Honeymoon Salad

Belum lama ini ada temenku yang bilang kalo I have a thing for broken people.

Aku sebenernya udah jarang melakukan ini, tapi belum lama ini aku main-main ke situs baca scanlation online, lalu aku nemu karya lama ini.

Honeymoon Salad merupakan seri manga seinen karya Ninomiya Hikaru yang keluar di tahun 2000 dan diserialisasikan di majalah yang sama dengan yang juga ngerilis Berserk (berarti Hakusensha ya?). Seperti yang kusebut di atas, ceritanya tentang hubungan segitiga antara seorang cowok dan dua orang cewek yang sama-sama broken, yang karena satu dan lain hal, akhirnya jadi tinggal serumah. Sebelum ada yang berkomentar soal masalah kumpul kebo dan sebagainya, alasanku sempat terpikat pada manga ini (yang ngomong-ngomong, jelas takkan bisa masuk ke sini karena banyaknya adegan dewasa di dalamnya) adalah para karakternya. Masalah mereka, psikologi mereka, hubungan aneh yang mereka jalin, serta perkembangan hubungan mereka yang berlangsung karena alasan-alasan yang tak mereka pahami; semua tersaji dengan cara yang enggak berat-berat amat.

Yeah, ini bernuansa harem. Tapi, yah… begitu. Mungkin aku cuma lagi di usia di mana aku tertarik baca yang beginian.

Jadi, ceritanya, Natsukawa Minori adalah lelaki–sekali lagi, lelaki–kantoran yang kesehariannya selalu diwarnai dengan rasa kesal. Pekerjaan di kantornya tak berlangsung dengan baik, ia bermasalah dengan ayahnya, teman sekerja dari kantornya yang lama kerap mengganggunya soal pekerjaan yang sudah ia tinggalkan, dan kenangannya akan cinta pertamanya cuma bisa dibilang traumatis.

Lalu, pada suatu hari, kekasih cinta pertama ini muncul kembali dalam hidupnya, persis di ambang pintu depan apartemennya. Saito Youko, kakak kelas sekaligus orang yang dicintainya dari masa SMP sekaligus SMA, tahu-tahu datang mengunjunginya tanpa alasan yang jelas. Lalu Youko pun menjadi sering mengunjunginya dari waktu ke waktu. Bahkan terkadang sampai kedinginan menunggu di depan pintu apartemen, menunggu sampai Minori kembali. (Cerita ini berlangsung di tahun 2000-an awal, jadi bukan era ketika ponsel sudah banyak digunakan.)

Pada waktu yang kurang lebih sama, seorang perempuan muda lain bernama Saito Ichika terlibat masalah dengan Minori di stasiun kereta. Hubungan mereka berawal dari suatu kesalahpahaman. Tapi pertemuan singkat ini berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih mendalam seiring dengan waktu, saat kenangan-kenangan lama akan Youko semakin menyiksa Minori. Terlebih saat rasa tertarik bawah sadar yang Minori miliki terhadap Ichika, yang memiliki nama belakang yang kebetulan sana dengan Youko, mulai menguasainya.

Apa yang mengesankanku dari manga ini adalah bagaimana para karakternya berupaya menemukan kembali arah dalam hidup mereka. Kesibukan Minori dalam memperhatikan kedua cewek ini (Youko yang serampangan, dan senantiasa menunjukkan strong front; sementara Ichika yang lebih rapuh dan timid) lambat laun mengalihkan perhatiannya dari hal-hal yang selama ini membuatnya kesal. Lalu bagaimana Minori berusaha memahami apa persisnya yang membuat dirinya dan Youko terpisah dulu merupakan salah satu adegan yang buatku berkesan.

Kurasa sebagian dari kita memang memiliki beban masa lalu yang harus bisa kita tuntaskan. Dan manga ini memikat buatku karena secara jelas dan riil memaparkan hal itu.

Ada sebuah seri prekuel, bernama Baby Leaf, yang mengetengahkan masa lalu para karakternya. Tapi kurasa, aku sudah merasa terlalu puas dengan yang ada sekarang untuk membacanya.

(Sekali lagi, ini manga dewasa. Jadi jangan baca bila kau belum cukup umur, karena kau belum siap membaca isinya dan nanti ceritanya cuma bakal jadi racun di kepala kamu.)


About this entry