Samurai Flamenco

Pada suatu malam, polisi patroli muda Hidenori Gotou menemukan seorang pemuda telanjang terdampar di pinggir jalan, seseorang yang mengaku/sedang berusaha/mencoba untuk menjadi superhero. Hazama Masayoshi adalah nama pemuda tersebut.

Masayoshi merupakan seorang model pria yang tengah naik daun di bawah asuhan manajernya yang ketat, Ishihara Sumi. Namun dirinya memiliki cita-cita lain, yaitu menjadi superhero, berkat inspirasi dari seri-seri tokusatsu yang teramat digandrunginya semenjak kecil, serta pengaruh dari almarhum kakeknya, yang telah menciptakan untuknya konsep pahlawan yang kelak akan bisa ia ambil: Samurai Flamenco.

Semenjak saat itu, keduanya menjadi semacam sahabat. Masayoshi menyukai dan merasa bisa terbuka terhadap Gotou yang dipandangnya bisa mengerti (padahal tidak juga) cita-citanya. Sementara Gotou merasa orang aneh ini cuma biang masalah dan sebisa mungkin ingin bisa dijauhkannya dari masalah-masalah baru yang tak perlu.

Kare dan Kepahlawanan

Jadi, garis besar ceritanya kurang lebih seperti itu.

Samurai Flamenco, atau Samumenco, katanya adalah anime untuk orang-orang dewasa yang belum ingin tumbuh dewasa. Mungkin kata-katanya tak persis begitu. Tapi apa yang aku ingat kurang lebih demikian.

Waktu pertama diumumkan, beneran tak banyak yang dibeberkan tentang ceritanya. Ini seri anime orisini (original, dalam artian tidak berdasarkan atas suatu karya lain yang sebelumnya sudah ada) keluaran studio animasi Manglobe, yang ditayangkan di slot waktu Noitamina, dan berdurasi 22 episode dari musim gugur sampai musim dingin tahun 2013 lalu. Apa yang dibeberkan hanya sejumlah desain karakter beserta beberapa deskripsi sederhana. Lalu walau disinggung beberapa tema kayak superhero dan dunia showbiz, beneran enggak banyak yang bisa kita tahu tentang ceritanya. Seakan-akan itu suatu hal yang secara sengaja banget disembunyikan.

Tapi, yea, justru ceritanya itu yang kemudian jadi daya tarik utama. Sebab walau ceritanya enggak bagus, ceritanya memang menarik dan lumayan bikin penasaran.

…Uh, sekali lagi, ceritanya enggak bagus. Aku termasuk salah seorang yang enggan mengakui kalau ceritanya bagus.

Habisnya, ini jenis cerita seru yang mana si pengarangnya agak nge-troll kamu, tapi kamu akhirnya memaafkan dia sesudahnya. Troll yang dilakukannya secara efektif membuat kita mengalami reality trip. Membuat kita meragukan batas-batas antara fiksi dan kenyataan. Soalnya perkembangan ceritanya sendiri benar-benar nekad. Tapi lebih jelas soal itu mungkin mending kubahas di bawah.

Soal teknisnya sendiri, desain karakter yang dibuat oleh… sial, aku lupa siapa, kayak dengan sengaja dibuat keren atau modis gitu. Tapi kualitas animasinya sendiri terbilang teramat sangat sederhana. Pergerakan-pergerakannya enggak banyak dan sederhana, dan ada lumayan banyak episodenya yang lebih banyak diisi oleh percakapan. (Oke, sedikit klarifikasi, enggak sesederhana kayak di dalam anime-anime flash pendek, tapi masih lebih sederhana dibandingkan kebanyakan yang ada sekarang. Latar-latar belakangnya seenggaknya, enggak dibikin dengan begitu detil.)

Tapi daya tarik sesungguhnya yang seri ini punyai sejak awal memang dari segi naskah, berkat keterlibatan penulis naskah veteran Kurata Hideyuki, yang sebelumnya pernah terlibat dalam Read or Die, Excel Saga , dan cukup banyak judul lain.

Sutradara veteran Omori Takahiro yang dulu menangani… man, banyak. Meliputi Durarara!!, Natsume Yuujinchou, serta Koi Kaze dan Gakuen Alice; juga berperan besar. Soalnya eksekusi adegan-adegannya bisa aku bilang benar-benar bagus.

Dengan kemampuan Kurata-sensei dalam mendalami sifat para karakternya, ditambah keahlian Omori-sensei dalam menata struktur cerita, enggak heran Samumenco sebenarnya berakhir menjadi seri yang keren.

Cuma, yeah, it’s kinda weird.

Seperti yang kubilang, bagian awalnya itu bakal bikin kamu mempertanyakan, ‘ngapain aku nonton ini?’ gitu. Kalian yang jeli mungkin bakal memperhatikan kalau ada benang-benang plot tersembunyi yang kelihatannya bakal bikin ceritanya jadi lebih dalem. Bagi sebagian orang, bagian awalnya ini mungkin enggak menarik dan bisa jadi sangat ngebosenin. Atau mungkin juga kalian kayak saya yang mengikuti cuma karena temanya mengingatkanmu akan Kick Ass. Tapi kalian-kalian yang bersabar… wow, kalian bakal dapet kejutan.

Dan kejutannya itu jauh lebih gede bahkan bagi kalian-kalian yang udah ngira bakal terjadi kejutan.

Sekali lagi, perkembangan ceritanya itu rada gila, dan seriusan nekad.

Kamu bisa suka, kamu bisa benci, tapi besar kemungkinannya kau bakal penasaran hingga akhir. Dan, yah, suka apa enggaknya kau terhadap apa yang terjadi bakal balik lagi ke kau sebenarnya jenis orang macam apa.

Tapi seenggaknya kau bisa ketawa di sepanjang perjalanannya.

Seorang Pahlawan Tak Boleh Menyerah…

Singkat cerita, segala urusan Samumenco yang dipicu oleh Hazama makin lama makin besar dan menyeret semakin banyak orang.

Apa yang dimulai dengan ditemukannya seorang pria telanjang akan diakhiri kembali dengan telanjangnya seorang pria.

Ehem.

Maksudku, akan mulai meliputi pertempuran besar-besaran melawan kejahatan, masalah-masalah internasional yang menyangkut perdana menteri, hingga keselamatan seisi dunia.

Tokoh-tokoh dominan lain yang terlibat meliputi:

  • Harazuka Jun; pria paruh baya yang tiba-tiba saja muncul dan membeberkan diri sebagai penemu yang menyediakan senjata-senjata baru bagi Samurai Flamenco.
  • Konno Akira; pengelola situs berita yang menaruh perhatian terhadap Ishihara, tapi tak ragu memanfaatkan segala keributan tentang Samurai Flamenco untuk kepentingannya.
  • Kaname Jouji; aktor tokusatsu veteran pemeran Red Axe yang… uh, kemudian menjadi mentor(?) Masayoshi.
  • Maya Mari; pemimpin grup idola perempuan populer Mineral Miracle Muse. Dirinya pencipta lagu berbakat, tapi agak eksentrik, sebagaimana yang kemudian diperlihatkannya lewat obsesinya terhadap pembasmian kejahatan semenjak insiden Samurai Flamenco serta fetish -nya terhadap pria-pria berseragam.
  • Misawa Mizuki; anggota Mineral Miracle Muse yang sekaligus merupakan anggota paling manis dan paling waras di antara ketiganya.
  • Morita Moe; anggota Mineral Miracle Muse yang sangat setia terhadap Mari.

Cerita Samurai Flamenco itu bisa terasa sangat riil, kompleks, tapi bikin kamu dafuq di saat yang sama. …Mending jangan tonton ini bila kau… uh, bukan orang dewasa yang masih belum ingin menjadi dewasa.

Akhir kata, mungkin ini bukan seri Noitamina yang bisa dibilang menonjol di antara yang lainnya. Tapi ini jelas menjadi salah satu serinya yang akan lumayan dikenang.

… …

Oh, aku belum menyinggung soal audionya ya? Percayalah. Terlepas dari apa aku menyukai lagu-lagu penutupnya yang dibawakan oleh Mineral Miracle Muse juga, aku tak bisa menyangkal audionya bagus.

Penilaian

Konsep: B; Visual: C; Audio: A-; Perkembangan: X; Eksekusi; A-; Kepuasan Akhir: A-


About this entry