Muv-Luv Alternative: Total Eclipse

Aku enggak yakin ini kata siapa. Tapi pernah ada yang bilang kalo anime robot besar yang bagus mesti menampilkan aspek-aspek: karakter berdarah panas, tema perjuangan, dan semangat pantang menyerah. Genre anime mecha memang telah banyak berevolusi semenjak era anime-anime super robot di dekade 70-an sih. Tapi aspek-aspek di atas dari waktu ke waktu sering tetap ada, walau enggak dalam kadar yang banyak juga.

Memandang lagi ke belakang, 2012 sebenarnya termasuk ‘lumayan’ buat para penggemar anime mecha. Tapi kalau memperhatikan ulang judul-judul yang menonjol di tahun itu, dibandingkan Kidou Senshi Gundam AGE yang tersimplifikasi, Aquarion Evol yang membahas cinta pertama, Rinne no Lagrange yang agak ‘berbunga’, serta Eureka Seven AO yang fokusnya mengambang, rasanya agak aneh kalau bilang anime mecha paling basic yang tersedia, yang punya ketiga aspek di atas, justru adalah Muv-Luv Alternative: Total Eclipse.

Total Eclipse merupakan spin-off (cerita lepas) dari seri game visual novel lumayan ternama, Muv-Luv Alternative. Karena diangkat dari sebuah visual novel, ada semacam ‘bias’ soal penggambaran karakter dan inti ceritanya. Jadi, uh, kubilang saja, ini sebenarnya bukan seri anime yang akan dinilai ‘bagus’. Tapi lebih lanjut soal itu akan kubahas nanti.

Membahas Muv-Luv bakal memerlukan satu artikel tersendiri. Tapi bagian ketiganya, yakni Muv-Luv Alternative (Enggak, aku serius. Ada bagian pertama yang berjudul Muv-Luv Extra dan bagian kedua yang berjudul Muv-Luv Unlimited, yang untungnya disatukan dalam satu game.), pada dasarnya memaparkan perjuangan umat manusia tanpa kenal menyerah dalam suatu alam paralel di mana Bumi diserbu oleh alien-alien ganas yang disebut BETA (singkatan kode yang kalau ga salah dari ‘beings of extraterrestrial origin which is adversary of human race’, atau singkatnya, ‘makhluk asing luar angkasa yang jadi musuh manusia’) dan harus dipertahankan menggunakan robot-robot raksasa yang disebut Tactical Surface Fighter atau TSF (atau kalau aku ga salah eja: Senjutusuhokousentouki alias Senjutsuki).

Berjumlah total 24 episode dan pertama mengudara pertengahan tahun, Total Eclipse berfokus pada suatu tim gabungan PBB yang bertujuan untuk mengembangkan teknologi persenjataan TSF baru untuk melawan BETA di Pangkalan Militer Internasional Yukon, Alaska.

Dalam hal ini, atas hasil prakarsa Kekaisaran Jepang, teknologi yang dimaksud adalah TSF tipe 94 Second, atau yang juga dikenal dengan sebutan: Shiranui.

Dua karakter utamanya yang paling menonjol adalah perwira Yuuya Bridges, yang menjadi pilot uji bagi Shiranui, serta atasannya yang mengawasi keseluruhan Proyek XFJ, Letnan Yui Takamura.

Sejarah Lain

Segala yang perlu diketahui tentang dunia Muv-Luv Alternative dijelaskan dalam dua episode pertama seri ini. Dua episode ini juga memaparkan masa lalu tragis Yui, sebelum dirinya ditugaskan memimpin proyek XFJ di atas (dan sayangnya, justru mungkin merupakan episode-episode terbagus di sepanjang seri).

Berlatar di awal dekade 2000an, tapi dalam ‘dunia lain’, kita diperkenalkan pada awal kontak manusia dengan BETA di awal tahun 1960an, dan bagaimana perang berkepanjangan melawan mereka telah berlangsung semenjak saat itu hingga sekarang. Perang itu mengakibatkan berkurangnya populasi manusia, musnahnya hasil-hasil peradaban, sampai-sampai ada bagian-bagian Bumi yang tak lagi bisa manusia huni karena telah termasuk ‘wilayah’ BETA.

Hal itu berakibat pada perbedaan fokus pengembangan teknologi, yang mana peralatan kemiliteran untuk mengangkal BETA lebih diupayakan dibandingkan hasil teknologi untuk keperluan-keperluan lain. Ini mengakibatkan robot-robot raksasa dan teknologi holografik telah ada, tapi hal-hal lebih lumrah seperti mobil listrik dan permainan komputer tak secanggih seperti yang telah ada di ‘dunia kita’.

BETA ceritanya adalah makhluk-makhluk grotesque menjijikkan seperti monster/binatang yang telah ‘dijatuhkan’ dari angkasa luar dan menghancurkan segalanya dan memangsa manusia. Mereka seakan tak memiliki kesadaran, tak bisa diajak komunikasi, tak jelas dari mana asalnya, dan berjumlah teramat sangat banyak. Mereka juga terdiri atas berbagai jenis dan ukuran. Dengan yang lebih kecil biasanya yang paling mematikan. Pergerakan mereka berbasis di darat. Mereka tak bisa melintasi lautan atau mengudara. Tapi patut diperhatikan ada tipe BETA yang disebut laser class yang dapat menembakkan sinar-sinar laser berkekuatan tinggi yang secara khusus dan naluriah meluluhlantakkan apapun yang mereka lihat ‘terbang’.

Sesudah pemaparan tentang siapa Yui dan bagaimana ia sempat terhubung dengan jajaran elit pengawal khusus kekaisaran (Jepang masih berbentuk aristokratik di timeline ini), barulah cerita mengalihkan fokusnya pada Yuuya, seorang keturunan Amerika-Jepang yang karena persoalan keluarga, memiliki semacam kesan negatif atas darah Jepang yang dipunyainya. Hal ini menimbulkan konflik antara dirinya dan Yui, serta persoalan terhadap penangannya akan Shiranui, yang memiliki perbedaan filosofi desain dibandingkan TSF-TSF buatan Amerika yang sebelumnya ditanganinya.

Tentu saja, memperhitungkan awal mula Muv-Luv sebagai visual novel love sim, seri ini turut memaparkan tumbuhnya perasaan romantis antara Yuuya dan Yui, serta hubungan mereka dengan orang-orang lain di sekitar mereka.

…with our work unfinished.

Terlepas dari premisnya yang agak geekish, siapapun yang menonton episode-episode awal Total Eclipse kurasa bisa agak menyadari kalau seri ini tak ‘sesampah’ kelihatannya kok.

Satu, kualitas animasinya benar-benar terbatas. Terlepas dari mecha-mechanya, yang di-render dengan detil-detil persegi yang lumayan baik, kualitas animasinya terbilang rendah buat ukuran animasi TV zaman sekarang.

Lalu, ya, kita disuguhi fanservice berupa desain karakter-karakter perempuan berdada besar. Apalagi dengan dibalut baju khusus pilot yang teramat ketat. Lalu ditambah dengan karakter-karakter pria yang semuanya seakan mempunyai six pack. Ini saja sudah membuat semuanya agak susah ditanggapi serius.

Tapi ada cerita agak berat yang kelihatan berusaha dipaparkan di sini—seenggaknya pada saat aspek-aspek love comedy dirasa tak perlu terlalu ditonjolkan—sampai-sampai kita bisa dibikin enggak lagi peduli ama semua fanservice itu! (Tapi aku enggak tahu apa itu cuma saya aja, ato semua orang mengalaminya.)

Plot yang berusaha disampaikannya itu beneran… convoluted. Rumit gitu. Padahal skala ceritanya terbilang kecil dan tidak mendunia. Sayangnya, seri ini, mungkin karena masalah durasi (total episodenya dipotong?), juga enggak bisa dibilang menyampaikan plot ini secara baik. Di duaperlima akhir seri, ada banyak banget hal penting yang terjadi begitu saja, tanpa penjelasan latar pendahuluan sama sekali (jelas berlawanan dengan episode-episode awal cerita). Padahal, kalau dipaparkan secara baik, dalam konteks yang lebih pas, apa yang disajikan di sepanjang Total Eclipse kurasa bakal benar-benar keren lho.

Adegan-adegan mecha yang seharusnya menjadi highlight-nya sayangnya tak terlalu banyak ditonjolkan. Maksudku, aku ngerasa para pembuatnya sebenarnya berusaha. Tapi entah akibat keterbatasan biaya atau waktu produksi, mereka belum berhasil mewujudkan semua itu lebih baik daripada ini.

Sisi seru seri ini kayaknya enggak begitu terpengaruh. Berhubung game orisinil Muv-Luv dulu juga dikenal tak segan melanjutkan bagian-bagian ceritanya yang komedi dengan bagian-bagian yang nampilin gore. Masalahnya, ya itu, landasan dan fondasi buat bikin semua itu jadi ‘keren’ sudah terlanjur gagal dibuat.

Tapi enggak buruk kok. Di mataku, seenggaknya enggak buruk.

Ada musuh bersama berupa BETA. Tapi negara-negara besar di dunia sebenarnya saling mencurigai dan bermusuhan, menciptakan banyak intrik dan adu kepentingan di pangkalan PBB. Lalu ada tema ‘mencari tempat untuk berpulang’ yang Yuuya alami yang sebenarnya di atas kertas lumayan bagus buat diangkat. Di media lain, dalam bentuk novel atau VN misalnya, aku pikir cerita ini masih bisa jadi sesuatu yang benar-benar keren. Hanya saja, buat adaptasi ke bentuk anime yang satu ini… yah, seenggaknya kerasa para pembuatnya sudah berusaha.

Red Shift

Total Eclipse berawal dari novel yang dipenai oleh… lho, siapa ya? Yang diserialisasikan dari bulan Februari 2007 sampai September 2011 di majalah Tech Gian yang diterbitkan oleh Enterbrain. Sehabis itu, barulah diadaptasi ke bentuk anime lewat kerjasama dua studio, ixtl dan Satelight. Aku sempat dengar kalau Total Eclipse berlatar di waktu sesudah cerita Alternative, tapi mungkin aku salah.

Aku lupa bilang. Seri game Muv-Luv sendiri yang mengawalinya (yang mengandung bab Extra dan Unlimited) dibuat oleh pengembang âge dan pertama keluar tahun 2003. Sekuel sekaligus penuntas ceritanya, Muv-Luv Alternative, baru keluar tahun 2006. Game ini memaparkan cerita komedi cinta harem yang secara sangat dramatis berubah menjadi cerita mecha sains fiksi, dan karenanya menjadi hit di masanya. Kudengar durasi ceritanya panjang dan JAM Project bahkan membawakan theme song-nya. Dan ya, jadinya ini emang sesuatu yang agak otaku-ish dengan perhatiannya terhadap aspek-aspek kemiliteran dan teknikal. (Oya, mungkin udah jelas kalau ini pertama dibuat sebagai game khusus dewasa. Tapi belakangan keluar juga versi all ages-nya.)

Berbicara soal mecha-mechanya, aku dengar kalau TSF di Muv-Luv menonjol lebih karena aspek-aspek keterangan teknisnya ketimbang aksi-aksinya sendiri. Yea, bentuk-bentuknya teramat keren. Tapi dalam bentuk animasi, performa mereka agak susah dibedakan dari satu sama lain. Lalu narasi yang membuat satu per satu tipe TSF itu unik jadi agak terlewat ditonjolkan.

Bicara soal perkembangan ceritanya, Total Eclipse dibuka dengan konflik awal Yuuya dengan teman-teman barunya sesama pilot uji di kesatuan Argos Flight. Ada bahasan soal masa lalu mereka, bagaimana mereka menemukan posisi mereka sehabis tragedi-tragedi semasa perang. Lalu dipaparkan bagaimana Yuuya entah bagaimana bisa berhubungan dengan kakak-beradik(?) Scarlet Twins (nama kode? Berhubung mereka bukan kembar), Cryska dan Inia, yang mengawaki bersama TSF Terminator mewakili Uni Soviet. Cerita berkembang dengan uji performa nyata keluaran Proyek XFJ dan proyek-proyek lainnya dalam suatu uji lapangan gabungan di Kamchotka, Rusia, yang segera berubah menjadi kekacauan saat ajang tersebut dimanfaatkan masing-masing pihak untuk mencuri rahasia pengembangan pihak-pihak lainnya. Kemunculan BETA di sana menandai pengalaman bertempur nyata pertama Yuuya dengan mereka.

Paruh kedua cerita memaparkan perkembangan lebih jauh hubungan antara Yuuya dengan teman-temannya, uji performa lanjutan di Yukon, perkenalan mereka dengan Cui Yuifen, yang memimpin Bao Feng Flight yang mewakili China, serta kedatangan kesatuan Infinities yang terdiri atas teman-teman lama Yuuya dari Amerika yang menggunakan TSF F-22 Raptor. Klimaks cerita di paruh kedua memaparkan kegentingan saat pangkalan Yukon diserang oleh pasukan pemberontak RLF (Refugee Liberation Front) yang melakukan pembantaian untuk menuntut kesetaraan bagi kaum pengungsi, yang telah kehilangan negara-negara asal mereka dan dijadikan warga dunia kelas dua. Diperlihatkan telah dilakukannya penutupan besar-besaran terhadap suatu persiapan kontroversial untuk mengantisipasi BETA, dan bagaimana semua berakhir dengan negara-negara di dunia kini berada di ambang perang.

Semuanya di atas kertas beneran keren dan kayaknya bisa jadi bagus. Cuma, yah, mungkin emang masih belum waktunya aja…

Satu hal yang kuperhatikan, episode 1-2 yang keren itu ditangani oleh Inagaki Takayuki yang sekaligus menjadi penulis skenarionya. Tapi Ando Masaomi menjadi sutradara untuk episode-episode sisanya. Apa ini ada artinya ya?

Satu hal lain yang pasti, audio buat Total Eclipse terbilang keren dan ngebangun mood yang lumayan pas di sepanjang seri. Lagu pembuka Go to the Top nyanyian Koda Kumi disepakati sebagai salah satu soundtrack anime terbaik di sepanjang tahun 2012. Kuribayashi Minami turut menyumbangkan suaranya untuk lagu penutup. Di samping itu, performa seluruh seiyuu-nya, baik dalam adegan-adegan yang serius atau tidak, terbilang lumayan. Hanya sayang semuanya terhambat oleh kapasitas pengarahan dan pacing cerita yang terbatas.

Ini bukan seri yang akan kurekomendasikan kalau kau bukan sedikit otaku. Enggak bisa dibilang bagus. Tapi dengan satu dan lain cara, kurasa tetap patut dikenang.

(Soal tamatnya, aku belum konfirmasi ini bener apa enggak, tapi kudengar tamat di versi novelnya juga emang kayak gitu. ternyata selama penayangan animenya, serialisasi versi novelnya memang masih berlanjut dan lambat penerbitannya. Tapi sekarang per tahun 2015 aku dengar komentar dari fansnya kalau di akhir, ceritanya memang luar biasa.)

Penilaian

Konsep: B; Visual C; Audio: A-; Perkembangan: C+; Eksekusi: C; Kepuasan Akhir: C+


About this entry