Daftar Seri Bertema Isekai

Belakangan ini…

Oke. Sebenarnya aku juga kurang yakin persisnya berapa lama.

Belakangan ini, kelihatannya banyak banget muncul cerita-cerita yang bertema soal terlempar ke dunia lain (isekai: ‘dunia lain’).

Lazimnya, seri-seri ini berawal dalam bentuk webnovel, sebelum kemudian diangkat ke bentuk light novel, lalu ke bentuk manga, lalu baru ke bentuk anime.

Lazimnya, seri-seri ini berkisah tentang bagaimana si tokoh utama terjebak di sebuah dunia lain—biasanya dunia fantasi—dan terjebak, dalam artian, tak punya cara buat kembali ke dunia asal. Dengan begitu, tak ada tema ‘bolak-balik antar dunia’ di dalamnya. Kemudian berkat pengetahuan akan dunia lamanya ini atau keistimewaan tertentu lain, si tokoh utama kemudian ‘membangun kekuatan’ di dunia itu sebelum berperan menjadi tokoh yang besar. Kadang ada tema-tema soal perubahan menjadi pribadi yang lebih baik di dalamnya juga, tapi enggak selalu.

…Sesudah aku pikirkan, mungkin tren ini merupakan dampak tidak langsung dari kesuksesan Sword Art Online. Soalnya, di dekade 90an dulu, ide berpindah ke dunia lain ini sudah lumayan sering diangkat. Ada seri-seri macam Fushigi Yuugi atau Juuni Kouki. …Atau Escaflowne atau Kanata Kara. Atau bahkan Aura Battler Dunbine. Tapi yang membedakan seri-seri dengan tema tersebut di masa sekarang adalah nuansa per-game-an di dalamnya yang sekarang jauh lebih kental; sekalipun ceritanya kadang tak ada hubungannya dengan teknologi ataupun game sama sekali.

Di tengah kesibukanku belakangan, aku secara iseng suka baca cerita-cerita macam ini. Alasannya karena di dalamnya sudah ‘terjamin’ ada sesuatu yang ramai atau menarik bagiku. Mungkin juga karena sebagai gamer, aku suka pembahasan hal-hal teknis soal sistem-sistem ‘permainan’ ala RPG gini.

Lalu saking banyaknya cerita-cerita macam ini belakangan, aku secara iseng mencoba membuat daftarnya. Jumlahnya ternyata beneran banyak. Lalu meski semuanya punya ciri khas masing-masing, enggak semuanya benar-benar bisa dibilang bagus…

Honorable Mentions

Sebelum aku mulai, ada beberapa judul yang baiknya kusebut lebih dahulu sebagai honorable mention. Semata-mata karena judul-judul ini mengusung tema dunia lain yang serupa, tapi sudah relatif tenar lebih awal jauh sebelum tren ini melanda. Semua yang disebut di honorable mention ini sudah memperoleh adaptasi anime pada waktu daftar ini pertama kutulis.

  • Zero no Tsukaima – Diadaptasi dari seri novel buatan Yamaguchi Noboru dengan desain karakter buatan Usatsuka Eiji, seri ini mengisahkan bagaimana si tokoh utama, Hiiraga Saito, suatu hari menemukan semacam cermin di tengah jalan, yang saat disentuh menyeretnya ke dunia lain, di mana dia kemudian dijadikan familiar oleh Louise, si tokoh utama wanita (yang dari segi akademis dinilai tidak kompeten), dalam suatu sekolah sihir tertentu (Saito menjadi satu-satunya familiar berwujud manusia). Seri ini muncul sebelum tren isekai ini melanda, tapi sudah menampakkan beberapa ciri khas genrenya, lewat pengetahuan yang Saito miliki tentang dunia asalnya, kemampuan khusus yang dimilikinya untuk menguasai cara pakai bermacam senjata, serta adanya semacam legenda kuno yang mengindikasikan bahwa mungkin dirinya ditakdirkan untuk menjadi pahlawan di dunia itu. Bernuansa harem, sehingga juga menonjolkan para karakter wanitanya. Tapi seri ini terutama dikenal karena berakhir tak tertuntaskan sesudah pengarangnya wafat karena sakit, dan baru belakangan diselesaikan buku terakhirnya berdasarkan catatan-catatan yang beliau tinggalkan. Diproduksi oleh J.C. Staff, adaptasi animenya sendiri pada season terakhir berakhir dengan versi akhir cerita yang dicetuskan oleh para stafnya.
  • Log Horizon – Diangkat dari seri novel buatan Mamare Touno, ini salah satu cerita pertama yang mengangkat soal masuk ke dunia game secara ‘ajaib.’ Tentang sekelompok pemain MMORPG yang mendapati diri mereka terkurung secara misterius di dunia game Elder Tale yang mereka mainkan, dalam artian suatu dunia lain yang benar-benar nyata, di mana para NPC mulai berperilaku selayaknya manusia dan memiliki kehidupan mereka sendiri-sendiri. Berbagai mekanisme permainan masih berlaku dan mempengaruhi kehidupan mereka (seperti sistem level, bangkit kembali sesudah mati, dan sebagainya), tapi dengan berbagai dampak dan efek samping yang tak mereka sangka (seperti resiko kehilangan ingatan dan identitas). Berhubung dicetus oleh pengarang seri Maoyuu, ada banyak aspek politik dan ekonomi yang diangkat di dalam ceritanya, sehingga seri ini memberikan sudut pandang yang lumayan enggak biasa terhadap subjek yang sekilas terasa tak asing. Meski karakterisasinya tak cocok untuk semua orang, seri ini mengesankan dengan bagaimana Shiroe, sang tokoh utama yang benar-benar ahli siasat, menyatukan berbagai orang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tak disangka, dengan cara-cara yang tak terduga, sampai akhirnya ‘membangun masyarakat’ di dunia yang terasa tak asing tapi berbeda di waktu yang sama. Produksi animasinya dilakukan oleh Satelight untuk season pertama dan Studio DEEN untuk season kedua.
  • Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou Desu Yo – Berawal dari seri novel buatan Tatsunaka Tarou dengan ilustrasi buatan Amano Yuu, ini cerita sederhana tentang bagaimana tiga remaja berkemampuan ajaib, yang mungkin berasal dari zaman berbeda-beda, pada suatu hari menerima sepucuk amplop misterius yang sesudah dibaca membawa mereka ke dunia lain di mana berbagai mitologi di dunia menjadi nyata. Ada intrik yang ditampilkan dalam ajang permainan Gift Game, yang mengangkat tema-tema dongeng dan mitologi. Ceritanya berkesan karena Sakamaki Izayoi, sang tokoh utama lelaki, dengan kekuatannya yang misterius, ditampilkan teramat sangat kuat dan seakan tak terkalahkan. Bersama-sama, Izayoi dan kawan-kawannya menolong sekelompok anak terlantar membangun komunitas No Name mereka untuk menghadapi pihak-pihak jahat yang bermaksud menindas. Produksi animasinya dibuat oleh Diomedea.
  • No Game No Life – Sepasang kakak beradik hikkikomori jenius berjulukan Kuuhaku, yang tak bisa terpisahkan dari satu sama lain karena faktor psikologis, menyelesaikan tantangan bermain catur yang mereka terima lewat Internet dan kemudian terlempar ke dunia lain di mana segala sesuatu perselisihan harus dan hanya bisa diselesaikan melalui permainan. Ada sepuluh aturan dasar yang mengikat, yang kesemuanya mengindikasikan bahwa tak ada konsekuensi dari berbuat curang asal tak ketahuan. Bersama, mereka memimpin ras manusia yang sebelumnya tertindas untuk melawan ras-ras lain yang mempunyai berbagai ciri khas dan kemampuan khusus masing-masing, seperti manusia binatang atau manusia bersayap. Diadaptasi dari seri novel buatan Kamiya Yuu, adaptasi animenya yang diproduksi Madhouse terbilang mengesankan, dan lumayan kurekomendasikan kalau otaku factor kalian telah mencapai level menengah.
  • .hack//SIGN – Satu seri yang sempat terlewat karena sudah agak lama, tapi mungkin baiknya kusebut karena statusnya sebagai pionir. Diangkat dari waralaba game .hack keluaran Bandai Namco untuk konsol PS2, .hack//SIGN diproduksi sebagai semacam prekuel untuk cerita di gamenya. Ceritanya tentang berbagai intrik yang berlangsung seputar seorang pemuda penyendiri bernama Tsukasa di dalam permainan MMORPG virtual The World, yang secara misterius dirumorkan menyimpan kekuatan sangat dahsyat. Sesudah Tsukasa mulai menjalin persahabatan dengan kenalan-kenalan baru di dunia tersebut, mulai terungkap bahwa karena suatu sebab, dirinya tak bisa logout, dan dirinya juga telah kehilangan ingatan masa lalunya akan dunia nyata. Mengikuti gamenya, .hack//SIGN sebenarnya seri anime pertama yang mengangkat tema dunia virtual sebelum ketenaran SAO melanda. Meski ada aksinya, ceritanya benar-benar lebih berbasis pada drama dan dialog, dan karenanya mungkin agak susah dimasuki. Di sisi lain, daya tariknya lebih terdapat pada banyaknya pemandangan The World yang berkesan dengan iringan musik gubahan Kajiura Yuki. Bagaimana para karakter memandang keberadaan Tsukasa sebagai suatu ‘fenomena,’ dan bagaimana mereka mencoba memahami dirinya serta satu sama lain menjadi bahasan utama dalam seri ini. Seri .hack yang orisinil tuntas dalam empat game, tapi kesudahan nasib semesta The World dilanjutkan dalam game trilogi sekuel .hack//GU yang memaparkan tokoh-tokoh baru. Serupa dengan pendahulunya, perilisan .hack//GU juga diiringi produksi seri anime .hack//Roots yang juga menjadi semacam prekuel seperti halnya .hack//SIGN. Produksi animasinya dibuat oleh studio bee train.
  • Juuni Kouki atau The Twelve Kingdoms. Diangkat dari seri novel karya Ono Fuyumi (yang juga mengarang Shiki dan Ghost Hunt), ini seri lain yang baiknya perlu disebut karena sedemikian luasnya pembangunan dunianya, yang sejumlah elemennya banyak terlihat dalam seri-seri isekai sekarang. Berlatar di dunia lain yang terinspirasi oleh mitologi Cina, cerita dibuka dengan berpindahnya seorang siswi SMA berambut merah bernama Nakajima Youko bersama dua teman sekelasnya ke dunia tersebut. Meski demikian, ceritanya berkembang jauh lebih luas dari itu, karena fokus turut beralih ke berbagai karakter lain di negara-negara lain. Adaptasi animasinya juga pernah dibuat di awal tahun 2000an dengan disutradarai mendiang Kobayashi Tsuneo, dan sempat menjadi kasus aneh karena berakhir lebih panjang dari durasi ideal. Produksi animasinya dilakukan oleh Pierrot.

The List

Terlepas dari semuanya, berikut daftarnya.

Sekali lagi aku sampaikan, terlepas dari semua kelemahannya, aku sebenarnya lumayan menggemari Sword Art Online (walau sebenarnya aku lebih suka Accel World). Ada sesuatu yang kayak merangsang pikiranku soal ‘persepsi kenyataan’ begitu aku mengikuti bab Mother’s Rosario sampai akhir. Seperti soal: apa batasan tindakan dan kemampuan manusia dipengaruhi oleh persepsi mereka? Kalau aku misalnya mengubah sudut pandangku dikit, apa mungkin sesuatu yang enggak suka/malas aku lakukan bisa menjadi sesuatu yang kulakukan secara rajin?

Sebenarnya, apa yang kupikirkan lebih dalam dari itu sih. Ujung-ujungnya bakal seperti tema di The Matrix lagi. Tapi ini sesuatu yang sudah bolak-balik diangkat dalam buku-buku pengembangan diri, dan makanya aku yakin bukan pikiran yang tolol. Apalagi dengan bagaimana aku sempat terobsesi dengan fitur skill tree belakangan. Yang pada dasarnya kira-kira soal bagaimana kalau kita sudah menguasai A, maka nanti kita akan bisa dapat B dan C, dan seterusnya. Sesuatu yang bisa ngasih harapan bagi orang-orang yang payah gitu.

…Oke. Mungkin soal itu tak usah kubahas lebih jauh.

Balik ke soal daftar, ada lumayan banyak judul yang terbilang lebih cocok untuk orang dewasa. Sekali lagi, enggak semuanya bisa dibilang bagus. Sebagian benar-benar terkesan seperti male empowerment fantasy banget. Jadi hati-hati saja dan pilih-pilih dengan bijak kalau ada salah satu yang mau coba kalian ikuti.

Silakan disinggung dalam komen kalau misalnya ada judul-judul lain yang belum aku tahu. Ntar akan aku tambahkan dari waktu ke waktu.

…Mungkin.

Mushoku Tensei – Isekai Ittara Honki Dasu

Seorang NEET gemuk berusia 32 tahun, yang baru diusir dari rumah pada hari pemakaman orangtuanya, berusaha melakukan satu tindakan baik terakhir dengan mengorbankan diri untuk menolong tiga anak SMA dari truk yang akan menabrak. Sesudahnya, ia mendapati diri terlahir kembali sebagai bayi bernama Rudeus Greyrat di sebuah dunia abad pertengahan, di mana ada sihir dan makhluk-makhluk ajaib. Memiliki kesadaran orang dewasa di tubuh seorang bayi yang masih tumbuh, ia kemudian mencoba mempelajari sihir dari usia muda, dan berujung pada bagaimana sesudah besar ia menjadi punya kekuatan sihir luar biasa.

Berawal dari webnovel karangan Rifujin na Magonote, dengan ilustrasi buatan Shirotaka, selain karena belakangan terkenal dan cerita utamanya belum lama ini tamat, Mushoku Tensei perlu kusebut khusus karena memang benar-benar berkesan. Temanya sederhana, yaitu soal seseorang yang diberi kesempatan kedua dalam hidup untuk memperbaiki diri. Tapi ceritanya menjadi keren karena aspek komedinya yang kocak, perkembangan ceritanya yang penuh kejutan, serta karakterisasinya yang sangat simpatik. Ceritanya sendiri sebenarnya lumayan bernuansa dewasa—sekalipun sejumlah tokohnya berusia muda—karena menyinggung soal pernikahan, penindasan, tujuan hidup, drama kekeluargaan, dan hal-hal lainnya. Tapi di sisi lain, worldbuilding-nya lumayan aneh, dan kadang ada perkembangan cerita yang benar-benar sangat mengangkat alis. Sekalipun demikian, seri ini tetap termasuk bagus untuk jenisnya. Unsur-unsur khasnya sendiri meliputi labirin-labirin misterius penuh monster yang dapat para tokohnya jelajahi, orang-orang berkekuatan ajaib yang sukar dijelaskan peranannya, daftar peringkat orang-orang terkuat di dunia, serta skala konfliknya yang melintasi ruang dan waktu. Tokoh antagonis utamanya juga terbilang unik. …Oh, dan sekali lagi. Ini benar-benar lebih ditujukan buat yang dewasa, mengingat betapa anehnya beberapa hal di dalamnya.

Re:Monster – Shisatsu Kara Hajimaru Kaibutsu Tensei-ki

Seorang pemuda bernama Tamakui Kanata tewas sebagai korban pembunuhan dan mendapati diri terlahir kembali sebagai seorang goblin di sebuah dunia lain, dengan nama panggilan Gobu-rou. Kemampuan lama(?) yang memungkinkannya memperoleh kekuatan baru dari segala yang dimakannya ternyata ikut terbawa ke dalam kehidupannya yang baru. Lalu dengan mengandalkan kekuatan-kekuatan yang diperolehnya dari berbagai makhluk yang ia makan, Rou kemudian membesarkan klannya, yang semula dipandang sebagai spesies monster terlemah, untuk bisa bertahan sekaligus tumbuh di dunia yang diatur hukum rimba.

Berawal dari webnovel buatan Kanekiru Kogitsune, seri ini juga bernuansa dewasa, terutama dengan moralitas ‘abu-abu’ para karakternya, serta karena menampilkan karakter utama yang hobi mencicipi makanan baru. Re:Monster juga termasuk seri yang perlu didekati hati-hati, karena… yah, kelihatannya si pengarang memang suka memasukkan hal-hal begitu ke dalam ceritanya. …Termasuk soal tentakel. Ciri khas yang ditonjolkan Re:Monster adalah penggambaran berbagai jenis monster di dalamnya, aneka kekuatan baru yang si tokoh utama dapatkan dari memakan mereka, serta berbagai bentuk evolusi yang para karakternya peroleh sesudah mereka tumbuh. Ciri khas lain seri ini terdapat pada gaya bercerita ringkasnya yang menyerupai isi buku harian.

Hai to Gensou no Grimgar

Sekelompok remaja terbangun di dasar sebuah menara misterius. Tanpa bisa mengingat apapun tentang diri mereka, sesudah keluar, mereka mendapati diri di dunia asing Grimgar di mana bulan bercahaya dengan warna merah. Ternyata, mereka bukanlah kelompok pertama ataupun terakhir yang muncul dari sana. Lalu mereka ternyata kini berstatus sebagai tentara cadangan dari Kerajaan Altana, yang kesehariannya mengharuskan mereka berhadapan dengan kawanan-kawanan monster liar serta kabar-kabar tentang pasukan Raja yang Tak Bisa Mati. Haruhiro, si tokoh utama yang tak pandai bicara dan kurang percaya diri, tersisihkan bersama anak-anak lain yang ‘tak diminati’, dan harus berjuang untuk menemukan cara agar bisa mandiri dalam kehidupan mereka yang baru.

Diangkat dari seri novel karangan Juumonji Aoi dengan ilustrasi buatan Shirai Eiri, Grimgar menonjol dibandingkan seri-seri sejenisnya karena menampilkan karakter dalam jumlah banyak sekaligus, lengkap dengan segala keragaman kepribadian di antara mereka. Ada isu-isu persahabatan dan kepemimpinan yang diangkat. Lalu meski ceritanya dimulai dengan lambat dan ada banyak tokoh yang namanya tiba-tiba harus diingat, perkembangannya memang menarik dan lumayan menghanyutkan. Dari segi cerita, Grimgar menampilkan aspek keprofesian yang para karakternya harus dalami lewat berbagai guild yang ada, dan menonjolkan berbagai misi perburuan monster secara berkelompok yang para tokoh utamanya harus penuhi. Agak berbeda dari cerita-cerita sejenisnya, para karakter utama di Grimgar adalah underdog yang ‘ketinggalan’ dan benar-benar harus berjuang dari bawah, dan mereka tak punya kemampuan khusus yang membuat mereka bisa lebih menonjol. …Di antara semua cerita di daftar ini, mungkin Grimgar adalah seri paling ‘aman’ untuk kurekomendasikan. Grimgar juga sudah diangkat ke bentuk anime pada waktu tulisan ini aku edit. Produksi animasinya yang dibuat oleh A-1 Pictures memiliki nuansa visual mirip lukisan yang benar-benar khas.

Re: Zero Kara Hajimaru Isekai Seikatsu

Sepulang belanja dari convenience store, seorang remaja bernama Subaru Natsuki tahu-tahu mendapati diri telah berada di tengah pasar sebuah dunia lain. Sesudah berkenalan dengan seorang gadis separuh elf, Subaru terlibat serangkaian kejadian yang berujung pada tewasnya dirinya dan orang-orang yang baru dikenalnya dalam suatu insiden pembunuhan. Tapi sesudah terbunuh, Subaru mendapati diri kembali berada di tengah pasar yang sebelumnya, dengan waktu yang sudah terputar balik. Kini, ia harus mencari cara agar tragedi bisa dihindari dan semua pihak bisa keluar dengan selamat.

Diangkat dari seri novel karangan Nagatsuki Tappei dengan ilustrasi buatan Otsuka Shinichirou, Re:Zero menarik karena mengkombinasikan tema dunia lain dan misteri; dengan tokoh utama yang tak punya keistimewaan menonjol lain selain kemampuan ajaib misteriusnya untuk me-reset ke masa lalu. Subaru harus mengumpulkan kepingan petunjuk dan membuat rencana untuk tindakannya yang selanjutnya, sementara ada banyak tokoh menakutkan yang harus ia hadapi. Ceritanya semakin berkembang dengan ‘kasus-kasus’ baru, latar-latar tempat baru, yang menjadi lumayan menarik diikuti seiring dengan dipaparkannya rincian dunianya secara sedikit demi sedikit. Meski memang tak cocok untuk semua orang, adaptasi animenya yang dibuat oleh White Fox benar-benar sukses. Menurutku pribadi, mungkin bahkan menjadi adaptasi dari novel ke anime paling bagus dalam sepuluh tahun terakhir.

OverLord

Seorang pemuda dengan sedih harus menerima MMORPG virtual yang disukainya akan diberhentikan. Tapi saat ia bertahan sampai detik terakhir penutupannya, Momonga mendapati bahwa dunia virtual yang dihuninya terus berlanjut, dan ternyata telah menjadi nyata. Ini ditandai dengan bagaimana para NPC bawahan, yang ia dan teman-temannya dulu ciptakan, kini seakan menjadi hidup. Tapi dunia tempat mereka kini ia berada sudah berbeda dibandingkan waktu game dulu. Lalu terjebak di wujudnya kini sebagai tengkorak, Momonga kemudian memimpin para bawahan barunya untuk menguasai(?) dunia.

OverLord yang dikarang Maruyama Kugane, dengan ilustrasi khas bernuansa gelap buatan so-bin, terutama menonjol karena menampilkan ciri khas berupa tokoh utama yang tak lagi berwujud manusia. Ceritanya menarik karena dunia Momonga yang baru ternyata berbeda dari MMORPG Yggdrasil yang sebelumnya dikenalnya, meski berbagai skill dan monster di dalamnya tetap serupa. Tapi yang terutama membuatnya berkesan adalah bagaimana status Momonga sebagai makhluk tengkorak telah sedikit mengubah sifat-sifatnya sebagai ‘manusia,’ bagaimana dia kebingungan karena tahu-tahu mendapat sejumlah pengikut setia yang notabene berbahaya, dan terutama bagaimana wanita yang menjadi tangan kanan sekaligus love interest-nya adalah seorang yandere. Meski secara fisik tak terkalahkan, cara Momonga harus memutar otak demi menjaga citranya yang berwibawa, tanpa membuat keadaan tambah runyam, menjadi apa yang membuat ceritanya keren. Seri ini juga sudah diadaptasi ke bentuk anime, dengan produksi yang dilakukan oleh Madhouse.

Death March kara Haijimaru Isekai Kyusoukyoku

Seorang programmer berusia 29 tahun bernama Suzuki, yang sedang kewalahan mengejar deadline suatu proyek RPG di kantornya (yang ia ragukan bakal sukses), terbangun dan mendapati dirinya telah menjadi remaja 16 tahun kembali di sebuah dunia lain, dengan nama Satou. Semula menyangka kalau ini cuma mimpi—karena ada fitur menu ala RPG melayang-layang di depannya, yang serupa dengan yang dikembangkannya untuk game—keadaan kemudian memaksa Satou menggunakan fitur serangan hujan meteor yang hanya bisa dilepas secara terbatas (yang ada berkat keputusan pihak manajemen yang menyebutkan kalau game rancangannya terlalu susah untuk pemula). Serangan itu kemudian memusnahkan sejumlah besar musuh di sekitarnya, langsung menaikkan level Satou dari 1 ke 310, memberinya loot berbagai pusaka dan harta, dan membuatnya menjadi sosok yang sangat kuat.

DesuMachi agak berbeda karena juga menonjolkan fitur-fitur game sosial di samping elemen-elemen RPG tradisional. Elemen khas di dalamnya meliputi pistol sihir yang Satou andalkan dalam aksinya, nuansanya yang lebih mirip perjalanan wisata, serta bagaimana berbagai skill yang dapat Satou pelajari terlebih dahulu harus ia ‘alami’ sebelum ‘tersedia’ dan dapat ia naikkan tingkatannya menggunakan poin. Terlepas dari itu, nuansa ceritanya dipertahankan relatif ringan dengan bagaimana Satou sebisa mungkin berusaha menikmati waktunya di dunianya yang baru (sesudah dibuat stres karena kerjaan di dunianya yang lama), bersama teman-temannya yang baru (dengan mengaku sebagai pedagang keliling yang tak istimewa), terlepas dari hal-hal besar yang terjadi di sekeliling mereka. Meski tak terlalu menonjolkannya, ini juga termasuk seri yang punya elemen-elemen agak dewasa.

Tensei Shitara Slime Datta Ken

Mikami Satoru, seorang pegawai kantoran lajang berusia 37 tahun, meninggal dunia saat berusaha melindungi juniornya yang diserang pria berpisau. Dirinya kemudian mendapati diri telah terlahir kembali kembali sebagai slime di sebuah dunia lain, dan karena semacam kesalahpahaman (yang berakar dari gosip Internet yang menyebut bagaimana bila seseorang tetap perjaka sampai usia 30 tahun, dirinya akan menjadi wizard; sampai 40 tahun, menjadi sage; dan sampai 50 tahun, menjadi archsage), Satoru menjadi memiliki kemampuan khusus sage yang memberinya penjelasan dan petunjuk akan segala sesuatu yang ada di dunia ini melalui sebuah suara di dalam kepala(?)nya. Sesudah memindahkan seekor naga kuno legendaris dari tempat penyegelannya (karena keduanya sama-sama kesepian), dirinya kini bernama Rimuru Tempest, dan menjadi terlibat intrik antar berbagai ras selepas absennya naga tersebut.

Diangkat dari web novel karangan Fuse, Tensei Shitara Slime Datta Ken unik karena sudut pandang karakter utamanya sebagai segumpal slime mungil yang lucu(?). Dimulai dari awal dirinya hanya bisa bergerak tanpa bisa melihat dan mendengar, sampai ketika ia bisa ‘melihat’ dan ‘mendengar’ serta mewujudkan badannya sesuai apa-apa yang diserapnya, yang sekaligus memberinya kekuatan-kekuatan baru, termasuk meniru wujud dan menduplikasi benda. Ceritanya termasuk menarik di balik nuansanya yang ringan, dengan pembangunan dunia yang bagus serta tema perkembangan masyarakat dan perebutan pengaruh. Elemen khas di dalamnya adalah bagaimana memberikan ‘nama’ pada suatu makhluk hidup pada saat yang sama juga akan memberikan kekuatan. Seperti yang bisa diharapkan dari seri-seri begini, terkadang ada perkembangan ceritanya yang lumayan mengangkat alis.

Tate Yuusha no Nariagari

Empat orang pemuda dipanggil dari dunia lain untuk menyelamatkan dunia menggunakan empat senjata pusaka. Tapi sang tokoh utama, seorang mahasiswa otaku bernama Iwatani Naofumi, yang terpilih sebagai ‘pahlawan tameng’, mendapati dirinya ditipu dan dipermalukan pada hari ketiga di dunia tersebut, membuatnya mengalami krisis kepercayaan yang sampai membuatnya kehilangan rasa indera pengecap. Tak bisa menggunakan senjata lain selain tameng dan karenanya tak bisa menyerang, Naofumi yang kini pemuram terpaksa menggunakan cara-cara lain untuk bertahan, yang selanjutnya membuatnya tenar secara baik sekaligus buruk.

Diangkat dari novel buatan Yusagi Aneko dan ilustrasi buatan Seira Minami, daya tarik Tate Yuusha ada di konflik moral yang dialami karakter Naofumi, yang dari pesimis dan tak peduli sesudah dikhianati, kembali menjadi orang yang punya pengharapan dan kepercayaan selama perjalanannya. Tate Yuusha juga salah satu seri yang cerita utamanya sudah tamat waktu ini kutulis, dengan durasi lumayan panjang, dan perkembangan berbobot yang terbilang seru. Di samping interaksi dan persaingan antara keempat Pahlawan dan pengikut mereka masing-masing (dalam menghadapi suatu gelombang serangan musuh misterius yang datang berkala), ciri khas seri ini adalah terkuaknya berbagai kemampuan baru yang diberikan masing-masing senjata pusaka (yang sebagian misterius), tema seputar diskriminasi rasial dan agama, serta berbagai hal yang Naofumi dan rekan-rekannya temui sebagai pedagang keliling, sebagai penemu dan pencipta berbagai barang… serta beragam hal aneh lain. Terutama karena jenis konfliknya yang tak biasa, ini termasuk salah satu seri yang lumayan direkomendasikan.

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu

Di MMORPG Cross Reverie, Sakamoto Takuma yang tak pandai bergaul dikenal sebagai Diablo berkat kekuatannya yang jauh melampaui pemain lain. Tapi suatu ketika, Takuma mendapati diri berada di dunia lain dengan wujud Diablo dari Cross Reverie, dan mendapati ada dua gadis—seorang gadis elf dan seorang gadis kucing—yang bertengkar tentang siapa sesungguhnya yang telah memanggilnya. Sihir yang mengharuskan Takuma tunduk sebagai budak kemudian balik terpantul pada keduanya akibat kemampuan Magic Reflection Diablo yang langka. Tak bisa melepas dua gadis yang kini hanya bisa patuh terhadapnya, Takuma tak punya pilihan selain bersikap ala Raja Iblis dari dunia lain, karena tak punya cara lain untuk menghadapi mereka.

Seri ini berawal dari webnovel buatan Murasaki Yukiya, dengan ilustrasi asli buatan Tsurusaki Takahiro. Sejujurnya, ini satu seri yang benar-benar kuperhatikan semata-mata karena karakter-karakter perempuannya. Plotnya kurang menonjol dibandingkan judul-judul lain yang sejenis. Tapi kekurangan tersebut diimbangi dengan pemaparan beragam situasi yang menarik, yang biasa ditimbulkan oleh saking kuatnya Diablo serta begitu berbedanya dunia Cross Reverie yang ini dengan yang sudah dikenalnya (karena dunia yang ini lebih berlatar di masa depan?). Meski ditampilkan secara sederhana, ada elemen-elemen intrik politik dan kebangkitan raja iblis yang jahat di dalamnya juga.

Risou no Himou Seikatsu

Yamai Zenjirou, seorang pegawai kantoran biasa, mendapat undangan untuk hidup di dunia lain sebagai suami seorang perempuan cantik yang ternyata seorang ratu di dunia tersebut. Terungkap sebagai keturunan keluarga kerajaan yang pernah pindah dari dunia tersebut, Zenjirou menerima tawaran perjodohan itu karena masih lajang, sudah tak punya kerabat dekat, dan tak benar-benar punya alasan buat menolak. Tapi ada situasi perpolitikan tertentu yang membuat kehadirannya berperan lebih besar dari yang semula ia sangka.

Dikarang oleh Watanabe Tsunehiko dan diilustrasikan oleh Ayakura Juu, seri ini menampilkan contoh paling ‘normal’ dari ‘kehidupan baru di dunia lain,’ yang mungkin bisa digambarkan dengan bagaimana sang suami ikut pindah mengikuti sang istri. Ceritanya lebih cocok buat dewasa (karena, yeah, berfokus ke soal pernikahan) dan alurnya agak lambat (meski ada sihir, tak benar-benar ada aksi di dalamnya) dengan fokusnya ke keseharian. Tapi ada lumayan banyak hal menarik di dalamnya kalau diperhatikan, terutama menyangkut berbagai barang berteknologi yang Zenjirou bawa dari dunia asalnya, seperti kulkas, AC, dan konsol game portabel. Ada perjuangan yang Zenjirou harus lalui untuk menghasilkan listrik dengan generator mikrohidro yang ia bawa. Lalu ada juga hal-hal seperti etika sosial yang harus ia pahami, mulai dari soal membaca huruf sampai ke kancah perpolitikan yang istrinya hadapi.

Konjiki no Word Master

Dengan taruhan nyawa sang putri, empat orang remaja dipanggil ke dunia lain untuk menjadi pahlawan. Tapi ada satu orang tambahan, seorang remaja penyendiri bernama Okamura Hiro, yang secara kebetulan ikut terbawa. Memutuskan untuk menjelajahi dunia sendiri tanpa terikat kewajiban untuk menyelamatkan dunia, Hiro kemudian mendapati kalau dirinya dianugrahi kekuatan Word Master, yang bagaikan cheat di dunia yang menyerupai game ini.

Dikarang oleh Tomoto Sui dan diilustrasikan oleh Sumaki Syungo, seri ini menonjolkan tak hanya soal bagaimana kalau misalnya kau terbawa ke dunia lain, tapi juga soal bagaimana kalau kau misalnya punya akses ke cheat untuk melakukan hampir semua yang kau mau di dunia tersebut. Dengan menulis aksara kanji ke udara dan ke benda-benda, Hiro dapat memanipulasi sifat dan parameter berbagai hal di sekelilingnya. Lalu hal ini jadi menarik dengan sifat Hiro yang tak mau susah dan serba perhitungan, serta kaitannya dengan konflik antar ras yang ia temui. Ini juga salah satu cerita yang sebenarnya sudah lumayan panjang, tapi belum sempat kuikuti lebih jauh karena beberapa alasan.

Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku o!

Satou Kazuma, seorang otaku sekaligus hikkikomori, meninggal dunia secara membosankan dalam suatu kecelakaan lalu lintas. Tapi saat berikutnya, ia kemudian diberitahu kalau ia memperoleh kesempatan menjalani kehidupan baru di sebuah dunia lain oleh seorang dewi bernama Aqua. Saat Aqua mengatakan ada satu hal yang secara bebas bisa Kazuma minta untuk bawa, Kazuma berkata kalau lebih baik Aqua saja yang ia bawa ke dunia lain tersebut. Bahkan tanpa kesempatan buat protes, permintaan tersebut kemudian mengakibatkan Aqua ‘dipecat’ dari posisinya, langsung digantikan oleh seorang dewi lain, dan terpaksa ikut Kazuma ke dunia yang baru. Tapi kenaifan Aqua, beserta kekuatan besar yang dimilikinya, tak dinyana malah menyeret Kazuma yang hanya ingin sebuah kehidupan damai ke dalam berbagai masalah.

Dikarang oleh Akatsuki Natsume dan diilustrasikan oleh Mishima Kurone, berbeda dari seri sejenisnya, ini seri yang murni lebih bersifat komedi. Tema-tema dari genre ini tetap ada, seperti calon-calon pahlawan dengan senjata-senjata pusaka dan tentara kegelapan yang dari jauh dikabarkan akan menyerang. Tapi seri ini kelihatannya mempelesetkan semuanya dengan cara-cara konyol, seperti tokoh utama yang benar-benar tak mau terlibat dalam urusan dunia, atau seorang penyihir yang terobsesi dengan ledakan. Tak ada ‘sistem permainan’ yang benar-benar bisa didalami, tapi konsep dunianya secara umum cukup menarik. Seri ini juga sudah diadaptasi menjadi anime oleh Studio DEEN, yang secara mengejutkan, lebih bagus dari sangkaan banyak penggemar.

World Customize Creator

Saat sedang memainkan gamenya di kuil, Tagami Yuusuke mendengar suara di dalam kepalanya dan tahu-tahu terbawa ke dunia lain. Ia terbangun di kuil Dewa Kehancuran, dan disangka merupakan inkarnasi dewa tersebut karena memiliki rambut berwarna hitam yang langka. Saat menyadari bagaimana kemampuan kustomisasi benda yang sebelumnya ia sangka hanya ada pada gamenya ternyata dianggap sebagai suatu kekuatan mistis yang tak dimiliki orang lain, Yuusuke terlibat dalam konflik antar negara yang dipicu oleh perbedaan strata antara orang-orang yang berkekuatan sihir dan yang tidak.

Dikarang oleh Hero Tennki, di antara seri-seri sejenisnya, WCC termasuk seri dengan alur cerita relatif sederhana. Alur ceritanya agak lambat, yang mungkin terkesan kurang menonjol, meski memang jadi menarik sesudah berkembang. Ciri khas yang ditonjolkannya adalah kemampuan Yuusuke untuk mengkustomisasi suatu benda, yang meliputi perubahan bentuk dan sifat, dengan ketersediaan jumlah material sebagai batasan. Aksinya meliputi bagaimana ia membangun tembok-tembok dari tanah atau memunculkan jebakan-jebakan instan di dalam ruangan, sampai membangun menara di tengah kota dalam sekejap. Sementara, kekuatan mistis lain yang harus ia hadapi mencakup kekuatan untuk memanipulasi elemen-elemen air, angin, tanah, dan api. Ilustrasinya dibuat oleh Kyouka Hatori.

10 nen goshi no HikiNEET o Yamete Gaishutsushitara Jitaku goto Isekai ni Ten’ishiteta

Sepeninggal orang tuanya, Houjou Yuuji, 30 tahun dan pengangguran, akhirnya memutuskan untuk keluar rumah sesudah sepuluh tahun menjadi hikkikomori. Namun rumahnya sepertinya telah berpindah ke dunia lain berhubung hal pertama yang ia lihat bersama anjingnya adalah makhluk bersayap berukuran benar-benar besar. Anehnya, pasokan listrik dan air serta koneksi Internet di rumahnya juga masih tersedia.

Dikarang oleh Bandou Tarou dengan ilustrasi buatan Benio, ini satu-satunya cerita bertema isekai yang aku tahu yang benar-benar sepenuhnya mengangkat sisi soal kehidupan sehari-harinya. Tak lama sesudah awal cerita, si tokoh utama menjumpai seorang anak perempuan yang kemudian sedikit banyak diasuhnya. Lalu berbagai aspek dunia lain yang ceritanya gali lebih ke soal mencari penghidupannya. Ibaratnya kalau pakai contoh RPG, ini lebih ke Harvest Moon daripada Dragon Quest (meski ada aspek Internet). Aku sendiri masih belum yakin soal perkembangannya, tapi anjing si tokoh utama kelihatannya sengaja dibuat lebih mengesankan ketimbang pemiliknya.

Gunota ga Mahou Sekai ni Tensei Shitara, Gendai Heiki de Guntai Harem o Tsukucchaimashita!

Seorang pemuda mantan hikkikomori bernama Hotta Youta terbunuh akibat masa lalu yang teramat ia sesali. Lalu ia terlahir kembali sebagai seorang anak yatim piatu bernama Lute di dunia lain. Berharap bisa menebus kesalahannya yang telah lalu, Lute ingin bisa menjadi kuat agar bisa menolong orang lain. Namun, Lute ternyata tak terlahir dengan cukup kekuatan sihir yang menentukan strata sosial orang di dunia ini. Meski begitu, Lute memutuskan untuk tetap melakukan apa yang ia bisa, sekalipun dengan kekuatan sihir yang terbatas. Solusi yang ditemukannya adalah dengan mengandalkan pengetahuannya yang mendalam tentang seluk-beluk senjata api.

Seri ini dikarang oleh Meikyou Shisui dengan ilustrasi buatan Shizuri. Di antara semua seri di daftar ini, seri ini yang paling direkomendasikan untuk mereka yang lebih menyukai tembak-tembakan serta karakter-karakter bertelinga binatang. Sang karakter utama memperkenalkan beragam senjata api serta berbagai metode pemakaiannya di dunia abad pertengahan yang didominasi sihir. Beberapa ciri khas seri ini antara lain adegan-adegan aksi dinamis yang menonjolkan pemakaian sihir penguatan tubuh, titik berat lebih pada tema penciptaan barang, adegan tembakan rentetan senapan mesin, serta pada bagaimana Lute jadi terseret pada konflik kepentingan berbagai orang. Selebihnya, elemen-elemen pembangunan dunianya termasuk sederhana, dan meski awal ceritanya menarik, pola perkembangan ceritanya lumayan uh, tak lazim.

Tilea no Nayamigoto

Shioda Tetsuya, karena masalah delusi yang timbul karena chuunibyou, berakhir dikucilkan oleh keluarganya dan meninggal dunia dalam keputusasaan sebagai perjaka berusia tiga puluh tiga tahun. Ia bersumpah bahwa seandainya terlahir kembali, ia akan menjauhi segala macam khayalan dan menjalani hidupnya secara penuh. Ternyata, hal tersebut benar-benar terjadi. Tetsuya terlahir kembali di dunia lain sebagai anak perempuan bernama Tilea dari suatu keluarga bahagia dengan semua ingatan lamanya. Meski jenis kelaminnya berubah, segalanya berlangsung relatif lancar… sampai saat adik perempuannya juga mulai menunjukkan gejala chuuni dengan bertingkah seolah dirinya adalah reinkarnasi dari salah satu Jendral sang Raja Iblis.

Dikarang oleh Rina Shito dan diilustrasikan oleh U35, seri ini mengangkat premis tak asing soal reinkarnasi ke dunia lain dan mengubahnya menjadi komedi kesalahpahaman yang benar-benar tak biasa. Si tokoh utama, tanpa disadarinya sendiri, adalah tipe karakter imba yang punya kekuatan jauh melebihi manusia lain. Tapi ia bertindak dan bersikap seolah si adik perempuan dan kawan-kawan barunya adalah orang-orang yang menderita chuunibyou akut, dan makanya berusaha membantu mereka (meski nyatanya, mereka benar-benar adalah reinkarnasi antek-antek sang Raja Iblis). Ini termasuk yang ringan dibaca dan menghibur.

The New Gate

Suatu MMORPG virtual bernama The New Gate berubah menjadi permainan kematian yang menjebak para pemainnya di dalamnya. Sesudah perjuangan penuh pengorbanan, salah satu pemain terkuat, Shin, berhadapan dengan musuh terakhir, Origin, dan berhasil mengalahkannya. Menjelang akhir permainan, ketika para pemain akhirnya bisa logout, Shin memperoleh sejumlah titel baru yang membuat parameternya berlipat ganda yang awalnya tak ditanggapinya serius. Namun sebelum ia sendiri menekan tombol untuk keluar, sebuah pintu misterius terbuka, yang tak dinyana, membawa Shin ke dunia 500 tahun di masa depan sesudah kekalahan Origin, di mana tantangan-tantangan baru akan mesti ia hadapi.

Seri ini dikarang oleh Kazanami Shinogi dan diilustrasikan oleh Makai no Juumin. Terlepas dari kemiripan awalnya dengan SAO, The New Gate termasuk menarik karena mengeksplorasi jeda waktu 500 tahun sesudah kemenangan Shin serta bagaimana dunianya berubah menjadi nyata dan bukan lagi sekedar dunia game. Ibaratnya, porsi ekspansi di mana karakter kita yang sudah menjadi kuat terbawa ke konten permainan yang baru. Ceritanya tak terlalu menonjol dari segi tema, namun perkembangannya termasuk yang lumayan mudah kunikmati. Ceritanya menonjolkan betapa berbedanya kekuatan Shin dibandingkan orang-orang lain di sekelilingnya, elemen-elemen perdagangan dan pembuatan barang, elemen pembuatan karakter yang kini menjadi nyata, serta beragam misteri seputar kedatangan kembali Shin sesudah 500 tahun menghilang di mata dunia.

Kekkon Yubiwa Monogatari

Siswa SMA biasa bernama Satou menyukai Hime, gadis blasteran dan teman sekelasnya yang telah menjadi sahabatnya sejak kecil. Namun saat liburan musim panas, Hime yang tinggal bersama kakeknya hendak berpamitan karena sudah waktunya ia kembali ke negaranya. Tak rela membiarkan Hime pergi tanpa sempat mengutarakan perasaannya, Satou akhirnya menyusul Hime… yang negara asalnya ternyata berada di sebuah dunia lain. Hime rupanya adalah putri kerajaan Nokanautica yang mengemban tugas untuk menikah dengan Raja Cincin yang merupakan satu-satunya orang yang mampu melawan kekuatan Abyssal King yang jahat. Karena serangkaian keadaan, peran Raja Cincin kemudian diambil alih oleh Satou, yang meski senang karena bisa bersama Hime lagi, mulai bingung saat cincin pernikahan yang perlu diperolehnya ternyata bukan hanya satu pasang.

Ini seri manga yang belakangan terkenal yang dibuat secara mencolok oleh Maybe, pengarang Tasogare Otome x Amnesia. Terlepas dari bawaan si pengarang untuk menjadi sedikit nakal (dan karenanya, membuat seri ini lebih cocok buat dewasa), di balik kesan awalnya yang sederhana, ceritanya terbilang seru dengan gaya gambar yang benar-benar indah. Satou, meski terlihat seperti karakter utama cowok yang generik, kerap bertingkah di luar dugaan dengan melakukan hal-hal yang konyol. Kurasa seri ini bisa semakin terkenal pada beberapa waktu ke depan.

Isekai de “Kuro no Iyashite” tte Yobareteimasu

Sepulang dari acara karaoke bersama teman-temannya, seorang gadis berusia 22 tahun bernama Kanzaki Misuzu tahu-tahu diseret oleh tangan-tangan hitam yang membawanya berhadapan dengan seorang lelaki misterius, sebelum ia tiba-tiba tersadar telah berada di sebuah dunia lain yang ajaib, lengkap dengan sihir dan kerajaan. Dengan memanfaatkan pengalamannya membaca berbagai novel tentang reinkarnasi dunia lain, Misuzu mendapati ada sistem mirip game yang bisa digunakannya untuk mengembangkan kekuatan. Memperkenalkan diri sebagai pengelana tersesat bernama Renee Kanzack, ia lambat laun dikenal sebagai sang “Penyembuh Hitam” karena warna rambutnya yang hitam dan betapa langkanya kekuatan sihir penyembuhan yang ada di dunia tersebut.

Dikarang oleh Fujimiya Miya dan diilustrasi oleh Murakami Yuichi, ini salah satu seri bertema isekai yang lebih condong untuk pembaca perempuan. Renee dikisahkan bertemu berbagai pria tampan, baik dari kalangan orang biasa, ksatria, maupun pangeran; serta bermacam situasi yang mengharuskannya bersikap taktis demi menghilangkan kecurigaan dan mencegah masalah. Kalau diceritakan, kesannya tak semenarik itu. Tapi ada sesuatu tentang seri ini yang membuatnya tetap menarik dibaca. Salah satu ciri khas Kuro Iyashitte adalah bagaimana orang-orang yang mempunyai kekuatan sihir akan bisa berusia sangat panjang dan sangat awet muda, dan kadang membuat Renee bingung soal hubungan di antara mereka.

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu

Misumi Makoto, seorang siswa SMA, dipanggil ke dunia lain untuk menjadi pahlawan karena kontrak yang telah dibuat oleh kedua orangtuanya (yang ternyata berasal dari dunia tersebut). Hanya saja, begitu dipanggil, dirinya dianggap ‘jelek’ oleh sang dewi dunia bersangkutan, dan kemudian ditelantarkan di wilayah tandus para monster tanpa diberikan kekuatan yang harusnya menjadi bagiannya. Untungnya, Tsukuyomi, dewa bulan yang mengawasi dunia asal Makoto, menyadari perilaku buruk sang dewi. Tsukuyomi lalu memberikan sebagian besar kekuatan yang dimilikinya untuk menolong Makoto bertahan hidup.

Dikarang oleh Azumi Kei dengan ilustrasi buatan Matsumoto Mitsuaki, ini seri bertema dunia lain yang menonjol karena punya nuansa dongeng dunia khayal yang kuat. Meski alur plotnya relatif biasa, pembangunan dunianya menarik dengan keterlibatan dewa-dewi atas manusia serta makhluk-makhluk pengikut yang lain. Situasi Makoto terbilang unik, karena dikisahkan ia tak mampu memahami bahasa manusia (tapi bisa memahami bahasa monster) akibat tak memiliki berkah sang dewi. Memperumit keadaan, ada dua orang lain selain Makoto yang konon juga telah didamparkan sang dewi ke dunia ini. Tapi di sisi lain, Makoto menemukan kawan-kawan seperjalanan dari sejumlah ras nonmanusia, yang sebagai memberinya kekuatan menakjubkan. Ciri khas lain seri ini ada pada kemampuan Makoto untuk membentuk semacam ‘ruang penciptaan’ di sekelilingnya, yang memungkinkannya memanipulasi apapun yang ia mau; adanya semacam alam lain yang dapat dibawa-bawa di mana Makoto dan para pengikutnya membangun peradaban; serta keahlian asli Makoto dalam menggunakan busur dan panah.

Kumo Desu ga, Nani ka?

Dalam konflik terakhir antara sang Pahlawan dan Raja Iblis, sebuah kelas berisi siswa-siswa SMA menjadi korban tak disengaja dari dahsyatnya benturan kekuatan yang melintasi dimensi. Seorang siswi pemuram, yang selama ini menjalani hidup asosial di rumah maupun di sekolah, mendapati dirinya terlahir kembali sebagai sesosok monster laba-laba. Berusaha mencari jalan untuk bertahan hidup, sekaligus keluar dari labirin tempat ia dilahirkan, ia mendapati ada banyak elemen game dalam dunianya yang baru yang kemudian menunjangnya untuk menjadi monster yang kuat.

Dikarang oleh Okina Baba dan diilustrasikan oleh Tsukasa Kiryu, ini judul relatif baru yang pada saat ini kutulis, benar-benar sedang populer. Memiliki elemen-elemen yang mirip Re:Monster, daya tarik seri ini terletak pada kepribadian internal Kumoko-chan yang riang dan konyol (“Nai waaa!”), serta perkembangan ceritanya yang benar-benar ambisius. Dari waktu ke waktu, ceritanya akan memunculkan bab-bab side story yang tiba-tiba mengisahkan apa yang terjadi pada teman-teman sekelas si tokoh utama. Bab-bab tersebut awalnya agak mengganggu aliran cerita utama. Namun lambat laun, seluruh ceritanya kemudian menyatu dengan perkembangan benar-benar mengejutkan. Beberapa elemen khas yang seri ini tonjolkan adalah kemampuan Appraisal (untuk mengenali/membaca benda dan barang) yang berperan vital bagi si tokoh utama dalam memperoleh informasi, serta pada bagaimana tanpa sengaja, ia jadi memperoleh akses terhadap sejumlah kekuatan terlarang.

(Jumlah seri bertema isekai ini seriusan udah terlalu banyak! Kalian yang baca ini, ayo tolong bantu lengkapi!)


About this entry