To Aru Majutsu no Index

Anime To Aru Majutsu no Index (atau A Certain Magical Index, ‘suatu indeks sihir tertentu’) produksi J.C. Staff keluar pertama kali di tahun 2008-2009, di masa saat aku sedang vakum sepenuhnya dari memperhatikan perkembangan budaya visual Jepang. Makanya, ini seri yang sempat luput dari perhatianku sepenuhnya, sampai ada teman kerjaku yang secara agak tiba-tiba kemudian merekomendasikannya. (Apalagi sepertinya seri manga Genshiken belum pernah mereferensikannya, tapi mungkin itu cuma aku.)

Seri ini diangkat dari seri light novel super-populer (terjual lebih dari 10 juta kopi di akhir tahun 2010) karya Kamachi Kazuma (yang juga menulis ranobe-ranobe unik lain macam A Simple Survey dan Heavy Object) terbitan ASCII Media Works. Meski gaya penulisan beliau kadang cenderung agak ‘keotakuan’, kemampuan beliau dalam mengembangkan plot dari suatu basis latar dan karakter sederhana benar-benar luar biasa.

Kalau kuperhatikan sekarang, mungkin seri ini juga bisa dibilang salah satu seri ranobe paling berpengaruh sepanjang masa. Sepertinya ada banyak sekali elemen yang pertama ditemukan dalam seri ini yang kemudian muncul dalam seri-seri ranobe lain. Tapi soal itu mungkin lebih baik kubahas lain kali.

Bicara soal animenya lagi, dari segi teknis, menurutku, ini bukan anime yang bisa dibilang bagus. Tapi ini anime yang bagus. Beneran bagus. ‘Bagusnya’ itu bukan sesuatu yang gampang dijelasin. Ini jenis ‘bagus’ yang akan kau maksud kalo ngomong, “Hei, ini bagus juga!” gitu. Mungkin nuansa yang dibawakan lagu pembuka dan lagu penutupnya berdampak. Tapi kurasa karakter-karakter sentral ini, yakni Kamijou Touma, dan kemudian Mikoto Misaka (yang lalu jadi tokoh utama seri gaiden-nya, To Aru Kagaku no Railgun), yang paling memberi kontribusi terhadap bagusnya anime ini. Selebihnya, nilai-nilai produksi untuk anime satu ini kurasa bahkan bisa dikatakan standar. Jadi mungkin memang dampak konsep aslinya sekuat itu.

Even if…

Seri ini berfokus pada rangkaian pengalaman dan petualangan yang dialami oleh seorang remaja SMA bernama Kamijou Touma, yang nampaknya telah ditakdirkan untuk mengalami kesulitan beruntun dalam hidup. Baik disengaja atau tidak, ada saja kejadian ‘sial’ yang akan Touma alami setiap hari. Tapi Touma lama-lama jadi terbiasa dengan rangkaian kesialan ini, meski pada akhirnya dia jadi orang yang hobi menghela nafas sembari meneriakkan kata-kata khasnya, “Fukou daaa!”

Touma ceritanya adalah seorang siswa SMA yang berstatus Level 0 di Academy City. Academy City adalah sebuah subkota di tepi laut Tokyo yang dipenuhi oleh sekolahan dan universitas. Kota ini dikelola secara khusus untuk pengembangan teknologi. Di samping dipenuhi berbagai fasilitias futuristik (seperti pembangkit listrik tenaga angin dan robot-robot pembersih), subjek penelitian khasnya adalah kemampuan supernatural psikis macam ESP dan telekinesis yang datang dari kekuatan pikiran manusia (ada teorinya, cuma penjabarannya secara keren agak susah kutiru di sini).

Touma, sebagai seorang Level 0, singkatnya, adalah seseorang yang punya bakat buat ngebangkitin salah satu jenis kekuatan psikis ini, tapi secara ‘terlihat’ dirinya tak memiliki kekuatan apa-apa. Walau begitu, tanpa disadari kebanyakan orang, tangan kanannya sebenarnya memiliki keistimewaan yang tak dipahaminya sendiri, yakni sesuatu yang dinamai Imagine Breaker, yang mampu menetralkan segala bentuk kekuatan supernatural apapun.

To Aru Majutsu no Index dibuka dengan perkenalan terhadap karakter Touma; gadis SMP yang menjadi rivalnya, pengguna kekuatan Level 5 (tingkat tertinggi), Mikoto Misaka, yang juga dikenal dengan julukan Railgun karena kemampuannya memanipulasi listrik dan elektromagnetik; dan pertemuan pertama Touma dengan gadis mungil berambut perak yang berpakaian seperti biarawati, Index.

Ceritanya agak… susah dijabarin daya tariknya kalau aku ceritain gitu aja.

Pada dasarnya, Index yang kekanakan dan agak naif ternyata berasal dari luar Academy City, dan dirinya diburu oleh suatu pihak misterius karena di dalam ingatannya tertanam Index Librorum Prohibitorum, yakni 103.000 buku sihir terlarang yang telah disingkirkan dari peredaran oleh Gereja, yang dapat memberi akses kepada kekuatan besar bagi siapapun yang memilikinya.

Sihir merupakan suatu kekuatan yang ‘asing’ bagi Touma. Ia pada awalnya tak bisa begitu saja percaya akan adanya jenis kekuatan supernatural lain yang didatangkan lewat ritual dan mantera.

Tapi saat melihat bagaimana Index ternyata benar-benar dikejar oleh orang—dalam hal ini, seorang penyihir api bernama Stiyl Magnus, rasa keadilan yang Touma miliki membuatnya tak bisa membiarkan Index begitu saja. Terlebih saat Touma mendapati bahwa selain kekuatan supernatural psikis seperti yang sudah dikenalnya, Imagine Breaker di tangan kanannya ternyata juga berkemampuan mementahkan kekuatan sihir…

Tahun-tahun Terlupakan

Genre To Aru Majutsu no Index pada dasarnya adalah aksi. Ada banyak adegan-adegan tempur dengan kekuatan-kekuatan dahsyat ala manga shounen di dalamnya. Tapi keistimewaan sesungguhnya dari cerita ini lebih terdapat pada perkembangan cerita dan karakternya.

Jadi—gimana bilangnya ya?—dari perjumpaan pertama Touma dan Index itu, ceritanya kayak… dipenuhi berbagai twist dan kejutan gitu. Mungkin memang kejutannya tak begitu efektif penyampaiannya. Tapi bagaimana segala sesuatunya tampak di awal kemudian bisa menjadi berbeda jauh dibandingkan apa yang tampak di akhir.

Jadi, awal persahabatan Touma dan Index ternyata mengawali serangkaian perubahan yang kemudian terjadi pada dunia. Dunia yang selama ini terbagi menjadi dua kubu yang saling bertolak belakang, yaitu kubu sains dan sihir, mulai bergolak dengan Academy City sebagai pusat konfliknya. Kubu sains dan sihir ini ceritanya saling berseteru dan menjalani semacam perang rahasia antar satu sama lain. Tapi Kamijou—tanpa ia sadari sendiri—kemudian membangun semacam sekutu dari orang-orang antara kedua kubu ini, dan jadinya ia menarik perhatian banyak sekali kepentingan.

Yah, intinya kurang lebih begitu.

Season satu dari anime To Aru Majutsu no Index yang terdiri atas 24 episode ini merangkum buku 1 sampai buku 6 dari novelnya. Perkembangan ceritanya boleh dibilang lamban, soalnya setiap bab cerita terkesan tak berhubungan dengan satu sama lain. Tapi ada dampak-dampak perkembangan cerita berjangka panjang yang baru terasa kemudian.

Mulai dari pembeberan sifat asli Index terhadap Touma dan nasib tragis yang kemudian menimpanya; dilanjutkan dengan bab Deep Blood yang mempertemukan Touma dengan gadis bernama Himegami Aisa, yang memiliki kekuatan yang ‘mungkin’ mematikan vampir; lalu konflik Sisters yang dimulai saat Touma berjumpa dengan saudari kembar Misaka, yang kemudian mempertemukannya dengan Accelarator, Level 5 terkuat di Academy City, yang berkemampuan mengubah arah segala vektor dan kemudian menjadi lawannya (ini menurutku salah satu bab cerita terbaik di sepanjang seri); disusul misteri fenomena Angel Fall yang melibatkan Touma dengan orangtuanya, serta sahabat sekolahnya sendiri, Tsuchimikado Motoharu. Ada beberapa episode khusus yang mengetengahkan Accelarator sebagai tokoh utama, yang menjabarkan lebih jauh tentang karakternya serta percobaan yang sebelumnya ia jalani. Lalu musim tayang ini ditutup dengan bab pertemuan Touma dan Index dengan Kazakiri Hyouka, gadis misterius dari dimensi lain, yang sekaligus menjabarkan konsep partikel AIM yang akan berperan dalam bab-bab cerita ke depan.

Kualitas cerita animenya tentu saja kalah telak dibandingkan novelnya. Pemaparan ekstensif dan terarah yang ada di novel-novelnya menjadi sesuatu yang agak hilang di anime (tunggu, mungkin juga aku memang agak bias dalam hal ini). Tapi bagi beberapa orang yang merasa kurang bisa cocok dengan cara narasi Kamachi-sensei (mulai dari tokoh-tokoh yang bicara dengan gaya aneh sampai ke tokoh-tokoh aneh yang kehadirannya enggak jelas untuk apa), animenya kurasa enggak bisa dibilang buruk. Mungkin juga masalah selera juga sih. Tapi begitulah.

Ada daya tarik tertentu pada karakter Touma dan Misaka yang benar-benar sulit dijabarkan. Entah itu ada pada sifat pantang menyerah Touma atau pandangan optimisnya akan hidup, sekalipun ekspresi wajahnya seperti selalu siap menangis karena segala kesialannya. Atau juga pada bagaimana Misaka yang tangguh jauh di lubuk hati sebenarnya tercabik oleh rasa bersalah dan ketakberdayaannya.

Pokoknya, bagaimana ya, ada yang bagus dari anime ini, yang mungkin semata-mata berasal karena ceritanya memang bagus dari awal.

Ceritanya tentu saja masih berlanjut ke season 2 dengan begitu banyak hal masih belum terjelaskan.

Aku tahu ceritanya bahkan tak bisa dibilang adalah jenis cerita yang kusuka. Tapi damn, ceritanya bagus. Jadi ini seri yang mungkin akan kurekomendasiin pada penggemar anime umum yang tak sedang ingin melihat sesuatu yang khusus.

Kau mungkin perlu sedikit minat lebih untuk bisa memasukinya sih. Tapi kalau kau bisa masuk, kau beneran bisa menikmatinya.

Penilaian

Konsep: C+; Visual: B; Audio: B+; Perkembangan: A+; Eksekusi B+; Kepuasan Akhir: B+


About this entry