Mushoku Tensei

Belakangan di situs Baka-Tsuki, ada sejumlah orang yang dengan penuh semangat mengerjakan terjemahan web novel Mushoku Tensei- Isekai Ittara Honki Dasu karangan Rifujin na Magonote.

Meski berawal dari novel yang diserialisasikan secara gratis di web, cerita ini akhirnya diterbitkan secara resmi dalam bentuk cetak oleh Kadokawa/Media Factory, dengan ilustrasi buatan Shirotaka. Adaptasi dalam bentuk manga juga telah dibuat, dengan diserialisasikan di majalah Monthly Comic Flapper.

Kayak biasa, aku sedang ada banyak kesibukan belakangan. Aku enggak sempat menonton apa-apa (ya, termasuk seri-seri favoritku). Lalu karenanya, aku lebih banyak membaca apa yang bisa kubaca dari Baka-Tsuki. Aku menemukan judul satu ini saat tiba-tiba menyadari kalau ini judul yang belum pernah kutemukan sebelumnya. Lalu aku lumayan mengernyit sekaligus terkesima saat membaca deskripsi ceritanya.

Mungkin karena ini jenis cerita yang lebih dikhususkan untuk pembaca dewasa.

Reinkarnasi

Sekali lagi, sebelumnya perlu kusampaikan bahwa Mushoku Tensei memiliki cerita yang agak dewasa.

Sekali lagi, “DEWASAAAAAAAAAAAAA…. SAAAAA… SAAAAAAAAA…” dengan efek menggema.

Soalnya, meski dituturkan dengan gaya ringan dan cenderung ceria, sesekali ada hal agak berat yang disampaikan dalam ceritanya. Ditambah lagi banyak hal… ehem, dewasa yang diangkat di dalamnya.

Singkatnya, seri novel ini berkisah tentang seorang otaku sekaligus NEET sekaligus hikkikomori—atau gampangnya, seorang dame ningen yang telah luar biasa gagal dalam hidup—berusia 34 tahun, yang pada hari pemakaman kedua orangtuanya, akhirnya diusir keluar dari dalam rumahnya—sesudah komputernya yang menjadi harta terbesarnya diluluhlantakkan dengan pemukul bisbol oleh adiknya. Sesudah terlatung-latung, kebingungan di tengah hujan, dan mulai menyesali arah hidupnya, si otaku ini akhirnya mencoba melakukan suatu hal berarti dengan mendorong tiga anak SMA yang sedang bertengkar di tengah jalan dari truk yang pengemudinya meleng, sebelum kemudian mati dan mendapati diri telah bereinkarnasi sebagai bayi di suatu dunia fantasi ajaib yang dipenuhi petualangan, monster dan sihir.

…Mungkin kalian perlu baca ulang paragraf di atas kalau-kalau masih belum mengerti.

Jadi, ya, meskipun masih sebagai bayi, dirinya masih menyimpan kenangan kehidupan masa lalunya sebagai pria gemuk perjaka lajang berusia 34 tahun. Dengan kebingungan dia lalu mendapati bahwa tubuhnya telah mengecil kembali, dirinya berada di sebuah rumah asing, dan semua orang berbicara dengan bahasa asing yang belum pernah didengarnya sebelumnya.

Sebagai sedikit tambahan info, alasan yang memicu dirinya sampai terusir adalah karena dirinya malah sedang mengona** foto seorang loli di dalam kamarnya saat acara pelayatan sedang dilangsungkan. Dalam versi novel webnya, disinggung bahwa loli bersangkutan adalah anak perempuan saudara lelakinya.

Jadi ya, dirinya memang orang separah itu.

Terlahir kembali dengan nama Rudeus Greyrat, bahkan semenjak masih bayi, dirinya kemudian memutuskan untuk memperbaiki jalan hidupnya dan hidup secara penuh.

Tujuh Kekuatan Dunia

Rudeus terlahir sebagai anak pasangan Paul dan Zenith Greyrat (cara pengejaan nama-nama masih bisa berubah), pasangan mantan petualang berusia pertengahan 20-an tahun yang sesudah menikah, mempensiunkan diri dari bisnis petualangan, dan hidup damai di sebuah desa bernama Benoa, di wilayah Fedoa, di kerajaan bernama Asura.

…Di awal cerita, kehidupan mereka relatif tenang. Rudeus pun tumbuh sebagai anak baik yang kelihatan lebih pintar dan lebih dewasa dari usianya—walau terkadang ekspresinya saat tersenyum bisa membuat para perempuan sedikit takut saat melihatnya.

Mushoku Tensei pada dasarnya memaparkan tentang kehidupan baru Rudeus di dunia baru ini. Mulai dari saat ia masih bayi, menjadi anak-anak, tumbuh dewasa, termasuk menikah dan punya anak dan sebagainya.

Keinginan Rudeus untuk menjadi pribadi lebih baik—terlepas dari pikiran-pikiran mesumnya—mendorongnya untuk menggali bakat-bakat yang mungkin dia miliki. Hal pertama yang ia kaji adalah kemampuan sihir yang dipelajarinya secara otodidak. Lalu salah satu aspek paling menarik dari seri ini adalah pada pertumbuhan kekuatan sihir Rudeus yang semakin lama, untuk ukuran dunia ini, semakin gila-gilaan.

Itu juga tentu saja diselingi berbagai hal lain: seperti, ringkasnya, bagaimana ia berusaha mendapat jodoh dan melepas keperjakaannya. Atau pada bagaimana ia mempertahankan sopan santun dalam situasi-situasi paling enggak enak dan membahayakan sekalipun.

Hmm. Seperti inilah ternyata kekuatan pengalaman.

Aspek world building tentu saja ada banyak pada ceritanya. Tapi berhubung dunianya adalah tipikal dunia fantasi yang kerap ditemukan dalam JRPG—dengan adanya bangsa sihir yang tertindas, peperangan dengan Demon Lord berabad-abad pada masa lalu, monster-monster yang bermunculan secara liar, kerajaan-kerajaan penuh bangsawan yang ‘sakit’ dan ‘nafsuan’ dan selalu saling menjatuhkan, ras-ras separuh binatang yang hidup di hutan, ras-ras bertelinga panjang, ras-ras berbadan pendek yang tinggal di pegunungan, petualang-petualang yang bisa disewa untuk melakukan pekerjaan, sampai labirin-labirin berbahaya yang muncul entah dari mana dan bisa memakan korban bila dimasuki, tapi memberikan kristal sihir bagi mereka yang berhasil menuntaskannya—bagaimana seri ini mempertahankan suspension of disbelief dengan latarnya yang kayak gitu lumayan mengesankan.

Apalagi mengingat sifat asli Paul yang dulunya seorang philanderer, dan bagaimana baik dirinya maupun Zenith di awal-awal masih belum cukup matang sebagai orangtua. …Ini berdampak saat hadirnya Lilia, bekas pelayan bangsawan yang kemudian menjadi pelayan di rumah keluarga Rudeus, yang memiliki masa lalu agak rumit dsb dan pernah satu dojo dengan Paul dulu.

Apa yang seri ini angkat lumayan mirip dengan beberapa seri lain macam… uh, Re: Monster (agak buat dewasa juga, dengan muatan moral yang lebih abu-abu), atau The Gamer. Tapi Mushoku Tensei kurasa mengangkat tema yang lebih luas dengan karakter-karakter yang lebih mudah dimasuki.

Biasanya, pergantian suatu bab dalam ceritanya bakal diiringi oleh suatu titik balik yang terjadi dalam kehidupan Rudeus. Sepeti kedatangan guru sihir yang kemudian menyembuhkan ke-hikkikomori-annya, Roxy Migurdia (yang langsung memikatnya dengan ukuran badannya yang seperti anak SMP, kacamatanya, serta dadanya yang… um, sudahlah), atau saat sesudah melihat sendiri besarnya potensi yang ia punya, Paul ‘mengusirnya’ dari rumah agar ia bisa menjadi tutor bagi seorang anak perempuan yang lebih tua dua tahun dari dirinya: Eris Boreas Greyrat, anak perempuan liar dari salah satu saudara Paul yang mempertahankan status kebangsawanan yang mereka miliki.

Awal pengusiran Rudeus terkait hubungan amat dekatnya dengan Sylphyette, sahabat masa kecilnya yang campuran ras telinga panjang dan ras separuh binatang. Rudeus mengajari sihir padanya juga, dan ia berharap akan bisa belajar bersama di Akademi Sihir di masa depan, namun Paul takkan sanggup untuk menanggung biayanya.

…Yah, singkat cerita, titik balik paling berpengaruh dalam cerita ini adalah saat terjadinya suatu bencana sihir berskala sangat besar yang berdampak pada seluruh Fedoa, yang melempar Rudeus bersama Eris dan membuat mereka terdampar di Benua Sihir, tempat asal ras majin yang keras dan liar.

Insiden ini yang selama tahun-tahun ke depan kemudian berdampak pada kehidupan Rudeus.

Bukan hanya karena memisahkan dirinya dari keluarga dan kehidupan baru yang dimilikinya, namun juga mengawali pertemuannya dengan Hitogami, sosok misterius yang wujudnya selalu tertutup mosaik, yang muncul sekitar setahun sekali dalam mimpi-mimpi Rudeus, dan… sedikit banyak, kurang lebih, ‘membimbingnya’ dalam mengambil tindakan-tindakan tertentu.

…Sekalipun dia lebih banyak mengambil tindakan yang membuat Rudeus juga melakukan hal-hal yang menarik bagi dirinya sih.

Sosok ini kelihatannya juga tahu sesuatu soal kelahiran kembali sang otaku di dunia ini. Yang nampaknya terkait juga dengan takdir yang dihadapinya mengingat kekuatan-kekuatan besar lain yang ada di dunia. Tapi yah, untuk lebih banyaknya kurasa aku perlu baca ceritanya lebih jauh juga.

Dan seriusan, insiden besar satu ini meninggalkan begitu banyak misteri yang terus berdampak pada cerita-cerita di buku-buku berikutnya.

Ada sejumlah besar lain, tapi aku enggan menyebutkannya. Tapi pemaparan situasionalnya kurasa bisa dibilang lebih menarik dari yang kukira. Ada sedikit ketidakpastian soal kehidupan. Ketidakpastian soal orang-orang yang kita sayang. Ketidakpastian soal apa-apa yang benar dan yang enggak. Hal-hal yang sebenarnya agak jarang kulihat, bahkan untuk seri-seri yang memaparkan soal kehidupan. Mungkin di sana juga daya tarik lain yang seri ini punyai?

Bunga di Kedua Tangan

Daripada sepenuhnya memaparkan apa-apa yang terjadi, biar kubilang kalau ini bacaan yang kayaknya pas buat para otaku veteran yang usianya udah agak tua; yang kurang lebih sudah jadi om-om sepertiku. Ceritanya terkadang agak koplak (sering muncul karakter yang benar-benar random di dalamnya, seperti seorang Demon Lord berbadan loli yang terkapar di… aih, sudahlah). Suka muncul referensi terhadap anime yang kadang enggak jelas apa. Ada adegan-adegan dewasa yang enggak segan-segan dimunculkan di dalamnya (bagaimanapun, soal pernikahan juga disinggung dalam seri ini). Tapi di sisi lain, alurnya juga terkadang bisa jadi keren dengan perkembangan yang teramat seru. Segalanya sebenarnya begitu serius, tapi dituturkannya dengan lumayan ringan.

Ini salah satu seri yang lebih thoughtful dari yang kusangka. Yang juga membahas lebih banyak soal keluarga dan apa maknanya, juga lebih dalam dari yang kusangka.

Dan, meski perasaanku ampe sekarang agak campur aduk tentangnya, aku mesti berterima kasih pada orang-orang hebat yang sudah memulai melakukan penerjemahan mereka terhadap seri ini. Soalnya, kelihatannya ini jenis seri yang agak enggak gampang diterjemahkan. Jenis yang kayaknya mudah tapi sulit pada saat yang sama. Aku juga enggak bener-bener bisa bilang kalau narasinya bagus sih. Tapi POV yang terkadang melompat-lompat itu beneran membantu.

Oh, dan juga lelucon berulang yang Rudeus keluarkan setiap kali dirinya dikurung. Dia bakal mulai promosi tentang betapa rendah biaya sewa tempat tinggal di tempat di mana dirinya dikurung sekarang. Aku serius hampir selalu ngakak tiap kali aku baca soal itu.

Bicara soal ilustrasinya, ilustrasinya bukan jenis yang terlihat menonjol dari segi karakter, tapi kelihatannya menaruh banyak detil yang tak disangka pada pakaian, aksesori, latar, dan sebagainya. Hasilnya benar-benar rapi dan menampilkan kesan keluarga dan dunia lain yang kuat.

Kudengar sudah mulai dibuat adaptasi manganya sih (buatan Fujikawa Yuka?). Tapi kalau soal anime, kurasa itu tak mungkin terjadi.

Enggak. Aku bener-bener enggak yakin kalau sebuah anime bisa terjadi.


About this entry