Cowboy Bebop

Dua hari lalu, aku selesai menonton episode kedua puluh enam dari Cowboy Bebop.

Memang perlu waktu lama. Karena alasan yang nanti akan kujelaskan, aku memang enggak bisa menonton episode-episodenya sekaligus. Tapi memang ada kepuasan tersendiri sesudah menontonnya. Lalu akhirnya aku bisa mengerti kenapa anime ini disebut sebagai salah satu mahakarya anime sains-fiksi, yang menjadikannya salah satu seri anime terbaik dari era 90-an.

Pertama digagas di awal tahun 1998, tapi terkendala penayangannya secara menyeluruh hingga tahun 1999 (konon karena beberapa adegan aksi yang dipandang terlalu keras di dalamnya), Cowboy Bebop merupakan buah karya tim pimpinan Watanabe Shinichirou di studio Sunrise yang mencoba menghasilkan sesuatu yang berbeda. Nama-nama penting di dalamnya mencakup Nobumoto Keiko sebagai penulis skenario, Kanno Yoko yang menangani musik, Kawamoto Toshihiro selaku desainer karakter serta Yamane Kimitoshi selaku desainer mekanik.

Agak susah ngejelasin hebatnya seri ini gimana.

Pertama, seri ini ngedobrak batasan-batasan konvensi seri-seri anime pada masanya. Jadi, dorongan buat bikin ini datang dari seri-seri anime koboi luar angkasa yang lagi populer saat itu, meliputi Outlaw Star dan Trigun (aku ingat jelas masa ini, soalnya itu pas anime lagi mulai mendunia). Tapi jadinya itu sesuatu yang beneran… lain.

Cowboy Bebop itu kayak bukan anime.

Ini kayaknya paling kerasa banget di masa waktu seri ini pertama keluar.

Ini kayak… semacam seri live action. Kayak semacam novel fiksi ilmiah. Sesuatu yang enggak dibikin buat penonton anime pada umumnya. Tapi lebih buat penonton-penonton dewasa yang kayaknya bukan jenis yang bakal suka nonton anime.

Aku ngatain ini bahkan dengan ngebandinginnya dengan beberapa judul anime yang emang dibikin dengan sasaran orang dewasa. Kayak Ghost in the Shell atau Patlabor atau Jin-Roh. Bahkan di masa sekarang, kayaknya enggak ada judul anime lain yang benar-benar bisa dibilang sejenis dengannya.

Terus mungkin karena itu, karena kita enggak diharuskan tahu sedikit-banyak tentang budaya Jepang buat menikmatinya, ini jadi salah satu judul yang pada masanya sangat mengangkat ‘citra’ anime di dunia barat. (Sekitar setahun lalu, novelis sains fiksi populer Orson Scott Card menyebutkan bagaimana Cowboy Bebop mengubah persepsinya terhadap dunia anime dan ia menilainya sebagai cerita yang menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam genre sci-fi.)

Kau Suka Jazz?

Aku perlu waktu lama buat mengikuti Cowboy Bebop karena yang disajikannya sebenarnya bukan ‘cerita’, melainkan ‘premis’.

Jadi latarnya, di tahun 2071, umat manusia telah menemukan teknologi untuk melakukan perjalanan lebih cepat dari cahaya melalui penciptaan gerbang-gerbang hyperspace (mungkin agak kayak… itu loh, yang ada di Mass Effect?). Tapi suatu kecelakaan besar terjadi di salah satu gerbang yang berada di dekat bulan, mengakibatkan hancurnya bulan dan bencana kehancuran besar di Bumi. Sebagai gantinya, manusia telah melakukan penjelajahan terhadap seluruh tata surya, dan planet-planet lain macam Venus, Mars, Jupiter, dan satelit-satelit alaminya telah diteraform sebagian, sehingga dapat ditinggali oleh manusia.

Luasnya cakupan kependudukan umat manusia membuat tindak-tindak kriminal yang merajalela sulit diawasi. Badan kepolisian ISSP memberi izin kepada pemburu-pemburu hadiah untuk membantu menangkap penjahat-penjahat yang singkatnya, wanted… dengan berbagai buronan dan sindikat berbahaya.

Cowboy Bebop berfokus pada suka-duka sekelompok pemburu bayaran yang berbasis di kapal ruang angkasa Bebop. Mereka meliputi seorang pemuda bernama Spike Spiegel, yang menutupi kerumitan masa lalunya dengan sikap santai dan easy going; partner paruh baya Spike bernama Jet Black, mantan polisi yang muak pada kebusukan di ISSP dan sekaligus merupakan pemilik kapal Bebop; dan ditambah dua orang baru yang kemudian ikut numpang bersama mereka: Faye Valentine, perempuan super atraktif dengan asal-usul misterius yang bisa menggoda sekaligus muram; serta Ed (nama aslinya kepanjangan), seorang gadis eksentrik yang sekaligus adalah hacker super jenius yang Bebop punyai. Belakangan mereka juga sempat memungut seekor anjing lucu bernama Ein… yang tanpa sepengetahuan yang lain sebenarnya sama sekali bukanlah anjing biasa.

Meski pada sebagian besar waktu format cerita Cowboy Bebop itu episodik dan self-contained, seperti kayak di serial TV Amerika, ada tanda-tanda plot bersinambungan yang dihadirkan dari waktu ke waktu berkenaan masa lalu masing-masing karakter. Kebanyakan tanda-tanda ini lebih berhubungan dengan Spike sih, dimulai dengan hadirnya organisasi penjahat Red Dragon Syndicate yang di dalamnya Spike pernah bergabung; hubungan permusuhan yang Spike punyai dengan bekas sahabatnya, Vicious; serta pencariannya akan wanita yang menjadi cinta sejatinya, Julia.

Seluruh ‘tanda-tanda’ ini kemudian ngebentuk crescendo pas menjelang episode-episode akhir, saat setiap karakter akhirnya diharuskan mengambil keputusan sesudah dikejar oleh masa lalu mereka masing-masing.

Real Folk Blues

Karena premisnya yang kayak di atas, mungkin ada yang ngebayangin Cowboy Bebop itu semacam seri action. Tapi sebenarnya itu enggak sepenuhnya benar juga. Emang ada adegan-adegan aksi keras yang dari waktu ke waktu ada. Buat ukuran zaman sekarang pun, aksi-aksinya masih terhitung keren dan beneran enak dilihat. Tapi Cowboy Bebop intinya bukan itu, dan bahkan atmosfernya secara umum ga bisa dibilang berat.

Intinya itu… uh, enggak bisa dijelasin.

Mungkin sesuatu yang nyaris random gitu. Tiap episode, begitu dimulai, hampir selalu enggak ketebak bakal berkembang ke arah mana. Kadang komedi. Kadang drama. Kadang malah sesuatu yang kayaknya bener-bener enggak penting. Tapi ajaibnya, di akhir setiap episode itu selalu ada kepuasan aneh yang bisa kau rasain. Aku pribadi ngerasa Cowboy Bebop itu kayak sesuatu dari John Woo, cuma lebih di-randomin.

Kau bisa sepenuhnya ngikutin asal kau udah rada dewasa dan enggak ketiduran di tengah-tengah lho, ya. Aku sendiri termasuk yang lemah dan gampang ngantuk kalau dengar jazz sih. Tapi selebihnya, yang dibahas di anime ini emang lebih ‘kena’ ke orang-orang yang agak udah berusia (yang mungkin udah lewat generasinya juga). Jadi kalau kau di bawah usia dua puluh dan maksain nonton ini, jangan kaget kalau misalnya kau enggak ngerasa suka-suka amat. Ada bahasan-bahasan berat kayak soal obsesi dan homoseksualitas. Tapi para pembuat dengan luar biasa dan hati-hati mengatur agar penyampaiannya tak eksplisit ataupun vulgar.

Satu hal lain yang mengesankan: episode terakhirnya tereksekusi dengan gila. Itu salah satu episode terakhir anime terkeren yang pernah kulihat. Penutup yang lumayan ngejutin buat sesuatu yang random di separuh jalan kayak gini.

Dengan idenya yang kayak gitu dan durasinya yang agak lumayan, dunia Cowboy Bebop terpapar dengan beneran keren. Meski bernuansa koboi, ada eksotisme yang kerap dihadirkan di dalamnya. Kayak kaum Indian yang bermukim di tengah-tengah gurun di Mars, dan tetap meyakini keberadaan the Great Spirit; sampai sindikat Red Dragon yang kayak punya kekuatan mistis oriental gitu. Vicious yang beneran jahat lebih banyak mengandalkan katana dalam pertarungan-pertarungannya (meski dia sendiri cuma muncul sesekali, gimana kita tahu lebih banyak soal karakternya lewat orang-orang lain lumayan bikin tercenung kalo dipikir baik-baik). Lalu Spike juga seorang praktisi Jeet Kune Do. Terus elemen-elemen sains fiksi tergambar melalui hal-hal kayak jaringan informasi luas yang mencakup galaksi (walau untuk suatu alasan, mungkin biar kerasa makin western, semua aspek canggih ini digambarkan kayak punya keusangan gitu). Spike, Jet, dan Faye masing-masing juga mempunyai kapal kokpit tunggal mereka pribadi. Pas ada, adegan-adegan pertempuran yang ada di luar angkasa juga terbangun secara apik.

Akhir kata, ini seri yang beneran keren. Meski belasan tahun sudah berlalu semenjak pertama keluar pun, ini seri yang masih tetap keren. Emang mungkin udah enggak terlalu cocok dengan zaman sekarang. Tapi pada suatu titik, saat orang tumbuh sampai ke suatu titik di mana dia noleh jauh ke belakang dan ngebandingin diri sama orang-orang lain seusianya, ini salah satu seri langka yang kayaknya bakal mau dilihat sama orang-orang yang udah sampai ke titik itu.

Awal dan akhirnya (dan movie-nya) memang beneran keren. Tapi setiap episodenya sendiri juga beneran berarti.

Penilaian

Konsep: S; Visual: S; Audio: S; Perkembangan: A; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: A+


About this entry