Code Geass: Boukoku no Akito OVA 1: The Wyvern Has Landed

Episode pertama dari seri OVA Code Geass: Akito the Exiled (‘Akito yang terasing’), belum lama ini keluar juga.

Berlatar pada jeda waktu yang berlangsung antara Code Geass: Lelouch of the Rebellion dan Code Geass: Lelouch of the Rebellion R2, ada dua tokoh utama baru yang diketengahkan, Leila Malcal dan Akito Hyuga. Ceritanya berlatar di tempat yang baru pula, yakni di garis depan medan perang antara Euro Universe dengan Kekaisaran Britannia. Leila adalah gadis muda yang menjadi komandan pasukan khusus W-0 yang dimiliki EU. Sedangkan Akito adalah pemuda yang digambarkan sebagai satu-satunya orang yang bertahan hidup dalam sebuah misi genting di awal cerita, yang kemudian diangkat sebagai pengawal Leila.

Dua nama besar di balik penciptaan Code Geass, Taniguchi Goro dan Okouchi Ichirou, tak lagi terlibat dalam seri ini. Tapi peran mereka sebagai sutradara dan penulis skenario masing-masing digantikan oleh dua staf veteran Akane Kazuki dan Asakawa Miya.

W-0 ceritanya adalah sebuah unit yang terdiri atas orang-orang negara lain (dalam hal ini, Jepang, alias Area 11) yang terasing dari tanah air mereka sendiri sesudah pendudukan Britannia atas negara mereka. Mereka dikhususkan dalam misi-misi ‘bunuh diri.’ Sehingga ada semacam dramatisasi rasial yang juga diangkat.

Cerita lalu berkembang dengan diperkenalkannya Ryo Sayama dan dua rekannya, Yukiya dan Ayano, yang hendak melakukan semacam revolusi dengan cara mereka sendiri. Upaya mereka menculik Jenderal Smilas, atasan Leila, membuat jalan hidup mereka bersimpangan dengan unit W-0.

Adegan pembukaan seri ini, menggambarkan operasi penyelamatan Narva yang dipimpin Leila, benar-benar keren. Temponya pas dan aksi mechanya frantic sekaligus seru buat dilihat.

Hal pertama yang menarik perhatianku adalah tempo penceritaan seri ini. Berbeda dari Taniguchi-sensei yang padat dan sangat cepat; Akane-sensei, masih dengan gaya khasnya saat menyutradari Escaflowne dan Noein, memainkan tempo dan suara untuk melarutkan pemirsanya, meski penyampaian ceritanya sama sekali tak kalah padat.

Aku sudah enggak lagi berada di usia ketika aku bisa dibikin excited oleh suatu anime. Tapi kayaknya Code Geass bisa dijadikan semacam pengecualian.  Aku ngerasain semacam harap-harap cemas pas akhirnya berkesempatan nonton episode 1 seri ini, dan perasaan itu langsung terbayar lunas begitu episode 1 itu usai.

Kebebasan itu menyakitkan, bukan?

Di episode ini kayak… ada semacam kesungguhan dalam hasil akhirnya yang sudah lama enggak aku lihat. Maksudnya, udah lama aku enggak nemu anime yang bikin aku ingin tahu soal latar dunianya seperti ini.

Terlepas dari nilai-nilai produksinya yang tinggi, kenyataan soal gimana Leila dan Akito adalah dua tokoh yang sama-sama likable benar-benar membantu. Leila yang simpatik dan enggak ‘rasis’ seperti kebanyakan bangsawan digambarkan memiliki latar belakang keluarga rumit yang memotivasinya untuk benar-benar ‘memanjat’ sampai ke posisinya yang sekarang. Sedangkan Akito secara baik digambarkan sebagai seorang pribadi muram yang mencari tempat untuk berpulang. Akito juga digambarkan berada di bawah pengaruh sebuah Geass yang seperti halnya Suzaku Kururugi dalam seri terdahulu, mengubahnya menjadi lawan yang teramat ganas dalam pertempuran.

Dari segi mecha, aku beneran puas. Alexander, jenis Knightmare Frame baru yang digunakan EU dan sempat dipakai Akito, memiliki wujud feminin yang elegan tapi cara pakai yang di awalnya terkesan grotesque. Desainnya bagiku beneran mencolok, terutama dari cara pemakaiannya yang tak mengandalkan kaki beroda seperti Knightmare-Knightmare yang sebelumnya sudah kita lihat.

Seperti biasa, ada tokoh-tokoh dengan desain keren yang tak bertahan hidup lama.

Di samping itu, dipaparkan sedikit lebih jauh pula tentang sejarah dunia Code Geass. Ada nama-nama pahlawan besar seperti Hannibal dan Napoleon Bonaparte yang mencuat. Sempat disinggung juga soal bagaimana kaum aristokrat yang membentuk Britannia pada suatu titik dalam sejarah mengungsi ke benua baru di mana mereka berdiri sekarang.

Episode ini kemudian diakhiri secara misterius dengan adegan dialog antara Lord Manfredi dari Mikhail Knights dengan ajudannya, Shin; yang sedikit banyak menyinggung kekalahan Britannia di Narva, dan mungkin mengandung semacam petunjuk soal asal-usul Akito sendiri…

Jadi, Episode 1 ini benar-benar masih perkenalan terhadap setting yang baru ini. Ada satu-dua referensi terhadap beberapa kejadian yang telah lalu (seperti pembubaran organisasi Ksatria Hitam). Tapi semua tokoh yang muncul di sini benar-benar baru. Baru pada episode berikutnya, beberapa tokoh dari seri lama nampaknya akan muncul; meliputi Suzaku dan C.C..

Kurasa episode ini cukup bagus buat orang awam memasuki seri Code Geass. Dari episode satunya saja malah kelihatan kalau seri OVA ini bisa jadi berakhir lebih bagus dibandingkan kedua seri TV-nya. Hasil akhirnya beneran memuaskan. Terlihat betapa penantian lama semenjak proyek ini diumumkan dalam OVA Kiseki no Birthday bertahun-tahun lalu sepenuhnya terbayar lunas.

(Ya, buat yang bertanya-tanya, bagiku desain karakter Leila sangat moe.)


About this entry