Steins;Gate: Fuka Ryouiki no Déjà vu

Steins;Gate: Fuka Ryouiki no Déjà vu (subjudul kira-kira berarti ‘wilayah penopang beban déjà vu’) merupakan film layar lebar yang menjadi semacam epilog bagi adaptasi animasi Steins;Gate yang keluar pada pertengahan tahun 2011 lalu. Dirilis pada bulan April tahun 2013, sama halnya dengan seri TV-nya, movie ini berdurasi sekitar 90 menit dan animasinya masih dibuat oleh studio White Fox. Sutradaranya kali ini Wakabayashi Kanji. Tapi naskahnya masih ditangani oleh Hanada Jukki, jadi ceritanya masih nyambung dengan cerita di seri TV-nya.

Sebenernya, enggak banyak yang bisa kukatakan tentang film ini, selain kenyataan kalau ini menjadi penutup yang benar-benar manis. Ceritanya sangat terhubung dengan cerita di seri TV-nya. Jadi sebaiknya film ini dijauhi oleh mereka-mereka yang bukan (belum?) merupakan penggemar anime Steins;Gate.

Berhubung ceritanya berfokus pada efek samping yang masih tersisa dari perjalanan waktu (dan dunia paralel) yang dilakukan Okabe Rintarou (alias ilmuwan gila Hyouin Kyouma), misteri dan suspens yang sempat hadir dalam seri TV-nya agak hilang pada film ini. Sehingga pada satu sisi, film ini mungkin agak mengecewakan bagi sebagian orang. Film layar lebar ini lebih banyak diisi percakapan dan jelas tak seseru atau semenegangkan seri TV-nya.

Tapi film ini bagus.

Emang enggak bisa dibilang rame. Tapi, ini film yang jadi penutup cerita yang memuaskan jika kalian penyuka karakter-karakter seri ini.

Agustus 2011

Berlatar setahun sesudah kejadian-kejadian di seri TV-nya, Makise Kurisu kembali berkunjung ke Jepang untuk suatu acara konferensi pers. Seiring dengan banyaknya déjà vu yang ia alami berkenaan pengalaman-pengalamannya di Garis Dunia lain, Makise reuni kembali dengan teman-temannya dari Mirai Gadget Lab.

Namun tanpa sepengetahuannya, Okabe secara diam-diam telah mulai mengalami gejala-gejala aneh yang mungkin diakibatkan oleh kemampuan Reading Steiner yang dimilikinya: ia secara tiba-tiba akan mulai melihat kilasan-kilasan peristiwa dari Garis-garis Dunia lain. Sebagai puncaknya, Kurisu menjadi saksi langsung atas lenyapnya Okabe begitu saja dari depan matanya, sekaligus mendapati bagaimana para anggota lab yang lain seakan tak bisa mengingat kalau Okabe pernah ada.

Suatu kunjungan tak disangka dari Amane Suzuha membuat Makise mengetahui kalau hilangnya Okabe mungkin berkaitan dengan bagaimana kemampuan Reading Steiner-nya lepas kendali. Okabe telah kehilangan persepsi akan di Garis Dunia mana ia sebenarnya berada akibat terlalu seringnya ia mengubah masa lalu.

Sebagian besar film ini berisi pada upaya Makise menemukan cara untuk mendatangkan Okabe kembali. Makise, yang skeptis pada awalnya, dengan petunjuk Suzuha dan akumulasi pengetahuan bawah sadarnya, kemudian berhasil membangun ulang perangkat Time Leap Machine dan mulai menjalani secara langsung pengalaman-pengalaman serupa dengan yang Okabe pernah jalani.

Upayanya menemukan Okabe membawanya pada sebuah kejadian bertahun-tahun lalu, yang mungkin saja mengimplikasikan pertemuan paling awal yang pernah terjadi antara keduanya, sekaligus lahirnya nama Hyouin Kyouma…

Sora no Kanshokusha

Membahas soal hal teknis… kayaknya sebenernya enggak banyak yang perlu dibahas. Sial. Soal visual ga banyak yang bisa dikatakan selain kalau hasilnya bagus. Lalu kalau soal audio, para pengisi suaranya menurutku menampilkan performa terbaik mereka.

Sebenarnya yang bisa agak banyak didiskusikan adalah soal ceritanya sendiri sih. Tapi sesudah melihat sendiri film ini, entah kenapa, aku enggak merasa perlu berkomentar apa-apa. Ceritanya terstruktur dengan baik. Walau mungkin agak tertebak, adegan-adegannya bagus. Lalu susah untuk tak menganggap bagaimana perjuangan Makise menarik. Mungkin bakal ada sejumlah pertanyaan tentang fenomena apa sebenarnya yang Okabe alami, dan seperti apa penjelasan sainsnya. Tapi entah ya. Mereka yang menonton film ini dan menikmatinya kurasa pada akhirnya juga enggak akan terlalu mempermasalahkannya. Sekalipun plotnya sendiri kalau dipikir agak keju, dan para karakter lain enggak seberperan yang mungkin kita harapkan.

Kita bisa ketemu geng yang sama dari Mirai Gadget Lab dan suatu penutup memuaskan dari kisah cinta antara Okarin dan Kurisu saja sudah cukup.

Dari segi eksekusi dan naskah, peralihan tokoh utama dari Okabe ke Makise menurutku benar-benar ide bagus. Pelaksanaannya pun efektif. Lalu awal pembukaan film yang menampilkan mimpi Makise yang kemudian dilanjutkan dengan pemandangan pesawatnya yang mulai terbang rendah, dengan BGM lagu pembuka, untuk suatu alasan menampilkan kesan yang beneran keren.

Seri TV Steins;Gate menurutku sudah berakhir cukup memuaskan untuk ukuran anime. Jadi sebenarnya enggak ada lanjutannya lagi pun kurasa takkan masalah. Maka dari itu, kurasa enggak ada motivasi apa-apa yang bisa secara khusus membuatmu ingin melihat ini. Tapi kalau kau lihat, mungkin kau bakal seneng.

Eh? Aku sendiri?

Aku cuma merasa udah lama enggak ngelihat karakter tsundere yang bagus belakangan aja.

Penilaian

Konsep: B; Visual: A; Audio: A-; Perkembangan: B; Eksekusi: A-; Kepuasan Akhir: B+


About this entry