To Aru Kagaku no Railgun S

Jadi, uh, To Aru Kagaku no Railgun S adalah musim tayang kedua dari seri anime To Aru Kagaku no Railgun. Seri ini juga dikenal sebagai A Certain Scientific Railgun, yang didasari manga berjudul sama buatan Kamachi Kazuma dan Fuyukawa Motoi. Total episodenya 24, dengan J.C. Staff kembali sebagai studio yang menangani produksi animasinya.

Kali-kali masih ada juga yang belum tahu, seri ini merupakan gaiden dari seri To Aru Majutsu no Index yang juga dibuat Kamachi-sensei. Ceritanya berbagi latar dan sejumlah tokoh yang sama. Lalu season kali ini sama-sama mengetengahkan bab cerita Sisters yang juga dipaparkan dalam seri tersebut.

Tim produksi yang sama dengan di musim sebelumnya kembali menangani. Nagai Tatsuyuki kembali menjadi sutradara, dan skenario kembali ditulis oleh Minakami Seishi. (Aku beneran mulai penasaran dua orang ini sebenarnya sekeren apa.)

Rumor-rumor

Sebelum membahas soal ceritanya, biar aku sebutkan beberapa hal menarik terkait latar belakang animenya dulu.

Pertama, anime ini dibuat tak lama sesudah usainya produksi film animasi layar lebar dari To Aru Majutsu no Index: Endymion no Kiseki beberapa waktu lalu. Ada suatu teknologi animasi ‘tertentu’ yang pertama diimplementasikan dalam film layar lebar tersebut. Sehingga untuk pertama kalinya teknologi tersebut diterapkan juga pada serial televisi ini. Hasilnya adalah kualitas animasi yang benar-benar terasa mengalami peningkatan dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Ini paling terasa dari adegan-adegan aksinya sih. Season pertamanya memang sudah keren. Tapi Railgun S menampilkan banyak adegan pertempuran yang masih lebih keren lagi dibandingkan apa yang ditampilkan dalam musim tayang pertama.

Kedua, berhubung ceritanya yang ‘demikian,’ film layar lebar Endymion no Kiseki jadi menghadirkan menara orbital elevator (bentuknya seperti tiang ramping dengan dasar berpusar yang menjulang hingga ke luar angkasa) di tengah-tengah kota Academy City yang menjadi latar cerita ini. Agak serupa dengan sedikit adegan retcon yang dipaparkan dalam pembukaan Endymion no Kiseki, kini pada adegan-adegan yang menampilkan pemandangan perkotaan Academy City, bentuk menara Endymion akan bisa terlihat dari kejauhan. Tentunya penambahan ini dilakukan seiring dengan bertambahnya pula detil kota Academy City pada adegan-adegan lainnya. (Temanku bahkan sampai ada yang berkomentar, saking bagusnya perombakan animasi ini, maka semestinya mereka sekalian membuat ulang saja seluruh anime To Aru Majutsu no Index dari awal.)

Ketiga, soal masa berlangsungnya cerita ini. Dibandingkan Index, masa berlangsungnya cerita Railgun memang agak tertinggal. Cerita Railgun S bahkan masih belum menyentuh titik awal waktu ketika cerita di musim tayang kedua anime Index terjadi. Memang agak membingungkan. Tapi Railgun S berlangsung kira-kira dari sepertiga awal sampai penghujung bulan Agustus, dengan adegan epilognya terjadi pada minggu-minggu awal September. Kalau membandingkannya dengan perkembangan cerita di Index, maka cerita Railgun S dimulai tak lama sesudah insiden Deep Blood yang melibatkan penyelamatan Himegami Aisa selesai, dan berakhir… beberapa hari sesudah Angel Fall? Pastinya sih, sebelum insiden dengan Kazakiri Hyouka dan penyerangan Sherry Cromwell.

Mungkin.

Sial. Aku juga tak yakin.

Pastinya, Railgun S terdiri atas dua bagian cerita besar: yakni bab cerita Sisters, yang memaparkan awal mula bagaimana Misaka Mikoto mengetahui adanya pihak-pihak tertentu yang memproduksi massal klon dirinya (sedikit me-retcon apa yang dipaparkan dalam prolog buku pertama seri novel To Aru Majutsu no Index); serta bab Silent Party, yang memaparkan revolusi yang akan dilakukan suatu kelompok rahasia bernama STUDY untuk menggulingkan dominasi kaum Esper atas Academy City. Kedua bab ini memiliki fokus cerita yang lumayan terpisah, tapi tetap dengan benang merah yang cukup kuat yang menghubungkan keduanya.

Ngomong-ngomong, sekali lagi, aku lumayan terkesan dengan eksekusinya. Seri anime To Aru Majutsu no Index tak dapat disangkal dari dulu punya pengaturan tempo yang agak bermasalah. Tapi seri To Aru Kagaku no Railgun, sebaliknya, seakan sempurna teknik pacing-nya. Format ceritanya yang kepisah menjadi dua bagian besar, yang sekilas kelihatan kayak sama sekali enggak berhubungan itu, membuatku mengira klimaks cerita di Railgun S mungkin takkan sebagus di season pertama. Bagi beberapa orang, mungkin memang masih belum menyamai sih. Tapi secara ngejutin, buatku hasilnya lumayan mendekati.

Lalu seri Railgun kayaknya telah memberi prioritas lumayan gede terhadap pemberian fanservice bagi para penggemar. Jadi walau enggak sampai menampilkan hal-hal vulgar, ada suatu kesan ‘tertentu’ dengan gimana kesemua karakter cewek muda di seri ini ditampilkan. Kayak, seakan… menonjolkan ‘kemanisan’ dan ‘kemudaan’ yang mereka miliki gitu. Tapi sudahlah. Bahkan dengan kebijakan kayak gitu, ceritanya menurutku tetap seru dan bagus kok.

…Seenggaknya menurutku.

…Walau ini salah satu seri anime yang akan kupuji habis-habisan, lebih baik kalian jangan memaksakan diri menonton bila kalian memang enggak tahan. Itu enggak akan sehat.

(Hei, ada juga kemungkinan kalau bab Silent Party sebenarnya berlangsung di bulan September. Tapi biar ini kuedit lagi saja sesudah ada konfirmasi pasti.)

Onee-sama e

Tak lama sesudah keberhasilan Misaka dan kawan-kawannya mempertemukan kembali Edasaki Banri dengan Haruue Erii di akhir season pertama, rumor mulai beredar tentang terlihatnya Misaka di tempat-tempat yang tak pernah didatanginya. Saten Ruiko kemudian menyebutkan bahwa telah beredar desas-desus pula kalau ada salah seorang Level 5—salah satu dari tujuh orang Esper terkuat di Academy City—yang telah diklon, sekalipun ada traktat internasional yang melarang tindakan-tindakan ilmiah macam demikian.

Misaka, merasakan firasat buruk akan desas-desus ini, menjadi teringat akan sebuah kenangan masa lalu saat ia mendonorkan peta DNA-nya untuk kepentingan suatu penelitian pengobatan penipisan otot. Meski semula berusaha mengesampingkan kekhawatiran ini, dirinya bertemu seseorang yang membawanya ke dalam suatu rangkaian mimpi buruk.

…Bagi mereka yang sudah tak asing dengan cerita To Aru Majutsu no Index, apa yang kemudian terjadi sudah tak perlu kupaparkan ulang sih. Lebih dari separuh pertama Railgun S menceritakan kembali pertemuan Misaka ‘dengan saudara-saudara perempuannya’ dari sejumlah sudut pandang lain, termasuk tentunya, dari sudut pandang Misaka sendiri.

Railgun S menceritakan soal konflik ini lebih mendalam dengan menuturkan pertemuan pertama Misaka dengan Nunotaba Shinobu. Nunotaba adalah gadis remaja sekaligus peneliti jenius yang membeberkan soal kenyataan ini kepadanya. Khususnya soal bagaimana bagaimana saudari-saudarinya, yang semula diciptakan untuk sesuatu yang bernama Radio Noise Project, kemudian dialihkan sebagai sasaran pembantaian dalam Level 6 Shift Project untuk mengubah Accelerator, Esper Level 5 terkuat di Academy City yang sudah sangat menakutkan, menjadi Level 6. Berita ini memicu Misaka untuk melakukan serangkaian aksi terorisme seorang diri ke berbagai lembaga penelitian di Academy City demi mencegah berlanjutnya proyek ini.

Perkembangan ceritanya lumayan sejalan dengan apa-apa yang dipaparkan dalam Index, lengkap sampai ke pilihan kata-kata dalam dialog-dialog yang terjadi. Mungkin memang tak seseru yang diharapkan, karena kita sudah tahu ceritanya sih. Tapi karena dipaparkan dari sudut pandang sejumlah karakter lain, nuansanya terus terang jadi lumayan berbeda. Lalu memang jadinya menarik berhubung ada sejumlah perkembangan yang cuma bisa kita pahami awal mulanya kalau mengikuti Index.

Pertemuan kembali Misaka dengan Kamijou Touma, anak SMA yang sering berpapasan dengannya di jalan dan kemudian akan menyelamatkannya, termasuk salah satu yang beda. Pertemuan kembali mereka sesudah Kamijou kehilangan ingatannya, yang berujung pada keduanya dikejar robot-robot sekuriti, memiliki kesan yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan saat diceritakan dalam Index.

Misaka Imouto (alias Misaka 10032), ‘adik’ Misaka yang paling menonjol, meski berperan, tak tampil semenonjol di Index. Cerita Railgun S lebih menghadirkan sejumlah klon Misaka lain dan kejadian-kejadian yang melibatkan mereka.

Bahkan dalam duel penentuan antara Touma dan Accelerator (yang kelihatannya telah sepenuhnya dibuat ulang, sekalipun adegan-adegannya sama), isi pikiran dan masa lalu Accelerator juga diungkapkan sehingga dirinya digambarkan lebih simpatik. Fokus selama pertarungan juga lebih diberikan pada bagaimana Misaka menggalang saudari-saudarinya untuk bersatu dalam satu upaya penghabisan untuk mencoba mengubah nasib mereka.

Menghadang Misaka dalam langkahnya menghancurkan satu per satu lembaga yang mendukung Level 6 Shift Project adalah ITEM (baca: ai-tem, harfiah berarti ‘benda’). Sebagaimana dengan GROUP yang diperkenalkan pada penghujung cerita Index II, ITEM merupakan salah satu kelompok bawah tanah yang bekerja di balik bayang-bayang Academy City.

ITEM beranggotakan empat orang perempuan: Kinuhata Saiai, seorang anak usia SD dengan kemampuan Offense Armor yang mampu mengendalikan lapisan nitrogen secara bebas di udara, dan membuatnya seakan memiliki tenaga dan kemampuan pergerakan luar biasa (dia punya kebiasaan menggunakan kata ‘chou’ atau ‘super’ dalam ucapan-ucapannya); Frenda Seivelun, seorang gadis bule mungil manja dengan kemampuan memanfaatkan goresan kapur dan boneka sebagai peledak; Takitsubo Riko, gadis pendiam berkesan sakit-sakitan dengan kemampuan AIM Tracer yang memungkinnya merasakan pergerakan partikel AIM yang menyertai semua pengguna kekuatan;  serta Mugino Shizuri, gadis modis yang bisa menjadi teramat kejam yang juga dikenal sebagai Meltdowner, Level 5 terkuat keempat di Academy City. Mugino mampu mengeksitasi elektron-elektron di udara ke kondisi tak stabil (antara ‘energi’ dan ‘materi’) hingga berubah menjadi sinar-sinar penghancur, yang daya serangnya mungkin melebihi kemampuan Railgun milik Misaka sendiri.

Berbagai intrik yang Misaka dan Nunotaba hadapi dalam membebaskan klon-klon Misaka, serta konflik mereka dengan ITEM, terus terang menjadi salah satu daya tarik utama Railgun S. Ini terutama terasa berhubung sepanjang bab Sisters, teman-teman Misaka: Shirai Kuroko, Uiharu Kazari, serta Saten Ruiko; seperti bisa dimaklumi, tak tampil sebanyak seperti di dalam musim tayang pertama. Tapi sebagian konflik ini—walau sebagian ceritanya sudah kita tahu—benar-benar tetap seru dan tersampaikan secara baik.

Eh, daripada seru, nuansanya lebih terasa seperti serius dan berat. Hampir enggak kayak nuansa To Aru Kagaku no Railgun yang biasa.

Tapi yah, intinya tetap bagus.

Harapan di Kota Ini

Barulah sesudah memasuki bab Silent Party, nuansa ceritanya kembali seperti biasa.

Berlatar menjelang eksibisi sains di Academy City, Misaka dan kawan-kawannya menjumpai gadis kecil misterius bernama Febrie, yang karena suatu alasan mengenali nama Misaka Mikoto. Seiring dengan upaya mereka mencari tahu soal siapa identitas anak hilang ini, mereka mulai menyadari hal-hal tertentu tentangnya yang sama sekali tak wajar.

Lalu meski ceritanya semula terkesan seperti ‘tempelan’ kalau dibandingkan dengan suramnya bab Sisters, ada lebih banyak ‘kaitan’ yang tak kusangka antara bab ini dengan bab sebelumnya. Baik ITEM, Nunotaba, dan sejumlah karakter kejutan sama-sama berperan kembali. Ditambah lagi, seperti pada season pertama, season ini pun berhasil ditutup dengan adegan-adegan aksi yang beneran seru. Rangkaian theme song dari fripSide yang dimainkan pada interval-interval pendek di episode terakhir memberi kesan yang benar-benar keren.

Seakan menanggapi teriakan para fans, para karakter minor di seri ini menjadi jauh lebih berperan dibanding sebelumnya. Kehadiran ITEM sendiri merupakan suatu hal (mereka bakal berperan dalam kelanjutan cerita seandainya musim tayang ketiga Index jadi dibuat. Perkembangan ceritanya beneran mengejutkan lho. Kalian yang udah baca terjemahan novel-novelnya jangan kasih spoiler kepada yang belum!). Tapi karakter-karakter seperti Kongou Mitsuko, murid pindahan dari keluarga kaya dengan kemampuan Aero Hand, yang sebelumnya memandang dirinya sebagai saingan Misaka; dan Komori Mii, senior Kuroko dan Uiharu di kelompok pengamanan Judgment; menjadi lebih menonjol dari sebelumnya. Kongou kini tak lagi terlalu merasa kesepian karena sudah berteman dengan dua kenalan Misaka dari klub renang: Wannai Kinuho (pemilik Hydro Hand, semacam aquakinesis) dan Awatsuki Maaya (pemilik Float Dial, kemampuan mengendalikan tingkat keterapungan suatu benda). Sedangkan Komori-senpai banyak membantu dalam upaya Misaka dan kawan-kawannya menelusuri identitas Febrie.

Singkat kata, dengan komposisi seri yang kuat serta dukungan audio dan visual yang benar-benar bagus, Railgun S kelihatannya  memenuhi pengharapan penggemar dengan menjadi salah satu seri drama aksi terbaik di musim ini.

Belum ada kejelasan soal kapan franchise ini bakal berlanjut. Pengumuman lebih lanjut soal musim tayang ketiga Index masih juga belum ada saat ini kutulis. Aku curiganya sih mereka menunggu perkembangan cerita di manga Railgun agar bisa lebih menyamai rentang waktu yang telah dicapai di animenya (seri novel Index sudah lama ‘tamat’ btw).

Ngomong-ngomong soal itu, aku sudah membaca novel-novelnya sampai lumayan jauh. Dan melihat perkembangannya, aku memang ngerasa kalau musim tayang baru sepanjang dua cour buat Index mungkin memang enggak akan cukup untuk menampung skala ceritanya.

Aah, satu hal lagi.

Siswi Tokiwadai berambut pirang dan bermata aneh, yang membuat Misaka merasa agak gimanaa gitu pada episode awal dan episode terakhir seri ini, adalah Shokuhou Misaki, Level 5 terkuat kelima di Academy City yang memiliki kemampuan Mental Out, bentuk telepati terkuat yang bisa dimiliki yang bisa sampai memanipulasi ingatan dan kepribadian. Dia salah satu karakter baru yang kayaknya bakalan lebih banyak berperan dalam cerita-cerita ke sana.

(Bagi yang sempat memperhatikan, baik Amai Ao maupun Kihara Gensei juga sama-sama sempat tampil kembali. The Railgun series really is fanservice bliss.)

Penilaian

Konsep: B+; Visual: A+; Audio: A+; Perkembangan: B+; Eksekusi: A+; Kepuasan Akhir: A+


About this entry