Infinite Stratos 2

Infinite Stratos 2 keluar pada musim gugur tahun 2013 dengan jumlah episode sebanyak 12. Kembali diangkat dari seri light novel populer karangan Yumizuru Izuru, produksi animasinya masih dilakukan oleh studio animasi 8-bit. Perbedaan mencolok dari season pertamanya terutama ada di desain karakternya saja, yang kali ini dibuat oleh Horii Kumi. Tapi sutradaranya kembali adalah Kikuchi Yasuhito di bawah pengawasan Tosaka Susumu. Sedangkan komposisi serinya ditangani oleh Shimo Fumihiko, dan kudengar dengan keterlibatan Yumizuru-sensei sendiri.

Aku beberapa kali pernah ditanya anime apa yang mirip Infinite Stratos. Tapi terus terang, aku enggak benar-benar bisa ngasih jawaban. Sebelumnya, aku lumayan menggemari season pertamanya. Tapi agak tak biasa untuk kasus seri-seri seperti ini, aku tak pernah sampai tertarik untuk mendalami ranobenya. Makanya aku enggak tahu ‘rincian-rincian lebih’ soal ceritanya, dan itu juga jadi satu alasan kenapa seri ini baru aku bahas sekarang.

Anime yang mirip Infinite Stratos? Apa ya?

Kalau mirip dari soal konsep mechanya sih, selain Busou Shinki yang dulu kurang menonjol, dalam waktu dekat bakal ada adaptasi anime Saijaku Muhai no Bahamut dan Hundred yang mengangkat konsep mecha armor lumayan mirip.

Tapi kalau mirip dari soal konsep cerita dan haremnya… apa ya? Kayaknya, Infinite Stratos bisa jadi seri yang lebih unik dari yang aku kira. Soalnya, bahkan seri-seri yang mengangkat tema ‘aku satu-satunya cowok di sini’ enggak banyak yang punya nuansa yang mirip Infinite Stratos. …Itu satu kenyataan yang enggak benar-benar bisa aku jelasin.

Terlepas dari semuanya, season kedua ini kurang lebih mengadaptasi cerita dari buku 5-7 novelnya, yang mana dua karakter utama baru diperkenalkan: sang Ketua Dewan Siswa sekaligus siswi terkuat di IS Academy, Sarashiki Tatenashi yang menggunakan IS Mysterious Lady; beserta adik perempuan yang memiliki hubungan agak renggang dengannya, Sarashiki Kanzashi, yang bersikeras untuk bisa membuktikan diri dengan IS Uchigane Nishiki yang dibangunnya sendiri.

Seperti sebelumnya juga, sejumlah episode OVA spesial yang menyelingi juga menyusul penayangannya. Dalam hal ini: Infinite Stratos 2: Long Vacation Edition dan Infinite Stratos 2: World Purge-hen. (Juga disusul dengan perilisan game Infinite Stratos 2: Ignition Hearts dan Infinite Stratos 2: Love and Purge untuk PlayStation 3 dan PlayStation Vita, masing-masing pada Februari 2014 serta September 2015 lalu.)

Dia Perempuan yang Seperti Kucing

Infinite Stratos 2 berlatar tak lama sesudah season pertamanya berakhir, dan kembali mengetengahkan Orimura Ichika, satu-satunya anak lelaki di dunia yang didapati bisa menggunakan perlengkapan eksoskeleton tempur Inifinite Stratos, yang normalnya hanya bisa digunakan perempuan.

Karena alasan keamanan dan politis, ini membuat Ichika jadi harus digembleng di sekolah multinasional IS Academy, di mana ia menjadi satu-satunya murid lelaki. Lalu di sana, ia juga berhadapan dengan sejumlah siswi yang kemudian menjadi teman-teman dekatnya.

Buat mereka yang lupa, mereka meliputi:

  • Shinonono Houki, gadis jago kendo yang merupakan teman masa kecil Ichika yang untuk waktu lama sempat terpisah darinya. Dirinya juga merupakan adik perempuan Shinonono Tabane, ilmuwan legendaris pencipta teknologi IS, yang keberadaannya saat ini tak diketahui. IS pribadi miliknya adalah Akatsubaki (generasi 4, jarak dekat) yang diberikan Tabane secara khusus untuknya, yang bersenjatakan sepasang katana, dan memiliki kemampuan istimewa dan langka untuk memulihkan energi miliknya sendiri dan IS lain di dekatnya.
  • Cecilia Alcott, gadis kerturunan aristokrat yang merupakan kadet perwakilan IS dari Inggris, yang semula ditugaskan negara asalnya untuk mencari informasi terkait model generasi 3 terbaru Jepang. IS pribadi miliknya adalah Blue Tears (generasi 3, spesialisasi jarak jauh), bersenjatakan utama senapan laser untuk sniper, yang memiliki keistimewaan pada dronedrone yang dapat dikemudikannya secara terpisah dari badannya.
  • Huang Lingyin (‘Rin’), teman masa kecil Ichika yang lain, yang kini hadir di IS Academy sebagai kadet perwakilan dari China. Sempat terpisah lama dari Ichika juga karena sebab pribadi. IS pribadi miliknya adalah Shenlong (generasi 3, jarak dekat-menengah), yang dilengkapi Impact Cannon bernama Ryuhou serta sepasang golok liuyedao yang dapat disatukan menjadi naginata.
  • Charlotte Dunois, kadet perwakilan dari Perancis, yang sebelumnya sempat menyamar sebagai lelaki untuk memata-matai Ichika. IS pribadi miliknya adalah Rafale Revive Custom II (generasi 2, meski yang dimodifikasi berat, membuatnya mampu menangani seluruh jarak), yang memiliki persenjataan dalam jumlah dan jenis sangat banyak yang dapat digantinya secara cepat, sekaligus ‘dipinjamkannya’ pada IS lain dengan seizinnya.
  • Laura Bodewig, kadet perwakilan dari Jerman, seorang manusia ‘buatan’ sekaligus komandan pasukan khusus Schwarzer Hase di negara asalnya. Sangat mengidolakan kakak perempuan Ichika, Orimura Chifuyu, yang menjadi instruktur di IS Academy, dan semula datang ke sana untuk meninjau Ichika secara langsung. IS pribadi miliknya adalah Schwarzer Regen (generasi 3, jarak menengah-jauh) yang memiliki fitur unik Active Inertial Canceller yang dapat menghentikan segala pergerakan.

Konflik utama seri ini datang dari tampilnya grup misterius Phantom Task. Grup ini yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden terorisme di turnamen Mondo Grosso yang di dalamnya Ichika sempat diculik pada awal cerita.

Dimotori oleh perempuan misterius yang menyebut dirinya Autumn, mereka berupaya mencuri IS pribadi milik Ichika, Byakushiki. Pada penghujung season sebelumnya, dalam insiden Silver Gospel, Byakushiki yang semula dipandang sebagai generasi ketiga mengalami Second Shift hingga mewujud menjadi IS generasi keempat, Byakushiki Setsura, satu dari dua IS tercanggih di dunia selain Akatsubaki milik Houki. Lalu perkembangan ini yang membuat Ichika kembali menjadi sasaran Phantom Task.

Atas dasar itu, Tatenashi, yang merupakan pilot IS terkuat di Akademi saat ini (yang sekaligus merupakan kadet perwakilan dari Russia), kemudian ditugaskan Chifuyu-nee menjadi pengawal pribadi Ichika. Berawal dari bagaimana mereka menjadi… kau tahu, teman sekamar. (Menggantikan Charlotte yang sekarang menjadi teman sekamar Laura.)

…Yah, seperti yang para penggemarnya tahu, separuh (atau malah lebih dari separuh) fokus cerita IS juga ada pada keseharian Ichika dan gadis-gadis yang mengelilinginya, di samping segala konflik multinasional ini sendiri. Jadi seperti yang bisa dibayangkan, ceritanya tak benar-benar seberat itu.

Ya, masih soal bagaimana para gadis di sekelilingnya telah jatuh cinta pada Ichika dan saling memperebutkan perhatiannya.

Ya, masih soal bagaimana Ichika dengan kepala tebalnya seakan tak pernah menyadari semua hal ini. (Walau semakin kuikuti, kadang aku dapat perasaan kalau Ichika sebenarnya dengan sengaja melakukannya…)

Melodi Jernih pada Mata Kaki Cinderella

Infinite Stratos 2 bukan seri yang langsung aku ikuti. Soalnya, aku sempat kecewa duluan dengan ceritanya. Aspek harem dan fanservice jujur saja memang jadi satu alasan kenapa season sebelumnya buatku terasa fun. Tapi keseimbangan antara aksi dan komedi(?) yang sebelumnya ada itu lumayan goyah di musim ini. Ya, aku lumayan kecewa. Apalagi dengan bagaimana jumlah heroine-nya jadi bertambah, dan karakter mereka pun bukan yang benar-benar langsung aku sukai.

Tapi kalau melihat di balik itu, terlepas dari aspek naskahnya sendiri, kurasa ada peningkatan tak disangka pada sisi teknis. Di satu sisi, koreografi adegan-adegan aksinya serasa jauh lebih baik. Bukan di soal ‘apa yang terjadi’-nya, tapi lebih di soal ‘bagaimana menggambarkan’-nya gitu. Meski jumlah aksinya enggak banyak, pas lagi ada, hasilnya sempat lumayan bikin aku terkesima.

Sekalian bahas sedikit soal mecha, sekalipun telah memperoleh Byakushiki Setsura yang sebenarnya bisa dibilang imba, Ichika digambarkan masih belum berhasil menggali segenap potensinya. Jadi dirinya masih punya banyak kelemahan gitu. Sehingga di kalangan teman-teman dekatnya, Ichika masih jelas bukan karakter yang paling kuat, walau kerja kerasnya tak dapat dipungkiri.

Dalam adegan latih tandingnya melawan Rin, aku masih belum memahami apa maksud para pembuatnya. Tapi dalam konfrontasi dadakannya melawan Autumn yang menggunakan IS curian Arachne (generasi 2, menengah) yang menyerupai laba-laba, bagaimana kondisi tekad Ichika yang diuji malah membuatnya semakin harus diperhitungkan berhasil membuatku lebih terkesan dari yang aku kira.

Aku sebenarnya berharap Infinite Stratos 2 ada lebih banyak sisi seriusnya (tanpa melepas sisi harem-nya, tentu saja), karena perkembangan cerita seriusnya sebenarnya memang menarik.

Autumn terungkap mengabdi pada pemimpin sesungguhnya(?) Phantom Task, seorang wanita elegan bernama Squall Meusel (IS miliknya adalah Golden Dawn, generasinya sulit diperkirakan), yang padanya Autumn menaruh kesetiaan penuh.

Namun selain mereka, hadir pula sesosok figur yang menyebut dirinya M, yang bukan hanya memiliki penampilan sangat mirip dengan Chifuyu-nee sewaktu muda, namun juga menaruh suatu dendam pribadi pada Ichika untuk alasan yang tak diketahui. M menggunakan IS bernama Silent Zephyrs, yang langsung dikenali Cecilia sebagai ‘saudari’ IS Blue Tears miliknya yang rupanya hilang dicuri Phantom Task. Lalu dalam perkembangannya, M mengungkapkan nama aslinya adalah Orimura Madoka. Hanya saja, sampai akhir, tetap tak terkuak bagaimana hubungan Madoka dengan dua bersaudara Ichika dan Chifuyu.

Sama seperti bagaimana alasan Shinonono Tabane mendadak muncul dan mempercayakan IS Black Knight (kembaran sosok IS generasi 1 White Knight yang pernah dilihat Ichika?) kepada Madoka sampai akhir juga tak terkuak.

Sama juga dengan bagaimana apa sebenarnya White Knight, dan alasan Ichika bisa menggunakan IS, hingga sekarang juga masih tak terkuak.

Yeah, itu sebenarnya… sedikit menyebalkan. Tapi aku bisa memaafkannya karena berbagai fanservice-nya.

Jadi, meski aku tak sepenuhnya memahami apa yang terjadi dalam adegan-adegan aksinya, aspek mechanya sendiri di luar dugaan mengalami peningkatan dibanding musim sebelumnya.

Di samping kemampuan bela dirinya, Sarashiki-sempai terlihat kehebatannya dengan kemampuannya menggunakan Mysterious Lady yang memiliki fitur unik untuk mengendalikan air. Terutama dalam duel habis-habisannya melawan Golden Dawn.

Konflik Tatenashi dengan adik perempuannya, Kanzashi, juga sebenarnya tak buruk. Berakar dari bagaimana sang kakak yang jenius seakan tak tergapai oleh adiknya. Lalu memuncak ketika Kanzashi, yang ternyata sebenarnya merupakan kadet perwakilan Jepang yang resmi, ternyata tertunda untuk punya IS pribadinya sendiri, karena produsennya malah mendahulukan produksi Byakushiki sesudah kemampuan Ichika untuk menggunakan IS terungkap.

Porsinya tak banyak. Tapi bagaimana Ichika, atas permintaan Tatenashi, berusaha memperbaiki hubungan dengan Kanzashi, termasuk bagian cerita yang menurutku menarik. Khususnya dengan bagaimana Ichika berakhir membantunya menyelesaikan Uchigane Nishiki.

Mereka yang Sunyi

Infinite Stratos 2 menurutku berakhir campur aduk. Ada bagian komedinya, ada bagian aksinya, ada sedikit bagian dramanya. Tapi berbeda dibandingkan musim sebelumnya, ini tak tersatukan secara mulus gitu. Secara keseluruhan, jadinya lebih terasa seperti sesuatu yang kurang serius, meski nyatanya enggak juga.

Aku tak tahu apa ini benar atau tidak, tapi ada yang menilai kalau pada season pertamanya, panitia produksinya melakukan beberapa penyesuaian pada cerita dengan maksud agar ini menjadi seri yang one off gitu. Langsung bisa terasa tuntas pada satu season. Sehingga pas mereka ternyata dapat kesempatan untuk membuat season berikutnya, mereka malah jadi tak benar-benar yakin ceritanya mau mereka apakan.

Still, they got the job done. Produksi animenya tuntas dengan hasil lumayan. Para fans juga kayaknya tak benar-benar bisa dibilang kecewa.

Dari sisi musik, musim ini serupa dengan musim sebelumnya. Lagu pembukanya sekali lagi dibawakan suara merdu Kuribayashi Minami, dengan lagu penutup yang juga dibawakan bersama oleh para pengisi suara para heroine-nya. Tapi memang kuakui daya tariknya entah kenapa agak berkurang dibandingkan season pertamanya.

Tapi di akhir seri, aku pribadi tetap sempat berharap kelanjutannya bakal ada lagi. Sesudah aku teringat dengan sejumlah hal menarik terkait karakternya yang aku lupakan (seperti bagaimana Ichika dan Chifuyu secara misterius ditelantarkan kedua orangtua mereka, Cecilia yang sebatang kara dan sampai membuat perjanjian dengan pemerintahannya untuk mempertahankan aset-aset keluarganya, atau bagaimana Houki menyalahkan kakaknya karena secara tak langsung menyebabkan terpisahnya dia dari Ichika dulu), perasaan berharap ini malah jadi tambah kuat.

Ini sempat luput dari perhatianku. Tapi serialisasi novel Infinite Stratos ternyata sempat mengalami masalah, sehingga publikasinya memang sempat tertahan untuk beberapa lama. Mulai buku ke-8 pada sekitar pertengahan 2013, penerbitnya bukan lagi Media Factory (dengan label MF Bunko J), melainkan Overlap (dengan label Overlap Bunko; kalau enggak salah, penerbit ini ada di bawah Kodansha). Karenanya, ilustratornya juga kini berganti, dari semula okiura menjadi CHOCO. Semua buku sebelumnya juga jadi diterbitkan ulang dengan ilustrasi yang berbeda. Kudengar kasusnya karena pelisensian ke penerbit luar negeri yang dilakukan tanpa sepengetahuan Yumizuru-sensei.

Jadi yah, untuk sekarang kita cuma bisa terus berharap.

Kalau kalian sudah jadi fans seri ini, season dua ini memberikan lebih banyak dari apa yang mungkin kalian harap. Tapi kalau kalian pendatang baru (dan penasaran kegilaan para fans terhadap Charl itu karena apa)…

Hmm. Entah ya.

Sekali lagi, nuansa animenya agak beda ketimbang novelnya soalnya. Tapi entah, mungkin itu cuma aku.

Penilaian

Konsep: C+; Visual: A-; Audio: B+; Perkembangan: C+; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B


About this entry