clarion untuk menggunakan kemampuan-kemampuan yang tak diketahuinya sendiri. Nawa Munenori yang pernah menyutradarai Kissxsis dan Nogizaka Haruka no Himitsu yang akan menanganinya. Tapi yang agak mencolok adalah naskahnya yang dipenai Takahashi Tatsuya, yang sebelumnya menangani film layar lebar pertama IDOLM@STER dan Grisaia no Kajitsu. Produksi animenya dilakukan lewat kerjasama Studio Gokumi dan AXsiZ. (…Aku tak yakin apa ini bisa dikatakan sebagai versi lebih moe dari Ghost in the Shell.)

Ada rumor beredar tentang adaptasi anime Drifters yang diangkat dari manga karya pengarang Hellsing, lalu seri keseharian Flying Witch, serta kelanjutan anime fantasi aksi penuh ksatria Nanatsu no Taizai. Mending kita tak bahas dulu soal itu.

Tapi satu rumor yang mungkin layak disinggung adalah akan tayangnya preview episode pertama seri Macross baru, Macross Delta, sebagai episode TV spesial di pergantian tahun ini.

Menjelang Natal, kabarnya episode pertama dari seri baru Mobile Suit Gundam Thunderbolt juga sudah akan tersedia. …Meski animasinya terjamin akan memukau, tetap sayang durasinya hanya 18 menit.

Dari sisi film layar lebar: ada High Speed! – Free! Starting Days, yang mengetengahkan tentang masa SMP Haruka dan kawan-kawannya dari klub renang, yang merupakan cerita asli dari novelnya. Serta… (mainkan drumroll), film pertama dari trilogi anime Kizumonogatari yang telah bertahun-tahun dinantikan oleh para fans seri Monogatari karya Nisio Isin. Di sini akan terungkap awal mula vampirisime yang melanda Araragi Koyomi serta pertemuannya dengan vampir yang nanti menjadi Oshino Shinobu.

Kabar lainnya lagi adalah akan mulai beredarnya episode pertama dari rangkaian cerita pendek Koyomimonogatari, yang (seperti halnya Owarimonogatari yang musim gugur ini tayang) juga termasuk bagian dari season ketiga seri Monogatari. Berhubung formatnya sebagai rangkaian cerita pendek, tiap episodenya akan berformat episode-episode anime pendek yang akan disiarkan melalui aplikasi khusus untuk smart phone. Ceritanya berlatar di titik-titik waktu yang berbeda pada timeline cerita utamanya, dan akan berfokus sepenuhnya pada Araragi Koyomi.

Kalau ada kabar lainnya, akan aku kabari lagi. Mungkin.

Oya, adaptasi lain dari game, Divine Gate, kabarnya juga akan tayang di musim ini.

Satu adaptasi lainnya adalah anime Momokuri, yang diangkat dari manga karya Kurose, tentang romansa manis antara sepasang remaja yang saling suka dan saling memperhatikan satu sama lain (walau satu jauh melebihi yang satunya sih), Kurihara Yuki dan Momotsuki Shinya. Episodenya akan keluar secara bulanan dengan durasi yang bervariasi.

(Dari ANN dan berbagai sumber.)


About this entry