Gundam Unicorn OVA 5: The Black Unicorn

Jadi, episode kelima dari seri anime Kidou Senshi Gundam Unicorn akhirnya keluar.

Pada titik ini, entah karena kejenuhan terhadap segala hal secara umum atau apa, saya sudah enggak terlalu menyambut berita seperti ini dengan antusias lagi seperti sebelumnya. Tapi waktu menyaksikan sendiri episode ini, mungkin karena sedarinya aku memang penggemar Gundam, aku tetap berhasil dibuat terpukau, tergerak, bahkan hingga berlinang air mata.

Sial.

Seri mecha yang satu ini memang sebagus itu.

Lompatan HALO

Berlanjut persis sesudah berakhirnya episode sebelumnya, episode kali ini menaruh fokus pada kemunculan kembaran hitam dari MS Unicorn Gundam milik Banagher Links, yang dikenal dengan nama kode ‘Banshee‘ (baca: ‘banshi’, nama diambil dari sejenis roh wanita dengan suara teramat mengerikan dari mitologi Eropa).

MS baru ini dibuat berdasarkan rangka dasar yang sama dengan Unicorn Gundam, dan nyaris sama dengannya dari segala parameter–termasuk dalam hal kepemilikannya atas mode NT-D, bahkan mungkin melebihinya dari aspek jenis arnamen yang ia gunakan. Namun Banshee tak memiliki program La+ yang akan membukakan jalan ke Kotak Laplace yang menjadi objek perebutan. Karenanya, MS baru ini dikembangkan secara khusus semata-mata untuk menjadi tandingan atas Unicorn Gundam, dan menangkapnya untuk digunakan sesuai kepentingan penggunanya.

Banshee digunakan atas prakarsa Martha Vist Carbine dan Alberto Vist, bibi dan paman sepupu tiri saudara tiri Banagher, yang bersekongkol untuk mendapatkan kepemilikan mereka sendiri atas Kotak Laplace dalam rencana mereka untuk mengambil alih kekuasaan atas Federasi Bumi. Dengan mengirimkan Newtype-buatan Marida Cruz alias Ple Twelve yang telah mengalami pengkondisian mental ulang, Banshee dikirimkan ke Torrington, yang baru dilanda konflik pemberontakan sisa-sisa Neo Zeon, untuk melumpuhkan Unicorn Gundam dan membawanya ke kapal induk Ra Cailum yang dinahkodai Bright Noa.

Pada saat yang sama, Martha yang telah menawan Audrey Burne, alias Mineva Zabi, putri pihak Neo Zeon; berupaya membujuk Audrey untuk membantunya membawa Banagher beralih ke pihak mereka. Karena meski telah diinterogasi berulangkali, baik Banagher–maupun Unicorn Gundam sendiri–menolak memberi petunjuk tentang koordinat berikutnya yang program La+ telah perlihatkan untuk membuka kunci Kotak Laplace seusai pertempuran terakhir.

Sisa episode ini memaparkan usaha Banagher untuk membebaskan diri dari penawanan Yayasan Vist sekaligus menyelamatkan Audrey dengan Unicorn Gundam, dalam transit antara kapal Garuda di mana Audrey ditawan dengan Ra Cailum, sesuai rencana yang Bright Noa persiapkan untuk membebaskan keduanya ke luar angkasa. Untuk itu, Banagher bersama Zimmerman harus membebaskan pula Marida yang telah sekali lagi memiloti Banshee dari pengaruh pengkondisian mental yang diterimanya, sekaligus berhadapan dengan Riddhe Marcenas yang tak rela membiarkan Audrey menempuh jalur yang dipilihnya begitu saja.

It takes so long to find a way…

Kalau aku harus menjelaskannya, apa yang membuat Gundam Unicorn jadi mahakarya bukan sekedar pada bagaimana seri ini memaparkan adegan-adegan aksi mecha—dengan cara yang sangat berbeda dengan apa-apa yang pernah ditampilkan dalam seri mecha apapun sebelumnya—namun juga pada bagaimana seri ini menampilkan setiap karakter beserta segala konflik di dalamnya. Pada adegan reuni antara Banagher dan Audrey, kau bisa merasakan perasaan yang tersirat di antara keduanya hanya dengan melihat ekspresi wajah yang mereka miliki. Sebaliknya, rasa frustrasi yang Riddhe pendam atas keadaan umat manusia yang diperintah keluarganya saat ini, serta bagaimana hal tersebut terwujud lewat kebenciannya atas Gundam, benar-benar terungkap secara jelas lewat segala bahasa tubuh dan perbuatannya.

Suguhan aksi utama di episode ini adalah pertempuran udara di lapisan atmosfer tinggi Bumi antara Unicorn dan Banshee, yang dilatari pertempuran antara pasukan MS bala bantuan dari Garanceries melawan pasukan MS dari Ra Cailum. Sumpah, adegan-adegan pertempuran di sini benar-benar luar biasa. Terlebih, di sini diperlihatkan pula bagaimana Banagher telah matang sepenuhnya sebagai pilot. Banagher kini telah memiliki kendali sepenuhnya atas sistem NT-D yang sewaktu-waktu dapat membuat Unicorn Gundam lepas kembali, seiring dengan resonansi antar psychoframe yang didapatkannya dari Banshee. Resonansi tersebut dapat memicu efek yang sama dengan apa yang berlangsung saat Amuro dan Char bersama menyelamatkan Bumi dalam Char’s Counterattack. Karenanya, menciptakan ketegangan setiap kali dua MS tersebut saling berhadapan.

Aksi hand-to-hand combat juga mewarnai episode ini secara dominan dalam upaya Zimmerman menolong Audrey. Kegentingan antar tokoh mewarnai saat-saat Audrey menentukan keputusan apa yang akhirnya akan ia pilih. Lalu adegan reuni antara Banagher dan Audrey yang telah kusebut di atas itu, sekali lagi, benar-benar jadi highlight episode ini. Adegan itu benar-benar dibuat dengan luar biasa keren. Hahaha, air mataku sampai menitik keluar saat menyaksikannya.

Mungkin bisa dibilang pada episode ini cerita Gundam Unicorn benar-benar telah mulai menjajaki klimaksnya.

Visualnya memukau seperti biasa, yang lebih banyak diisi dengan dinamisnya pergerakan kamera dan MS dibandingkan aksi-aksi rumit ketimbang episode sebelumnya. Lalu musiknya… sial, musik menghanyutkan yang mewarnai satu demi satu tantangan yang Banagher dan Audrey harus lewati agar bisa tiba kembali di luar angkasa.

Hal-hal menarik tambahan di segi cerita meliputi adegan Audrey membuat roti lapisnya sendiri, dalam mengenang pertemuan pertamanya dengan Banagher; serta cameo dari dua tokoh lama dari seri Gundam lawas: Beltorchika Irma dan Kai Shiden. Keduanya adalah tokoh-tokoh pendukung AEUG semasa konflik Gryps yang membantu Bright mempersiapkan rencana pelariannya untuk Banagher dan Audrey dalam bentuk perusahaan dagang Lois & Co. Beltorchika adalah perempuan cantik yang menjadi kekasih Amuro di masa Zeta, sedangkan Kai adalah wartawan tajam yang merupakan salah satu awak kapal White Base semasa Perang Satu Tahun, serta salah satu mata-mata andalan AEUG semasa konflik Gryps. Adegan menarik lain adalah diperkenalkannya General Revil, kapal induk baru Federasi Bumi menjadi halangan terakhir Banagher dan kawan-kawannya untuk lolos ke luar angkasa. Para penggemar lama Gundam pasti menyadari bagaimana kapal tersebut dinamai berdasarkan tokoh pemimpin Federasi yang tewas bersama Dozle Zabi dalam seri Gundam yang paling pertama.

Mungkin bakalan ada orang yang bisa menertawai apa-apa yang berlangsung di episode ini. Seperti komentar Bright pada Banagher tentang setiap remaja pilot Gundam yang pernah ia hadapi. Lalu ada deus ex machina khas seri-seri Gundam yang telah ada semenjak biosensor diimplementasi pada Zeta Gundam. Tapi semua itu dibangun dan dipaparkan dengan cara yang begitu baik. Aku beneran jadi menanggapi segala sesuatunya dengan cara serius.

Belum lama ini juga, aku mulai membaca terjemahan novel pertamanya di Baka-Tsuki. Dan aku membacanya kayak bisa ngerasain segala kecintaan yang Fukui-sensei miliki terhadap ceritanya. Kurasa, kecintaan dan perasaan mendalam seperti itu pula yang bisa membawa orang untuk melakukan hal-hal menakjubkan yang mempengaruhi umat manusia seperti yang seri ini perlihatkan.

Entah bakal seperti apa tamatnya (aku belum mau nyari spoiler!). Tapi kurasa dengan ini telah dipastikan bahwa Gundam Unicorn telah menjadi seri yang takkan pernah kulupakan seumur hidup.


About this entry