Aldnoah.Zero (Season 2)

Sekali lagi buat yang belum tahu. (Walau kayaknya kebanyakan yang baca di sini pasti udah tahu sih.)

Aldnoah.Zero merupakan seri anime mecha yang diproduksi lewat kerjasama A-1 Pictures dan Troyca. Musim keduanya (episode 13-24) belum lama ini ditayangkan pada awal tahun 2015 lalu. Seri ini dulu menarik perhatian karena ceritanya digagas oleh Urobuchi Gen, yang sebelumnya tenar melalui Puella Magi Madoka Magica serta Fate/Zero. Ditambah lagi, sutradara Ei Aoki, bersama beberapa staf lain yang dulu menangani Fate/Zero, juga turut berperan dalam penanganan seri ini.

Sebelum lanjut, aku katakan ini dulu di awal: jangan tonton season kedua ini sebelum season pertamanya.

Seriusan. Lebih baik kamu lupain kalau anime ini ada kalau season pertamanya belum kamu lihat.

Meski bener-bener menarik, ini jenis cerita yang memang agak hit or miss. Seandainya season sebelumnya kamu enggak suka, kamu kemungkinan besar juga enggak akan suka dengan season ini. Jadi lebih baik jangan membuang waktu.

Di samping itu, juga ada pergeseran tema yang lumayan kentara di season kedua ini, yang sangat terasa apalagi sesudah season pertamanya ditutup dengan perkembangan memukau yang lumayan ngegantung. Jadinya sayang banget kalau di-spoiler kalau kamu langsung melompat ke season ini.

Yah, intinya itu dulu.

“Semua yang kau punya akan menjadi milikku.”

Paruh kedua seri ini berlatar satu setengah tahun sesudah klimaks di season sebelumnya.

Di sisi pasukan Kekaisaran Vers, Slaine Troyard telah membuat kesepakatan dengan Count Saazbaum sesudah membawa pergi Putri Asseylum Vers Allusia yang kini koma. Nyawa Asseylum berhasil dipertahankan dengan peralatan penyokong kehidupan. Tapi Slaine sadar bahwa kerjasamanya dengan Saazbaum berlangsung di bawah todongan senjata. Karenanya, dirinya tak bisa hanya berdiam diri dengan keadaannya yang sekarang.

Sedangkan di sisi pasukan Bumi, Kaizuka Inaho telah menyelesaikan masa rehabilitasinya dan bergabung kembali dengan teman-teman lamanya di kapal induk Deucalion, yang secara resmi kini telah menjadi bagian dari pasukan PBB. Inaho telah diakui sebagai pahlawan yang telah membalikkan keadaan perang, dan dalam mata kirinya kini tertanam sesuatu yang disebut analytical engine, yang bisa dibilang merupakan senjata rahasia baru pihak Bumi.

Kedudukan dan pengaruh Slaine semakin naik dalam peperangan yang kembali berlangsung, melalui tindakan-tindakan yang mau tak mau harus dilakukannya untuk memastikan nasib dirinya dan sang putri. Lalu Inaho juga kembali ke garis depan dengan memanfaatkan mata barunya untuk misi pribadinya menemukan jejak Asseylum.Terutama sesudah sosok putri yang dikenalnya telah digantikan sosok yang diyakininya palsu, yang memotori propaganda untuk penyerangan Vers ke Bumi.

“Pembohong.”

Mungkin susah buatku menilai Aldnoah.Zero tanpa agak bias. Sama kayak temanya sendiri, ceritanya kayak dipaparkan sedemikian rupa sehingga bisa menimbulkan kesan subjektif yang beda-beda di masing-masing orang.

Aku suka sih. Tapi alasan aku suka bisa beda jauh dengan alasan suka orang lain misalnya.

Terlepas dari naskahnya, kualitas eksekusinya sih yang pertama kali menarik perhatian. Seri ini menurutku termasuk berhasil memanfaatkan seoptimal mungkin jumlah episodenya yang enggak banyak, tanpa lupa memberi perhatian pada sejumlah karakter sampingannya. Ada bagian-bagian yang jelas terasa dipersingkat, terutama yang terkait dengan skala konflik yang terjadi—mulai dari ukuran kapal sampai cakupan medan perang—sehingga tak dinyana, cakupan konflik antara Kekaisaran Vers dan Pasukan Gabungan Bumi punya kesan lebih sempit dibandingkan season lalu.

Tapi pada saat temponya mesti melambat, ceritanya juga melambat, memberi kesan kuat pada momen-momen lembut yang dirasakan para karakter sentralnya. Lalu saat lagi intens, keintensannya juga lumayan berhasil dipaparkan, walaupun saking banyaknya detil yang ada bisa membuat apa yang terjadi agak luput dari mata sejumlah orang; bahkan buat orang-orang yang udah kebiasa dengan adegan-adegan mecha bertempo cepat kayak aku.

…Oke. Mungkin itu agak susah dijelaskan.

Paling kerasanya: jadinya ada lumayan banyak latar cerita yang berakhir kurang terpaparkan. Seperti soal struktur komando di pasukan PBB, kondisi di planet asal Mars, dan sebagainya. Fokusnya hanya bolak-balik dari Bumi ke Bulan, lalu Bulan ke Bumi, sehingga enggak banyak pemandangan eksotis yang bisa dilihat.

Tapi mengingat materi ceritanya yang kayak gini, ditambah dengan keterbatasan jumlah episode yang ada, sekali ini aku mesti ngasih pujian terhadap kualitas eksekusinya.

Ada beberapa kelemahan. Tapi sisi-sisi positifnya kayak berhasil ditonjolkan semaksimal mungkin.

Untuk lain-lainnya, kualitas presentasinya masih sama solidnya dengan season sebelumnya. Lalu soal ceritanya sendiri…

…Seperti yang kubilang, ceritanya di luar dugaan lumayan beda dibandingkan season sebelumnya, man.

“Mata kiriku yang bilang begitu.”

Paruh kedua ini memberi fokus yang lebih banyak pada diri Slaine.

Slaine memainkan permainan berbahaya di mana ia membohongi semua orang, memanfaatkan segala yang bisa ia ambil, hingga ia menjadi tokoh antagonis berkesan yang melupakan apa hal penting yang harusnya ia pertahankan. Semua akibat latar belakang masa lalu yang ia alami, yang lumayan berhasil disampaikan secara efektif tanpa jadi terlalu berkesan menceramahi.

Jadinya, bila season pertama menonjolkan seri ini sebagai seri mecha aksi di mana yang lemah harus bisa menjatuhkan yang kuat, season keduanya berubah jadi lebih seperti political thriller. Aku belum pernah membacanya sebelumnya, tapi perkembangan ini seriusan mengingatkanku akan novel Gundam (yang sejauh ini dinilai non-canon) Hathaway’s Flash yang konon menampilkan hubungan antar karakter serupa.

Adegan-adegan mechanya tetap ada kok. Seriusan, seri ini masih tetap bagus. Tapi season ini jadi lumayan beda dibanding seri sebelumnya, juga dalam hal gimana analytical engine di mata Inaho memberinya kemampuan yang benar-benar beda. Maksudku, dia jadi kayak cyborg gitu, dengan kemampuan pemrosesan data yang terhubung langsung ke otaknya, dengan sejumlah konsekuensi pada dirinya sendiri juga tentunya.

Ceritanya berpusar pada karakter-karakter sentral Inaho, Slaine, serta sejumlah karakter baru, yang terutama meliputi Harklight, ajudan yang setia pada Slaine semenjak yang bersangkutan mulai melayani Saazbaum; serta Putri Lemrina, adik perempuan beda ibu dari Asseylum yang bertubuh lemah.

Lemrina terutama, perlu mendapat perhatian khusus karena menjadi karakter yang berada di posisi yang paling enggak enak di sepanjang cerita. Bahkan sampai adegan-adegan yang menampilkan pikiran-pikiran paling jahatnya bisa menuai simpati dari kita.

Satu yang dulu lupa kusinggung adalah tentang bagaimana sesudah insiden Heaven’s Fall menghancurkan Bulan, peperangan terhenti karena besarnya skala kehancuran yang terjadi. Lalu para bangsawan Orbital Knights yang sudah bersiaga dengan Landing Castle mereka di orbit Bumi jadi terperangkap di sana, selama bertahun-tahun, tanpa dapat kembali ke Vers sesudah hypergate hancur.

Karenanya, dengan Asseylum berada dalam keadaan koma, Lemrina yang sebelumnya hanya ‘putri buangan’ langsung melejit nilai dirinya, karena darah bangsawan yang dimilikinya diperlukan untuk aktivasi teknologi Aldnoah yang melandasi kemiliteran pasukan Vers. Karenanya pula, dirinya, tanpa bisa melawan, menjadi bagian dari rencana matang Saazbaum yang merupakan dalang dari pengkhianatan terhadap Kaisar sekaligus penyerangan Vers ke Bumi di season pertama.

Di sisi pasukan Bumi, awak kapal Deucalion pimpinan Dalzana Magbaredge mengalami reuni seiring pulihnya Inaho. Amifumi Inko dan Rayet Areash (yang kini dikenal sebagai ‘si cewek Mars’) menjadi pilot Kataphraktos tetap. Calm Craftman menjadi engineer yang diandalkan dalam perawatannya. Kaizuka Yuki kembali menjadi bagian pasukan dan sangat mengkhawatirkan kondisi adiknya. Marito Koichiro juga telah pulih dari traumanya, dan ketergantungannya terhadap alkohol, kini aktif dalam kemiliteran kembali.

Di satu sisi, aku merasa agak sayang karena karakter-karakter yang ada tak dapat dikembangkan lebih jauh. Di sisi pasukan Bumi, hubungan antar karakter yang disorot paling hanya hubungan Inaho dengan Yuki dan juga dengan Inko. Lalu ini juga termasuk para karakter bangsawan Vers yang jumlahnya enggak cuma satu-dua orang. Tapi di sisi lain, aku juga terpukau dengan perkembangan plot yang disajikan, yang sama sekali jauh dari bayanganku semula.

Jadi di akhir, aku ngerasa, sebenernya ada lebih banyak dari ceritanya yang disiratkan daripada dibeberkan, yang bisa saja lebih keungkap andai saja jumlah episodenya enggak segitu terbatas.

Kenapa Langit Berwarna Biru

Akhir kata, serupa dengan season pendahulunya, Aldnoah.Zero season ini tetap menjadi satu dari sekian sedikit anime yang secara teratur masih kuikuti di tengah kesibukanku belakangan.

Adegan-adegan mechanya yang sangat down to earth mungkin tak se-wah seri-seri mecha lain. Tapi karakterisasi dan perkembangan situasinya yang tak terduga buatku lebih dari cukup untuk mengimbanginya. Masih agak tersimplifikasi di beberapa bagian. Tapi kayak sebelumnya juga, aku enggak terlalu peduli.

Soal mecha-mechanya, dua yang mendapat sorotan adalah Kataphraktos Sleipnir milik Inaho yang sudah dirombak ke bentuk yang teramat mengesankan; serta Tharsis milik mendiang Count Cruhteo yang kini digunakan secara pribadi oleh Slaine (dan memberinya kemampuan untuk sedikit memprediksi masa depan). Adegan pertarungan antar keduanya yang akhirnya berujung menjadi melee cukup mengesankan, karena begitu beda dari sejumlah adegan aksi mecha lain yang aku kenal.

…Apa aku kecewa ama ending-nya?

Sebenernya enggak terlalu sih. Ending-nya kuakui mungkin enggak sememukau yang aku harap. Tapi cukup segitu di luar perkiraan, sehingga jujur aja, sampai saat ini, aku masih enggak bener-bener yakin dengan gimana mesti bereaksi. Terutama menyangkut kesudahan akhir para karakternya.

…Ini pasti paling kerasa buat kalian-kalian yang hobi melakukan pairing.

Aku jadi merasa mungkin kalian terkhianati pengharapannya.

Tapi selebihnya, Aldnoah.Zero menurutku berakhir cukup baik. Cukup mengesankan. Cukup beda dari yang lain.

Aku seriusan berharap penuntasannya bisa lebih berbobot sih. Tapi sudahlah. Aku merasa sudah dikasih lebih dari yang aku minta, lagian.

Omong-omong, ini cuma aku, atau memang jumlah anime baru untuk spring nanti bener-bener banyak?

Penilaian

Konsep: B+; Visual: A; Audio: A; Perkembangan: A-; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: A-


About this entry