Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou Desu yo

Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou Desu yo atau Problem Children Are Coming From Another World, Aren’t They? (arti judulnya kurang lebih ‘anak-anak biang masalah datang dari dunia lain ya?’) berawal dari ranobe karangan Tatsunoko Tarou dan ilustrasi buatan Amano Yuu. Adaptasi animenya diproduksi oleh studio Diomedea dan ditayangkan pertama kali pada perempat awal tahun 2013. Durasi ceritanya secara agak mengejutkan cuma berjumlah 10 episode, dan hanya mencakup dua novel pertamanya.

Amplop Dari Dunia Lain

Garis besar ceritanya kurang lebih sebagai berikut.

Sakamaki Izayoi (seorang cowok usia sekolahan dengan rambut pirang dan headphone yang selalu ia kenakan), Kudou Asuka (seorang nona besar dari sebuah keluarga kaya raya), serta Kasukabe You (seorang gadis sangat pendiam yang lebih banyak menghabiskan waktunya di tengah alam bersama binatang-binatang), sama-sama memiliki kekuatan besar sekaligus ajaib yang sama-sama tak jelas berasal dari mana.

Lalu saat ketiganya tengah bosan dengan dunia sekitar mereka yang biasa, mereka sama-sama menerima sepucuk amplop misterius yang saat dibuka, membawa mereka ke dunia lain bernama Little Garden (Hakoniwa), di mana kelompok-kelompok yang disebut Community berseteru dan bertaruh nyawa dengan satu sama lain, untuk perebutan kekuasaan dan pengaruh dalam kompetisi-kompetisi yang disebut Gift Game. Kekuatan-kekuatan ajaib yang dimiliki Izayoi dan kawan-kawannya merupakan berkah dari dewa, bintang, dll. dan disebut sebagai Gift. Lalu Little Garden merupakan semacam dunia yang diciptakan untuk mempertandingkan Gift-Gift ini.

Ketiganya rupanya telah dipanggil oleh seorang gadis bertelinga kelinci sekaligus keturunan bangsawan dari Little Garden, Kuro Usagi (kelinci hitam, walau yang hitam cuma pakaiannya), untuk membantu sebuah Community yang belum lama ini telah kehilangan namanya menyusul kekalahan mereka dalam sebuah Gift Game, yakni kelompok No Name pimpinan seorang anak 11 tahun bernama Jin Russel, yang karena suatu alasan hanya beranggotakan anak-anak lain yang lebih muda darinya.

Meski berkekuatan besar, Kuro Usagi berstatus sebagai Judge Master, semacam wasit yang tubuhnya terhubung langsung dengan ‘sistem’ yang mengelola Little Garden sendiri (seperti semacam admin dalam MMORPG?). Karenanya, sesuai aturan-aturan yang telah ditetapkan, Kuro Usagi memiliki banyak keterbatasan untuk membantu Jin dan kawan-kawannya. Untuk itulah, Izayoi, Asuka, dan You kemudian dipanggil.

Help me! Help me!

Agak… susah menjelaskan semuanya secara gamblang.

Little Garden pada dasarnya adalah dunia ajaib yang dipenuhi penduduknya atas berbagai ras, baik itu manusia, naga, maupun makhluk-makhluk ajaib lainnya. Lalu keberadaan mereka semua didasarkan pada berbagai mitologi dan dongeng dari seluruh penjuru dunia manusia. Jadi, sejumlah detil menyangkut dongeng-dongeng ini lumayan memegang peran dalam cerita.

Kemudian konflik timbul saat disebutkan bahwa ada individu-individu tertentu yang disebut Maou (Demon Lord), yang memiliki kemampuan untuk ‘memaksa’ sebuah Community untuk bertanding dalam Gift Game dengan mereka.

Jadi, semacam kode aturan yang menyebut larangan mencuri, dsb ada di Little Garden. Tapi begitu semuanya masuk ke konteks Gift Game, di mana ada Host dari salah satu Community yang menetapkan aturan, persyaratan menang, dsb. semuanya bisa dibilang diperbolehkan. Termasuk mencabut nyawa. Soalnya pertandingan-pertandingan ini bisa dibilang juga seperti berurusan dengan makhluk-makhluk dari dimensi terlalu tinggi. (Gift Game ini bisa bermacam formatnya. Ada yang berbentuk pertarungan, adu teka-teki, balapan, dsb.)

Sori. Sebenernya, aku juga enggak yakin apa aku sudah sepenuhnya mengerti.

Yah, intinya begitu.

Bicara soal teknis, ini termasuk salah satu seri dengan presentasi lumayan baik. Ini bukan kali pertama Diomedea mengangkat sebuah seri aksi tempur dari ranobe sebelumnya. Jadi aku lumayan terkesan dengan peningkatan kualitas presentasinya pada beberapa aspek. Desain karakternya cukup setia dan bahkan agak lebih menarik dari desain karakter di ranobe-nya. Lalu gaya arahan visualnya juga setia terhadap gaya komikal yang ilustrasi di ranobe-nya adakan (terjemahannya belum lama ini mulai dikerjakan di Baka-Tsuki, btw). Walau ini seri yang lebih berbasiskan karakter seperti kebanyakan ranobe lain, penggambaran sejumlah latar dalam ceritanya menurutku cukup menarik perhatian. Memang tak sepenuhnya membuat ‘wow’ atau gimana, tapi aku terkesan dengan betapa apiknya semua seperti dibuat. Hal yang sama juga bisa dikatakan dengan audionya. Para seiyuu menjalankan peran mereka dengan baik (walau karakter-karakter dalam cerita ini juga tak bisa dibilang kompleks-kompleks amat), dan musiknya lumayan walau tak bisa dibilang menonjol juga.

Kekurangan seri ini… mungkin cuma terletak pada konsepnya yang agak gaje, serta eksekusinya yang meski lumayan, mungkin enggak sepenuhnya gampang diikutin. Misal ada satu adegan aksi yang tiba-tiba saja tersambung dengan adegan lainnya. Orang-orang yang masih belum ngeh soal apa yang sedang terjadi (karena konsep Gift-nya yang agak abstrak itu) bakal agak menyipitkan mata karena tak bisa mengikuti perkembangan adegannya (ditambah lagi nanti ada karakter minor yang bisa berubah-ubah wujud di seri ini). Aku juga perlu bilang bahwa batasan kemampuan para karakternya seperti agak disengaja dibiarkan ambigu dan tak jelas. Kuro Usagi, yang dijadikan semacam maskot seri ini, disebutkan batasan-batasan kekuatannya semenjak awal. Tapi Izayoi, Asuka, serta You, sama-sama dibiarkan mengambang batasan kekuatan Gift yang mereka punyai. Terutama Izayoi, yang menjadi karakter paling kuat sendiri dari awal sampai akhir.

Tapi walau begitu, para karakternya memang menarik sih. Izayoi adalah karakter yang dibuat agar ‘keren’ secara konsisten. Dan walau terkesan berlebihan, dia karakter utama yang lumayan seru juga buat diikuti. Aku suka melihat interaksi guru-murid yang agak dibangunnya bersama Jin (serta saat-saat di mana ia bersama Shiroyasha menggoda Kuro Usagi habis-habisan).

Namun terlepas dari semuanya, seri ini cuma 10 episode, dan sebenarnya ceritanya engga bisa dibilang sempat beranjak ke mana-mana. Cuma ada dua ‘bab’ yang ditampilkan dalam cerita ini.

Jadi, yah, begitulah.

YES!

Akhir kata, aku belum bisa bicara banyak soal ranobenya sih. Tapi ini seri yang pada dasarnya lumayan sebagai selingan. Enggak banyak yang bisa kau dapatkan dari mengikutinya. Tapi di sisi lain enggak banyak ruginya juga.

Aku enggak bisa bilang aku suka sih. Sebab bahkan untuk tontonan cepat sekalipun, kerumitan intrik Mondaiji mungkin membuatnya masih belum cukup untuk dipandang menarik oleh kebanyakan orang.

Masih ada banyak potensi. Jadi mungkin pendapatku bakal berubah lagi apabila sekuelnya suatu hari dibuat.

Penilaian

Konsep: C; Visual: B+; Audio: B-; Perkembangan: C+; Eksekusi: B-; Kepuasan Akhir: C+


About this entry