Gundam Unicorn OVA 7: Over the Rainbow

Setelah masa penantian panjang, belum lama ini adaptasi animasi dari seri novel Kidou Senshi Gundam Unicorn karya Harutoshi Fukui berakhir dengan episodenya yang ketujuh (subjudulnya kira-kira berarti ‘di seberang pelangi’). Masih diproduksi oleh studio animasi Sunrise dan masih pula ditangani oleh staf yang sama, episode terakhir ini menandai akhir dari salah satu seri animasi mecha terkeren yang dimulai dari tahun 2010 (kayaknya ini menandai pula awal serialisasi seri OVA Gundam baru: Kidou Senshi Gundam: The Origin, tapi soal itu kita bahas lain waktu).

Menurutku pribadi, hasil akhirnya bisa dibilang benar-benar bagus.

Kalau ada kekurangannya, seperti yang sebelumnya pernah kusinggung, menurutku itu karena ini bukan jenis cerita yang bisa sepenuhnya dinikmati oleh non penggemar Gundam. Sejumlah bahasan abstrak di dalamnya, seperti soal ‘teori Newtype’ dan ‘pemahaman antar satu sama lain,’ mungkin agak terlalu abstrak bahkan untuk sejumlah penggemar Gundam sendiri. Keabstrakan yang dimaksud di sini itu seriusan abstrak, menyangkut pada perilaku berbagai karakternya serta berbagai keputusan yang akhirnya mereka ambil. Karenanya, aku enggak akan menyalahkan bila ada orang-orang yang merasa kurang sreg dengan sebagian perkembangan cerita di episode-episode akhirnya.

Kalau aku membahas soal itu lebih lanjut, itu bisa berakhir dengan perdebatan. Jadi biar aku tekankan saja kalau menurutku pribadi, enggak ada masalah sama sekali dengan perkembangan ceritanya. Aku lumayan merasa bisa mengerti apa yang terjadi (walau sebenarnya aku sendiri enggak yakin gimana). Lalu aku semakin terkesan pada Gundam Unicorn terutama karena berbeda dengan beberapa seri Gundam lain yang agak mengangkat tema-tema abstrak kayak gini secara maksa, ada sesuatu yang berusaha keras disampaikan oleh para pembuat seri ini. Lalu sesuatu tersebut, sebagaimana yang mungkin bisa dilihat dari beragamnya reaksi orang di Internet, sayangnya bukan sesuatu yang akan bisa tersampaikan secara jelas ke semua orang.

Yeah, persis kayak pertanyaan soal apakah kaum Newtype benar-benar ada apa enggak yang berulangkali digaungkan dalam berbagai seri Gundam berlatar zaman Universal Century.

Gundam Unicorn itu udah kayak seri anime yang membidik suatu bagian kecil dari pangsa pasar yang sudah menyempit, dan membidik suatu pangsa yang lebih sempit lagi dari bagian itu. Kalau ngebayanginnya kayak gitu, rasanya masuk akal bila seri ini diputuskan untuk dibuat dalam format rangkaian OVA dan bukannya sebuah seri TV.

Tapi sekali lagi, secara teknis saja seri ini sudah sedemikian kerennya, sehingga bahkan bisa menarik perhatian kalangan-kalangan yang mungkin sebenarnya tak terlalu berminat pada ceritanya. Lalu tamatnya, buatku seenggaknya, terbilang memuaskan.

Benar-benar memuaskan.

Aku jadi merasa ingin membandingkannya dengan seperti apa ceritanya di novel aslinya.

Warisan dan Peninggalan

Kotak Laplace yang dicari semua pihak akhirnya diketahui berada di koloni luar angkasa Industrial 7, tempat asal di mana semua ini bermula.

Kapal induk Nahel Argama, yang membawa gabungan pecahan dari pasukan Federasi Bumi pimpinan Otto Midas serta pecahan Neo Zeon yang setia pada Zinnerman, beradu cepat dengan pasukan Neo Zeon yang berpusat pada kapal induk Rewloola yang terbentuk oleh mereka yang setia pada sang pria bertopeng, Full Frontal.

Banagher Links, dengan menggunakan MS Full Armor Unicorn Gundam, mendahului teman-temannya untuk bisa tiba lebih awal di tempat tujuan. Namun ia dihadang Riddhe Marcenas, yang tiba-tiba saja telah menyusulnya menggunakan MS Banshee Norn. Riddhe kalut dan tak bisa menerima pilihan yang Audrey Burne ambil terkait apa yang akhirnya akan dilakukannya dengan kotak tersebut, dan menjadi lawan tangguh bagi Banagher. Terlebih saat hambatan ini membuat Nahel Argama sekali lagi berhadapan dengan pasukan Neo Zeon yang datang menyerang mereka di bawah pimpinan Angelo Sauper yang menggunakan MS Rozen Zulu.

Pada saat yang sama, para petinggi Federasi Bumi yang diwakili oleh ayah Riddhe, Ronan Marcenas, dengan ditemani oleh Martha Vist Carbine dan Alberto Vist, bibi dan saudara tiri Banagher, bertolak menuju pangkalan Cheyenne di Amerika Utara, yang menjadi pusat komando untuk sesuatu yang diberi nama kode System. Dari sana, mereka menjalankan rencana mereka untuk menghancurkan Kotak Laplace pada saat kotak tersebut akhirnya akan dibuka.

Cerita mencapai puncaknya saat Banagher dan Audrey tiba di kediaman keluarga Vist di fasilitas pembangun koloni Magallanica, di Industrial 7 yang telah diungsikan dari para penduduknya. Di sana, keduanya akhirnya berhadapan dengan kakek buyut Banagher, Syam Vist, penemu sesungguhnya dari Kotak Laplace. Dalam dialog yang berlangsung, Syam bermaksud mempercayakan nasib manusia yang dapat dipengaruhi Kotak Laplace kepada Banagher dan Audrey, perwakilan generasi baru, sekaligus manusia Newtype yang telah dipertemukan ke kotak tersebut oleh Unicorn Gundam.

Kotak Laplace terungkap sebagai Piagam Universal Century asli yang hilang dalam insiden pemboman stasiun ruang angkasa Laplace pada tahun 0000 UC, yang di dalamnya ternyata tercantum satu pasal terakhir yang telah dihilangkan dan ditutup-tutupi oleh pemerintahan Federasi Bumi. Pasal tersebut mengakui hak ‘manusia yang telah beradaptasi dengan luar angkasa’ untuk berperan serta dalam pemerintahan, dan keberadaan pasal tersebut membawa komplikasi fatal terkait dicetuskannya teori manusia Newtype oleh Zeon Zum Daikun pada beberapa dekade selanjutnya.

Sebelum Banagher dan Audrey dapat memberi keputusan, Full Frontal tiba-tiba saja hadir dan memberi ultimatum agar kotak itu tetap disembunyikan dan digunakan sebagai kartu negosiasi terhadap Federasi Bumi.

Mengetahui bahwa tak ada cara lain untuk menghentikan Full Frontal, yang dengan menggunakan MA raksasa Neo Zeong telah membajak kendali atas Magallanica dari Syam demi memaksakan kehendaknya, Banagher kembali menggunakan Unicorn Gundam untuk satu pertempuran terakhir.

Doa dan Kutukan — Berkeyakinan Pada Sebuah Kemungkinan

Satu hal yang agak susah kupercayai dari seri anime Gundam Unicorn adalah keberhasilannya dalam merangkum dan memaparkan berbagai kompleksitas dari novelnya. Ada banyak sekali nuansa mendalam yang tersirat pada setiap adegan di anime ini, terpapar lewat bahasa tubuh para karakternya serta ungkapan kata-kata yang mereka ambil, yang bisa terasa agak menyentuh sekaligus nostalgis bagi mereka yang paham.

Tapi bagi mereka yang enggak nangkep hal-hal ini, Gundam Unicorn dengan ini kuakui bisa jadi satu tontonan mecha yang mungkin agak membuat frustrasi. Mungkin bakal ada yang merasa bahwa ada yang sesuatu yang kurang ‘mutlak’ dengan seri ini. Atau sesuatu yang terasa mengambang. Atau sesuatu yang mereka anggap omongan gede atau filosofis yang terlalu dibesar-besarkan. Atau sesuatu yang simpelnya, kurang terjelaskan.

…Seriusan, agak susah ngejelasinnya. Tapi menurutku itu wajar saja.

Salah satu hal tertentu yang secara khusus kuperhatikan pada episode ini adalah bagaimana Banagher, seperti halnya Kira Yamato dalam Gundam SEED Destiny, telah menjadi saking hebatnya sehingga mampu untuk selalu melumpuhkan MS lawan-lawannya tanpa membunuh mereka. Tapi ketimbang bikin aku merasa “Wow”, hal ini lebih kayak bikin aku merasa “Hm?”

Soalnya, walau ini kedengeran aneh, ini satu sisi Gundam Unicorn yang malah membuatnya agak seperti Turn A Gundam dalam hal penyelesaian konflik-konfliknya; sebenarnya lebih menekankan tentang pencarian solusi ketimbang konfrontasinya (dalam arti: enggak ada adegan ‘serangan penghabisan terakhir’ yang dilancarkan), sekalipun adegan-adegan aksinya terbilang sangat keren.

Dan yeah, segala aksi yang dihadirkan di episode ini benar-benar luar biasa. Hampir semuanya sudah ‘main’ senjata-senjata remote seperti funnel dan incom, serta I-Field.

Seperti beberapa episode sebelumnya, ada banyak sekali MS dari berbagai jenis yang tampil dan berperan dalam seri ini. Saking banyaknya sampai aku enggak bisa menyebut satu-satu. Dua yang mungkin perlu kusebutkan dari segi MS produksi massal adalah MS Bawoo milik Neo Zeon yang dapat membelah menjadi dua pesawat; serta Jegan milik Conroy, pemimpin tim ECOAS, yang memiliki skema kamera pada muka yang teramat keren, saat menggunakan Mega Bazooka Launcher yang terpasang di atas Nahel Argama.

Karakter Gael Chan, pengawal mendiang ayah Banagher, Cardeas Vist, tampil kembali di episode ini sebagai orang yang merawat Syam Vist sepeninggal Cardeas. Saat Full Frontal muncul menggunakan Neo Zeong, dia melakukan tindakan berani dengan menghadapinya seorang diri menggunakan MS Silver Bullet.

Silver Bullet ini menurutku merupakan salah satu MS terkeren di episode ini. Didasarkan pada MS Doven Wolf milik Neo Zeon (MS yang sempat lama kubenci karena terus-terusan menghajarku di Super Robot Wars 3), namun dengan menggunakan bentuk kepala Gundam, MS ini memiliki persenjataan misil pada bahunya, sepasang incom kawat, dan kepalan tangannya bahkan juga bisa dilepas dengan kawat seperti halnya Zeong.

Tentu saja, tiga MS utama yang menjadi sorotan karena tampil dalam pertempuran terakhir adalah Full Armor Unicorn Gundam, Banshee Norn, serta Neo Zeong sendiri.

Neo Zeong tentu saja didasarkan pada Zeong, MA eksperimental yang digunakan Char Aznable dalam pertarungan terakhirnya melawan Amuro Ray pada Perang Satu Tahun. Tapi di samping memiliki kaki, ukurannya itu jauh, jauh lebih besar. Dengan tembakan-tembakan beam yang dapat dilepas dari semua jarinya, beserta sejumlah senjata berat lain, keberadaannya jadi hampir menyerupai Psyco Gundam yang dikemudikan Four Murasame di seri Zeta Gundam (Oke, atau Destroy Gundam yang digunakan Stella Loussier di seri Gundam SEED Destiny) karena ukurannya yang raksasa. Yang menarik adalah bagaimana MA ini menggunakan Sinanju, MS pribadi Frontal, sebagai ‘inti’-nya. Lalu MA ini dapat bekerja otomatis dan bereaksi terhadap serangan sekalipun Frontal tak berada di dalamnya. Bahkan MA ini dengan kawat-kawatnya dapat membajak MS-MS musuh untuk menjadi ‘funnel’-nya. MA ini memungkinkan Frontal menjadi lawan yang teramat mengerikan bagi Banagher dan kawan-kawannya, sekalipun ia tampil seorang diri di Industrial 7 tanpa kawalan pasukan sama sekali.

Unicorn Gundam dan Banshee Norn sama-sama memperlihatkan tingkat kekuatan baru dengan cahaya psychoframe mereka yang berubah warna. Di episode kali ini, aku mesti akui kalau warna pendaran hijau lebih cocok untuk Unicorn ketimbang merah. Seluruh perisai Full Armor Unicorn Gundam (ada lebih dari satu), yang masing-masing darinya mampu menghasilkan I-Field, juga telah dapat digunakan Banagher sebagai funnel, dan ini membuatnya menjadi lawan yang teramat sangat kuat (funnel-nya ini benar-benar kelihatan lebih kuat dari rangkaian fin funnel yang Nu Gundam miliki). Adegan saat Banagher dan Riddhe bersepakat untuk mengalahkan Frontal benar-benar keren karena MS masing-masing mulai titik itu menghasilkan kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya.

“Cahaya Ini Tak Hanya Berasal Dari Kita.”

Walau di atas aku bilang kalau aku merasa bisa memahami inti ceritanya, sebenarnya, ada lumayan banyak adegan di episode ini yang membuatku terkesima sekaligus mikir. Perkembangan ceritanya kudengar berbeda dengan perkembangan di seri novelnya, jadi aku lumayan penasaran untuk membandingkannya.

Bright Noa, dari kesatuan Londo Bell, yang mengomandoi kapal induk Ra Cailum, kali ini tampil lebih menonjol di episode ini sesudah tip dari Kai Shiden memberitahunya tentang keberadaan System. Adegan saat ia memimpin pasukannya untuk menyerbu masuk ke Pangkalan Cheyenne, dan mengkonfrontasi orang-orang yang ada di sana, diikuti dengan interaksi karakter yang lumayan menarik sehubungan dengan apa-apa selanjutnya yang terjadi.

System terungkap sebagai Colony Laser dari koloni luar angkasa Gryps 2, yang telah diperbaiki semenjak zaman Zeta Gundam (yang juga menjelaskan mengapa kapal induk General Revil tak mengejar sampai ke Industrial 7). Lalu sekalipun telah ditentang Bright, Ronan Marcenas akhirnya begitu menyesal telah menarik pelatuknya saat ia mengetahui bahwa Riddhe ternyata berada di sana.

Full Frontal sekali lagi ditekankan sebagai semacam manusia buatan yang ‘dibentuk’ untuk menjadi pengganti Char. Tak dibeberkan fasilitas mana dari Zeon yang melandasi penciptaannya. Tapi di mataku kelihatannya diindikasikan bahwa tempat manapun darinya berasal telah menjadi ‘masa lampau.’ Di episode ini dijabarkan keyakinannya bahwa dirinya akan menjadi wadah bagi kehendak kolektif umat manusia, serta soal bagaimana cahaya dan kehangatan yang Banagher perlihatkan lewat psychoframe pada akhirnya takkan mengubah apa-apa, dan pada akhirnya hanya akan membawa semua kembali pada ketiadaan.

Konfrontasi terakhir antara Banagher dan Frontal sendiri juga banyak diwarnai oleh ‘keajaiban’ psychoframe. Neo Zeong dilengkapi dengan lingkar psychoframe berukuran raksasa (yang seketika meletuskan semua senjata yang mengandalkan kekuatan pikiran), yang akhirnya beresonansi dengan psychoframe yang Unicorn Gundam miliki, dan menampilkan visi-visi masa lalu dan masa depan(?) kepada Frontal dan Banagher. Walau tak… semisterius kilasan-kilasan metafisik di Eureka Seven, ini buatku mungkin merupakan adegan paling tak disangka di sepanjang seri ini. Baik Banagher maupun Frontal sama-sama seolah terbawa ke alam lain. Nuansanya menurutku agak miirp dengan apa yang terjadi di Space Runaway Ideon. Lalu semua berakhir di tengah ‘ketiadaan’ saat Banagher seakan berhasil menemukan jalannya kembali.

Bicara soal fenomena Newtype, salah satu adegan terpenting di seri ini, tentu saja, adalah adegan wafatnya Marida Cruz. Baik dirinya maupun MS Kshatriya yang digunakannya telah sama-sama kepayahan, dengan Marida terutama telah kelelahan secara fisik dan mental akibat kendali pikiran yang dialaminya. Namun kematiannya memberi arti saat rohnya berbicara secara langsung dan terdengar oleh hampir semua pihak yang terlibat dalam perseteruan ini. Perpisahannya dengan Zinnerman lumayan terasa berat mengingat perkembangan yang mereka alami pada episode sebelumnya. Tapi setelah segala trauma dan pengalaman keras yang dijalaninya (yang dijabarkan lebih gamblang di novel-novelnya, salah satunya soal bagaimana secara biologis dirinya tak lagi bisa memiliki anak), kematian mungkin merupakan hal yang takkan sulit diterima olehnya. Saat Alberto pun ternyata menangisi Marida, itu juga salah satu adegan yang tak kusangka. Sepertinya dirinya memang telah sungguh-sungguh mencintai Marida, sekalipun pada waktu itu pikiran Marida berada dalam keadaan dikendalikan.

Tentang Alberto, alasan mengapa ia berpihak pada bibinya, dan sampai merencanakan kematian ayahnya sendiri, juga terungkap. Memikirkannya lagi ke belakang, adegan ini seolah mengindikasikan bahwa Cardeas pun tak dari dulu merupakan orang yang baik, dan membuatku bisa membayangkan keadaan apa yang membuatnya kemudian berusaha melepas masa lalunya dengan menikahi Anna. Kata-kata Alberto pulalah yang akhirnya menegaskan kekalahan telak yang harus Martha terima.

Tentang konflik pribadi Riddhe yang alami, ini agak susah dijabarkan. Kalau menurutku, segala pertentangan batin yang dialaminya, menyangkut urusan perpolitikan keluarganya, memuncak seiring dengan insiden Kotak Laplace. Tapi di sisi lain, ia merasa sempat menemukan solace-nya dalam sosok Audrey yang berasal dari latar belakang yang serupa dengannya. Karenanya, ia merasa amat sangat tersakiti saat mengetahui Audrey mau mengambil jalan yang berbeda darinya, sebab ‘harapan’ yang semula ia sangka ada di hadapannya tahu-tahu hilang. …Faktor lainnya, adalah karena keberadaannya sebagai Newtype, yang kesadarannya yang telah ‘memuai’ menjadikannya teramat sangat perasa.

Beberapa hal yang patut aku singgung adalah adegan pembuka dari seri Kidou Senshi Gundam paling awal, yang mengetengahkan Perang Satu Tahun, yang dibuat kembali di episode ini, tentu saja dengan animasi lebih baru. Itu lagi-lagi satu kejutan yang tak aku sangka. Lalu adegan kalahnya Angelo, yang sepertinya ditaklukkan Banagher semata-mata dengan kekuatan Newtype-nya? (Lalu ia melakukan hal yang sama pada seluruh pasukan MS dari General Revil yang mengejar?!) Lalu tentang bagaimana Frontal pun takluk sesudah ia dihadapkan pada roh Char Aznable dan Lalah Sune. Suara Amuro Ray, meski hanya satu kalimat, juga terdengar pada titik ini, yang menyiratkan pada keyakinan soal bagaimana masa depan masih bisa dipercayakan pada generasi baru untuk satu ‘kemungkinan’ yang masih ada.

Soal adegan paling keren? Menurutku saat Banagher bersusah payah melawan hilangnya gravitasi, melayang-layang di udara sekaligus memanjati pepohonan, saat tanah Industrial 7 hancur oleh kemunculan Neo Zeong. Saat dirinya kemudian ‘memanggil’ Unicorn Gundam agar datang padanya benar-benar keren.

Seri Gundam Unicorn akhirnya ditutup dengan keberhasilan Riddhe memanggil kesadaran Banagher kembali dari dalam psychoframe, seiring dengan berakhirnya pidato Audrey, sebagai Mineva Lao Zabi, yang disiarkan dari Magallanica (dengan membajak saluran-saluran telekomunikasi) tentang isi sesungguhnya dari Piagam Universal Century. …Ini mungkin cuma aku, tapi adegan tersebut itu kayak tanggapan terhadap akhir movie Gundam 00 tempo hari. Tapi sekali lagi, mungkin ini cuma aku.

Aku suka akhir yang seri ini bawa. Memaparkan ketidakpastian terhadap masa depan, pertanyaan tentang apakah keputusan Banagher dan Audrey untuk mengikuti amanat mendiang Cardeas sebenarnya berdampak atau tidak, dan soal bagaimana mereka kemudian harus pindah dengan menggerakkan seisi Magallanica menjauh dari kejaran Federasi.

Tapi walau melihat peperangan mungkin masih akan berlanjut di seri-seri UC yang berlatar lebih di depan, kurasa iya. Dengan dibeberkannya Kotak Laplace, kuasa Yayasan Vist atas Federasi lenyap, dan tak akan ada lagi pihak yang mampu memanfaatkannya untuk kepentingan mereka lagi. Lalu mengungkapkan pada para korban, dalam hal ini pihak Zeon, bahwa keadaan buruk yang mereka alami diakibatkan karena suatu ‘kegagalan,’ dan bukan kezaliman yang telah direncanakan sejak awal, kurasa sebenarnya berdampak besar…

Berhubung ini episode terakhir, kurasa ini waktunya aku juga memberi penilaian terhadap seri ini secara menyeluruh.

(…Buat yang ingin tahu, ya, kalau menilai dari adegan-adegan yang terjadi, aku juga berpendapat kalau Mihiro Oiwakken disiratkan telah lama diam-diam mencintai Riddhe.)

Penilaian

Konsep: A+; Visual: S; Audio: A+; Perkembangan: A; Eksekusi: S; Kepuasan Akhir: X


About this entry