Shinyaku To Aru Majutsu no Index

A Certain Magical Index: New Testament, atau dikenal juga sebagai Shinyaku To Aru Majutsu no Index, merupakan kelanjutan dari seri novel To Aru Majutsu no Index buatan Kamachi Kazuma, dengan ilustrasi masih buatan Haimura Kiyotaka (walau aku ngerasa gaya gambar beliau sedikit berubah?). Ceritanya masih terbit di bawah label Dengeki Bunko milik penerbit ASCII Media Works. Saat ini kutulis, ceritanya sudah mencapai delapan buku, dan seri ini melanjutkan cerita dari seri sebelumnya yang… uh, ‘berakhir’ pada buku 22.

Sebenarnya, di antara kedua puluh dua buku tersebut, terdapat dua buku berisi kumpulan cerita sampingan ditambah sejumlah, sejumlah, cerita sampingan lain. Lalu walau disebutnya sampingan (gaiden), ceritanya juga sebetulnya masih lumayan nyambung dengan cerita utama (yah, walau enggak semuanya). Jadi, walau dalam ceritanya waktu belum berjalan terlalu panjang, bisa kalian bayangkan seri ini sudah berkembang sampai sejauh apa.

Hampir keseluruhan seri ini sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh para fans hebat di situs Baka-Tsuki. Lalu, buat kalian yang belum nyadar, berhubung aku membuat tulisan ini, maka ya, tanpa terasa aku sudah membaca seri ini sampai sejauh itu.

…Enggak. Aku enggak segitunya menghabiskan waktuku buat membaca seri ini kok.

The Star of…

Berhubung seri animenya belum mengadaptasi keseluruhan cerita di novel-novelnya, dan ditambah lagi, enggak cuma sekali aja narasinya jadi lumayan bertele-tele, berikut ringkasan cerita apa-apa yang terjadi sesudah season kedua animenya buat kalian-kalian yang penasaran.

(Ngelihat struktur ceritanya, aku enggak bisa bayangin adaptasi anime yang bagus bakal kayak gimana. Tapi di sisi lain, basis penggemar seri ini kuat. Jadi mungkin kita sebenernya enggak perlu kuatir soal apa season ketiganya bakal ada apa engga.)

Season kedua animenya sendiri berakhir pada buku ketiga belas, persis sebelum buku SS (berisi cerita-cerita sampingan) yang pertama. Jadi, kalau misalnya season ketiga anime seri ini jadi dibuat, masih ada materi sebanyak (22-13)+2 buku alias 11 buku, yang kelihatannya bakal cukup untuk anime empat cour berdurasi setahun.

Eniwei, selepas cerita di animenya berakhir, sang tokoh utama, Kamijou Touma, berhadapan dengan berbagai macam kesulitan yang berujung pada pecahnya World War Three (Perang Dunia Ketiga), yang menjadi puncak perseteruan antara Gereja Katolik Roma (yang dibeking pihak sihir) dan Academy City (yang mewakili pihak sains).

Selepas kekalahan Vento of the Front (mewakili elemen angin dan malaikat Uriel) dalam insiden munculnya malaikat artifisial Fuse Kazakiri Hyouka di Academy City, Touma berhadapan dengan satu demi satu sisa anggota kelompok elit God’s Right Seat yang telah diberikan persetujuan untuk membunuhnya.

Masing-masing anggotanya—yang berasal dari pihak sihir tapi tak bisa menggunakan sihir yang ‘normal’ dan memiliki perangai dan latar belakang teramat berbeda-beda—terdiri atas:

  • Terra of the Left, mewakili elemen tanah dan malaikat Raphael, berwujud seorang pria tua pendek yang memiliki kemampuan Execution of Light (‘eksekusi cahaya’) untuk mengubah ‘tingkatan’ sebuah benda terhadap benda-benda lainnya, yang memungkinkannya menghancurkan benda-benda kuat dengan benda-benda lemah. Touma berhadapan dengannya dalam perseteruan akan Dokumen Konstantin yang diyakini telah memicu kerusuhan di seluruh dunia. Dengan kelicikannya, ia berhasil menebak soal hilangnya ingatan Touma. Lalu ia juga nampaknya mengetahui sesuatu soal asal-usul Imagine Breaker di tangan kanan Touma, namun ia tewas secara mengejutkan sebelum sempat mengungkapkannya.
  • Acqua of the Back, mewakili elemen air dan malaikat Gabriel, seorang mantan tentara bayaran kekar dari Inggris yang memegang prinsip ketat dalam hidup. Seperti Kanzaki Kaori, dirinya termasuk salah seorang Saint, yang menjadikannya memiliki kekuatan fisik jauh di atas manusia normal. Kemampuan Divine Mother’s Mercy miliknya menghilangkan batasan-batasan untuk melakukan sihir-sihir khusus, dan berbeda dari Kanzaki, sekaligus membuatnya mampu melepaskan kekuatannya sebagai Saint secara penuh, membuatnya menjadi lawan yang teramat mengerikan bahkan bagi Kanzaki sendiri. Acqua bersedia mengampuni nyawa Touma asalkan yang bersangkutan bersedia menyerahkan tangan kanannya. Tapi kenyataan yang berjalan ternyata tak semudah itu…
  • Fiamma of the Right, mewakili elemen api dan malaikat Michael, dirinya bisa dikatakan merupakan tokoh antagonis utama seri ini. Fiamma-lah yang secara tak langsung telah memicu berlangsungnya Perang Dunia Ketiga dengan keyakinannya bahwa ‘dunia yang ini’ salah akibat distorsi keseimbangan elemen yang selama ini terjadi (yang dipicu oleh penciptaan Academy City? Yang memungkinkan makhluk-makhluk hidup lain menggantikan kedudukan seorang malaikat?). Ia memiliki kekuatan Holy Right yang berupa tangan kanan ‘kedua’ yang transparan dan mencuat dari bahunya, dan mirip cakar burung, yang berkemampuan untuk menciptakan ‘keajaiban-keajaiban’ yang serupa dengan berbagai keajaiban yang diriwayatkan pernah tercipta dengan tangan kanan, dan ‘menaklukkan semua lawan’ dengan porsi tenaga yang tak kurang dan tak lebih. Namun, kunci untuk menguasai kekuatan tersebut ia yakini hanya bisa ditemukan pada Touma dan juga Sasha Kruezchev dari Gereja Ortodoks Rusia yang pernah terlibat dalam insiden Angel Fall, dan karena itu ia memburu mereka.

Sepanjang Perang Dunia Ketiga, Touma terseret bahaya ke berbagai tempat di berbagai belahan dunia karena tangan kanannya dinilai berperan vital dalam mengantisipasi segala sesuatu yang mungkin terjadi.

Puncak masalah terjadi saat sesudah perebutan kekuasaan sebagai dampak PD III berlangsung di Inggris, yang melibatkan pihak Necessarius dari Gereja Anglikan, Fiamma mengungkap alasan sebenarnya mengapa Index Librorum Prohibitorum selama ini dibiarkan ada bersama Touma. Fiamma kemudian melakukan manuver tak terduga yang membuat Touma akhirnya mengejarnya sampai ke Rusia. Segala konflik kemudian memusat di sana, dalam satu perseteruan terakhir yang akan menentukan nasib dunia.

Thelesma-thelesma

Kayak yang biasa kubilang, sebenarnya kejadiannya enggak sesimpel itu sih. Sebab entah bagaimana, jadinya ada banyak banget pihak (dan subplot) yang kemudian terlibat dalam cerita.

Kelompok Gereja Amakusa, yang sebelumnya dipimpin Kanzaki, mulai tampil dominan dalam upaya-upaya mereka membantu dan melindungi Touma. Untuk sementara, mereka masih dipimpin oleh Tatemiya Seiji. Tapi yang kemudian tampil menonjol adalah Itsuwa, anggota perempuan Amakusa yang jatuh cinta pada Touma pada pandangan pertama, dan perasannya tersebutlah yang kemudian mendorongnya menjadi karakter yang kuat.

Mereka telah mengembangkan suatu metode untuk menahan agar kekuatan seorang Saint tak lepas kembali, dengan harapan agar Kanzaki dapat kembali pada mereka. Kemudian secara tak disangka metode tersebut berperan penting dalam konfrontasi melawan Acqua.

Sebagai reaksi atas perang, kelompok-kelompok rahasia yang bersemayam dalam ‘kegelapan’ Academy City pada suatu titik saling berseteru. Kelompok GROUP yang beranggotakan Accelerator, Tsuchimikado Motoharu, Musujime Awaki, dan Unabara Mitsuki (palsu, identitas aslinya adalah penyihir Aztec bernama Etzali) turut terlibat dalam konflik dalam upaya melindungi hal berharga mereka masing-masing. Dengan masing-masing pihak dibeking oleh anggota Board of Directors berbeda-beda, konfrontasi terakhir berlangsung antara Kakine Teitoku, Level 5 peringkat kedua sesudah Accelerator, yang tergabung dalam kelompok SCHOOL, dengan Accelerator, saat Kakine bermaksud memulai revolusi di Academy City sekaligus melenyapkan Accelerator agar bisa menjadi penggantinya dalam rencana besar Aleister Crowley, sang pemimpin tak terlihat Academy City.

Tapi di tengah semuanya, perkembangan paling menarik dialami Hamazura Shiage, mantan anggota geng Skill Out sekaligus Level 0 yang baru tampil pada pertengahan cerita (tepatnya, pada penghujung musim tayang kedua animenya saat ia terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Misaka Misuzu, ibu Misaka Mikoto; mungkin ada di antara kalian yang bahkan enggak ingat).

Hamazura mulai tampil menjadi salah satu ‘karakter utama’ seperti Touma, Accelerator, dan Misaka, semenjak ‘sisi gelap’ Academy City memberinya kompromi untuk bergabung dalam ITEM yang dipimpin Mugino Shizuri (Level 5 peringkat keempat, Meltdowner. Ya, ITEM yang belum lama ini juga diperkenalkan dalam anime To Aru Kagaku no Railgun S). Ia Ingin menebus dosa-dosa masa lalunya sebagai penjahat sesudah kematian Komaba Ritoku dan pelajaran yang ia dapat dari Kamijou Touma.

Hamazura, yang menjalin hubungan dengan Takitsubo Rikou sesudah insiden tanggal 15 Oktober, berharap bisa menjauhkan Takitsubo dari ‘sisi gelap’ agar kemampuan AIM Stalker yang ditenagai oleh obat Body Crystal tak perlu Takitsubo gunakan lagi. Tapi menjelang puncak perang, Academy City menilai Hamazura sebagai faktor tak stabil yang terlalu berbahaya bila tak dilenyapkan segera. Sadar bahwa sarana medis Academy City yang bisa merawat tubuh Takitsubo sudah tak terjangkau lagi oleh mereka, ia pun menuju Russia untuk menemukan suatu alternatif pengobatan lain (sihir) yang disebut-sebut mungkin bisa ditemukan di sana.

GROUP sendiri, menyusul hasil penyelidikan yang mereka dapatkan, mulai menelusuri jejak sesuatu yang disebut DRAGON, yang mungkin merupakan inti dari segala yang sebenarnya terjadi di Academy City. Di penghujung penyelidikan mereka, mereka berhadapan dengan sosok yang menyebut dirinya sebagai Aiwass—yang besar kemungkinan adalah ‘malaikat’ yang telah memberi ilmunya pada Aleister, sekaligus pengarang Book of Law yang dulu diperselisihkan dalam kasus yang melibatkan Orsola Aquinas.

Sebagai reaksi atas ancaman Fiamma, keberadaan wujud fisik Aiwass (yang terbentuk di luar kehendaknya?) mulai membebani Misaka Network, dan kenyataan ini telah memicu sekaratnya Last Order, yang merupakan administrator seharusnya dari jaringan pikiran klon-klon Misaka. Accelerator, sebagai satu-satunya yang masih tersisa sesudah GROUP terlumpuhkan, tanpa pilihan lain nekat membawa serta Last Order ke Russia, dengan harapan bahwa kata-kata kunci ‘Index Librorum Prohibitorum’ yang disebutkan Aiwass memang akan membawanya pada kunci untuk menyelamatkan nyawanya.

Trauma Pesawat Supersonik

Ada banyak sekali karakter yang jadi terlibat dalam cerita. (Aku juga sudah kehilangan hitungan akan sudah berapa banyak karakter loli yang muncul.) Sehingga karena itu, mungkin kalian bisa bayangin gimana cakupan ceritanya benar-benar jadi makin luas.

Beberapa karakter baru lain yang turut berperan meliputi: anggota-anggota keluarga kerajaan Inggris yang dikepalai Ratu Elizard (ya, aku nyadar namanya aneh) yang kemudian berkenalan secara pribadi dengan Touma sesudah Necessarius membawa yang bersangkutan ke sana (mereka bahkan sempat mengambil selfie bareng); Lessar, gadis penyihir berekor dari Inggris yang terkesan pada Touma dan berulangkali berusaha merayu Touma agar ia mau bergabung bersama magic cabal mereka (dirinya pula yang kemudian menemani Touma ke Russia); serta Misaka Worst, generasi terkini dari klon-klon Misaka yang telah dibebani dengan segala emosi negatif mereka, yang diutus secara khusus dari Academy City untuk memburu Accelerator (terbukti Accelerator mengalami trauma yang membuatnya tak dapat berkutik di hadapan kemiripan Misaka Worst dengan mendiang klon-klon yang lain).

Walau perkembangan jalinan-jalinan plotnya bisa teramat lambat, perkembangan yang terjadi memang lumayan menarik. Agak mengesalkan bagaimana banyak teka-teki lama masih belum juga terjawab (seperti soal asal-muasal Imagine Breaker, misalnya; lalu bagian konfrontasi melawan Acqua itu… uukh, buatku terasa benar-benar berkepanjangan). Tapi di antara hal-hal yang ‘kurang’ tentang seri ini, sekali lagi, masih ada banyak hal bagusnya. Terutama yang berkaitan dengan semua konflik dan rasa bersalah Accelerator, serta pada bagaimana Hamazura—seorang Level 0—membalikkan semua perkiraan dengan keberhasilannya melindungi orang-orang berharga baginya.

Mungkin ini kedengeran aneh. Tapi perkembangan karakter Touma juga kelihatannya baru dimulai pada buku-buku terakhir ini. Sejak awal dia emang digambarin kayak orang yang melulu cuma kebawa-bawa keadaan. Dan kesannya kayak dia sendiri yang ketinggalan gitu, sementara karakter-karakter lain berkembang.

Tapi dia berkembang kok. Dan perkembangan dia ternyata terus berlanjut di seri New Testament.

Sesudah konfrontasi terakhir melawan Fiamma, To Aru Majutsu no Index secara dramatis berakhir dengan lenyapnya Touma di lautan Kutub Utara, dengan hanya menyisakan gantungan ponsel Gekota-nya yang terbawa arus laut dan ditemukan Misaka Mikoto yang mencoba mengejarnya.

Warna Fajar

New Testament dimulai hanya beberapa minggu sesudah akhir Perang Dunia III. Ceritanya pada dasarnya berfokus pada rangkaian konflik berkepanjangan melawan suatu pihak misterius baru yang menyebut diri mereka GREMLIN.

GREMLIN berasal dari sisi sihir, dan digawangi oleh para penyihir yang menyatakan diri tak berada di pihak Fiamma. Motif sihir mereka lebih didominasi oleh mitologi Norse.

Sesudah Perang Dunia III, Academy City yang meraih kemenangan seakan takkan tertahankan lagi dominasinya atas dunia. Lalu konflik baru bermula saat para penyihir yang menyatakan tak terlibat bersama Fiamma ini tak terima bila mereka harus turut membayar konsekuensi atas apa yang telah Fiamma perbuat. Walau motif mereka yang sesungguhnya mungkin terselubung lebih dalam dari itu…

Touma berhasil pulang ke Academy City sesudah ia diselamatkan oleh Leivinia Birdway, pemimpin organisasi penyihir Dawn-colored Sunlight (Akeiro no Hizashi). Leivinia berusia 12 tahun, namun ia memiliki kekuatan luar biasa yang bahkan menyamai para Saint. Leivinia sekali lagi menjelaskan pada Touma dan kawan-kawannya tentang konsep Idol Theory yang melandasi keberadaan sihir, serta ancaman baru yang kini dihadirkan GREMLIN.

Ini masih penilaianku pribadi. Tapi aku merasa seri New Testament lebih seru ketimbang pendahulunya. Ceritanya lebih terfokus dan berkesinambungan. Lalu ada perasaan keren tertentu saat melihat bagaimana Touma, Accelerator, dan Hamazura akhirnya berada di pihak yang sama.

Leivinia mengumpulkan ketiganya karena menilai merekalah orang-orang yang ia butuhkan untuk membantu menghentikan ancaman GREMLIN.

Sesudah kepulangan singkat di Academy City, Touma dkk menuju ke kepulauan Hawaii di mana GREMLIN memanfaatkan situasi perpolitikan global untuk memajukan agenda mereka (menurut Komoe-sensei, tingkat absensi Touma di sekolah sudah sangat merisaukan btw). Lalu sesudahnya, Touma memaksakan diri menelusuri jejak GREMLIN ke konflik yang berlanjut di kota bersalju Baggage City di Eropa, di mana pihak-pihak sains pendukung Academy City pun mulai mengalami perpecahan.

Sekali ini, sesudah mengetahui tentang segala hal gila yang Touma ternyata lakukan di belakang punggungnya, Misaka Mikoto berulangkali bersikeras untuk ikut bersamanya. Touma dkk berkenalan dengan Robert Katze, presiden Amerika Serikat yang keturunan Amerika Latin, yang bersama Ratu Elizard dan sejumlah kecil pemimpin dunia lain turut mengetahui soal pergerakan GREMLIN.

Lalu puncak dari konflik ini, sejauh ini kutulis, terjadi saat kekuatan-kekuatan besar dunia bersatu untuk melacak keberadaan markas GREMLIN, Sargasso. Selama waktu itu, sang petinggi Academy City, Aleister, secara misterius malah tak menampakkan diri.

Ada cukup banyak karakter baru yang diperkenalkan dan ada banyak konflik yang terjadi.

Beberapa dari mereka berasal dari keluarga Kihara, yang dikenal lewat penelitian-penelitian ekstrim mereka. Dengan yang paling menonjol di antara mereka adalah Kihara Kagun, atau yang juga dikenal sebagai Bersi, yang secara misterius berperan ganda sebagai seseorang yang berasal dari Academy City namun kini berada di pihak GREMLIN. (Dirinya dari sisi sains memiliki pengetahuan tentang cara ‘menghidupkan’ dan ‘mematikan’ jantung manusia, serta berbekal pedang Whitting yang semakin tajam seiring dengan semakin terdesaknya penggunanya dari sisi sihir.)

Dari pihak GREMLIN, tampil Marian Slingeneyer, seorang Dvegr (semacam pandai besi) yang memiliki peran kunci dalam rencana mereka dengan kemampuannya mengubah tubuh manusia menjadi objek; seorang gadis(?) muda bernama Mjollnir yang sangat setia terhadap Marian; serta seorang lelaki muda bernama Thor (yang menggunakan bilah-bilah petir sebagai pedang, sebagai salah satu kekuatannya) yang secara pribadi menemui Touma untuk suatu alasan tak disangka.

Ditambah lagi, sejumlah karakter minor yang sebelumnya hanya muncul dalam cerita-cerita sampingan kini mulai tampil ke permukaan. Di antara mereka meliputi: Ollerus, pria yang nyaris namun gagal menjadi ‘Dewa Sihir’ (‘maijin’?), yang senantiasa ditemani diurusi Silvia, kepala maid dari keluarga kerajaan Inggris sekaligus priestess mereka, yang pada saat cerita berlangsung tengah menolak untuk pulang; serta Kumokawa Seria, seorang gadis misterius yang teramat cerdas yang selama ini, secara diam-diam, terus memantau pergerakan Touma di sela-sela pekerjaannya sebagai penasihat untuk Kaizumi Tsugutoshi, salah satu anggota board of directors Academy City.

Ollerus ternyata tampil sebagai pihak yang berseberangan dengan GREMLIN, yang secara diam-diam telah bergerak untuk menggagalkan rencana pemimpin mereka, Othinus, perempuan yang telah berhasil menjadi Dewa Sihir sesungguhnya (yang sanggup menghancurkan dunia beserta isinya dan menciptakan semuanya kembali dalam batasan-batasan tertentu). Namun metode-metode yang ia pilih kerap memunculkan pertanyaan dalam diri Touma.

Sedangkan dari pihak sains, dua karakter baru yang menonjol adalah Fremea Seivelun, adik perempuan Frenda Seivelun dari ITEM yang masih berusia SD, yang ternyata merupakan orang yang selama ini dilindungi mendiang Komaba Ritoku (dirinya nanti akan ‘berteman’ dengan Last Order); serta Kumokawa Maria (Level 2, Violence Doughnut, kemampuan untuk melenturkan seluruh otot dan sendi secara khusus), maid-in-training yang merupakan teman sekolah Tsuchimikado Maika sekaligus adik perempuan Kumokawa Seria, yang secara kebetulan menjumpai Touma dalam pencariannya atas gurunya yang menghilang, Kihara Kagun (dirinya juga tak tahu jenis hubungan apa yang kakaknya miliki dengan sosok Touma sebelum ingatannya lenyap).

(Omong-omong, jumlah karakter loli-nya sekarang beneran seakan enggak terhitung.)

Satu hal yang kusadari ditonjolkan dalam seri ini adalah kecendrungan Touma untuk terus terseret ke dalam bahaya. Berulangkali ditekankan bagaimana setiap ia mengetahui ada orang (cewek) yang berada dalam bahaya, Touma takkan pernah ragu untuk muncul tiba-tiba dan menentang dunia.

Tapi maksudku, maknanya di sini bukan cuma sebatas ungkapan doang.

Touma secara nyata beneran melakukannya. Dia melakukannya berulang kali. Dan bahkan sesudah segala hal gila yang dia lalui, dia enggak kapok-kapok juga melakukannya.

Sampai To Aru Majutsu no Index berakhir, si Touma masih bukan jadi orang hebat gitu. Segala keberhasilannya sejauh ini diterangkan hanya berhasil dicapainya berkat serangkaian kebetulan. Bahkan sesudah 20-an buku (dan menyelamatkan dunia), masih juga ditekankan oleh para tokoh lain soal bagaimana Touma hanyalah ‘amatiran’ yang sebenarnya enggak bisa berbuat banyak. (Walau kalau memandang secara teknis, kemenangan Touma atas Vento, Terra, Acqua, dan Fiamma memang benar lebih berkat bantuan orang dan keadaan semata…)

Maka dari itu, para tokoh penting di seluruh dunia mulai memandangnya sebagai suatu faktor anomali, yang sekalipun di atas kertas mestinya enggak bisa berbuat apa-apa, dirinya selalu menjadi ‘pembawa’ berbagai keajaiban yang kemudian terjadi. Bahkan sampai timbul kesimpulan dari Kihara Kagun bahwa kunci selamat tidaknya seseorang yang terlibat dalam insiden adalah apakah yang bersangkutan berhasil berpotongan jalan dengan Kamijou Touma atau tidak.

Nyah Nyah

Perasaanku lumayan campur aduk terhadap seri sebelumnya (mulai dari sangat bosan sampai sangat terkesan). Tapi New Testament menurutku seri yang keren.

Seenggaknya, lebih keren ketimbang pendahulunya.

Entah ya. Perubahannya enggak kerasa begitu banyak. Tapi kesan yang aku punya terhadap New Testament itu jauh lebih baik ketimbang seri sebelumnya. Atau mungkin juga karena akunya juga yang makin terbiasa dengan segala keanehan Kamachi-sensei.

Membaca seri novel Index itu melelahkan dan menguras tenaga. Kayak, ceritanya ke mana-mana dulu sebelum akhirinya mencapai bagian-bagian yang kita harapkan. Tapi entah kenapa, aku masih terus saja baca. Bahkan sesudah menamatkan satu buku, aku enggak beralih ke seri lain dan terus melanjutkan baca ke buku berikutnya.

Aku enggak tahu apakah itu hal baik atau enggak. Tapi mungkin itu bisa gambarin kayak apa daya tarik buku-bukunya, berhubung seri ini memang sangat populer di Jepang.

Dari segi karakter, aku masih lumayan iri dengan Touma. Dia bisa mengambil tindakan begitu ia bertekad, sekalipun pada dasarnya ia enggak punya keistimewaan apa-apa. Aku pengen bisa lebih kayak dia berhubung aku orang yang gampang ragu terhadap lumayan banyak hal.

Oke, aku… kadang agak terganggu dengan sebagian unsur fanservice-nya. Anggap aja selera Kamachi-sensei dan Haimura-sensei dalam hal ini masih belum sepenuhnya sama dengan seleraku. Tapi seriusan, aku mulai heran soal apa cuma aku seorang yang merasa kayak begini soal ini.

Terlepas dari semuanya, pada waktu aku menulis ini, New Testament telah mencapai klimaksnya di konfrontasi antara Touma dan Othinus di Sargasso. Konfrontasi ini lebih… err, panjang dari yang semula kubayang. Tapi sekali ini, jadinya bagus dan menarik.

Ini jadi puncak dari berbagai konflik yang telah terjadi sebelumnya, yang secara mengejutkan sedikit meliputi pula pertumbuhan Touma sebagai karakter yang berusaha melakukan apa yang benar di ‘tengah’ segala yang terjadi. Dia terus dibingungkan oleh motivasi orang-orang di sekitarnya (motivasi Birdway, motivasi Thor…). Tapi pada akhirnya dia dengan nekad (tegar?) selalu memilih keputusannya sendiri.

Akhir buku kedelapan New Testament cukup menggantung.

Makanya, aku penasaran dengan bagaimana kelanjutannya. Sebab ‘kemampuan’ Touma yang sesungguhnya kelihatannya setelah sekian lama akan ditampilkan juga. Akhir konflik dengan Fiamma telah membuatnya memiliki semacam naluri atau indera keenam terhadap pergerakan partikel AIM yang membentuk fenomena-fenomena supernatural. Lalu telah diindikasikan bahwa Imagine Breaker yang ia miliki sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari sesuatu yang jauh lebih besar—sesuatu yang Touma justru tahan (secara bawah sadar?) agar tetap berada di dalam tangan kanannya, yang di sisi lain seakan menolak ‘berpindah’ selama Touma masih ada.

Omong-omong, sesudah Sword Art Online dan Accel World tahun lalu, Yen Press juga sudah melisensi seri novel ini. Jadi bagi kalian yang berminat menyimpan terjemahan bahasa inggrisnya di Baka-Tsuki, sebaiknya kalian cepat bergerak.

Aku tahu ini bukan seri yang bakal digemari semua orang. Terutama mengingat perkembangan-perkembangan plotnya yang terkadang tangensial dan malah enggak berujung ke mana-mana. Tapi bobot hal-hal bagus di seri ini bagiku melebihi yang buruk.

Omong-omong, mestinya sekitar waktu ini ada pengumuman penting tentang seri ini. Siapa tahu tentang season anime baru.

“Apa kau mengharapkan dunia baru?” (Edit Mei 2016)

Di sepanjang buku-buku New Testament, diperkenalkan dua karakter berperan baru, yaitu seekor anjing golden retriever jenius dan bisa bicara secara cool bernama Kihara Noukan, serta muridnya yang unik, Kihara Yuitsu. Pada awalnya, mereka lebih banyak ada di latar belakang. Tapi dalam cerita di buku-buku 14 dan 15, keduanya tampil ke permukaan seiring munculnya karakter baru lain, seorang remaja SMA ‘biasa’ lain bernama Kamisato Kakeru dan orang-orang yang mendukungnya (dalam hal ini, gadis-gadis dengan berbagai kemampuan istimewa yang telah ditolongnya di berbagai kesempatan).

Kamisato datang dari luar Academy City. Menyusul penghujung konflik Touma dengan para Magic God, yang mana Touma sebagai pemilik Imagine Breaker telah menolak untuk menjadi ‘pengawas/penjaga’ mereka, konon terciptalah suatu ‘tangan kanan istimewa’ lain yang kini bersemayam di dalam Kamisato.

Tangan kanan ini adalah World Rejecter. Agak berkebalikan dengan Imagine Breaker yang berperan sebagai ‘pengaman’ bagi para penyihir untuk mengembalikan dunia ke bentuk asalnya, World Rejecter akan serta merta membawa para sasarannya ke ‘dunia baru’ di mana pengharapan yang mereka cari—yang menjadi landasan upaya mereka mengubah dunia dengan sihir karena konflik dalam hati mereka—akan bisa mereka temukan.

Dengan kekuatan ini, Kamisato menaklukkan satu demi satu Magic God dengan cara ‘menghapus’ mereka. Lalu Kamisato memburu para Magic God dengan harapan dapat menghilangkan World Rejecter yang menurutnya justru telah mempermainkan nasibnya dan gadis-gadis yang mengikutinya ini. (Suatu asumsi yang sebenarnya tidak disetujui Touma.)

Beberapa perkembangan lain adalah adanya perlengkapan sejenis powered suit Anti-Art Attachment milik Kihara Noukan yang menandai peranannya sebagai tangan kanan Aleister. Dengan perlengkapan ini, Noukan memiliki kekuatan dahsyat (yang mungkin bukan hanya dari sisi sains) yang membuatnya setara para Magic God dan mungkin melebihi mereka. Noukan mengatasi satu demi satu tokoh yang dipandang sebagai sumber masalah oleh Aleister, dan berujung pada kontaknya dengan Kamisato di atas.

Dalam perkembangannya, sebagian perlengkapan AAA jatuh ke tangan Misaka Mikoto, dan ini menimbulkan konflik baru dengan sifat dasar kekuatan dahsyat yang dimilikinya ini.

Di sisi lain, kembali terungkap bahwa Imagine Breaker mungkin bukan sesuatu yang semata terlahir dari sisi sihir. Sebagaimana yang diungkapkan Kamisato, ‘yang mengerikan bukanlah Imagine Breaker, melainkan apa yang terkunci di dalamnya.’ Mungkinkah ini wujud asli sosok dragon yang beberapa kali telah kita lihat?

Yah, sebagai tambahan, berhubung sudah banyak yang tanya, daftar para Level 5 di Academy City sesuai urutan meliputi:

  1. Accelerator, kekuatannya adalah untuk memanipulasi vektor.
  2. Kakine Teitoku, pimpinan kelompok rahasia SCHOOL yang pernah mencoba melawan para Level 5 lain, kekuatannya adalah manipulasi atas Dark Matter. Ia sempat takluk dalam duel melawan Accelerator, sebelum terlahir kembali dengan kepribadian baru dalam konflik terkait Fraulein Kreatune.
  3. Misaka Mikoto, alias Railgun, pengguna listrik terkuat di Academy City.
  4. Mugino Shizuri, Meltdowner, yang sesudah konflik yang terjadi, kini menjadi salah satu rekan Hamazura di kelompok ITEM.
  5. Shokuhou Misaki, Mental Out, pengguna kekuatan hipnotis terkuat di Academy City yang sampai bisa memanipulasi ingatan dan kepribadian. Saingan Misaka, yang kini terungkap pernah memiliki hubungan masa lalu dengan Kamijou Touma sebelum yang bersangkutan hilang ingatan.
  6. Aihana Etsu, kekuatan belum terungkap. Sosok Level 5 paling misterius yang kerap meminjamkan identitasnya pada orang-orang yang berada dalam kesulitan agar mereka bisa keluar dari kesulitan masing-masing. Ada indikasi bahwa Shokuhou Misaki tahu siapa identitasnya yang sebenarnya. (Sejumlah fans menduga bahwa ini adalah identitas asli Aogami Pierce, tokoh minor yang jadi teman sekelas Touma, berdasarkan sesuatu yang pernah Touma singgung tentangnya sebelum ia kehilangan ingatan.)
  7. Sogiita Gunha, esper Gemstone terkuat, yang kekuatannya sendiri tak benar-benar dipahami, meski dengannya ia bisa melakukan hal-hal gila. Ia seorang lelaki berdarah panas.

Aku sendiri paling penasaran soal apa Touma akan bisa naik kelas atau tidak.


About this entry