Ushinawareta Mirai o Motomete

Aku sudah agak lama ingin menulis tentang Ushinawareta Mirai o Motomete, atau yang judul bahasa Inggrisnya adalah In Search of the Lost Future. Subjudulnya yang berbahasa Perancis, À la recherche du futur perdu, kurang lebih berarti sama, yang kira-kira adalah ‘mencari masa depan yang hilang.’

Sebelumnya, perlu aku sampaikan kalau ini bukan seri yang cocok buat kebanyakan orang. Ada beberapa hal tertentu tentangnya… yang kalau dibahas bisa agak memicu perdebatan.

Terlepas dari semuanya, anime ini diangkat dari game visual novel dewasa berjudul sama buatan Trumple yang keluar tahun 2010 (dan konon merupakan satu-satunya judul yang perusahaan tersebut keluarkan sebelum bubar). Adaptasi animasinya berjumlah 12 episode, diproduksi studio Feel, dan pertama mengudara pada musim gugur tahun 2014.

Pengumuman anime ini secara khusus menarik perhatianku karena nama Hosoda Naoto tercantum sebagai sutradara. Beliau yang mengarahkan seri komedi Hataraku Maou-sama! yang hasil akhirnya benar-benar mengesankan. Karenanya, aku jadi penasaran seperti apa seri-seri berikutnya yang akan beliau tangani.

Alasan lain lagi: desain karakter dalam versi game Waremete sangat memikat.

…Benar-benar sangat memikat. Kata-kata doang enggak cukup buat menjabarkannya. VN-nya kayak jenis yang dengan melihat desain karakternya saja, kau bisa langsung jatuh cinta dan penasaran soal apa ceritanya.

Tapi berhubung aku masih belum tahu banyak, mari kita kesampingkan dulu bahasan versi VN untuk saat ini.

Change the Past and Future

Waremete berlatar di Perguruan Uchihama.

Dikisahkan bangunan lama di sekolah tersebut rencananya akan dirubuhkan dan diganti yang baru. Festival sekolah berikutnya pada tahun itu akan menjadi yang terakhir yang diadakan di sana. Karena itu, para murid sepakat untuk mewujudkan festival yang akan datang ini menjadi yang paling meriah yang pernah ada.

Ceritanya sendiri berfokus pada sekelompok teman yang tergabung dalam Klub (Komunitas?) Astronomi. Meski sekilas terkesan seperti klub biasa, para anggotanya terdiri atas orang-orang yang paling dikenal di Uchihama. Karenanya, mereka sering dimintai tolong saat ada persoalan yang timbul di lingkungan sekolah mereka.

Di awal cerita, para anggotanya terdiri atas:

  • Akiyama Sou; karakter utama, dan mungkin satu-satunya anggota yang benar-benar menekuni astronomi di klub tersebut.
  • Sasaki Kaori; teman masa kecil Sou, yang perhatian tapi sedikit ceroboh, serta diakui sebagai salah satu gadis tercantik di Uchihama.
  • Hasekura Airi; gadis ramping sahabat dekat Sou dan Kaori yang punya bawaan mengurusi orang, memiliki pembawaan atletis yang membuatnya dikenal sebagai salah satu orang ‘terkuat’ di sekolah, dan secara teknis menjabat sebagai ketua klub.
  • Hanamiya Nagisa; satu-satunya kakak kelas di klub, yang berbadan mungil tapi anggun, berasal dari keluarga (sangat) terpandang, dan sangat pengertian dalam mengurusi adik-adik kelasnya.
  • Kenny Eitarou Osafune; sahabat Sou, anak blasteran dari luar negeri yang sering bicara menggunakan dialek asing (terutama tentang kekasihnya di seberang lautan, Jennifer).

Dalam perkembangan cerita—seiring dengan rangkaian kejadian aneh yang dilaporkan terjadi selama persiapan festival, yang mencakup laporan-laporan gempa bumi ‘setempat’ dan kesaksian-kesaksian adanya hantu—Klub Astronomi kemudian kedatangan seorang murid baru bernama Furukawa Yui, gadis berambut perak yang untuk sementara ditampung di rumah Nagisa-sempai, sesudah ditemukan oleh Sou dan Kaori dalam keadaan telanjang dan hilang ingatan sesudah salah satu insiden.

Mengulang-ulang Takdir

Sebelum bahas lebih jauh soal apa yang terjadi, baiknya aku bahas dulu seri ini sebenarnya seperti apa.

Dulu aku pernah menyinggung kalau anime-anime yang diangkat dari VN (galge) biasanya punya kekhasan tertentu. Nah, Waremete menurutku merupakan anime sejenis itu yang ‘kekhasannya’ paling kuat sejauh ini.

Bagaimana seri ini memaparkan dunianya, kerumitan hubungan yang dimiliki para karakternya, serta dorongan untuk mengungkapkan perasaan sekaligus mengubah nasib; hal-hal tersebut terasa sangat kuat di sepanjang cerita. Jadi walau ada beberapa rincian yang tersamar dan tak benar-benar dijelaskan sampai tuntas, nuansa khasnya itu berhasil tersampaikan secara kuat.

Terlepas dari beberapa kelemahan teknis yang seri ini punya (dan beberapa elemen cerita yang terbilang klise untuk genrenya), itu suatu keberhasilan langka yang jarang terlihat pada seri-seri anime bergenre serupa.

…Sori, aku juga enggak yakin bagaimana menjelaskannya. Tapi kekhasan situasi yang kumaksud kira-kira seperti berikut.

Kaori misalnya, memendam perasaan cinta pada Sou, yang kini ikut diasuh oleh keluarga Kaori (yang hanya terdiri atas Kaori dan ibu Kaori, Sasaki Shiori), sehingga situasi mereka sudah kayak sebuah rumah tangga walau nyatanya hubungan mereka belum ke arah sana. Hanya saja, Airi nyatanya juga memendam perasaan yang sama terhadap Sou. Airi enggan mengungkapkannya karena tak ingin merusak hubungan persahabatan yang terlanjur dimilikinya dengan mereka.

Nagisa-sempai, terlepas dari sikap dewasa yang selalu ia perlihatkan, juga punya masalah-masalahnya pribadi. Tapi dengan pengaruh keluarganya yang besar, dirinya tetap mengambil tindakan untuk menolong dan menampung Yui; dan bahkan mendaftarkannya sebagai seorang murid pindahan di Uchihama juga, seolah-olah itu hal mudah baginya.

Kenny… hmm, dia agak aneh.

Tapi intinya, setiap karakter seperti punya ‘cerita’ mereka masing-masing yang perlahan tergali seiring berlalunya waktu. Lalu selama hari-hari persiapan festival ini, ada suatu keseharian membahagiakan dan seakan tidak akan berakhir bagi para anggota Klub Astronomi ini.

…Sampai suatu kecelakaan terjadi, persis menjelang terlaksananya festival. Lalu terungkap bahwa di balik sifat pendiam dan ingatannya yang hilang(?), ada suatu hal tertentu yang Yui harus lakukan apapun yang terjadi.

Kemungkinan Otak adalah Mesin Turing

Perkembangan cerita Waremete sebenarnya lumayan gampang tertebak. Ada elemen-elemen khas galge yang sudah diperlihatkan sejak awal, ditambah unsur-unsur sains fiksi yang sudah diindikasikan sesekali (terutama melalui kubus berbahan misterius yang ditemukan Nagisa). Tapi anehnya, tetap ada daya tarik tertentu yang seri ini punya dibandingkan seri-seri lain sejenisnya.

Membahas soal teknisnya, animenya terus terang gagal mengimbangi daya tarik visual gamenya. Sekejap melihat episode pertamanya saja, aku langsung sadar akan dua hal: satu, anime ini dibuat dengan anggaran sangat ketat, karena itu kelemahan visual anime ini seakan menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari; dua, dalam budget ketat itu, masih juga sempat ada ‘sesuatu’ yang terjadi dalam proses produksinya. Kendala apaa gitu yang membuat produksinya tak optimal.

Aspek visualnya mengalami perbaikan selama penayangannya berlanjut (mungkin ini gelagat kalau stafnya sempat kurang orang). Tapi tetap saja kualitas visualnya tak bisa mengimbangi kualitas CG gamenya yang sekali lagi, sangat luar biasa.

Eksekusinya di sisi lain terbilang bagus.

Kalau kau berpengalaman dalam mengedit video, terlepas dari kualitas naskahnya sendiri, kau mungkin bisa menyadari betapa rapinya pengaturan adegan dan tempo cerita di sepanjang seri ini. Walau animasinya sederhana, dalam satu frame kadang ada beberapa interaksi karakter yang terjadi sekaligus. Jadi selama kau enggak keberatan dengan tema ceritanya, kau enggak bakal benar-benar bisa bilang kalau penceritaannya membosankan.

Sifat para karakter juga lumayan berhasil tercermin bahkan hanya dari bahasa tubuh mereka. Setiap pergantian hari ditandai dengan munculnya angka yang ditimpakan pada keseluruhan frame, yang meski mungkin enggak langsung disadari sebagian orang, tapi sebenarnya sangat membantu untuk memahami apa-apa yang terjadi dalam cerita. (Petunjuk: itu penanda tanggal dan hari.)

Aspek audionya sama sekali tak buruk. Para seiyuu, yang merupakan gabungan dari beberapa nama veteran dan beberapa nama yang belum terlalu kukenal, terbilang melakukan peran mereka dengan sangat, sangat baik. Musik pembuka dan penutupnya terbilang lumayan. Lalu soundtrack latarnya lumayan ‘masuk’ dalam suasana.

Sekali lagi, naskahnya tipikal cerita romansa ala galge. Jadi kalau kau bukan jenis yang mentolerirnya, lebih baik kau jauhi seri ini. Jangan maksain diri. Tapi kalau kau tipe orang sentimentil yang suka dengan hal-hal kayak gini, anime Waremete termasuk yang benar-benar berkesan.

Berkesan dalam artian, bahkan bisa agak ‘menghantui’ kamu pada saat-saat yang enggak kamu duga…

“Besok kita akan bertemu lagi, ‘kan?”

Aku sebenarnya termasuk yang hati-hati dalam memilih seri-seri kayak gini (Penyebabnya karena aku pernah trauma dengan sesuatu berjudul Kimi ga Nozomu Eien.). Tapi walau mengangkat tema-tema yang kadang menurutku stupid, Waremete menurutku berhasil karena menyampaikan tema-tema tersebut dengan cara yang tak membuatku eneg.

Karakter utama, yang biasanya menjadi sumber keenggaksukaanku, termasuk mending di seri ini. Sou punya bawaan tipikal seperti protagonis-protagonis lain dari seri-seri sejenis. Dalam perkembangan cerita, dirinya juga berbuat kesalahan-kesalahan yang serupa. Tapi entah kenapa, aku tak merasa antipati seperti yang biasa kurasakan terhadap karakter-karakter sejenis. Bahkan, sebelum ‘titik balik’ yang dialaminya pun, Sou menurutku karakter yang lumayan simpatik.

…Sekali lagi, alasannya tak  bisa kujelaskan. Lalu aku juga sadar ada banyak orang yang mungkin punya pendapat sebaliknya.

Dengan segala keterbatasannya, Waremete berhasil jadi seri yang konsisten kualitasnya dari awal sampai akhir (kalau bukan agak meningkat di tengah-tengah). Ya, kau mungkin kecewa karena penggalian karakter Kaori ternyata tak lebih dalam dari yang kau harap. Ya, kau juga mungkin agak aneh dengan perkembangan ceritanya yang… memang agak aneh (mungkin ini salah satu tanda kalau ada ‘rute’ berubah. Ini salah satu jenis cerita yang memiliki true ending). Lalu ya, kau juga mungkin aneh—dan agak seram—dengan sebagian aspek sains fiksi yang tahu-tahu saja telah ada di cerita. Mungkin juga kau gimanaa gitu dengan aksen Inggris aneh yang Kenny perlihatkan. Tapi terlepas dari semua keterbatasannya, tetap ada beberapa hal luar biasa yang seri ini punya.

Di akhir, mungkin kau juga enggak benar-benar bakal mengerti beberapa hal terkait ending-nya… Tapi tetap saja, ada sesuatu yang luar biasa!

Aku serius penasaran kenapa Hosoda-san memilih menyutradarai seri ini. Aku juga jadi ingin tahu seperti apa sebenarnya selera pribadi beliau. Tapi terlepas dari itu, aku kagum dengan bagaimana beliau mengerjakan sesuatu yang akan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, tapi tetap memberikan hasil terbaik yang beliau bisa.

Kau bisa lumayan ‘merasakan’ kalau misalnya ada orang yang enggak suka hasil akhir karyanya sendiri. Tapi dari Waremete, aku enggak merasakan apa-apa seperti itu.

Ini termasuk seri yang tak akan kurekomendasikan. Tapi tetap ada beberapa hal pribadi yang kusadari dari mengikuti ini. Jadi kurasa ini bukan seri yang akan bisa kubenci.

Mohon pendapatnya untuk mereka-mereka yang sudah tahu tentang VN-nya.

Penilaian

Konsep: C-; Visual: C; Audio: A; Perkembangan: B; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: B

Update, 5 Januari 2016

Jadi belum lama ini, aku kesampaian melihat episode OVA Waremete, yang bisa dibilang merupakan episode 13. Ceritanya membeberkan closure yang menarik terhadap nasib Yui dengan tiba-tiba menempatkannya bukan di bulan Oktober seperti sebelum-sebelumnya, melainkan di pertengahan musim panas. Jadi ‘kali ini’ Yui diindikasikan tiba di Uchihama lebih awal dari sebelumnya. (Atau… ini musim panas sesudah festival? Kesadaran Yui tiba lebih akhir, yang berarti Nagisa-senpai sudah lulus dan semua tragedi yang sebelumnya terjadi berhasil dihindari?)

Berasumsi bahwa episode ini terjadi sesudah cerita di seri TV-nya, maka kelihatannya episode ini mengindikasikan kalau ada good ending yang akan ia dapat? (Lagi, aku enggak bisa jelasin kenapa aku mikir kayak gini.)

Ceritanya benar-benar tambahan dan bisa dibilang side story, tapi sedikit memberi informasi soal kubus berbahan misterius yang usianya mungkin lebih tua dari yang semula disangka.

Hasilnya menurutku menarik. Seenggaknya cukup memuaskan keinginan untuk bisa melihat lebih banyak soal Sou dan kawan-kawannya.


About this entry