A Certain Magical Index Movie: The Miracle of Endymion

Gekijouban To Aru Majutsu no Index: Endymion no Kiseki, atau juga dikenal sebagai A Certain Magical Index Movie: The Miracle of Endymion, sebenarnya agak malas kubahas.

Aku suka sih. Film layar lebar ini terbilang menarik dan memuaskan. Tapi, intinya, pada akhirnya, seluruh isi film ini hanyalah fanservice.

Bukan dalam artian vulgar sih. Tapi lebih ke gimana ini sepenuhnya dibuat semata-mata demi memenuhi pengharapan para penggemar. Kurang substansi. Seri Index memang sudah sangat terkenal sih, jadi kurasa itu wajar. Dan lagi, mempertimbangkan gimana cerita di animenya sudah jauh ketinggalan dibandingkan cerita di novel-novelnya, dibuatnya movie itu juga suatu pilihan yang wajar.

Film ini pertama keluar bulan Februari tahun 2013 lalu, dengan durasi satu setengah jam. Produksinya masih dilakukan oleh studio animasi J.C. Staff dengan dukungan dari banyak sekali pihak. Ceritanya berlatar kira-kira di pertengahan season kedua animenya. Mungkin tepatnya, ceritanya dimulai sesudah konflik yang melibatkan Remnant Tree Diagram (dicirikan lewat luka-luka yang masih diderita Shirai Kuroko sesudah duel mautnya dengan Musujime Awaki), tapi sebelum ajang Daihaseisai yang melibatkan konflik antara Kamijou Touma dan kawan-kawan melawan Oriana Thomson dan Lidvia Lorenzetti.

Rentang waktu ceritanya memang agak panjang. Cerita movie ini sendiri berakhir agak di pertengahan masa Daihaseisai. Tapi berhubung agak memusingkan, lebih banyak soal itu lebih baik enggak terlalu dipikirkan.

Sesuai yang judulnya implikasikan, ceritanya berpusar pada konflik pendirian space elevator Endymion di Distrik 23 Academy City, yang tak dinyana kembali memicu konflik dalam perseteruan panjang antara sisi sains dan sisi sihir.

(Buat kalian yang kebingungan space elevator itu apa, hmm, bayangin sesuatu yang mirip dengan apa yang ada di Gundam 00)

Kau percaya pada keajaiban?

Seperti yang bisa diharapkan dari cerita-cerita di seri Index, agak susah memaparkan konfliknya secara gamblang karena banyaknya hal yang terjadi.

Dikisahkan sekitar tiga tahun sebelumnya, terjadi kecelakaan dahsyat yang melibatkan pesawat luar angkasa Spaceplane Orion buatan perusahaan Orbit Portal Company. Pesawat ini tengah melakukan penerbangan uji pertamanya, dan kecelakaan yang terjadi memaksa mereka kembali ke Bumi. Terdapat 88 orang penumpang dalam pesawat itu. Namun secara ajaib, sang pilot berhasil mendaratkan kembali pesawat, dan kedelapan puluh delapan orang di dalamnya ditemukan selamat. Insiden ini yang kemudian dikenal sebagai Insiden Orion, atau juga dikenal dengan sebutan Miracle 88.

Di masa kini, seorang bintang pop baru bernama Meigo Arisa tengah naik daun sebagai penyanyi di Academy City. Lalu Touma, beserta Index, secara kebetulan berjumpa dan berkenalan dengannya.

Seperti halnya Touma, Arisa ternyata adalah seorang Level 0 yang tak memiliki kekuatan istimewa sebagai esper. Namun dirinya merasa memiliki bakat dan keistimewaan tertentu dalam menyanyi. Karena itu, dirinya menjadikan nyanyian sebagai bidang yang ditekuninya.

Lalu seperti halnya Touma lagi, Arisa juga pernah kehilangan ingatannya. Dirinya tak memiliki ingatan apa-apa sampai sekurangnya tiga tahun lalu. Namun Arisa tak membiarkan hal ini menghalangi upayanya dalam mengejar cita-citanya.

Masalah kemudian timbul saat penyihir api Stiyl Magnus, beserta ketiga muridnya dari Necessarius (karakter-karakter orisinil yang pertama ditampilkan buat film layar lebar ini): Marie Spearhead (pirang, semacam pemimpin bagi kedua kawannya; spesialisasi sihir air melalui sapu), Mallybath Blackball (berambut coklat, serius, namun sedikit ceroboh; spesialisasi sihir tanah yang dilepaskannya lewat pena bulunya), dan Jane Elves (serius, berbadan kecil, mempunyai nekomimi; spesialisasi dalam sihir angin lewat kipas), tiba-tiba saja hadir untuk mengabduksi Arisa.

Menilai kekuatan nyanyian yang Arisa miliki, Kanzaki Kaori kemudian mengungkapkan pada Touma bahwa ada kemungkinan kalau Arisa adalah seorang Saint yang baru ditemukan. Lalu keberadaannya di tengah Academy City akan dapat memicu konflik baru antara kubu sains dan sihir.

Meski Touma dan Index terlibat saat mencoba melindungi Arisa, upaya Stiyl digagalkan oleh Black Crow Unit, salah satu pasukan pengaman swasta Academy City.

Black Crow Unit dipimpin seorang gadis Level 4 bernama Shutaura Sequenzia. Shutaura memiliki kekuatan esper yang disebut Earth Pallete, yang memungkinkannya menyimpan daya ledakan dalam elemen-elemen tanah langka yang disimpan dalam untaian-untaian cakram. Sesudah berhadapan dengan Kanzaki, Shutaura kemudian memperingatkan Touma untuk tak lagi terlibat dengan Arisa untuk alasan yang saat itu tak ia ungkapkan.

Tanpa sepengetahuan publik, meski resminya berada di bawah yuridikasi Academy City, Black Crow Unit sesungguhnya berada di bawah perintah Ladylee Tangleroad, gadis muda yang merupakan CEO terkini dari Orbit Portal Company.

Sebagai bentuk peringatan atas Miracle 88, Orbit Portal Company dalam waktu dekat akan meresmikan space elevator Endymion yang saat itu baru tuntas konstruksinya, di wilayah seputaran tempat pesawat Orion dahulu melakukan pendaratan darurat. Lewat Endymion, tingkat penjelajahan baru atas angkasa luar diyakini akan dapat dilakukan, dengan kemudahan pemindahan material-material konstruksi melalui elevator ini. Mereka hendak mencari talenta penyanyi baru yang akan mengisi bagian seremonial dari ajang peresmian ini.

Ladylee karena suatu alasan kemudian menugaskan Shutaura untuk melindungi Arisa. Sekalipun Shutaura sangat membenci keyakinan-keyakinan soal ‘keajaiban’ yang menjadi tema nyanyian Arisa. Shutaura juga karena suatu alasan selalu mengalami sakit kepala setiap kali ada suara musik diperdengarkan.

Arisa kemudian mengikuti audisi yang Orbit Portal Company laksanakan, dengan ditemani kawan-kawannya: sang Electromaster Level 5 dari sekolah putri Tokiwadai, Misaka Mikoto, dan teman-teman dekat Misaka: Shirai Kuroko, Uiharu Kazari, dan Saten Ruiko yang telah menjadi penggemarnya. Serangkaian hal terjadi, yang menegaskan adanya ancaman terhadap keselamatan Arisa. Lalu lambat laun Touma dan Index pun menyadari betapa besarnya dampak yang akan Endymion berikan terhadap keseimbangan kekuatan antara kubu sains dan sihir.

Meski bernaung di bawah Academy City, Ladylee kemudian diketahui adalah seseorang yang berasal dari sisi sihir. Dirinya memiliki kepentingan tertentu terkait Arisa dalam rencana besarnya yang berkaitan dengan pembangunan Endymion. Lalu saat sudah jelas apa yang sedang terjadi, semua sudah terlambat, dan keselamatan seisi dunia sekali lagi menjadi pertaruhan.

…Is in your heart

Dari segi presentasi, sesuai pengharapan, movie ini benar-benar keren. Dunia Academy City tampil dalam wujud paling kerennya sejauh ini. Ada skyline yang terlihat teramat panjang, serta deretan gedung besar yang menyala setiap malam. Aksi-aksi yang timbul pun berkesan. Secara pribadi aku merasa highlight seri ini dari segi visual adalah permesinan mobile weaponry yang digunakan oleh Black Crow Unit sih, serta pada desain struktur menara Endymion sendiri yang mencapai sekurangnya 35.000 kilometer dari pemukaan Bumi. Desain futuristisnya beneran keren, dengan banyak detil yang kerasa kayak sayang kalau hanya dilihat sebentar.

Di sisi lain, soal ceritanya… hmmm, ceritanya benar-benar khas cerita To Aru Majutsu no Index. Plotnya agak rumit dengan tempo bergerak cepat, karakter-karakter yang banyak, serta penuntasan cerita yang mungkin memerlukan sejumlah deduksi dan pemikiran ulang bagi mereka-mereka yang benar-benar penasaran.

Dengan kata lain, ceritanya—kayak yang bisa diharapkan—berakhir agak lebih ‘dalam’ dari yang mungkin kau kira.

Kerasa ada plothole. Tapi petunjuk-petunjuk untuk mengisinya sepertinya sudah ada. Tapi ini sudah biasa untuk ukuran cerita Index, yang cakupannya memang sudah teramat luas dan panjang. Di samping itu, kayak biasa, bagian-bagian cerita yang belum beres ini seakan nyambung dengan bagian-bagian cerita yang lain. Jadi aku berusaha untuk enggak mempersoalkan soal itu.

Ditambah lagi, ada banyak karakter yang seakan ter-summon ‘turut membantu’ dalam adegan penentuan saat Misaka dan kawan-kawan harus mencegah runtuhnya Endymion, di antaranya meliputi si agen ganda Tsuchimikado Motoharu, klon-klon Misaka yang dibawa Misaka Imouto, serta Level 5 peringkat satu, Accelerator.

Adegan-adegan aksinya terbilang keren. Tapi mungkin bakal terasa agak mengecewakan bagi sebagian orang.

Kita puas sih. Kita bisa melihat Accelerator melayang di udara bersama Last Order dan menciptakan kehancuran massal seketika. Misaka masih mengambil tindakan secara mandiri dan kita bisa melihat tembakan Railgun khasnya. Lalu Kanzaki pun melakukan suatu hal gila yang—kalau mengacu soal timeline cerita novel-novelnya di atas—akan dilakukannya lagi tak lama kemudian.

Tapi terasa seperti ada sesuatu yang agak kurang gitu. Seperti yang paling terasa dalam konfrontasi terakhir antara Touma melawan Shutaura di depan panggung konser Arisa. Rasanya seperti kurang jelas si ini ke sini untuk apa, lalu si itu ke sana sebenarnya dengan maksud apa. Lalu tahu-tahu semuanya terjadi saja.

Agak susah buat menggambarkannya tanpa spoiler. Tapi kemungkinan adegan-adegan aksinya dibuat demikian karena mempertimbangkan dari segi timeline, pada klimaks film ini, Touma masih memulihkan diri dari luka-luka yang dideritanya sesudah melawan Oriana. Demikian pula Accelerator, yang masih belum terbiasa dengan batas waktu baru untuk penggunaan kekuatan espernya, sesudah insiden yang membuatnya nyaris cacat. Lalu, seperti yang sudah disinggung tadi, Kuroko—yang banyak berkontribusi terhadap kerennya adegan-adegan aksi di versi anime To Aru Kagaku no Railgun—pun karena luka-lukanya masih menggunakan kursi roda.

Lalu… euh, soal itu, mengingat posisi ceritanya yang memang agak ‘aneh’ pada linimasa tersebut, saat kau mencoba memikirkannya lagi, memang kerasa kayak… agak gimanaa gitu saat kau mencoba menyusun kepingan-kepingan ceritanya.

Seperti dalam adegan saat Touma keluar dari rumah sakit untuk menolong Arisa. Kalian yang sudah akrab dengan seri ini bisa tiba-tiba menyadari kalau Touma dirawat sebenarnya bukan karena luka-luka yang didapatnya dalam adegan sebelumnya, melainkan karena luka-luka yang didapatkannya dari Oriana dalam cerita di seri TV-nya. Hal serupa terjadi bagi kalian yang mengikuti versi manga To Aru Kagaku no Railgun. Mungkin kalian akan menyadari apa yang Kongou Mitsuko maksud soal pertandingan balap lari tiga kaki yang dilaluinya bersama Misaka. Adegan itulah yang mengindikasikan kalau sebagian film ini berlangsung saat masih Daihaseisai.

Aku tak tahu soal kalian. Tapi kesadaran-kesadaran kayak gini memberiku campuran antara perasaan senang dan sebal.

Yah, ini yang kumaksud sebagai fanservice.

Maka dari itu, kurasa bisa dibilang bahwa yang paling akan menikmati film ini memang adalah mereka yang sudah menjadi penggemar lama seri ini. Para penggemar baru juga mungkin masih akan bisa menikmatinya, tapi ada kemungkinan mereka hilang acuan soal ini siapa dan itu siapa.

Oh, dan dengan adegan-adegan konsernya, nuansa film ini memang jadi mirip dengan nuansa film layar lebar Macross Frontier. Tapi soal itu kayaknya tak bisa diapa-apakan lagi.

Soal Besok

Akhir kata, ini film yang seru dan menarik kok. Selaku penggemar seri Index, aku merasa lumayan bisa menikmatinya. Walau secara pribadi aku merasa ceritanya tak sememuaskan yang aku harap sih.

Berhubung cerita utama seri Index sudah terlanjur dibuat jauh (seriusan, cerita seri-seri novelnya sudah jauh banget dari animenya), cerita film ini memang agak me-retcon beberapa hal yang sudah terbangun dalam cerita versi novel dan anime Index. Di antaranya, soal tingginya tiang Endymion yang bisa terlihat dari kejauhan—yang secara teratur ‘disesuaikan’ dalam anime To Aru Kagaku no Railgun S. Tapi secara umum ceritanya tak begitu menyinggung versi cerita yang sudah ada.

Soal canon atau enggaknya… berhubung Arisa sempat disinggung dalam salah satu novel New Testament yang belakangan terbit, maka apa-apa yang terjadi di film ini kurasa bisa dikatakan adalah canon.

Ada cerita prekuel lepas untuk seri ini berjudul To Aru Majutsu no Index: Road to Endymion, yang secara umum membeberkan lebih jauh soal sisi politis yang Endymion miliki. Ceritanya terjadi saat sekelompok penyihir lagi-lagi menginfiltrasi Academy City, sebelum status Endymion sebagai space elevator dipublikasikan ke khalayak luas, dan Touma serta Index lagi-lagi terlibat untuk mencegah suatu bencana besar yang mungkin terjadi. Cerita ini termasuk bagian dari salah satu cerita game To Aru Majutsu to Kagaku no Ensemble untuk konsol Sony PSP, yang berlatar beberapa waktu sebelum Daihaseisai, pada kurun waktu sekitar insiden Remnant terjadi. Lalu di dalamnya ada lebih banyak lagi hal gila yang terjadi di belakang layar, melibatkan seorang tokoh bernama Pantagruel dan sistem SNS Rondo Net yang membolak-balikkan antara dunia maya dan realita.

Yeah, cerita di seri Index memang sudah serumit itu.

Aku masih agak malas untuk mendalaminya sih. Tapi secara berkala kurasa aku tetap akan memperhatikan perkembangannya juga.

(Soal apa sebenarnya Arisa? Kurasa soal itu memang sengaja dibiarkan ambigu hingga akhir.)

(Sekolah Arisa? …Kurasa Kirigaoka, mengingat langkanya kemampuannya. Tapi mungkin aku salah.)

(Eh? Soal apa sebenarnya Ladylee? Mengingat nasibnya berakhir di tangan Academy City, kurasa dia sesuatu yang mirip dengan Frauleine Kreatune di novel-novelnya.)

…Sebentar. Setelah kupikirkan lagi, mengingat fanboy di dalam diriku berhasil dibuat menjerit “Saten-saaaaaaaaaaaan!” saat Saten Ruiko akhirnya mendapat kesempatan bicara pertamanya dalam sebuah anime Index, mungkin movie ini sebenarnya bisa dinilai memuaskan?

Hmm. Entahlah.

Aku pribadi sesudah menonton tak mendapat banyak hal baru selain sedikit perenungan soal ini dan itu. Tapi mungkin lebih baik kalian menilai sendiri.

Penilaian

Konsep: B; Visual: S; Audio: B+; Perkembangan: A; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B+


About this entry