Mobile Suit Gundam Thunderbolt

Menjelang akhir Perang Satu Tahun yang dimulai tahun 0079 U.C., Thunderbolt Sector menjadi medan perang strategis yang dapat menentukan arah berkembangnya perang.

Thunderbolt Sector merupakan suatu kawasan shoal zone di Side 4, yang kepadatan bangkai-bangkai kapal dan koloni luar angkasa di dalamnya sampai menghasilkan fenomena listrik statis menyerupai awan-awan petir. Sektor tersebut pada awalnya dikuasai pihak Zeon, yang menggunakannya sebagai salah satu rute logistik utama ke benteng luar angkasa mereka, A Baoa Qu.

Di antara banyaknya puing-puing koloni luar angkasa yang berterbangan, serta kilatan listrik sesekali, Zeon juga menempatkan sejumlah MS Zaku dan Rick Dom yang berperan sebagai sniper untuk memberi penjagaan. Hal tersebut menjadikan Thunderbolt Sector sebagai suatu wilayah yang sangat sulit ditembus.

Seiring dengan memanasnya konflik antara Zeon dan Federasi Bumi, Thunderbolt Sector kemudian menjadi saksi pertumpahan darah antara dua pilot as yang sama-sama memiliki motivasi kuat untuk menaklukkan wilayah tersebut: Perwira Kepala Daryl Lorenz dari Divisi Living Dead (‘Separuh Hidup’) di pihak Zeon; dan Letnan Muda Io Fleming, dari Moore Brotherhood (‘Persaudaraan Moore’) di pihak Federasi Bumi.

Thunderbolt Station, No Border, No War

Kidou Senshi Gundam Thunderbolt, atau Mobile Suit Gundam Thunderbolt, adalah seri manga yang dibuat oleh Ohtagaki Yasuo yang diserialisasikan di majalah Big Comic Superior milik penerbit Shogakukan sejak tahun 2012. Terkait berita penganimasiannya belum lama ini, aku merasa perlu menyempatkan diri untuk membahasnya.

Ohtagaki-sensei sebelumnya dikenal sebagai pengarang seri astronot Moonlight Mile, yang selain manga, juga sempat dianimasikan di tahun 2007 oleh Studio Hibari (sebuah studio lama yang semenjak tahun 2009, kelihatannya tak mengeluarkan proyek orisinil lagi, dan lebih banyak berkarya lewat kerjasama dengan studio lain). Lalu seperti halnya Moonlight Mile, Gundam Thunderbolt juga berakhir sebagai suatu seri ‘aneh’ yang agak enggak biasa, yang jadi alasan kenapa berita penganimasiannya sempat menarik perhatian.

Jadi, Gundam Thunderbolt adalah satu dari sekian banyak manga yang menjadi side story dari Perang Satu Tahun, yakni era yang ditampilkan dalam seri Mobile Suit Gundam yang orisinil. Meskipun anime Mobile Suit Gundam keluarnya tahun 1979 (aku membahas seri paling awal di sini), seri manga yang mengangkat cerita soal era itu masih terus ada dan dibuat sampai sekarang. (Oke, anime Mobile Suit Gundam: The Origin, yang merupakan versi penceritaan ulangnya, belakangan juga diproduksi sih.)

Beberapa anime seperti The 08th MS Team serta MS Igloo juga mengangkat zaman ini. Tapi keduanya proyek orisinil, dan tidak didasarkan seri lain yang sebelumnya sudah ada.

Makanya, begitu produksi anime Gundam Thunderbolt diumumkan, ada sedikit kesan aneh yang fans rasakan. Soalnya, dari sekian banyak seri manga serupa, apalagi yang telah ada selama puluhan tahun, kenapa baru sekarang ada adaptasi anime dari manga yang sifatnya gaiden kayak gini? Kenapa harus Gundam Thunderbolt? Bukannya Crossbone Gundam yang justru selama ini paling penggemar harapkan untuk dianimasikan? (Soal Crossbone, sebenarnya, ada sejumlah faktor pertimbangan tersendiri sih…)

Bahkan Advance of Zeta, yang selama bertahun-tahun membuatku penasaran dengan desain-desain karakter dan mechanya, selama ini terkesan agak dilupakan.

Tapi terlepas dari itu, kalau ditanya soal apakah Gundam Thunderbolt bagus atau tidak, jawabannya jelas. Seri ini bukan seri yang jelek.

Apa seri ini seru atau enggak?

Jawabannya ya, seri ini bisa dibilang seru.

Jazz Akan Terdengar Pada Saat Dia Datang

Ada dua hal menonjol pada Gundam Thunderbolt. Dua hal ini yang membedakannya—dalam artian baik sekaligus buruk—dari beberapa seri gaiden Gundam yang lain.

Pertama, seri ini menonjolkan karakterisasi yang kuat. Gundam Thunderbolt pada dasarnya menceritakan tentang permusuhan antara Io dan Daryl. Keduanya sama-sama pertama kali saling berhadapan di Thunderbolt Sector. Keduanya sama-sama suka musik. Keduanya sama-sama masih muda, dan memiliki kemampuan mengendalikan MS yang jauh melebihi kolega mereka. (Ada kemungkinan yang tak terlalu dielaborasikan kalau keduanya sama-sama Newtype.) Lalu keduanya juga memiliki kompleksitas situasi mereka masing-masing.

Thunderbolt Sector sebenarnya dulunya adalah wilayah koloni luar angkasa Moore, yang telah hancur berkeping-keping akibat serangan Zeon (yang diindikasikan terjadi karena Moore tidak mendukung kampanye mereka dalam menentang Federasi Bumi). Kehancuran Moore sedemikian parahnya, sampai-sampai fenomena listrik statis di antara puing-puing itu terjadi.

Lalu Moore Brotherhood, tempat Io dan kawan-kawannya dari kapal induk kelas-Columbus Bee Hive (‘sarang tawon’) tergabung, adalah orang-orang yang selamat dari insiden kehancuran koloni ini. Mereka melayani Federasi, demi mengalahkan ‘musuh kejam’ yang telah memusnahkan tanah air mereka. Lalu mereka diutus dalam sesuatu yang sebenarnya adalah rangkaian ‘misi bunuh diri’ demi menaklukkan wilayah ini.

Mengawasi Io adalah Cornelius Caca, salah satu teknisi MS di Bee Hive yang sekaligus merupakan sahabat lamanya. Dirinya yang paling bisa memahami sikap eksentrik Io di antara rekan-rekannya.

Memimpin Bee Hive adalah Letnan Komandan Claudia Peer, seorang wanita muda yang berlaku sebagai kapten sementara (acting captain), berhubung pangkatnya yang dinaikkan sesudah sejumlah seniornya meninggal dalam perang. Dirinya tumbuh besar bersama Io dan Cornelius, dan mungkin pernah menjalin hubungan masa lalu dengan Io. Namun seiring perkembangan cerita, tekanan karena harus mengorbankan nyawa anak-anak buahnya semakin menggerogoti mentalnya.

Mewakili Claudia, adalah Graham, seorang pria yang kehilangan istri dan anaknya dalam serangan Zeon, yang juga memiliki dendam terhadap para pejabat elit di pemerintahan Moore karena keputusan yang mereka ambil dulu. Karena itu pula, Graham juga memiliki antipati terhadap Io dan Claudia yang merupakan keturunan keluarga-keluarga tersebut.

Io belakangan terungkap merupakan putra pemimpin koloni Moore yang melakukan bunuh diri sesudah menyebabkan kematian jutaan penduduknya secara tak langsung. Trauma kejadian itu juga yang membuat Io tak benar-benar merasa ‘pulang ke kampung halaman’ setiba mereka di Thunderbolt Sector. Tapi mungkin itu yang justru membuatnya bisa punya pandangan jernih terhadap situasi pertempuran yang terjadi.

Menjaga Thunderbolt Sector adalah suatu unit eksperimental yang disebut Divisi Living Dead, yang sebenarnya dimotori orang-orang Akademi Sains Zeon. Bermarkas di kapal induk kelas-Papua Dried Fish (‘ikan kering’), para anggotanya terdiri atas orang-orang tunadaksa, yang mengaplikasikan suatu teknologi antarmuka baru dari Zeon yang memungkinkan mereka mengemudikan MS sekalipun tak punya tangan atau kaki.

Keluarga Daryl, meski keturunan Zeon, sebenarnya semula tinggal di Bumi karena status mereka sebagai pengusaha. Tapi mereka diasingkan ke luar angkasa sesudah perang pecah. Lalu agar keluarganya diperbolehkan berizin tinggal di koloni, Daryl diharuskan pemerintah untuk terjun ke medan perang. Dalam serbuan pertama Zeon ke Bumi, Daryl kehilangan kedua belah kakinya…

Memimpin Dried Fish adalah seorang kapten tua bernama Burroughs. Tapi kapal mereka lebih digerakkan oleh teknologi baru yang dibawa tim peneliti Akademi Sains Zeon, yang dimotori Professor Kara Mitchum dan J.J. Sexton. Teknologi ini yang memungkinkan Daryl dan kawan-kawannya yang senasib dengannya untuk tetap bisa berperang.

Meski pernah mendapat medali penghargaan karena hasil penelitiannya, Kara adalah wanita muda yang ayahnya ternyata disandera Zeon sebagai tahanan politik karena paham anti perang yang dianutnya. Kara secara pribadi mengawasi Daryl, terutama selepas hubungannya dengan perwira Hoover, kawan lama Daryl. Sedangkan Sexton adalah rekan sesama peneliti Kara, yang mungkin juga menyimpan kekaguman sekaligus perasaan terhadapnya.

“Kenapa aku tak bisa bunuh orang satu ini?!”

Hal kedua yang menonjol tentang Gundam Thunderbolt, adalah aspek mechanya.

Jadi, singkat cerita, seri ini sempat kontroversial di kalangan penggemar Gundam veteran karena menampilkan teknologi yang kelihatan ‘tak sesuai’ dengan zamannya. Meriam sinar jarak jauh Big Gun yang digunakan Zaku dan Rick Dom milik Divisi Living Dead adalah satu hal, karena konon ditenagai oleh generatornya sendiri. Tapi produksi massal Full Armor GM di sisi Federasi? Ledakan-ledakan raksasa bila ada MS meledak? Beam saber berukuran panjang? Senapan sinar laras ganda di balik tameng yang bisa menembak dan membelah secara kontinyu bagaikan pedang?

Haha. Ada fans yang berpendapat teknologinya seolah melompat sepuluh tahun dari seharusnya. Terutama dengan ditampakkannya meriam-meriam MS bertenaga besar serta tembakan-tembakan misil dalam jumlah banyak.

Sebenarnya, ada beberapa penjelasan (yang bisa terasa agak dipaksa) yang masih membuatnya masuk akal sih. Tapi walau penggemar awam mungkin takkan mempermasalahkannya, tetap saja bagi para penggemar veteran, yang akrab dengan seluk-beluk teknologi era Universal Century, it still kinda weirds you out.

Melihatnya bisa membuatmu merasa aneh gitu.

Kerap ada seri MSV yang terkesan melakukan hal ini. Bahkan seri Gundam 0083: Stardust Memory sempat mendapat tanggapan serupa. Tapi, apa ya? ‘Lompatan’ yang ditampilkan di Gundam Thunderbolt memang terasa lebih ekstrim.

Mungkin juga karena bukan cuma satu-dua MS saja, tapi sepasukan MS yang dilengkapi perlengkapan dan persenjataan berat dari kedua belah pihak yang belum pernah terlihat di seri lain. Seakan pihak Moore Brotherhood dan Divisi Living Dead dipersenjatai dengan teknologi tercanggih yang bahkan tak diberikan kepada tentara Federasi atau Zeon yang utama.

Tapi selama kau tak mempermasalahkannya, desain-desain mekanik di seri ini memang keren-keren. Aksinya, di sela-sela porsi dramanya yang intens, benar-benar berkesan. Penggambaran seluk beluk mekaniknya dilakukan dengan cara yang bikin wow yang sudah lama tak kulihat gitu. Dan memang, kalau mau ditelaah, sebenarnya masih bisa dibilang sesuai dengan zamannya (walau terkesan sedikit maksa).

Singkat cerita, tak lama sesudah pertemuan pertama mereka (yang di dalamnya Daryl dkk membantai habis 24 Full Armor GM yang dikirim khusus untuk memburu timnya), Io dipercaya menggunakan MS Full Armor Gundam untuk memburu jejak divisi Daryl sebelum mereka berpindah tempat. MS ini merupakan versi modifikasi eksperimental dari tipe MS yang kemunculannya telah membalikkan arah perkembangan Perang Satu Tahun. Keluaran yang dapat dihasilkannya besar, namun performanya sepertinya tak stabil.Tapi membalikkan perkiraan semua pihak (yang kelihatannya telah mengirim MS yang canggih tapi susah digunakan ini untuk pejuang yang akan dikorbankan), Io berhasil mengeluarkan potensi sesungguhnya dari FA Gundam, dan untuk pertama kalinya menimbulkan ketidakpastian soal siapa yang berkuasa di Thunderbolt Sector.

Desain FA Gundam sangat mirip dengan Gundam orisinil yang digunakan Amuro Ray. Hanya saja MS versi ini dilengkapi dengan lapisan pelindung tambahan pada sekujur badan. Bentuknya agak beda dari desain MSV Full Armor Gundam yang mungkin telah dikenal sebagian orang. Desain Ohtagaki-sensei di sini tampak lebih padat—seperti halnya FA GM yang dilengkapi perisai-perisai ‘menggantung’ untuk menghadapi debris serta serangan dari arah tak terduga—dan dilengkapi dengan pendorong tambahan, sehingga membuatnya memiliki daya serang dan kecepatan yang lebih di atas rata-rata lagi. (Aku lebih baik tak beberkan semuanya agar tak spoiler.)

Menghadapi ancaman FA Gundam milik Io, Divisi Separuh Hidup mempercepat implementasi teknologi antarmuka baru mereka untuk kendali MS melalui sinyal saraf. Sederhananya, seperti semacam versi awal dari teknologi psycommu yang ditampilkan dalam seri-seri Gundam era UC yang lebih lanjut. Hasilnya adalah Psycho Zaku, Zaku dengan mobilitas luar biasa sekalipun dilengkapi persenjataan berat, yang menjadi ancaman baru bagi pihak Persaudaraan Moore.

Namun saat kedua MS ini saling berhadapan, kondisi kedua belah pihak sama-sama sudah di ujung tanduk.

“Selera musikmu jelek.”

Soal artwork-nya, seperti yang sempat kubilang, seri ini juga termasuk enggak biasa.

Sori. Susah menjelaskannya.

Gaya gambar Ohtagaki-sensei seperti bisa bergulir sesuai keadaan. Mulai dari menggunakan garis-garis tebal penuh lekukan untuk menggambarkan nuansa drama yang old school, sampai ke line art rapi dan lurus saat menggambarkan detail-detail mekanis.

Oke. Mungkin kalian perlu melihatnya sendiri agar kebayang.

Intinya, gaya gambarnya agak beda dari yang biasa dilihat orang. Tapi saat kau lihat, kau masih bisa terpukau kok.

Sebenarnya yang menarik adalah gaya penceritaan yang Ohtagaki-sensei gunakan, yang sekilas terasa melompat-lompat atau tersegmentasi, tapi sebenarnya membentuk gambaran utuh begitu kesinambungan antar bab-babnya terjalin.

Pemaparan karakternya agak enggak biasa buat sebuah seri manga Gundam gitu. Ada kesan melankolis dan putus asa di dalam setiap babnya. Selain aspek-aspek mekaniknya, hal ini yang mungkin menjadi salah satu alasan seri ini dipilih untuk diangkat menjadi anime. Apalagi dengan usia para karakter utamanya yang sudah dewasa dan hubungan rumit yang mereka miliki dengan satu sama lain.

Ada suatu stasiun radio bajakan di suatu tempat di Thunderbolt Sector yang kerap memutar jazz, yang sama-sama sering didengar Io dan Daryl lewat radio pribadi mereka masing-masing. Efek listrik di Thunderbolt Sector nampaknya berpengaruh terhadap kepadatan partikel Minovsky, sehingga siarannya sesekali masih bisa tertangkap. Stasiun radio yang berusaha mengusung suara perdamaian itu ironisnya sama-sama kayak malah menjadi BGM konflik antara Io dan Daryl. Apalagi di tengah bentrokan dua armada besar di wilayah tersebut.

Aku suka cara Ohtagaki-sensei mengangkat kebiasaan Io meminta tisu ke Cornelius untuk hidungnya yang meler sebagai penggambaran atas hubungan mereka. Atau bagaimana beliau menggambarkan pemandangan senapan raksasa berjejer di gudang senjata MS, di mana Cornelius dan Claudia berbicara pribadi karena di sana pintu berlapisnya yang raksasa kedap suara.

Tak ketinggalan, armada Mobile Pod Ball (itu loh, benda bulat yang pernah digunakan Shirou Amada di The 08th MS Team) juga masih banyak digunakan dan dipersenjatai untuk pertahanan jarak dekat.

Ditambah juga dengan bagaimana pihak Zeon yang ditampilkan lebih simpatik dalam cerita ini, lewat nasib tragis para karakternya, serta bagaimana sosok Gundam digambarkan sebagai sosok yang begitu membawa mimpi buruk bagi mereka.

Akhir kata, kalau seri ini jadi dianimasikan, aku seriusan penasaran dengan bagaimana hasilnya.

BGM macam apa yang akan mereka gunakan? Apa mereka akan tetap memakai jazz?

Apa ini langkah lanjut dari pihak produsennya untuk me-retcon tahapan perkembangan teknologi MS era UC seiring dengan keluarnya seri The Origin?

Apa masih ada ‘perang’ antar penggemar sesudah mereka melihat bentuk MS-nya sesudah dianimasikan? (Oke, aku takkan menyinggung dulu soal Atlas Gundam. Soalnya, buset, bahkan aku juga saat pertama melihatnya enggak tahu harus berkomentar apa.)

Kalian tahu? Untuk suatu alasan, aku berharap bisa jadi manusia lebih baik begitu animenya keluar. Entahlah. Aku tak merasa bagaimana-bagaimana tentangnya sih. Tapi hal itu terlintas di kepalaku saat melihat betapa serius dan mendalamnya Ohtagaki-sensei dalam menggarapnya, terlepas dari seperti apapun reaksi yang beliau terima.


About this entry