Anime Baru Musim Gugur 2014

Mesti kuakui kalau belakangan aku menonton anime dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan dulu. Minatku tak berkurang. Tapi ada hal-hal lain yang menyita waktuku sekarang, dan jadinya aku malah lebih banyak merasa kenostalgia dengan seri-seri anime lama dari bertahun-tahun lalu dan kurang menanggapi judul-judul baru, sekalipun aku menganggapnya menarik.

Terlepas dari itu, sekarang sudah akhir Agustus dan sebentar lagi autumn.

Mungkin ini gejala makin banyaknya seri baru yang muncul. Tapi kayaknya daftar preview kali ini lebih susah kususun daripada biasa.

Jumlah anime baru masih sebanyak musim lalu. Termasuk di dalamnya dua seri Gundam baru. Kayaknya ada sesuatu yang bisa dilihat buat semua orang.

Seperti biasa, ini daftar yang tak pasti dan tak bisa diandalkan.

…Aku seriusan mesti mulai berbenah soal hidupku.

Girl Friend BETA (Silver Link)

Serangkaian(?) cerita tentang hubungan romansa yang akan mengetengahkan karakter perempuan dalam jumlah banyak?

Diangkat dari game simulasi romansa sosial keluaran CyberAgent yang telah menjangkau lima juta pengguna, dan juga dikenal dengan judul Girl Friend (Kari), seri ini menonjol karena mengetengahkan seiyuu ternama dalam jumlah teramat, sangat, banyak. Desain karakter orisinilnya yang secara beragam dibuat oleh kelompok ilustrasi QP:flapper, yang sebelumnya membuat ilustrasi visual untuk MM!. Masih belum jelas soal alur ceritanya. Tapi kalau menilai durasinya, aku enggak bisa menyingkirkan kemungkinan kalau jadinya berupa rangkaian cerita pendek. Secara teknis, dari segi staf, seri ini kelihatannya takkan jelek.

Selector Spread Wixoss (J.C. Staff)

Kelanjutan nasib Ruko dan para gadis pemilik kartu LRIG lainnya, yang terlibat dalam sisi supernatural tersembunyi dari permainan kartu populer WIXOSS, yang mempertaruhkan segala impian dan harapan mereka.

Masih diangkat dari permainan kartu keluaran Takara Tomy, meski diawali dengan agak lamban, musim pertamanya berakhir sebagai salah satu seri yang paling menarik perhatian pada dua season sebelumnya. Nuansa suramnya benar-benar dianggap sebagai dekonstruksi genre permainan kartu. Okada Mari masih menangani naskah-naskahnya, dengan penyutradaraan juga masih oleh Satou Takuya. Mungkin teknis permainannya masih takkan dijelaskan sebanyak itu. Tapi hasil akhirnya kelihatannya bakal benar-benar menarik.

Sora no Method (Studio 3Hz)

Pada suatu hari di musim dingin, keinginan sekelompok gadis terkabulkan dengan keajaiban yang menghadirkan sebuah cakram raksasa yang melayang di atas kota mereka. Komiya Nonoka kembali ke kota tersebut sesudah tujuh tahun, dan berusaha menghubungkan diri kembali dengan teman-teman lamanya dari masa lalu, termasuk seorang anak perempuan kecil misterius bernama Noel yang kelihatannya telah lama menanti kedatangan Nonoka dan kawan-kawannya…

Ini seri anime orisinil buah pena Hisaya Naoki, yang sebelumnya dikenal sebagai pencetus Sola dan… hmm, Kanon. Buat yang belum tahu, walau terbilang moe, Kanon termasuk seri legendaris dengan game asli yang terbilang laris serta adaptasi anime yang sampai terjadi dua kali. Makanya, seri baru ini termasuk salah satu yang pada musim ini cukup menarik perhatian. Desain karakternya yang manis juga dibuat oleh circle QP:flapper. Studio yang akan menganimasikannya terbilang baru. Tapi Sakoi Masayuki yang dulu menangani Kamen no Maid Guy serta Neppu Kairiku Bushi Road yang akan menanganinya. Aku pribadi masih belum yakin, tapi hasilnya kurasa patut untuk dilihat bagi penyuka tema-tema macam ini.

Akatsuki no Yona (Pierrot)

Yona, satu-satunya putri dari sebuah kerajaan, telah lama dibesarkan dengan penuh kehati-hatian oleh ayahnya yang memanjakannya, serta oleh sahabat masa kecil sekaligus pengawalnya, Hak. Namun pada hari ulang tahunnya yang keenambelas, Soo-won, sepupu yang telah lama Yona cintai, membunuh ayah Yona untuk merebut tahta. Bersama Hak, Yona melarikan diri ke kampung halaman Hak, dan menjalani kehidupan baru di sana.

Juga dikenal dengan judul Yona, the girl standing in the blush of dawn, ini seri fantasi romansa epik yang diangkat dari manga shoujo buatan Kusanagi Mizuho, yang sebelumnya mungkin sudah dikenal lewat Mugen Spiral dan NG Life. Kelihatannya seri ini akan sejenis dengan Soredemo Sekai wa Utsukushii yang belum lama ini keluar dengan kualitas produksi lumayan solid.

Kiseijuu: Sei no Kakuritsu (Madhouse)

Suatu jenis makhluk asing tertentu mulai menginvasi bumi dan mengambil alih tubuh manusia, dengan memasuki lubang hidung dan telinga mereka untuk mencapai otak. Namun seorang remaja SMA bernama Izumi Shinichi berhasil menahan salah satu makhluk tersebut di tangan kanannya, menciptakan suatu jenis simbiosme yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan tangan kanannya yang kini punya pikiran sendiri, yang Shinichi kemudian namai Migi, keduanya harus menghadapi makhluk-makhluk parasit lain yang memandang manusia semata sebagai makanan.

Juga dikenal sebagai Parasyte – the maxim, seri ini diangkat dari manga sains fiksi horor klasik karya Iwaaki Hitoshi yang terbit di tahun 1990-1996 di majalah Afternoon dari penerbit Kodansha. Adegan tak terlupakan dari seri ini adalah kepala yang bisa ‘membuka’ dan ‘memakan’ yang mungkin akan menjijikkan bagi sebagian orang. Naskahnya sendiri akan ditangani Yonemura Shoji, yang dulu menangani seri-seri dengan aspek drama kental macam Guin Saga dan Garasu no Kantai. Sedangkan penyutradaraannya akan ditangani oleh Shimizu Kenichi, yang sebelum ini lebih banyak menangani key animation. Oh, meski jalan ceritanya kelihatannya bakal sama, desain karakternya mengalami perubahan besar-besaran dari manganya. Lalu kelihatannya seri ini akan diiringi adaptasi film live action layar lebar juga.

Shirobako (P.A. Works)

Cerita tentang Miyamori Aoi yang mendalami produksi dan keempat kawan lainnya yang mendalami spesialisasi berbeda-beda, yang dari donat, kemudian mengawali upaya mereka untuk membuat film animasi mereka sendiri.

Ini seri anime orisinil yang digagas sutradara Mizushina Tsutomu yang sebelumnya dikenal lewat Girls und Panzer serta Joshiraku. Desain karakternya dibuat oleh Ponkan8, yang mendesain para karakter di Oregairu, jadi seri ini kurasa akan cukup menarik untuk dilihat. Sekilas, kelihatannya ini jenis seri tentang ‘sekelompok gadis yang tergabung di dalam suatu klub’ yang juga akan diwarnai nuansa ‘drama menghangatkan hati’ khas keluaran studio P.A. Works. Tapi ternyata bukan, karena benar-benar tentang dunia produksi anime profesional.

Ore, Twintail ni Narimasu (Production IMS)

Mitsuka Souji, seorang cowok penyuka gaya rambut kuncir dua (twintail), bertemu gadis misterius cantik bernama Thouars yang datang dari dunia lain. Thouars kemudian harus mengubah Souji menjadi pahlawan cantik berkuncir dua dengan pakaian zirah khusus bernama Tail Red, demi melindungi dunia dari alien.

Diangkat dari seri ranobe karangan Mizusawa Yume, dengan ilustrasi buatan Kasuga Ayumu, aku semula agak enggan memperhatikan seri ini. Tapi melihat desain karakternya, karena suatu alasan aku berubah pikiran. Mudah-mudahan adegan-adegan aksinya bakal keren. Oh, dan… kelihatannya yang mengalami perubahan gender hanya tokoh utamanya saja kok. Jadi nanti bakal ada karakter-karakter perempuan berkuncir dua asli yang tampil. Semoga.

Amagi Brilliant Park (Kyoto Animation)

Drama slapstick yang berkisah tentang bagaimana remaja SMA bernama Kanie Seiya, pada suatu hari diundang kencan ke suatu taman hiburan oleh sang murid pindahan misterius yang cantik, Sento Isuzu. Tapi di sana, ia justru diperkenalkan kepada Ratifa, seorang putri ‘sungguhan’ dari suatu kerajaan, yang sekaligus merupakan pengelola taman, yang kemudian meminta Seiya untuk bersama-sama ikut mengelola ‘taman hiburan mengecewakan di tengah suburban Tokyo’ tersebut.

Seri ini cukup mengundang perhatian karena diangkat dari seri light novel buatan Gatoh Shoji, yang sebelumnya telah tenar lewat seri Full Metal Panic!. Berhubung adaptasi animasi seri ini juga akan dibuat oleh KyoAni, ada pengharapan lumayan besar kalau hasilnya akan bisa menyamai ketenaran ketiga seri anime FMP. Ilustrasi orisinilnya yang menarik dibuat oleh Nakajima Yuka, yang juga menangani Papa Kiki!. Lalu Takemoto Yasuhiro, yang pernah terlibat dalam penyutradaraan Lucky Star, Hyouka, serta berbagai proyek anime KyoAni lain, akan berperan sebagai sutradara. …Kelihatannya sudah dipastikan kalau ini akan jadi salah satu seri paling menonjol musim ini. (Sempat ada rumor soal perbedaan pendapat tentang arah penyutradaraan, tapi standar KyoAni yang tinggi bisa memastikan kalau hasilnya takkan buruk.)

Nanatsu no Taizai (A-1 Pictures)

Seorang putri bernama Elizabeth melarikan diri dari kerajaannya tatkala mengetahui adanya suatu konspirasi untuk membunuh ayahnya. Harapannya adalah untuk bisa menemukan tujuh ksatria legendaris yang pada masa silam diasingkan, karena dijebak dengan tuduhan hendak menggulingkan pemerintahan. Namun ksatria pertama yang berhasil ia temui, Meliodas, ternyata berwujud anak-anak, dan kini bekerja sebagai pengelola penginapan… dengan hanya ditemani seekor babi yang bisa berbicara?

Juga dikenal dengan judul The Seven Deadly Sins, seri ini diangkat dari manga aksi yang sedang tenar karya Suzuki Nakaba yang diserialisasikan di majalah Weekly Shonen Magazine milik Kodansha (beliau juga yang dulu membuat seri Kongou Banchou). Dari segi staf, seri ini kelihatannya sangat menjanjikan kualitasnya, dengan Okamura Tensai yang dulu menangani Darker Than Black sebagai sutradara, dan Suga Shoutarou yang terlibat dalam penaskahan Uchouten Kazoku menangani komposisi seri. Sawano Hiroyuki, yang aransemen musiknya mewarnai adegan-adegan dramatis di Kill la Kill, juga akan menangani musiknya. Bagi yang tak keberatan dengan sedikit fanservice secara berkala, atau yang menyukai adegan-adegan aksi penuh kehancuran massal yang sangat berlebihan dengan orang-orang melayang dan gunung-gunung hancur ala Dragon Ball, dan juga bagi penyuka latar-latar fantasi abad pertengahan yang dipenuhi ksatria berzirah dan makhluk ajaib, ini seri baru yang patut direkomendasikan.

Hitsugi no Chaika AVENGING BATTLE (BONES)

Kelanjutan petualangan kakak beradik tiri saboteur Tohru dan Akari, bersama Fredrica, sang mantan dragoon, dalam menemani Chaika Travant mengumpulkan kembali potongan-potongan jasad mendiang ayahnya, serta kenyataan tentang takdir berkenaan Chaika-Chaika lain…

Hitsugi no Chaika menjadi seri fantasi yang terbilang seru bagi mereka-mereka yang sempat mengikutinya, dan season kedua ini kabarnya akan menjadi penuntas ceritanya. Masih diangkat dari seri novel karya Sasaki Ichiro, mereka yang mengikuti season pertamanya kurasa tak punya alasan untuk tak mengikuti season kedua ini.

Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru (Studio Gokumi)

Berkisah tentang keseharian seorang murid SMP pahlawan bernama Yuuki Yuuna, pada suatu zaman yang dikenal sebagai era dewata tahun 300, dan berbagai pengalamannya dalam Klub Pahlawan di sekolahnya yang kegiatannya berhubungan dengan entitas misterius yang disebut Vertex.

Seri ini termasuk bagian dari kampanye untuk menganimasikan karya-karya Takahiro, yang belum lama ini mencuat namanya sebagai pencetus cerita Akame ga KILL!. Kishi Seiji yang akan menyutradarainya, jadi bisa diharapkan akan adanya gaya visual khasnya yang memiliki permainan warna mencolok. Desain karakternya yang dibuat BUNBUN juga terbilang lumayan manis. Seri ini dijadwalkan akan tayang dalam blok Animeism milik saluran MBS. Menurutku, ini jenis seri yang hasil akhirnya bakal agak susah ditebak.

Psycho-Pass 2 (Tatsunoko Productions)

Selepas berakhirnya kasus pembunuhan berantai yang didalangi Makishima Shougo, Tsunemori Akane kini menangani Divisi 1 dari Biro Keamanan Publik, di dunia masa depan di mana kecendrungan psikologis manusia untuk melakukan kejahatan telah bisa dikuantifikasi, dan tindak kriminal bisa diantisipasi sebelum terjadi. Akane harus memimpin tim baru yang mengalami keterbatasan jumlah orang, sekalipun kini dirinya telah mengetahui konsekuensi sepenuhnya dari pemberlakuan sistem ini.

Penulis sains fiksi veteran, Ubakata Tow, akan menggantikan Urobuchi Gen dalam penanganan naskahnya kali ini. Ubakata-sensei memang sudah berpengalaman dalam keberhasilannya memberikan arahan baru yang menarik pada suatu premis yang sebelumnya sudah dibuat. Jadi, dengan berasumsi bahwa kualitas teknis season ini takkan kalah dari musim pendahulunya, season baru ini kurasa tetap bakal jadi sesuatu yang layak dinanti oleh para penggemar seri drama polisi futuristik ini. Untuk selebihnya, aku masih belum tahu lebih banyak. Mungkin ini indikasi kalau ceritanya bakal jadi sedikit lebih berat? Kuharap porsi adegan-adegan aksinya takkan berkurang. Mudah-mudahan juga ryo masih terlibat dalam penanganan musiknya. Ah, ya, dan menurut kabar terakhir, studionya juga berganti. Tapi sutradara dan stafnya secara umum masih sama.

Ushinawareta Mirai o Motomete (feel)

Berlatar di suatu musim gugur di awal abad 21, suatu festival klub umum akan diselenggarakan di gedung sekolah lama Perguruan Uchihama, sebagai perayaan terakhir yang diadakan sebelum bangunan tersebut dirobohkan. Namun Akiyama Sou dan teman-temannya dari Klub Astronomi kemudian mendapat permintaan untuk menyelidiki sejumlah insiden misterius yang terjadi di seputaran gedung tersebut. Lalu tatkala Furukawa Yui, seorang gadis pendiam yang pindah ke sekolah tersebut menjelang akhir tahun ajaran, tampil di depan Sou, roda-roda takdir yang melibatkan mereka semua mulai bergerak.

Diangkat dari game PC keluaran Trumple, mungkin perlu disinggung bahwa ini satu-satunya game kembangan mereka yang sempat dikeluarkan sebelum perusahaan tersebut tutup. Desain karakter orisinilnya yang dibuat Misaki Kurehito dan Kuroya Shinobu terbilang sangat menarik di mata. Lalu musiknya kelihatannya akan bagus. Hosoda Naoto, yang sebelumnya secara amat apik menangani Hataraku Maou-sama!, yang akan menyutradarainya, jadi ada pengharapan lumayan besar pada eksekusi seri ini. Ini salah satu seri yang kurasa akan kuperhatikan, sekalipun hasilnya mungkin kurang bagus.

Log Horizon (Season 2, Studio DEEN)

Kelanjutan petualangan Shiroe dan kawan-kawannya dari guild Log Horizon, dalam mengungkap kenyataan sebenarnya dari dunia ajaib baru yang kini mereka huni, yang berbasis pada MMORPG Elder Tale yang dahulu mereka mainkan.

Log Horizon yang diangkat dari ranobe karya Touno Mamare menjadi seri yang benar-benar berbeda pada awal tahun ini, karena mengangkat hal-hal cerdas berkenaan teknis permainan yang ditampilkan di dalamnya. Aku enggak perlu banyak komentar kalau ini salah satu kelanjutan yang paling kutunggu ‘kan? Yay, Yun*chi akan kembali membawakan soundtrack-nya! (Oh ya, studionya juga berganti dari Satelight ke DEEN. Tapi selebihnya sama. Mungkin.)

Shigatsu wa Kimi no Uso (A-1 Pictures)

Arima Kosei adalah pianis anak-anak jenius yang namanya dulu dikenal oleh semua musisi sebayanya. Namun sepeninggal ibunya, yang juga merupakan instruktornya, Kosei mengalami depresi yang menyebabkannya tak mampu bermain piano lagi. Dua tahun sesudah ia berhenti menyentuh piano, Kosei yang kini berusia SMP berkenalan dengan violis muda Miyazono Kaori, yang kepribadian bebasnya berkebalikan jauh dengan ajaran musik keras yang sebelumnya Kosei tahu.

Diangkat dari manga karya Arakawa Naoki yang memenangkan penghargaan Manga Taisho tahun 2012, seri ini akan tayang di slot Noitamina. Pemaparan cerita di manganya benar-benar bagus dan tak terbatas hanya seputar musik, tapi juga soal kenangan dan penerimaan terhadap masa lalu. …Ini seri yang serius kurekomendasikan bagi para penggemar drama yang memiliki hati yang kuat.

Cross Ange: Tenshi to Ryuu no Rondo (Sunrise)

Dalam dunia di mana umat manusia telah memperoleh teknologi data yang disebut Mana untuk mengatasi berbagai masalah, putri pertama Kekaisaran Mitsurugi, Angelize, secara mengejutkan terkuak sebagai seorang Norma, kaum abnormal yang ditindas dan diasingkan karena ketidakmampuan mereka menggunakan Mana. Namun di pulau terpencil tempat pengasingannya, Ange kemudian bertemu sekelompok gadis Norma lain yang selama ini secara rahasia tengah berjuang melindungi dunia. Maka dimulailah kehidupan baru Ange dalam memburu naga-naga raksasa yang datang menginvasi dari dimensi lain, dengan menggunakan persenjataan robotik humanoid bernama Barameiru.

Sutradara Mahou Shoujo Tai Arusu, Ashino Yoshiharu, kembali setelah sekian lama sebagai sutradara seri ini, dengan komposisi seri akan ditangani oleh Higuchi Tatsuto, yang mungkin sejauh ini belum terlalu dikenal. Shikata Akiko, yang telah dikenal dengan komposisi nada-nada tingginya di seri game Ar Tonelico (walau aku lebih mengenalinya sebagai penyanyi lagu pembuka anime Umineko sih), yang akan menangani musiknya. Secara pribadi, kelihatannya ini bukan jenis seri yang biasanya kusukai. Tapi ada nostalgia yang lumayan aku dapatkan dari visualnya, entah karena apa. Selebihnya, Fukuda Mitsuo yang dulu menggagas Gundam SEED menjadi produsernya. Ditambah lagi, desain mechanya terbilang keren. Lalu… buat yang mau tahu, sebagian besar karakternya cewek, dan ceritanya kelihatannya akan lumayan banyak dipenuhi konflik… kalau kalian tahu maksudku. Kurasa ini jenis seri yang baiknya dicoba dengan hati-hati. Dan sejauh komentar-komentar yang kudengar, maksudku di sini benar-benar hati-hati.

Gundam Build Fighters Try (Sunrise)

Tujuh tahun sesudah kemenangan Iori Sei dan Reiji dalam seri sebelumnya, Perguruan Seiho yang dulu ternama di dunia Gunpla Battle karena menjadi tempat Sei bersekolah telah kehilangan masa jayanya. Satu-satunya anggota yang tersisa dalam klub Gunpla Battle hanyalah seorang gadis kelas tiga bernama Hoshino Fumina, yang sangat menyukai Gunpla. Namun, saat seorang murid pindahan baru bernama Kamiki Sekai hadir, bersama Gunpla Builder muda berbakat bernama Kousaka Yuuma—yang merupakan kerabat sahabat dekat Sei, Kousaka China—Fumina mencoba membentuk tim baru dengan harapan dapat menantang turnamen Gunpla nasional Jepang sekali lagi.

Kuroda Yosuke akan kembali untuk menangani komposisi seri, dengan penyutradaraan akan diambil alih oleh Watada Shinya. Sesudah kesuksesan season pertama yang melampaui dugaan dengan ceritanya yang ringan serta aksinya yang seru, musim tayang baru ini muncul jauh lebih awal dari yang semua sangka. Terlepas dari itu, aturan turnamen Gunpla kali ini telah diubah dengan fokus lebih pada format pertarungan tim. Kelihatannya, itu juga akan jadi satu hal yang membedakan season ini dibandingkan yang sebelumnya.

Gundam: Reconguista in G (Sunrise)

Berlatar di zaman penuh kemakmuran dan perdamaian yang disebut Regild Century, berabad-abad sesudah masa Universal Century yang dipenuhi peperangan luar angkasa, Beruri Zenamu adalah anak remaja yang berada dalam pelatihan untuk bergabung dengan Capital Guard. Capital Guard adalah pasukan pengamanan yang dibentuk untuk melindungi Capital Tower, orbital elevator yang terhubung ke luar angkasa, yang kemudian menjadi sumber energi utama bagi bumi dan karenanya dipandang sakral. Namun suatu ketika, Capital Tower diserang oleh G-Serufu, mobile suit teramat canggih yang tak diketahui dihasilkan dari negara mana. Lalu menyusul keberhasilannya menangkap G-Serufu, Beruri bertemu gadis pembajak bernama Aiida Reihanton, yang memunculkan perasaan tak asing aneh yang turut ditandai dengan bagaimana G-Serufu mengenali Beruri sebagai salah seorang yang bisa mengoperasikannya…

Sebelumnya dikenal dengan nama kode G-Reko, seri ini menandai kembalinya bapak pencipta Gundam, Tomino Yoshiyuki, sebagai sutradara salah satu serinya. Pada Agustus ini sudah ada premier layar lebar untuk tiga episode pertamanya, dan sejauh yang trailernya perlihatkan, segala kekhasan yang Tomino-sensei hadirkan dalam seri-seri Gundam paling awal muncul kembali. Meliputi: alur padat yang disampaikan dengan benar-benar cepat, adegan-adegan aksi mencolok, serta latar cerita yang eksotis. Ada nuansa Eureka Seven sekaligus Overman King Gainer yang agak kental di dalamnya. Enggak kayak seri-seri Gundam sebelumnya, seri ini juga akan mulai tayang malam di slot Animeism.

Terra Formars (Liden Films)

Berlatar jauh di masa depan, suatu upaya untuk membuat planet Mars menjadi layak huni telah dilakukan dengan pengiriman kecoa yang dikembangbiakkan secara khusus, sehingga bangkainya akan dapat menyuburkan tanah sekaligus menciptakan atmosfer layak huni. Namun sesuatu yang salah terjadi. Sesudah berabad-abad, kecoa-kecoa tersebut ternyata berevolusi menjadi sosok-sosok humanoid yang memusuhi manusia. Harapan untuk bisa menaklukkan Mars jatuh pada sekelompok astronot yang telah dipilih secara ketat dan dimodifikasi badannya secara khusus, demi bisa melawan dominasi monster-monster kecoa tersebut atas planet Mars.

Diangkat dari manga aksi horror sains fiksi karya Sasuga Yuu dan Tachibana Kenichi, yang diserialisasikan di majalah komik Young Jump, seri ini sempat menarik perhatian para penyuka manga dalam beberapa tahun terakhir. Soal staf adaptasi animasinya, aku masih belum terlalu banyak. Studio Liden Films juga sejauh ini lebih banyak memproduksi anime-anime pendek. Tapi kayaknya ada kalangan penggemar tertentu yang sangat mengharapkan hasil akhir adaptasi ini bakal bisa bagus. Seri TV-nya akan langsung mengangkat bagian cerita “Annex 1”, yang memaparkan upaya umat manusia yang ketiga dalam mencapai Mars, yang sekaligus menjadi bagian cerita utama dari seri manganya.

Okami Shoujo to Kuro Ouji (TYO Animations)

Seorang gadis remaja yang suka pamer bernama Shinohara Erika membesar-besarkan cerita tentang pengalaman-pengalaman romantisnya, meski pada kenyataannya dirinya belum pernah memiliki pacar. Seorang anak cowok tampan, yang fotonya diam-diam ia ambil, kemudian diakuinya sebagai pacarnya. Namun anak cowok tersebut ternyata adalah teman sekolahnya sendiri yang bernama Sata Kyouta. Di luar dugaan, Kyouta, yang kemudian Erika terpaksa jadikan pacar bohongannya, adalah orang berhati sadis, yang tak segan-segan memanfaatkan kelemahan Erika agar bisa memperlakukannya sebagai anjing.

Diangkat dari manga shoujo karangan Hatta Ayuko yang dikenal juga dengan judul Wolf Girl & Black Prince dan diserialisasikan di Bessatsu Margaret, maafkan aku, aku masih belum tahu terlalu banyak tentangnya. Untuk selebihnya mungkin perlu kalian lihat sendiri. Sejauh ini kelihatannya cukup seru untuk diikutin.

Inou Battle wa Nichijou-kei no Naka de (Trigger)

Remaja lelaki Andou July, dan teman-teman perempuannya dari Klub Literatur, sekitar setengah tahun sebelumnya terbangun pada suatu pagi dan mendapati diri masing-masing telah memiliki kekuatan super. Namun kehidupan sehari-hari mereka ternyata tak berubah. Tak pernah ada musuh menakutkan yang muncul dan dunia pun sama sekali tak terancam. Walau begitu, dengan kekuatan berbeda-beda yang mereka miliki, seiring dengan berlalunya hari, harapan mereka akan adanya petualangan fantastis yang harus mereka jalani masih belum sirna.

Diangkat dari seri ranobe karya Kota Nozomi dengan ilustrasi buatan 029, ini keluaran kedua studio Trigger sesudah proyek Kill la Kill mereka yang terbilang sukses tahun lalu. Ada cukup banyak pengharapan terhadap kualitasnya. Sejauh ini, daripada bernuansa Gainax, seri ini agak lebih bernuansa seperti KyoAni? Tapi mungkin itu cuma perasaanku. Kurasa ini seri yang patut direkomendasikan bagi mereka yang menyukai tema-tema sekolahan macam begini.

Madan no Ou to Vanadis (Satelight)

Berlatar di Eropa zaman pertengahan, ketika Kekaisaran Zchted berkuasa berkat keberadaan tujuh ksatria wanita rupawan bergelar Vanadis yang bersenjatakan pusaka-pusaka ajaib dari para naga, seorang anak bangsawan rendahan dari Kerajaan Brune bernama Tigrevurmud Vorn, suatu hari harus memimpin pasukan untuk mengawal tentara pangeran. Tigre sebelumnya dipandang rendah karena mendalami ilmu memanah di kalangan keksatriaan. Namun keahlian memanah Tigre yang luar biasa segera menarik perhatian Eleonora Viltaria, Vanadis bersenjata pedang, yang menawan Tigre sesudah kekalahan pihak Burune di medan perang dan memicu komplikasi politik dan sosial di distrik kekuasaan Tigre.

Diangkat dari seri ranobe fantasi karangan Kawaguchi Tsukasa dengan ilustrasi dari Yoshi*wo yang diterbitkan di bawah label MF Bunko J, ini sebenarnya salah satu seri yang sudah lama kutunggu semenjak tahun lalu. Desain karakternya mungkin agak mencolok—dan maksudku di sini benar-benar mencolok, bahkan untuk ukuran seri-seri ranobe, kalau kalian ngerti maksudku—tapi ceritanya, kurasa, termasuk seru.

World Trigger (Toei Animation)

Berlatar di kota bernama Mikado, di mana suatu gerbang antar dimensi terbuka, dunia secara berkala diserang oleh makhluk-makhluk dunia paralel yang disebut Neighbor. Ada suatu organisasi khusus bernama Border yang menggunakan teknologi Trigger yang ditemukan dari dimensi lain untuk menjaga keselamatan penduduk setempat. Seorang anak remaja bernama Mikumo Osamu secara diam-diam adalah anggota Border yang masih menjalani pelatihan. Namun suatu hari ada murid pindahan bernama Kuga Yuuma yang datang ke sekolahnya, seseorang yang tak terkait dengan Border namun memiliki Trigger yang jauh lebih dahsyat dari yang pernah Osamu lihat.

Diangkat dari manga aksi sains fiksi karangan Ashihara Daisuke yang belakangan naik daun di majalah Weekly Shonen Jump milik Shueisha, ini seri yang terbilang seru karena cerita yang berkembang secara berkelanjutan dengan cara-cara tak biasa. Karakterisasi dan pembangunan dunianya mungkin terbilang sederhana. Tapi ini seru bagi yang suka.

Fate/stay night (ufotable)

Selepas kematian ayah angkatnya, remaja yatim piatu Emiya Shirou hidup dengan digerakkan ideologi untuk menjadi ‘pahlawan’ yang bisa menolong banyak orang. Mendiang ayah angkatnya adalah seorang penyihir. Tapi ilmu yang ia miliki tak pernah ia wariskan pada Shirou. Shirou selama ini berlatih dengan hanya mengandalkan fisiknya dan pengetahuan sihir sebagian-sebagian yang sempat ia tahu dari ayahnya. Sampai pada suatu malam, Shirou menyaksikan suatu pertarungan yang tak boleh disaksikannya di halaman sekolahnya, yang selanjutnya membawa dirinya terlibat dalam ritual rahasia Perang Cawan Suci yang secara periodik berlangsung di kotanya…

Ini adaptasi anime ulang dari seri visual novel TYPE-MOON yang sangat terkenal. Sudah diumumkan bahwa jalan ceritanya akan mengadaptasi rute Unlimited Blade Works dari gamenya (yang juga sudah pernah diadaptasi ke bentuk anime layar lebar oleh studio DEEN pada tahun 2010), dan ini agak mengecewakan sejumlah orang yang mengharapkan jalan cerita baru yang orisinil dan tak ada pada gamenya. Visualnya sepertinya masih akan keren seperti yang diharapkan. Lalu potensi adegan-adegan aksinya masih menjanjikan. Kembali memicu sedikit tanda tanya tentang durasi dan cakupan ceritanya, seperti halnya anime Fate/Zero dulu, kudengar penayangannya akan dipotong menjadi dua bagian, dengan paruh kedua yang akan ditayangkan pada tahun 2015 nanti.

Denki-Gai no Honya-san (Shinei Animation)

Seri ‘komedi toko buku muda’ tentang keseharian di sebuah toko manga bernama BOOKS Umanohone, yang terletak di tengah suatu ‘denki-gai’ atau ‘kota elektronik’, yakni distrik pertokoan yang khusus menjual barang-barang elektronik. Di sanalah, sang tokoh utama, Umio, bekerja sebagai pegawai paruh waktu, bersama seniornya (yang usianya tak lebih tua darinya), Hiotan. Di sana pula mereka mendapati kalau selalu ada sesuatu yang terjadi di toko mereka setiap hari, sehubungan dengan para penggemar berat manga yang setiap hari berkunjung (dan telah terpengaruh otaknya oleh gelombang dari alat-alat elektronik?).

Diangkat dari seri manga berjudul sama karya Mizu Asato, yang diserialisasikan di majalah komik Monthly Comic Flapper keluaran Kadokawa, kelihatannya ini jenis seri ringan yang akan dipenuhi oleh beragam tokoh aneh. Dari segi staf, sebagian besar orang yang berada di balik seri Tantei Opera Milky Holmes akan turut terlibat juga dalam anime ini. Untuk selebihnya, mungkin lebih baik kalian lihat sendiri?

Trinity Seven (Seven Arcs)

Kehidupan normal Kasuga Arata tiba-tiba berakhir saat suatu insiden tak dipahami bernama Collapse Phenomenon memicu kehancuran massal dan menghilangkan sepupu yang disayanginya, Kasuga Hijiri. Demi menuntaskan Collapse Phenomenon dan menemukan Hijiri kembali, Arata dipanggil ke sekolah sihir Royal Bibilia Academy, di mana ia kemudian harus menguasai kekuatan sihir terpendam di dalam dirinya, serta dipertemukan dengan tujuh penyihir perempuan cantik yang dikenal sebagai Trinity Seven.

Diangkat dari manga berjudul sama karangan Saitou Kenji dan Nao Akinari, ini seri komedi romantis—yang ceritanya bisa tiba-tiba jadi serius—yang sedang agak naik daun belakangan. Aku masih kurang tahu tentang kapasitas studionya (sebelumnya mereka menangani Mushibugyo), tapi ada dukungan staf lumayan kuat di baliknya. Nishikiori Hiroshi yang pernah menyutradarai A Certain Magical Index tampil sebagai sutradara; serta Yoshino Hiroyuki, yang menangani naskah animasi Magi, menjadi penulis naskah. Ceritanya setahuku memang lumayan enggak biasa. Aku lumayan suka dengan bagaimana mereka mengadaptasi desain karakternya agar jadi lebih berisi. Sistem sihirnya… mungkin agak susah dipahami bagi sebagian orang.

Garo: Honoo no Kokuin (Mappa)

Sesudah ibunya dihukum mati dalam perburuan penyihir yang dilakukan Mendosa, penasihat sang raja, Leon Lewis, putra seorang Makai Knight dan Makai Priest, diselamatkan oleh ayahnya dan kemudian mewarisi zirah emas yang ayahnya miliki dan menjadi Makai Knight. Sebagai pewaris gelar Garo yang ditujukan bagi Makai Knight terkuat, Leon kemudian berhadapan dengan Pangeran Alfonso, yang ingin meminta bantuannya demi menyelamatkan kerajaan Valiante yang dulu pernah mengusir keluarganya.

Ini merupakan seri animasi baru dari waralaba tokusatsu gelap untuk orang dewasa, Garo, yang merupakan buah karya sutradara Amemiya Keita, dan secara perlahan telah meraih penggemar dari tahun 2005. Naskahnya akan ditangani oleh Kobayashi Yasuko, yang secara cukup apik telah menangani naskah di Jojo’s Bizarre Adventure serta Attack on Titan, dengan penyutradaraan oleh Hayashi Yuuichirou. Sebenarnya, walau enggak selalu terkesan olehnya, aku diam-diam sudah lama jadi pemerhati seri Garo. Jadi, walaupun nuansa animenya kelihatannya akan jauh dari kesan eksplisit dan dewasa tapi heroik ala dongeng yang dipunyai seri live action-nya, ini tetap akan jadi salah satu seri baru yang akan kuperhatikan. Aku juga belum pernah dengar nama sutradaranya sebelumnya. Mungkin aspek fantasinya akan lebih diutamakan untuk seri ini? Kelihatannya juga ceritanya kali ini tak berlatar di dunia Jepang modern. Grup JAM Project, seperti yang diharapkan, yang akan membawakan soundtrack-nya.

Shingeki no Bahamut Genesis (Mappa)

Berlatar di Mistarcia, sebuah dunia di mana manusia, dewata, serta kaum demon hidup di antara satu sama lain; di masa lalu, Bahamut yang bersayap hitam dan perak datang membawa kehancuran, sebelum berhasil dihentikan oleh ketiga ras yang akhirnya bersatu dan menyegelnya. Separuh kunci segel diberikan kepada para dewata, sementara separuh kunci segel lain diberikan kepada para demon, dengan maksud agar keduanya tak pernah disatukan. Namun tiga karakter dari latar berbeda, yakni Favaro, Kaisar, dan Amira; terlibat dalam penentuan nasib dunia saat seorang wanita manusia mencuri paruh kunci segel yang dipegang kaum dewata.

Diangkat dari game sosial permainan kartu terkenal Rage of Bahamut buatan Cygames, Satou Keiichi, yang menyutradarai Tiger & Bunny, akan bekerjasama kembali sebagai sutradara, dengan musik ditangani oleh Ike Yoshihiro. Naskahnya akan ditangani oleh Hasegawa Keiichi, yang sebelumnya menangani naskah di The Big O dan Zoids. CGI-nya sejauh ini terlihat memukau, dengan gaya desain karakter yang di luar dugaan berkesan retro. Menilai konsepnya, mungkin seri ini takkan cocok untuk sebagian besar orang, tapi aku punya perasaan seri ini akan berhasil menjadi ‘seri fantasi visual yang menghanyutkan.’

Magic Kaito 1412 (A-1 Pictures)

Berkisah tentang seorang remaja pesulap amatir bernama Kuroba Kaitou, yang harus menelusuri jejak mendiang ayahnya sebagai pencuri misterius legendaris Kaitou Kid.

Yaps, kalian enggak salah baca. Seri ini diangkat dari manga asli karya Aoyama Gosho yang terbit tahun 1987-1988, sebelum sang karakter utamanya mencuat popularitasnya sebagai salah satu rival tertangguh Conan Edogawa dalam seri Meitantei Conan. Kabarnya, seri ini akan ditayangkan di Jepang beriringan dengan anime Meitantei Conan yang sedang tayang, dan karakter Conan juga konon akan tampil di dalamnya. Ah, ceritanya kudengar akan orisinil dan sama sekali baru, jadi takkan mengikuti cerita di manganya.

Gugure! Kokkuri-san (TMS Entertainment)

Ichimatsu Kohina adalah gadis kecil yang suatu ketika berhasil memanggil seorang(?) Kokkuri-san, hantu tingkat rendah dalam mitologi Jepang. Kokkuri-san yang dipanggilnya kebetulan berwujud pemuda tampan berambut putih. Namun meski semula Kokkuri-san berniat menakut-nakuti Kohina, kebiasaan Kohina untuk hanya memakan cup ramen di setiap waktu membuatnya khawatir. Hingga akhirnya Kokkuri-san memutuskan menghantui Kohina demi melindunginya. Seiring dengan waktu, sejumlah roh dan siluman lain juga terlibat dengan mereka.

Diangkat dari manga karya Endou Midori yang diserialisasikan oleh Square Enix, Hiraike Yoshimasa yang menyutradarai Working!! dan Amagami SS yang akan menanganinya, jadi kurasa hasil akhirnya bisa menarik. Desain karakter utama dan cup ramennya agak mengangkat alis, tapi ada banyak karakter bishounen yang hadir untuk mengimbanginya kok.

Dari segi anime-anime pendek, studio AIC, dengan dukungan dari pemerintah kota Takahashi di Perfektur Okayama, akan memproduksi anime Ai: Tenchi Muyo!. Meski per episode berdurasi pendek, jumlah episodenya lumayan banyak, akan ditayangkan selama setahun, dan kelihatannya dimaksudkan untuk promosi wisata kota Takahashi. Buat yang belum tahu, Tenchi Muyo! merupakan seri kombinasi sains fiksi dan komedi romantis dan aksi dan cinta segitiga yang benar-benar sangat terkenal pada dekade 90an. Meski mengusung konsep yang sama, ceritanya kali ini akan sama sekali baru. Desain karakternya yang menarik untuk seri baru kali ini juga dibuat oleh Yasuda Suzuhito, ilustrator Durarara!! dan Yozakura Quartet. Tokoh-tokoh lama akan tampil kembali bersama tokoh-tokoh baru, dengan menghadirkan Tenchi Masaki berusia dewasa yang kini bekerja sebagai guru. Kelihatannya kembali dengan keselamatan alam semesta sebagai pertaruhan?

Studio animasi Sunrise juga telah terlibat bersama produsen musik Avex Group dalam pembuatan seri televisi bertema dansa, Tribe Cool Crew, walau seri ini masih belum dipastikan sepenuhnya anime. Kudengar seri ini juga akan mulai tayang pada musim ini. Lalu ya, ini anime tentang dansa.

Lalu masih bicara soal Sunrise, akan ada juga musim tayang ketiga dari seri idola untuk anak-anak perempuan, Aikatsu!. Tapi soal ceritanya sejauh ini masih belum jelas.

Buddy Complex Kanketsu-hen – Ano Sora ni Kaeru Mirai de, yang keluaran Sunrise juga, kudengar akan keluar juga pada musim ini. Dua episode spesial ini akan menutup konflik yang dibawa perjalanan waktu Watase Aoba ke masa depan, serta kaitannya yang sesungguhnya dengan teknologi Coupling System yang telah membalikkan jalannya pertempuran di sana.

Soal film layar lebar aku masih tak terlalu memperhatikan. Tapi ada film layar lebar Strike Witches: Operation Victory Arrow serta movie Aikatsu, yang mengiringi season ketiga dari seri TV-nya yang kusebutkan tadi.

Satu judul menonjol yang sudah lama tak aku dengar kabarnya dari tahun lalu, tapi dijadwalkan musim ini, adalah film sains fiksi Rakuen Tsuihou – Expelled From Paradise dari studio Graphinica, yang melibatkan penulis Urobuchi Gen dan sutradara Mizushima Seiji. Desain karakternya menarik, dan kelihatannya akan mengetengahkan semacam humanoid perempuan bernama Angela dan seorang pria bernama Dingo, alias Zarik Kajiwara. Kayaknya ini bakal jadi satu judul bagus.

Soal OVA, perhatianku jatuh pada OVA Terra Formars yang turut melengkapi penayangan seri televisinya. OVA-nya akan mengetengahkan prekuel dari seri TV-nya, yakni misi “Bugs 2” yang dilangsungkan 20 tahun sebelumnya, yang pertama mengungkap kengerian di Mars, serta menjadi semacam prolog dari apa-apa yang kemudian terjadi.

Aku juga tertarik dengan OVA Infinite Stratos 2. Aku agak berharap kualitas eksekusi adegan-adegannya bisa bagus kembali seperti di season pertamanya dulu.

…Ada beberapa judul OVA menarik lain. Cuma sayangnya aku lupa.

Untuk suatu alasan, masih belum ada kabar jelas juga tentang penayangan Grisaia no Kajitsu. Gelagatnya kali ini bakalan jadi sih. Judul lainnya adalah Fruit de la Grisaia, yang berlatar di suatu sekolah khusus yang memiliki tujuan tertentu dengan mengurung(?) para siswi yang hidup di dalamnya. Ini adaptasi dari game dewasa buatan Frontwing. Studio 8-bit yang akan menanganinya, jadi kemungkinan bagus atau tidaknya masih agak campur aduk.

Satu tambahan yang agak aku lupakan adalah Orenchi no Furo Jijou, yang diangkat dari manga komedi karya Itokichi, yang berkisah tentang seorang remaja SMA cool yang hidup sendiri bernama Tatsumi yang suatu hari kedatangan seorang duyung (cowok) rupawan bernama Wakasa di bak kamar mandi rumahnya. Kedatangan Wakasa segera disusul kedatangan makhluk-makhluk laut(?) lain yang sedikit banyak menimbulkan bermacam situasi dalam rumahnya. Produksi animasinya akan dilakukan oleh Asahi Production.

Aku ingat OVA apa yang sebelumnya aku lupakan. Itu seri aksi permainan(?) hidup mati Alice in Borderland yang diangkat dari manga karya Aso Haro dan akan terbundel dengan tankoubon terbarunya. Produksinya dilakukan oleh kerjasama Silver Link dan Connect.

Sudah ada kabar lumayan terinci tentang penganimasian Donten ni Warau buatan Kemuri Karakara, yang mengisahkan perjalanan tiga bersaudara dari keluarga Kumo dalam mengawal sekelompok narapidana ke sebuah penjara baru di tahun 11 Meiji yang penuh konflik. Desainnya cukup wah dengan karakter-karakter tampan, yang mungkin agak tak biasa untuk keluaran studio Dogakobo. Tapi masih agak belum jelas tayangnya kapan.

Tambahan lain yang aku lupakan adalah adaptasi anime dari Danna ga Nani o Itteiru ka Wakaranai Ken (I Can’t Understand What My Husband is Saying, ‘aku tak mengerti apa yang suamiku katakan’) yang berawal dari web manga empat kotak buatan Kyoushinsha Cool. Manganya masih relatif baru, dan bercerita tentang keseharian seorang wanita pegawai kantoran biasa yang pekerja keras bernama Kaoru, bersama suaminya yang seorang otaku bernama Hajime, yang belakangan sangat sering menghabiskan waktunya dalam suatu net bulletin board system tertentu. Setahuku ini seri lumayan manis dengan cerita lumayan sederhana yang, ya, mungkin agak sedikit bernuansa dewasa. Tamura Yukari dan Suzumura Kenichi yang akan mengisi suara untuk dua karakter utamanya.

Satu tambahan lainnya, yang sempat agak membuatku mengernyit, adalah Hi sCoool! SeHa Girl yang merupakan seri yang me-moe-fikasi bergenerasi-generasi konsol video game keluaran Sega, sebelum perusahaan tersebut keluar dari persaingan hardware konsol game dan mulai berfokus pada pengembangan software. Ceritanya mengisahkan soal bagaimana Dreamcast, Sega Saturn, dan Mega Drive baru bergabung di Akademi SeHaGaga di stasiun Haneda Outorii, Tokyo, dan diberi serangkaian tugas oleh seorang guru mencurigakan untuk memasuki dunia-dunia dari game-game keluaran Sega demi bisa wisuda dari sana. TMS Entertaniment yang akan memproduksi animenya, dengan memanfaatkan perangkat lunak MikuMikuDance dalam pembuatannya(!), dengan karakter yang didesain oleh KEI, sang pencipta Hatsune Miku, serta animasi yang disutradarai oleh Sugahara Souta, yang pernah terlibat dalam anime gdgd Fairies.

Ah ya. Bagaimana bisa aku lupa? Bagian kedua dari Mushishi Zoku Shou serta musim tayang baru dari Yowapeda, yakni Yowamushi Pedal: Grande Road, kelihatannya juga bakalan ada. Tambahan lainnya lagi adalah seri untuk anak-anak Mysterious Joker, yang secara kebetulan juga mengetengahkan soal pencuri misterius.

Tambahan lain: Ronja the Robber’s Daughter, atau Sanzoku no Musume Ronja, keluaran Studio Ghibli, dengan dukungan dari POLYGON PICTURES, juga akan tayang sebagai seri TV(?!). Ini diangkat dari… suatu buku anak-anak terkenal karangan Astrid Lindgren, sori, kemarin aku benar-benar sibuk sampai lupa menambahkannya. Dikisahkan Ronja adalah putri penyayang dan pemberani dari pemimpin kelompok bandit yang tinggal di suatu kastil di tengah hutan. Saat sudah cukup besar, Ronja menjelajahi hutan dan menjumpai makhluk-makhluk misterius yang berdiam di sana, yang memberinya pelajaran untuk tumbuh menjadi lebih kuat. Hidupnya juga pada suatu titik mulai berubah saat ia bertemu seorang anak lelaki seusianya bernama Birk.

Satu lagi, yang aku telat tahunya, Daitoshokan no Hitsujikai yang diadaptasi dari game dewasa(?) keluaran August. Aku masih tak terlalu yakin soal inti ceritanya. Sejauh ini baru soal bagaimana kehidupan sekolah seorang siswi bernama Tsugumi menjadi lebih menyenangkan semenjak bersama Kakei. Tapi ya, ada latar suatu perpustakaan besar yang diangkat di dalamnya. Jadi ada sebagian orang yang bakal menganggapnya menarik. Produksinya akan dilakukan oleh Hoods Entertainment.

Maaf, aku lupa menyebutkan soal Hello! Kin-iro Mosaic yang merupakan season kedua dari Kinmoza!.  Yaps, kalian bisa bertemu lagi dengan Shinobu, Alice, dan kawan-kawan mereka yang lain di musim ini. Produksinya masih dilakukan oleh Studio Gokumi.

Satu tambahan lain untuk para penyuka anime shoujo, Bonjour: Koiaji Patisserie, hasil kerjasama Connect dan Silver Link, yang diangkat dari otome game mobile buatan… hah, enggak disebutkan siapa? Terlepas dari itu, ceritanya mengetengahkan pengalaman-pengalaman seorang gadis bernama Haruno Sayuri yang memperoleh beasiswa untuk belajar di sekolah kue elit Fleurir, yang di dalamnya ia akan bertemu sejumlah pria rupawan. Sekilas, ini tak terlihat sebagai seri yang akan menonjol sih. Tapi siapa tahu?

Err, akan aku kabari kalau ada kabar-kabar lagi.

(Oh, aku terlambat tahu tentang seri sains fiksi tentang android Karen Senki. Man, ini enggak kayak aku yang biasa.)

(Sumber: ANN dan beberapa situs lain.)


About this entry