Ao Haru Ride

….Nama pengarang manga shoujo Sakisaka Io pertama kukenal melalui seri Ao Haru Ride.

Suatu hari, aku merasa tertarik dengan judulnya yang ‘aneh.’ Lalu setelah aku coba baca, aku lumayan terkesima dengan pemaparan ceritanya yang kayak bisa kena ke banyak orang.

Setelah itu, baru aku mulai mencari tahu lebih banyak tentang beliau. Kemudian aku dapati kalau karya-karya beliau sebelumnya—terutama seri Strobe Edge yang membuat beliau terkenal—memang terbilang mengesankan. Tapi aku seriusan baru tahu tentang beliau melalui Ao Haru Ride.

Ao Haru Ride, atau yang juga dikenal sebagai Blue Spring Ride (mungkin kira-kira berarti: ‘perjalanan musim semi biru’, yang dalam hal ini kelihatannya dimaksudkan sebagai ‘perjalanan masa muda’), dimulai dengan bab prolog yang memaparkan gagalnya hubungan cinta pertama di masa kelas 1 SMP antara Yoshioka Futaba dan Tanaka Kou.

Futaba di masa SMP adalah anak perempuan yang manis dan pendiam, dan karenanya sering mendapat perhatian dari anak-anak laki-laki. Tapi hanya Kou seorang, di antara semua anak lelaki di sekolahnya, yang tidak membuat Futaba gentar atau terintimidasi. Mungkin karena Kou pada masa itu, berukuran relatif kecil dari segi badan dan suara, sementara teman-teman lelakinya yang lain relatif berisik. Sampai lambat laun, Futaba menyadari pandangan mata dirinya dan Kou mulai sering bertemu…

Singkat cerita, sebelum ada apa-apa yang sempat dimulai, sekaligus juga di ambang suatu kesalahpahaman, Kou secara mendadak pindah sekolah.

Tak ada yang benar-benar tahu penyebabnya.

Berhubung dirinya termasuk populer di kalangan cowok, Futaba semenjak itu juga mulai dijauhi oleh teman-teman perempuannya yang lain selama dua tahun terakhirnya di SMP. Ia dianggap sombong karena menolak semua cowok yang mendekatinya. Meski alasan sesungguhnya ia bersikap demikian lebih karena dirinya yang masih belum bisa melupakan Kou. Sehingga pada tahun-tahun tersebut, diawali dengan patah hatinya, Futaba menjalani kehidupan sekolahnya di tengah keterasingan.

Aroma Udara Sesudah Hujan

Cerita utama seri ini baru dimulai sesudah Futaba masuk SMA.

Futaba pada masa ini dengan sengaja berusaha menghilangkan sifat ‘anggun’-nya, agar tidak lagi dipandang ‘manis’ oleh anak-anak lelaki di sekelilingnya. Futaba dengan begitu jadi lebih bisa bergaul beberapa anak-anak perempuan lain di kelasnya, sekalipun dirinya sadar persahabatan mereka dengannya lebih bersifat superfisial.

Sampai kemudian, menjelang akhir tahun pertamanya di SMA, Futaba berjumpa kembali Kou. Ternyata Kou selama ini telah satu sekolah lagi dengannya, namun Kou yang ini berbeda jauh dari Kou yang diingatnya dulu.

Kou kini bertubuh jangkung dan memiliki sikap sangat sinis. Meskipun Kou mengakui kalau dirinya pernah suka Futaba pada masa lalu, tapi Futaba yang sekarang sama sekali tidak disukainya. Di samping itu, namanya kini bukan lagi Tanaka Kou, melainkan Mabuchi Kou.

Tanaka Kou yang dulu sudah tak ada lagi.

Tapi semenjak pertemuan itu, sesuatu yang sebelumnya tertahan di masa lalu bagi mereka keduanya secara perlahan mulai kembali bergerak.

Denyutmu Kudengar, Cahayanya Kulihat

Ao Haru Ride pada dasarnya berkisah tentang jalinan hubungan antara Futaba dan Kou kembali, sekalipun sosok mereka kini sudah berbeda jauh dari sosok mereka yang dulu.

Kayak biasa, kalau aku menjabarkannya demikian, kesannya kalau cerita seri ini biasa-biasa saja. Tapi kenyataannya, yang membuatnya bagus adalah eksekusi ceritanya gitu. Meski rentang waktu ceritanya agak panjang, pada setiap babnya selalu terasa seperti ada perkembangan berarti.

Ada beberapa subplot lain yang juga terjalin. Seperti pada bagaimana pertemuan kembali Futaba dan Kou juga mengawali persahabatan Futaba dengan Makita Yuuri, seorang gadis manis bertubuh mungil yang sempat diasingkan di kelasnya seperti halnya Futaba dulu. Serta pada bagaimana sesudah mereka naik kelas, Futaba juga sekelas dengan Murao Shuuko, seorang gadis cantik, tapi dingin dan enggan bergaul, yang memendam perasaan pada guru sekolah mereka, Tanaka Yoichi—yang selama itu ternyata adalah kakak kandung Kou, yang memang sangat mengingatkan Futaba akan Kou di masa lalu dulu. Ada seorang anak lelaki lain, Kominato Aya, yang punya perasaan suka bertepuk sebelah tangan pada Shuuko, tapi nantinya berperan besar pada bagaimana Kou membuka diri.

Kemudian semua menyatu dan bergulir pada bagaimana Futaba menemukan asal muasal rasa sakit yang Kou alami di masa lalunya, yang pada masa kini terwujud pada hubungan Kou dengan sahabat lamanya, Narumi Yui, yang merupakan satu-satunya orang yang juga memahami apa yang Kou dulu alami. Di waktu yang sama, Kikuchi Touma, seseorang yang dengan tulus jatuh cinta pada Futaba yang sekarang, telah bertekad untuk menyembuhkan luka hati Futaba dan membantunya secara perlahan melupakan Kou.

Gampangnya, ini manga tentang masa-masa ketika orang menjadi ‘sulit’ karena apa-apa yang mereka alami dalam hidup mereka. Tapi bagusnya, ceritanya enggak pernah berkembang jadi terlalu dramatis atau aneh. Semuanya benar-benar terpapar dalam cakupan sewajarnya, dan karenanya benaran jadi cerita yang gampang disukai.

Seri ini sebelumnya diserialisasikan secara bulanan di majalah Bessatsu Margaret terbitan Shueisha, sebelum kemudian sempat dianimasikan paruh pertama ceritanya oleh Production I.G. sebanyak 12 episode dengan Yoshimura Ai sebagai sutradara (yang juga berhasil mengeluarkan yang terbaik dari season pertama anime Oregairu). Film layar lebar live action-nya juga pernah dibuat, dengan Honda Tsubasa sebagai Futaba dan Higashide Masahiro sebagai Kou. Lalu pernah dibuat versi light novel-nya yang dipenai oleh Abe Akiko.

Seri ini mencapai puncak ketenarannya pada paruh akhir tahun 2014 lalu. Lalu sayang juga karena kelihatannya masih belum ada pengumuman soal apa season kedua animenya bakal keluar.

Seri ini berulangkali mengangkat tema soal memulai kembali. Soal enggak terikat pada apa yang pernah terjadi. Tentang move on, dsb. Pesan yang disampaikan seri ini biasanya bagus, walau kadang enggak mulus, dan kadang tersampaikan dengan cara yang bisa bikin kau salah paham. Tapi ini bagus. Ini seriusan seri shoujo yang bagus.

Ini cerita yang agak maksa kamu mikir sembari melarutkan kamu pada saat yang sama.

Aku diingatkan pada beberapa pengalamanku sendiri saat mengikuti perkembangan seri ini. Tapi meski apa yang aku ingat relatif pahit, aku mengingatnya bukan dengan cara yang bikin aku enggak nyaman gitu. Makanya, terlepas dari beberapa kelemahan yang mungkin seri ini punya, aku enggak bisa enggak menilainya secara lumayan tinggi.

Kayak pada gimana cepatnya Futaba mengambil keputusan terakhirnya. Kayak gimana Touma sebenarnya termasuk orang yang benar-benar baik. Kayak gimana ada orang yang bisa kita paham sisi baiknya, tapi tetap enggak akan bisa benar-benar kita sukai.

Aku enggak benar-benar bisa ngungkapin kayak gimana rinciannya. Jadi bahasan aku cukupkan saja sampai di sini.


About this entry