Mail Girlfriend

Aku beneran sibuk belakangan. Aku enggak pernah nyangka kalo suatu waktu aku akan ampe sesibuk ini. Jadi karena enggak ada waktu buat menonton dan sebagainya, aku paling cuma sempetin diri buat membaca hal-hal yang ringan. Salah satunya komik Mail Girlfriend (berjudul asli ‘Mel Kano‘ yang merupakan singkatan dari ‘mail kanojo‘, ‘pacar online’) karya Towa Oshima yang belum lama ini terbit di sini sampai tiga jilid.

Kayaknya, aku enggak bisa berkata panjang-panjang. Premis awalnya benar-benar menarik. Ceritanya, ada sepasang cewek-cowok kelas 3 SMA, yang agak aneh hubungannya di dunia nyata, tapi tanpa sadar sebenernya telah lama menjalin hubungan di dunia maya. Baik Kakeru maupun Haruka (mereka memakai nama login yang merupakan modifikasi cara penulisan nama asli mereka masing-maisng) sama-sama adalah orang yang terlihat seram dan dingin di luar, tapi sama-sama sensitif dan hopeless romantic di dalam.

Bab pertama manga ini mengisahkan tentang awal terjalinnya hubungan antara mereka, dan saking konyolnya, adegan kencan pertama yang berlangsung di dalamnya benar-benar priceless. Premis awal yang menarik itu yang membuatku tertarik pada manga ini. Tapi… entah ya. Aku enggak tahu apa persisnya yang semula kuharapkan. Tapi perkembangan cerita sesudah bab itu agak aneh, meski bukan dalam artian yang sepenuhnya buruk sih.

Eniwei, dengan cepat kita ketahui bahwa fokus sentral Mel Kano tak lain seputar FIL, semacam portal online di mana terdapat forum, jual beli, kontak, dsb. dsb. Sori, sejujurnya, aku sendiri masih samar-samar persisnya apa, dan lagi kayaknya emang enggak secara detil dijelasin. Tapi intinya, itu portal paling ternama dan paling banyak digunakan di Jepang saat itu. Lalu sesudah perkenalan dengan beberapa tokoh lain, cerita berlanjut tentang keterlibatan Kakeru dan Haruka dalam kepengurusan portal itu sebagai petugas Navigator, yang menuntaskan masalah-masalah dunia maya jika sampai terbawa ke dunia nyata: seperti masalah tindak penipuan, penyalahgunaan informasi, dsb; seiring dengan naik turunnya hubungan cinta yang terjalin antara mereka.

Teruts terang, aku jadi merasa kalau selain bab pertamanya, cerita manga ini benar-benar dibikin ‘sambil jalan.’ Makanya ada semacam kesan kurang fokus.

Tapi eniwei, gaya gambar Ooshima-sensei yang rapi juga menjadi alasan aku kemudian memperhatikan manga ini. Karakter-karakter cewek yang digambarnya benar-benar menarik, dan daya tariknya paling terlihat saat diwarnai. Anehnya, gaya penceritaan narasinya agak menyerupai gaya komik shoujo, dengan panel-panel ‘menyempit’ dan gambar latar yang tak terlalu detil. Dan ceritanya… terus terang, meski menarik, ceritanya berkembang ke arah yang aneh. Enggak secara berlebihan sih. Tapi kayak…. ada sejumlah detil cerita yang terkesan enggak realistis di dalamnya?

Entahlah. Mungkin ini cuma perasaanku aja.

Satu hal yang membuatku penasaran sih. Aku yakin gaya gambarnya baru pertama kali kulihat. Tapi aku tetap merasa nama Ooshima Towa rasanya pernah kudengar di suatu tempat sebelumnya.

Yah, ini bacaan yang lumayan menarik karena ide-ide cerita yang diangkat ke dalamnya agak enggak biasa. Kau mungkin perlu sedikit berjuang untuk membacanya karena para karakternya bisa membuatmu kesal sih. Tapi mungkin itu juga tanda bahwa sebagai pembaca, kau sudah berhasil dibuat untuk peduli terhadap mereka.


About this entry