K

Aku mengikuti K, atau yang juga dikenal sebagai K Project, lebih karena omongan teman daripada keingintahuan pribadi.

Ini merupakan anime berdurasi 13 episode keluaran studio animasi GoHands yang lumayan menarik perhatian pada pertengahan tahun 2012 lalu. Sutradara dan desainer karakternya adalah Suzuki Shingo, yang lumayan layak mendapatkan credit mengingat anime satu ini memang anime yang sangat ‘karakter’.

Kasus Pembunuhan

K berlatar di semacam dunia futuristis/alternatif di mana ada orang-orang berkekuatan istimewa yang disebut Raja (King/Ou), yang ‘membagi’ kekuatan mereka ke pengikut-pengikut mereka. Kekuatan ini berbasis pada suatu warna tertentu, dan mereka yang menjadi anggota klan sang Raja akan mendapatkan kekuatan yang sejenis—dalam porsi tertentu—dengan kekuatan yang sang Raja berikan.

Asal mula ‘kekuatan warna’ ini tak pernah benar-benar dijelaskan secara eksplisit.  Tapi pastinya, melayang dalam keadaan yang biasanya tak terlihat di atas kepala masing-masing Raja, terdapat suatu struktur serupa pedang raksasa bernama Sword of Damocles yang merupakan bukti kekuasaan sekaligus sumber kekuatan yang seorang Raja punyai. Penggunaan kekuatan di luar batas oleh seorang Raja dapat menimbulkan bencana yang diakibatkan oleh rusaknya tubuh sang Raja sendiri—yang pastinya akan memakan korban ribuan nyawa.

Ada tujuh orang Raja dengan tujuh klan mereka masing-masing.

Latar ceritanya sendiri adalah di kota pinggir pantai bernama Shizume yang dipenuhi robot-robot pembersih otomatis serta layar-layar informasi holografis.

Inti cerita K bermula dari terbunuhnya seseorang bernama Tatara Totsuka, seorang anggota penting dari klan merah, Homra. Kematian Totsuka ini menimbulkan konflik saat Homra—yang tersusun oleh anak-anak geng jalanan yang dipimpin oleh seorang lelaki penyendiri dengan kekuatan serupa api bernama Suoh Mikoto—berupaya mencari pembunuhnya.

Pergerakan Homra menarik perhatian dari klan biru, Scepter 4, yang merupakan semacam kesatuan polisi berpedang yang khusus menjaga ketertiban masyarakat dari orang-orang yang berkekuatan. Dipimpin oleh Raja Biru, seorang lelaki tenang berkacamata bernama Munakata Reisi, Scepter 4 melakukan konfrontasi dengan Homra. Tapi mereka terkejut saat Suoh secara terbuka malah menyerahkan diri untuk ditahan.

Di waktu yang sama, seorang ahli pedang muda dengan perangai dingin bernama Yatogami Kuroh menjadi orang pertama yang mengendus jejak seorang siswa di SMA Ashinaka yang sekilas terlihat normal bernama Isana Yashiro. Kuroh tengah melakukan penyelidikannya sendiri atas kematian Tatara Totsuka, atas wasiat mendiang gurunya sekaligus Raja Ketujuh yang Tak Berwarna, Miwa Ichigen. Penyelidikan Kuroh kemudian membawanya pada Yashiro, sebagai tersangka nomor satu atas terbunuhnya Totsuka—yang mungkin memiliki kaitan dengan Raja Tak Berwarna baru penerus Ichigen.

Yashiro yang merasa tak tahu apa-apa dibuat bingung sekaligus ketakutan akibat pengejaran Kuroh. Tapi, saat sebuah pihak misterius menyiarkan video terbunuhnya Totsuka secara umum, Yashiro tak bisa membantah bahwa sosok pembunuhnya yang terekam memiliki wajah yang sama dengan dirinya. Tanpa punya pilihan, Yashiro memohon pada Kuroh untuk diberikan tenggat waktu untuk membuktikan ketidakbersalahannya.

Anime Dalam Arti Sesungguhnya

Daya tarik K yang utama terletak pada eksekusinya, terutama di episode-episode awal. Ada sesuatu yang sangat ‘anime’ dari K. Maksudku di sini, K menampilkan rangkaian adegan yang cuma cocok ditampilkan dalam bentuk anime.

Argh. Susah menjelaskannya.

Tapi dengan nilai-nilai produksinya yang lumayan, ada sejumlah adegan teramat mencolok yang memikat di episode-episode awal, yang enak diikuti terlepas dari substansinya. Bagaimana Yata Misaki alias Yatagarasu beraksi dengan skateboard-nya; bagaimana Neko, yang tak suka mengenakan pakaian karena dirinya kucing, berulah; lalu bagaimana Suoh dan Munakata beraksi dengan kekuatan-kekuatan mereka. Semuanya ditampilkan secara baik dengan nuansa yang stylish dan iringan musik santai yang enak.

Kekurangannya, ya, hanya terdapat pada substansi ceritanya. Tema cerita K tak benar-benar ‘kena’ ke orang. Ada soal pengorbanan. Ada soal persahabatan. Tapi itu semua kayak… kurang tergali. Kurang sungguh-sungguh. Mungkin karena keterbatasan durasinya, tapi kurasa bukan itu.

Sebenarnya, daya tarik visualnya juga tak sepenuhnya bisa dibilang konsisten sih. Ada frame yang digunakan berulang dan proses bagaimana suatu adegan bisa sampai terjadi kurang terasa masuk di akal. Tapi secara garis besar, K memang mencolok sih.

Aku dulu pernah bilang kalau aku enggak suka seri-seri dengan premis ga jelas. K sejak awal punya cerita yang enggak jelas, dan sampai akhir juga aku enggak bisa benar-benar suka. Tapi perkembangannya bisa dibilang ‘boleh juga’, sehingga aku bisa mengerti bagaimana bagi beberapa orang K itu keren.  Terutama dari segi teknis. Tapi terutama juga dengan potensinya yang masih belum banyak tergali.

Masih ada lumayan banyak hal dari ceritanya yang belum tergarap, mulai dari asal-usul kekuatan para tokohnya yang tak jelas serta kedudukan sejumlah klan lain yang tak muncul dalam cerita (dikisahkan ada tujuh, tapi yang hadir hanya sekitar empat). Tapi ada lumayan banyak seri suplemen bagi K yang mulai diterbitkan tahun lalu, serta sudah diumumkan bahwa musim tayang kedua bagi K akan dibuat.

Ada banyak seiyuu ternama yang mengisi seri ini. Lalu duo band Angela yang lumayan terkenal menyumbang lagu pembuka dengan gaya mereka yang khas.

Akhir kata, K anime yang menarik, yang sayangnya buatku belum bisa kukatakan bagus. Ini jenis anime yang dibikin lebih untuk untuk memuaskan ketertarikan desain orang daripada untuk ekspresi diri. Tapi enggak jelek kok. Sama sekali enggak jelek. (Mengikuti kata salah seorang pembaca, uh, ini anime yang dibuat untuk memuaskan para fujoshi.)

Menontonnya, aku agak teringat dengan beberapa seri anime sains fiksi lama keluaran Gonzo. Tapi kita cukupkan sekian deh. Kurasa aku tak usah bicara lebih jauh dari segi itu.

Penilaian

Konsep: C; Visual: B+; Audio: A-; Perkembangan: B+; Eksekusi: B+; Kepuasan Akhir: B-


About this entry