Tsukimonogatari

Tanggal 13 Februari. Sehari sebelum Valentine.

Sekitar sebulan sebelum hari ujian seleksi masuk ke perguruan tinggi.

Pada tanggal tersebutlah, Araragi Koyomi—lewat serangkaian kejadian konyol sekaligus mengkhawatirkan yang lagi-lagi melibatkan kedua adik perempuannya—menyadari bahwa pantulan dirinya tahu-tahu sudah tidak lagi tampak di cermin.

Itu pertanda awal bahwa karena suatu alasan, dirinya telah semakin berkurang ‘kemanusiaannya’ dan telah semakin bertambah ‘kevampirannya.’

Setidaknya, itulah gagasan awal dalam Tsukimonogatari (kira-kira berarti ‘cerita tentang bulan?’). Ini episode khusus yang ditayangkan secara khusus pada pergantian tahun 2014 ke 2015 kemarin, dan masih dianimasikan oleh studio SHAFT dan masih juga diangkat dari rangkaian seri novel Monogatari karangan Nisio Isin.

Yeah, tentu saja aku mengikutinya. Aku sudah jadi penggemar.

Tsukimonogatari kembali menghadirkan Koyomi sebagai narator cerita, dan tokoh utama, setelah musim kedua yang tokoh sentralnya berganti-ganti. Karakter yang menjadi fokusnya kali ini adalah Ononoki Yotsugi, shikigami sekaligus tsukumogami milik Kagenui Yozuru, satu dari tiga spesialis kenalan lama Oshino Meme yang pernah tergabung dalam klub yang sama di universitas.

Cerita ini menjadi pembuka dari ‘musim’ ketiga sekaligus terakhir dari seri Monogatari, yang sesudah ini kayaknya akan dilanjutkan dengan Koyomimonogatari, sebelum baru memasuki babak akhirnya yang mencakup Owarimonogatari (yang lumayan panjang) serta Zoku Owarimonogatari.

Ngomong-ngomong soal settingnya, Tsukimonogatari berlatar sesudah Koimonogatari, tapi sebelum Hanamonogatari, yang sempat tayang pada pertengahan tahun kemarin. Lebih tepatnya: ceritanya terjadi sesudah semua urusan yang menyangkut berubahnya Sengoku Nadeko menjadi dewata pada akhir anime Monogatari Series Second Season beres. Tapi juga sebelum kasus iblis yang berujung pada pertemuan kembali Kanbaru Suruga dengan Numachi Rouka terjadi.

Koyo Koyo❤

Karena aku sedang malas, kayak biasa, ayo kita bahas soal hal teknisnya dulu.

Ini cuma pendapatku pribadi, tapi kayaknya kualitas teknisnya mengalami peningkatan drastis dibandingkan sebelumnya.

Man, apa yang terjadi ya?

Cara pengungkapan adegan-adegannya secara visual jadi lebih bagus. Mereka kali ini kayak nyoba ngelakuin hal-hal baru. Dan jadinya kayak kerasa lebih segar. Paling jelas terlihat dengan gimana layar hitam yang biasa digunakan sebagai sekat antar bab kini digantikan dengan semacam kolase kata dan corak yang cerah sih. (Walau layar hitam itu sendiri masih ada.)

Sudahlah. Mungkin kaiian juga enggak ngerti apa yang aku omongin.

Dari segi audio, kualitasnya solid.

Beneran solid.

Ini salah satu bab cerita yang relatif lebih berat di percakapan. Tapi dari awal cerita-cerita Monogatari emang lebih berat di percakapan. Dan kali ini segala distraksi visual dan referensi yang bikin kita lupa soal panjangnya percakapan-percakapan ini kembali ada dan jadi sebagus di awal-awal. Pemilihan warnanya yang memainkan kontras kali ini benar-benar bagus. Lalu tampil bersamanya para karakter, bahkan yang hanya cameo, terbilang berkesan.

…Seenggaknya menurutku gitu sih.

Selebihnya, kalau ada kekurangan, mungkin soal nuansa ceritanya sendiri? Seri Monogatari paling bagus saat kita mulai larut dalam perasaan karakternya. Lalu Tsukimonogatari, mungkin karena durasinya, menurutku termasuk yang agak kurang dalam hal ini. Tapi enggak sampe jadi jelek sih. Hasilnya masih beneran bagus, dan seriusan lebih thoughtful dari yang kusangka. Cuma pada saat yang sama, ini kembali menghadirkan segala keenggakjelasan soal apa yang disampaikan itu serius apa enggak.

….Sekali lagi, senggaknya menurutku gitu sih.

UFO Catcher

Lalu, kita kali ini bahas soal cerita.

Intinya, Oshino Shinobu menyarankan kalau mereka perlu saran seorang ahli untuk kasus ini. Seorang ahli seperti Oshino Meme-san. yang keberadaannya saat ini tak diketahui.

Yang paling terbayang bagi mereka adalah Ononoki dan Kagenui. Tapi alternatif itu langsung dicoret mengingat Koyomi tak punya cara untuk menghubungi mereka. Hanya saja, tahu-tahu Gaen Izuko yang menyatakan dirinya ‘mengetahui segalanya’ kembali berperan dan memberi celah. Lalu timbul komplikasi, karena terlepas dari Ononoki sendiri, terakhir bertemu Kagenui, Koyomi dibuat hampir mati sehubungan status Araragi Tsukihi, adik perempuan Koyomi yang…

Yah, intinya, semuanya lalu berujung dengan konfrontasi melawan seseorang bernama Teori Tadatsuru, kenalan lama Oshino-san yang lain, yang seperti halnya Kagenui, seorang spesialis dalam memburu kaii yang tak bisa mati.

Seperti yang bisa kau harapkan, situasi akhirnya berkembang sedikit lebih rumit dari yang terlihat di awal.

Kualitas ceritanya sendiri kembali agak sulit dinilai. Apalagi bila membandingkan dengan versi novelnya. Tapi eksekusinya menurutku terbilang benar-benar bagus. Semuanya semakin mengerucut pada keberadaan adik kelas Araragi, Oshino Ougi, yang kelihatannya telah banyak berperan di balik layar semenjak perginya Oshino-san. (Ononoki sendiri menyinggung soal hal ini.) Namun sama sekali tak ada bayangan kelanjutannya bakal kayak gimana.

Akhir kata, aku enggak kepengen terlalu banyak spoiler, apalagi sesudah ceritanya sampai sejauh ini. Ada banyak sekali benang yang sudah terulur, dan masih ada kesan bersambung di mana-mana. Tapi buat mereka yang bisa menyukainya, perasaan “Hah?” di ujung yang jadi kekhasan seri ini masih tetap ada. Lalu buat kalian yang sudah terlanjur jadi fans, yah, kalian enggak punya alasan buat enggak melihat ini.

Sori, mungkin ada hal-hal penting lain yang terlewat.

Kayak soal gimana kemanusiaan Araragi diangkat, ke soal gimana dia ngerasa apa yang dia alami sebenarnya salahnya dia sendiri juga, lalu ke soal Ononoki dan Shinobu yang bermain di salju bersama, terus ke soal coklat Valentine dari Senjougahara Hitagi, serta teka-teki terbesar tentang kemanusiaan Ononoki sendiri.

Semuanya saat ini menurutku masih terasa kayak cerita sampingan, tapi ini cerita sampingan yang masih terbilang menarik. Klimaksnya sendiri kayaknya masih akan datang nanti.

Akan aku tambahkan, mungkin, sesudah semua aku periksa lagi.

(Apa ada di antara kalian yang sudah ingat Unlimited Rulebook itu apa?)

Penilaian

Konsep: B; Visual A+; Audio: B+; Perkembangan: B; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: A-


About this entry