Eureka Seven AO

Aku tahu ini mungkin agak telat, tapi aku baru saja membereskan Eureka Seven AO.

Damn, kasih aku kesempatan buat menyortir pikiran dulu. Akhir ceritanya benar-benar bagus dengan cara yang enggak terduga.

Oke. Sebelumnya, aku katain yang udah pasti aja.

Eureka Seven AO adalah sesuatu yang kusangka enggak akan pernah kulihat lagi sesudah tahun 2005. Maksudku bukan sebagai sekuel. Tapi lebih sebagai sebuah seri mecha.

Dekade 90an dan awal 2000an masih memiliki seri-seri super robot yang agak-agak over the top. Tapi gara-gara Neon Genesis Evangelion, era itu lebih banyak diisi oleh seri-seri mecha dengan tema cerita berat dan nuansa agak suram. Aspek fiksi ilmiah berbagai seri yang keluar di era itu benar-benar kental. Ada omongan tentang alien, rasa kehilangan, kemanusiaan, dan sebagainya. Meski sudah menonton sampai tamat pun, cerita seri-seri di era tersebut kadang masih memerlukan pemikiran mendalam buat mengerti apa-apa yang terjadi di dalamnya. Yang aku bicarakan di sini: seri-seri yang dengan sengaja ngebikin kamu bingung.

Eureka Seven AO, singkat kata, tampil kembali sebagai sebuah seri yang kayak gitu.

Episode-episode pertamanya, sumpah, benar-benar ngebingungin. Aku katain ini sebagai penggemar berat seri Eureka Seven yang orisinil ya. Bahkan aku, penggemar lama yang telah memiliki pemahaman tentang konsep dunia di ceritanya, agak-agak enggak yakin sekuel satu ini sebenarnya maunya apa.

Bentar, sebenarnya, aku juga curiga para pembuatnya pun pada awalnya enggak yakin seri ini bakal dibawa ke mana. Aku ngerasa tema seri ini bahkan kayak berganti beberapa kali di sepanjang cerita. Lalu kalau kupikir lagi, dari segi perkembangan karakter, kayaknya ada banyak banget karakter yang perkembangannya kayak ‘ditelantarkan’ begitu saja. Ini betulan kontras dengan 50an episode yang dihadirkan dalam Eureka Seven. Dalam Eureka Seven AO, kayaknya ada beberapa twist yang ‘disengaja’ banget dalam naskahnya.

Jadi, kalau kau penggemar lama yang nanya apa Eureka Seven AO sebagus Eureka Seven yang menjadi pendahulunya, aku serta merta bakal jawab, “ENGGAK!”

Tapi dari segi cerita, Eureka Seven AO jadi sesuatu yang… apa ya? Semacam prestasi tersendiri gitu deh.

Ini cerita dengan konsep yang benar-benar enggak kebayang sebelumnya. Lalu meski ada banyak sekali keterbatasan dan kekurangannya, studio produksi BONES berhasil mengakhiri seri ini secara berkesan dan memuaskan.

Eeh, maksudnya, ini seri yang mengecewakan. Tapi tamatnya agak lumayan. Ngerti maksudku?

Okinawan Independence

Eureka Seven AO mengetengahkan tokoh utama Fukai Ao, anak remaja usia SMP dengan asal-usul agak misterius, yang dibesarkan oleh seorang dokter bernama Fukai semenjak dirinya bayi, di pulau Iwato Jima yang merupakan bagian dari negeri bernama Republik Okinawa.

Di latar cerita ini, Okinawa dikisahkan terpisah dari negara Jepang. Alasan pemisahan dan kemerdekaannya terkait dengan peristiwa Scub Burst yang menghancurkan ibukota Tokyo bertahun-tahun silam. Hingga dimulainya awal cerita, ketegangan masih kerap terjadi antara kedua negara tersebut.

Scub Burst ini pada dasarnya merupakan ledakan partikel trapar yang diakibatkan oleh fenomena letusan Scub Coral—relief-relief serupa terumbu karang yang bermunculan secara liar dan tanpa terkendali di berbagai tempat di seluruh belahan dunia. Fenomena terjadinya Scub Burst kerap diikuti oleh kemunculan G-Monster—atau lebih dikenal di dunia internasional dengan istilah Secret—makhluk-makhluk amorfik raksasa yang tersusun dari kristal-kristal hitam dengan pendar kemerahan dan kerap membawa kekacauan dan kehancuran ke manapun mereka pergi.

Keterkaitan sesungguhnya antara Secret dan Scub Burst belum diketahui publik. Namun ada suatu lembaga internasional khusus bernama Generation Bleu yang berwenang dan mampu menangani fenomena-fenomena bencana ini lewat intervensi pasukan mecha IFO mereka.

Dalam salah satu konflik antara pasukan bela diri Jepang dan Okinawa, suatu IFO jenis baru, yang disebut Type-1, yang ternyata merupakan kerangka paling dasar dari semua IFO, jatuh ke tangan Ao. Ao secara tak sengaja terlibat dalam rencana sekelompok pemuda Okinawa idealis pimpinan Gazelle saat mereka hendak melakukan semacam barter dengan pihak pasukan Jepang.

Type-1 ini ternyata tak lain adalah IFO Nirvash, yang sebelumnya dibawa oleh ibu Ao, Eureka (tokoh yang sama dari Eureka Seven), saat ia ‘terjatuh dari langit’ ketika baru ‘datang dari dunia lain.’ Eureka dikisahkan menghilang secara misterius dalam suatu insiden pada saat Ao masih balita. Lalu sesudah sepuluh tahun berlalu, Ao menemukan sedikit kepingan petunjuk tentang asal-usulnya, yang menyebabkan warna rambutnya yang sebelumnya gelap berubah kembali ke warna aslinya yang hijau/biru terang.

Jatuhnya Nirvash ke tangan Ao, beserta kehandalannya dalam mengemudikannya demi melindungi penduduk pulau Iwato Jima dari serangan G-Monster, selanjutnya menarik perhatian Team Pied Piper pimpinan seorang pria paruh baya bernama Ivica, yang telah diutus oleh Generation Bleu. Di sinilah Ao kemudian berkenalan dengan dua orang gadis yang kemudian menjadi rekannya, Fleur Blanc yang cantik dan populer yang mengendalikan IFO Aleluia, serta Elena Peoples yang eksentrik dan mengendalikan IFO Kyrie.

Type-1 akhirnya lepas dari pengawasan militer, dan bergabunglah Ao sebagai bagian dari Team Pied Piper Generation Bleu sesudah diselundupkan ke luar Okinawa. Maka dimulailah kehidupan baru Ao yang membawanya ke berbagai belahan dunia, demi menumpas kemunculan Secret, sekaligus menemukan petunjuk tentang dari mana dirinya berasal.

No Romance

Episode-episode yang mengetengahkan karir Ao dalam Generation Bleu sebenarnya memberi fokus terhadap eksplorasi konsep Secret dan Scub Coral. Ao, bersama Fleur dan Elena, di bawah bimbingan Ivica dan rekan-rekan mereka yang lain, akan diutus untuk menangani masalah Secret di suatu wilayah—dan sesudahnya Ao beserta kawan-kawannya akan memiliki pemahaman lebih tentang ‘apa’ sebenarnya yang mereka hadapi selama ini.

(Asal tahu saja, karena suatu alasan tertentu, hanya anak-anak seusia Ao yang dapat menggerakkan IFO. Lalu entah karena apa pula, hanya Ao seorang pilot IFO cowok di Generation Bleu…)

(Err, aku ga akan nyangkal gimana ‘rasa’ Evangelion agak kental dari sisi ini.)

Di samping tentang Secret, Ao juga jadi mengetahui banyak hal tentang Generation Bleu yang ternyata dipimpin oleh ayah Fleur, Cristoph Blanc. Ao, yang notabene ‘berbeda’ dari manusia lainnya, turut menjadi subjek pengamatan menarik bagi Generation Bleu dengan kemampuannya untuk ‘melihat’ jalur-jalur partikel trapar.

Ao juga belakangan mengetahui bahwa alasan Ivica ngotot untuk membawanya bergabung ternyata tak lain karena Ivica pernah diselamatkan nyawanya oleh Eureka sepuluh tahun silam. Ivica berkeinginan membalas budi dan membantu Ao menemukan ibunya kembali.

Segala situasi terkait peran Generation Bleu dan kedudukannya yang ‘netral’ di dunia internasional benar-benar menarik. Apa yang dipaparkan di seri ini beda jauh dari ‘drama pribadi’ yang diperlihatkan dalam Eureka Seven. Tapi cakupan pembahasan ceritanya jadi benar-benar luas. Ada soal Secret, ada soal Ao, ada juga soal Gazelle dkk yang diam-diam menyusup ke Triton, kapal induk Team Pied Piper, agar bisa dipekerjakan juga oleh Generation Bleu; apalagi Eureka Seven AO terlihat enggan untuk melepas fokus mereka terhadap pengembangan sisi karakterisasi juga. Ini yang kumaksud dengan gimana seri ini jadi terkesan enggak jelas maunya ke arah mana. Belum lagi di samping Team Pied Piper, terdapat pula tim-tim IFO lain di Generation Bleu macam Team Goldilocks dan Team Harlequin.

(Eh, bentar. Ternyata Ao bukan pilot cowok satu-satunya ding.)

Tapi dari segala ‘arah’ yang mungkin diambil oleh seri ini, yang diambil malah arah yang benar-benar ‘baru’ saat ceritanya mengalami titik balik dengan hadirnya pemuda misterius bernama Truth.

Untuk sebagian besar durasi cerita, Truth tampil sebagai tokoh antagonis yang menimbulkan kekacauan di manapun Secret bermunculan. Dia mampu merubah wujud dan suaranya menjadi orang lain. Dirinya dapat terbang. Dirinya memiliki semacam kekuatan telekinesis. Dirinya terkuak sebagai biang kerok beragam kebijakan politik berbagai negara terkait masalah Scub (termasuk soal penemuan Type-1 oleh pemerintahan Jepang). Dirinya dengan mudah dapat mengimbangi para pengguna IFO bahkan tanpa memakai IFO(!). Truth dapat dikalahkan, tapi berulangkali terbukti seakan-akan tak dapat dibunuh.

Arata Naru, gadis teman masa kecil Ao di Iwato Jima yang semenjak dulu terganggu kesehatannya dan terpaksa ditinggalkan Ao, mengalami kontak dengan Truth dan kemudian ‘berubah.’

Perubahan ini… beneran sukar dijelaskan dan mesti kalian lihat sendiri biar ada gambaran.

Tapi Naru kemudian menjadi tokoh penting yang seakan mengambil sudut pandang yang berlawanan dengan Ao dan Generation Bleu. Ia secara aktif, dengan kekuatan-kekuatan barunya, serta dengan apa yang nampaknya merupakan tiruan dari Nirvash typeZERO dari seri pertama, berpihak pada Truth dan menentang penggunaan materi Quartz yang dihasilkan Scub Coral sebagai sumber pembangkit energi oleh berbagai negara di seluruh dunia.

Segala intrik Eureka Seven AO, jika kau cukup sabar untuk mengikutinya, benar-benar pelik dan memikat.

Lalu semuanya kemudian sampai pada kesimpulan tentang bagaimana kepingan terakhir jawaban yang mereka cari sesungguhnya dipegang tak lain oleh Eureka tanpa diketahuinya sendiri, yang dalam sosoknya kini, tengah terhempas dalam mengarungi dimensi ruang dan waktu.

Third Engine

Eureka Seven AO berdurasi 24 episode, kurang dari separuh dari durasi total pendahulunya, namun cakupan ceritanya benar-benar lebih banyak. Aku pribadi sempat skeptis saat mendengar berapa total episode yang direncanakan untuk seri ini. Karena bahkan di episode 19 pun, perasaan kalau ini semua baru ‘separuh jalan’ itu ada.

Tim yang menangani Eureka Seven AO agak berbeda dari Eureka Seven. Karenanya, aku sempat menyempatkan waktu buat mencari-cari info seputar produksinya. Mungkin ada kendala di sisi finansial atau kreatif atau apa. Aku pikir pasti bakal ada, mengingat betapa fenomenalnya Eureka Seven di Jepang dulu. Tapi sejauh ini aku belum menemukan apapun.

Kasusnya, secara garis besar, agak mirip kasusnya Bounen no Xamdou. Namun berbeda dari Bounen no Xamdou yang masih tersamar maknanya bahkan hingga akhir, Eureka Seven AO lebih banyak ‘kena’ daripada ‘meleset’-nya.  Lalu seperti yang pernah kusinggung sebelumnya, dari episode 19 yang kerasa masih banyak yang menggantungnya tersebut, seluruh ceritanya berhasil dirampungkan dengan baik dan memuaskan hanya dalam hitungan hanya beberapa episode. Dan itu masih ditambah dengan beberapa adegan pertempuran mecha keren di episode 23 dan 24 lagi!

Eureka Seven dengan durasinya yang panjang mengeksplorasi banyak sekali hal tentang dunia dan karakternya. Tapi Eureka Seven AO enggak memiliki keleluasaan itu. Jadi sayangnya memang ada banyak banget aspek dari segi karakterisasi maupun latar dunia yang kerasa ditelantarkan.

Aspek yang ditelantarkan ini enggak sebanyak yang kusangka bakal ada sih. Soalnya pada suatu titik, tema dimensi-dimensi paralel bakal diangkat. Lalu karena suatu sebab—yang sebenarnya agak sedih—hanya Ao seorang yang bakal mengingat setiap rincian dari perubahan dunia yang ditimbulkannya. Tapi dari yang awalnya gaje, inipun kemudian tergali secara keren kok.

Ngomong-ngomong soal mecha dan adegan pertempuran, mecha-mecha IFO di Eureka Seven AO lebih banyak ‘dipersenjatai’ dibandingkan mecha-mecha LFO maupun KLF di Eureka Seven. Desain-desainnya bagi beberapa orang mungkin tak sememukau desain-desain mecha di Eureka Seven sih. Tapi dengan penjabaran soal bagaimana dunia sekarang tak padat dengan trapar (maksudnya, berbeda dengan di Eureka Seven, partikel trapar sengaja dibawa masing-masing mecha sebagai bahan bakar, aspek ini ntar berperan dalam cerita loh!), sejumlah perbedaannya itu bisa dimengerti. (Setiap IFO dengan desainnya masing-masing masih dapat berubah ke bentuk pesawat.)

Adegan-adegan aksi di tiap episode itu ada, cuma kadang luar biasa padat, ringkas, dan enggak bisa dibilang memukau. Memang ini mungkin mengecewakan bagi beberapa orang. Tapi meski tak sampai membuatku menahan nafas kayak beberapa adegan aksi di seri pendahulunya, masih tetap ada sejumlah adegan tempur di Eureka Seven AO yang bikin aku wow kok.

Enggak ada kekurangan yang bisa kukatakan dari segi visual. Pada saat sedang bagus, visualnya benar-benar bagus. Karena kita dibawa keliling dunia, ada banyak tempat eksotis dan keren yang didatangi Ao dan kawan-kawannya. Keterangan nama tempat dan latar yang diberikan pada layar banyak membantu dalam memberi insight tentang dunianya.

Dari segi audio, musik dan pengisian suaranya cukup keren. Hanya… entah ya. Ada suatu nuansa aneh yang kadang kudapatkan yang enggak bisa kujelasin. Bukan soal kualitasnya, tapi lebih pada gimana audionya dipakai dan ditata… entahlah. Mungkin itu cuma aku.

Akhir kata, kelemahan Eureka Seven AO adalah koherensi dari awal sampai akhirnya yang tak sebaik pendahulunya. Semuanya nyambung, tapi secara tersegmentasi gitu. Tema yang diangkat dan berusaha dilingkupinya enggak cuma satu. Makanya, yea, ini kalah telak dibanding Eureka Seven yang meski tersendat di banyak bagian, saat ‘kena’-nya itu beneran kena dan semuanya ngebentuk ‘gambar utuh’ pada akhir cerita. Ada beberapa aspek di Eureka Seven AO yang malah bisa membuat sejumlah penggemar lama merasa terasing.

Tapi hasil akhirnya sama sekali enggak akan kukatakan jelek kok.

(Ngomong-ngomong, ‘AO’ merupakan kepanjangan dari ‘Astral Ocean’.)

(Oh yeah. The band Hemenway totally rocks.)

Penilaian

Konsep: X; Visual: A; Audio: B+; Perkembangan: B+; Eksekusi: A-; Kepuasan Akhir: A-


About this entry