Umineko no Naku Koro ni Chiru

Maafkan aku. Aku gagal.

Sebelumnya aku berniat menyajikan ulasan masing-masing episode Umineko no Naku Koro ni secara lengkap. Tapi sumpah, membuat tulisan yang mengkaji semua misteri dan drama yang ada di dalamnya itu benar-benar berat. Lalu ngebaca lagi postingan-postingan yang telah kubuat sebelumnya, rasanya kayak kurang enak dibaca. Ditambah lagi, ini bukan cuma karena banyaknya materi yang dibahas dan karakter yang berperan, cara intepretasi terhadap cerita ini sendirilah yang justru menjadi tantangan terbesar yang game ini tawarkan.

Jadi, singkat cerita, aku akhirnya berkesampaian memainkan Umineko no Naku Koro ni Chiru (‘saat para camar menangiskan pemecahan’) yang merupakan paruh kedua seri Umineko. Ceritanya meliputi episode 5 sampai 8. Sebagian besar terjemahannya sudah dibuat oleh tim penerjemah di The Witch Hunt. Lalu game-nya sendiri bisa dibeli secara online dengan cukup mudah melalui situs resmi 07th Expansion.

Paruh kedua game ini memaparkan kelanjutan permainan teka-teki yang Ushiromiya Battler lakukan melawan sang penyihir abadi, Beatrice. Lalu bersama setiap perkembangan cerita, pemecahan baru terhadap misteri-misteri yang ada di keempat episode pertama sesekali akan terungkap.

Reminisce

Bagi mereka yang mengalami kesulitan mengikutinya, berikut adalah penjelasan singkat mengenai apa-apa yang terjadi dalam keempat episode Umineko no Naku Koro ni.

Episode 1: Legend of the Golden Witch, memperkenalkan para pemain pada latar pulau Rokkenjima dan anggota-anggota keluarga Ushiromiya serta kerabat mereka. Sang kepala keluarga, Ushiromiya Kinzo, tengah sekarat. Lalu keempat anaknya, Krauss, Eva, Rudolf, dan Rosa, beserta pasangan dan anak-anak mereka, menghadiri pertemuan keluarga tahunan Ushiromiya dengan motivasi mereka masing-masing, yang pada dasarnya berhubungan dengan potensi warisan yang dapat mereka terima dari Kinzo. Ada intrik dan perseteruan berlangsung, yang kemudian memuncak pada rangkaian pembunuhan misterius. Rangkaian pembunuhan ini sesudah diamati tampak berhubungan dengan sebuah ritual/teka-teki yang Kinzo dulu pernah buat. Semuanya kembali pada kabar burung yang menyatakan bahwa Kinzo dulu memperoleh tumpukan emas batangan yang ia gunakan untuk sumber modal kekayaan awalnya dari seorang penyihir bernama Beatrice. Siapapun yang bisa menemukan tempat Kinzo menyembunyikan batangan-batangan emas tersebut akan Kinzo pilih sebagai kepala keluarga Ushiromiya baru dan sekaligus dibebaskan dari kemarahan Beatrice. Teka-teki terbesar episode ini adalah pertanyaan apakah Beatrice, orang kesembilan belas di pulau itu, sebenarnya benar-benar ada atau tidak.

Episode 2: Turn of the Golden Witch, memaparkan babak pertama permainan yang berlangsung antara Beatice dan sang tokoh utama, Battler, anak remaja Rudolf. Battler, yang menjadi satu-satunya orang yang enggan mengakui kuasa Beatrice pada akhir episode sebelumnya, dijebak oleh Beatrice di sebuah dunia lain bernama Purgatorio. Di sana, ia harus memainkan sebuah permainan dengan nyawa keluarganya sebagai taruhan. Di permainan ini, Beatrice akan merekonstruksi insiden pembunuhan penuh teka-teki yang baru berlangsung di Rokkenjima, dan Battler diharuskan menemukan kebenaran insiden itu dari sudut pandang bahwa semua itu terjadi tanpa campur tangan kekuatan ‘sihir’. Battler kalah telak pada babak ini karena gagal menjelaskan kebenaran dari balik semua ‘sihir’ yang terjadi. Tapi Beatrice pun masih belum menang karena Battler bersikukuh bahwa kelak semua penjelasannya akan bisa ia berikan. Pada episode ini, Beatrice secara jelas menampakkan diri di Rokkenjima sebagai tamu VIP sekaligus orang kesembilan belas. Lalu latar belakang lebih jauh dibeberkan tentang hubungan-hubungan antara George (putra Eva) dan si pelayan perempuan Shannon, antara Jessica (putri Krauss) dan si pelayan lelaki Kanon, serta antara Rosa dan putrinya yang masih kecil, Maria.

Episode 3: Banquet of the Golden Witch, kembali merekonstruksi pembunuhan yang terjadi. Namun kali ini, para orang dewasa memilih untuk bekerjasama dalam upaya mereka menemukan jawaban dari teka-teki keberadaan emas yang Kinzo tinggalkan. Eva berhasil memecahkan teka-teki ini. Lalu berdasarkan penuturan versi supernatural Beatrice, Eva kemudian menjadi kepala keluarga Ushiromiya dan sekaligus menjadi ‘Beatrice’ yang baru. Namun sisi terpendam Eva yang menjadi Eva-Beatrice kemudian melanjutkan rangkaian pembunuhan. Battler dipaksa untuk menerima kenyataan bahwa ada salah seorang anggota keluarganya (dan bukan orang luar) yang menjadi pelaku pembunuhan ini. Ia pun bermain sungguh-sungguh untuk pertama kalinya, dan menantang Eva-Beatrice yang baru diangkat jadi penyihir dalam permainan rekonstruksi karena tak bisa menerima kekuasaannya. Cerita berakhir dengan satu tipuan terakhir dari Beatrice yang nyaris membuat Battler takluk, kalau bukan karena intervensi seorang gadis asing misterius yang tiba-tiba hadir di Purgatorio. Episode ini memaparkan lebih jauh tentang masa lalu Eva bersama saudara-saudaranya, masa lalu(?) Beatrice sebelum menjadi penyihir, serta menjadi episode di mana untuk pertama kalinya ada tokoh yang dikisahkan selamat dari pembantaian yang terjadi Rokkenjima. Semakin banyak tokoh baru turut diperkenalkan di episode ini. Lebih banyak tentang hubungan rumit keluarga Battler menyangkut Kyrie, ibu tirinya yang merupakan istri kedua Rudolf, juga diimplikasikan.

Episode 4: Alliance of the Golden Witch, menyatakan bahwa gadis misterius di akhir episode sebelumnya tak lain adalah versi masa depan dari Ange, adik perempuan Battler yang masih kecil dan tak bisa turut menghadiri pertemuan keluarga pada hari itu karena sakit. Ange merupakan pion yang dimasukkan ke papan permainan oleh Bernkastel, seorang penyihir lain yang semenjak awal telah mengawasi permainan antara Beatrice dan Battler, sekaligus menjagokan Battler, bersama temannya sesama penyihir, Lambdadelta, yang secara garis besar menjagokan Beatrice. Melalui adegan-adegan kilas balik, separuh episode ini menuturkan bagaimana Ange yang nyaris sebatang kara tumbuh dengan penuh penderitaan dan kebencian terhadap Eva, bibinya yang selamat pada babak permainan di episode sebelumnya dan memperoleh hak asuhnya. Separuh lagi menuturkan kelanjutan permainan antara Beatrice dan Battler, di mana Kinzo secara jelas menampilkan diri di dalam cerita. Ange kemudian belajar sihir lewat apa yang tersisa dari buku harian Maria, satu-satunya anggota keluarga Ushiromiya yang sepenuhnya mempercayai bahwa Beatrice dan sihir itu ada, dan diberi kesempatan untuk mengetahui ‘kebenaran’ tentang misteri yang terjadi melalui pertemuannya dengan Bernkastel.  Ange mendukung Battler dalam babak permainan kali ini, dan mengorbankan nyawanya untuk menolong Battler untuk terakhir kali. Battler dan Beatrice menuntaskan permainan mereka, dengan Battler akhirnya menemukan argumentasi untuk seluruh misteri dari babak pertama dan berhasil mengalahkan Beatrice. Meski demikian, sejumlah besar teka-teki masih belum terjawab, terutama menyangkut siapa dan apa motivasi Beatrice yang sesungguhnya.

(bersambung)


About this entry