Zekkyou Gakkyuu

Cinta itu beneran bisa membutakan.

jadi, belum lama ini, aku mendengar kabar tentang pembuatan adaptasi live action dari sebuah seri horor berjudul Zekkyou Gakkyuu (screaming lessons; ‘pelajaran menjerit’) karangan Ishikawa Emi. Aku belum tahu apa-apa tentang seri ini sebelumnya. Tapi premisnya terdengar menarik, jadi secara iseng aku kemudian memeriksanya.

Terus, yah, aku semacam jatuh cinta. Zekkyou Gakkyuu benar-benar bagus.

Dulu ada teman yang pernah mencibir soal adanya genre horor dalam bentuk manga. Tapi segala aspek terbaik yang bisa ditemukan dalam sebuah cerita horor benar-benar bisa ditemukan di seri ini. Daripada aspek menakutkannya, Zekkyou Gakkyuu terutama lebih bisa memikat pembaca dengan membuat mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Ceritanya sendiri memang tak menakutkan-menakutkan amat. Tapi rasa penasaran soal apa yang terjadi selanjutnya itu loh.

Premis dasarnya kurang lebih begini. Seri ini kumpulan kisah-kisah horor lepas yang ‘dituturkan’ oleh sesosok gadis hantu yang bersemayam di sekolah(-sekolah?) bernama Yomi, yang memiliki wajah dan senyuman yang teramat cantik, namun tak memiliki apa-apa di tubuh bagian bawahnya.

Berhubung ini sebuah manga shoujo yang diserialisasikan (bulanan?) di majalah Ribon Mascot terbitan Shueisha,  ceritanya lebih banyak mengetengahkan anak-anak perempuan sebagai tokoh utama. Kebanyakan tokohnya berusia SD atau SMP, walau ada beberapa cerita yang memaparkan tokoh-tokoh berusia SMA sebagai fokusnya. Biasanya ceritanya berhubungan soal pergaulan antar teman atau timbulnya perasaan suka atau iri dengki. Tema ceritanya tak pernah sampai menjadi berat-berat amat. Tapi seringkali ada semacam faktor moral yang jadi tantangan utama yang harus dihadapi para tokohnya. Selayaknya bisikan-bisikan setan gitu. Lalu terutama yang paling kusukai adalah gimana segala sesuatunya enggak selalu seperti yang pada awalnya terlihat. Ceritanya juga banyak menampilkan sisi ‘dunia lain’ yang seakan emang kelam dan sewaktu-waktu bisa mencelakakan manusia. Ini emang bukan seleraku yang biasa, tapi bukan berarti aku enggak bisa menikmatinya.

Gaya gambar Ishikawa-sensei benar-benar bagus. Rapi, enak dilihat, dan bisa terlihat menakutkan baik secara ekspresif atau konseptual saat benar-benar perlu. Dulu aku pernah bilang kalau komik cewek manapun yang bisa membuat pembaca cowok tertarik dengan desain-desain karakter ceweknya adalah komik cewek yang dipastikan bakal di atas rata-rata. Zekkyou Gakkyuu termasuk salah satu yang seperti itu.

Desain-desain karakter Ishikawa-sensei benar-benar enak dilihat, dan selalu terasa fresh di setiap bab. Ini hal yang menurutku beneran luar biasa, apalagi mengingat sifat seri ini yang episodik. (Mendaur ulang desain karakter dalam sebuah komik adalah hal lumrah dan juga bukan hal salah. Makanya, orang-orang yang bisa terlihat seakan enggak melakukan ini benar-benar luar biasa.)

Salah satu hal menarik lain adalah bagaimana Yomi, dengan mata bulatnya yang besar, selalu digambarkan tersenyum memikat. Yomi bukan karakter jahat atau bagaimana. Tapi.. man, senyuman-terlepas-dari-semua-hal-nakutin-yang-diceritainnya-itu loh (bukan, dia juga bukan karakter loli. Plis deh.).  Lalu di akhir setiap bab, dia selalu dengan ceria lagi ngelakuin sesuatu yang menarik dengan ditemani sosok-sosok bayangan hitam aneh yang sepertinya dengan hati menemaninya.

Rasanya kayak, sebagai cowok, aku enggak bisa jadi enggak ketarik sama karakternya.

Pada saat ini kutulis, seri ini sudah tiga tahun berjalan dan kelihatannya belum akan berhenti.

Makin ke belakang mulai sedikit kerasa nuansa Umezo Kazuo di dalamnya, tapi enggak pernah ampe bener-bener berlebihan. Mulai dari penemuan sebuah konsol game tak berpemilik di pinggir jalan sampai ke cara-cara yang akan seorang cewek lakukan untuk mendapat balasan coklat valentine, cerita-ceritanya juga enggak selalu berakhir dengan bad end sih.

Kalau seri ini sudah dilisensi di sini, siapapun, tolong kabari ya.

EDIT, Februari 2016

Sudah diterjemahkan di sini oleh MnC dengan judul Scary Lessons dan saat ini kuedit, sudah terbit beberapa buku.

(Gyah, kadang kebijakan pemilihan judul penerbit lokal di sini bisa sedikit membingungkan.)

 


About this entry