Gundam AGE, generasi pertama, berakhir!

Sesuai perkiraan bahwa masa tayangnya secara menyeluruh akan sekitar 50 episode, bab pertama Kidou Senshi Gundam AGE yang mengetengahkan Flit Asuno sebagai tokoh utama belum lama ini berakhir pada episode 15. Seri yang sebelumnya menuai kontroversi karena menjadi seri Gundam yang lebih ditujukan untuk anak-anak ini, sesuai pengharapanku, sama sekali tak berakhir buruk.

Episode-episode awalnya bisa dibilang lumayan, karena di samping memperkenalkan para karakter, secara baik memaparkan pula zaman luar angkasa yang menjadi latar cerita ini. Memang sejak awal terlihat kalau seri ini akan lebih banyak berisi elemen-elemen lama seri Gundam klasik, yang di-copas ke wujud baru. Tapi eksekusinya terbilang baik kok. Terutama adegan-adegan pertempurannya. Singkat kata, episode-episode awal itu bisa disebut seru. Setidaknya terlihat kalau penggarapannya serius.

Menjelang ke tengah, ada penurunan kualitas yang lumayan mengejutkan, seiring dengan diperkenalkannya dua wujud alternatif dari Gundam AGE-1, yakni Titus dan Spallow. Aku sudah membayangkan alternatif wujud ini takkan lebih dari sekedar menjadi tempelan belaka sih. Tapi cara perkenalannya itu sayangnya enggak sebaik episode-episode sebelumnya. Konflik yang dipaparkan di episode-episode ini kurang tergali, dan bahkan terkesan konyol. Eksekusi adegan-adegan pertempurannya menurutku juga agak mengalami penurunan.

Baru menjelang sepertiga akhir, cerita mengalami peningkatan kualitas secara berkelanjutan, dengan episode penutup yang dramatis. Ada tambahan misteri yang akan diperjelas di bab berikutnya, sekaligus menyiratkan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya belum terjawab.

Kalau mau dibahas singkat, bab pertama Gundam AGE ‘hanya’ mengetengahkan bagaimana pelarian kapal induk Diva dari koloni Nora di bawah pimpinan Kapten Grodek Ainoa kemudian berkembang menjadi serangan balasan berskala besar terhadap musuh misterius UE. Didorong perasaan ingin membalas dendam atas UE yang menyebabkan kematian keluarganya saat koloni Angel diserang, Grodek ‘membajak’ Diva dan awak-awak kepalanya dan memanfaatkan Gundam AGE-1 yang dirancang dan dikemudikan Flit. Selanjutnya, mereka mengumpulkan pasukan yang terpisah dari wewenang Federasi Bumi melalui konflik antara dua kubu, Zalam dan Euba, di koloni luar angkasa Fardain. Kemudian mereka melakukan penyerangan terhadap markas UE yang akhirnya diketahui terdapat pada benteng luar angkasa terbengkalai milik Federasi, Ambat.

Aku sama sekali tak keberatan dengan target pemirsa anak-anak. Tapi aku punya masalah bila sesuatu itu dengan sengaja dibuat ‘konyol.’ Maksudku, cuma karena kita membuatnya untuk anak-anak, tak berarti kita harus membuat sesuatu itu ‘konyol’ kan? Memangnya kita mengharapkan anak-anak kita tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang konyol? (Aku lagi ngebandingin sama seri anime Digimon Adventure pas ngetik ini.) Nah, ketiadaan pesan moral yang berarti menjadi apa yang paling menggangguku di seri ini, terutama di bagian cerita tentang Fardain. Sayangnya, sampai akhir episode 15, muatan moral ceritanya masih belum jelas, terutama dengan latar belakang konfliknya yang ambigu.

Ditambah lagi, ceritanya berakhir jauh lebih awal dari bayanganku. Meski kejadian yang ditengahkan di dalamnya signfikan, porsi perkembangan karakter di dalamnya sama sekali tak banyak. Lalu penceritaannya tak benar-benar bisa dikatakan ‘padat.’ Bahkan planet Bumi enggak kayak seri-seri Gundam lain sama sekali belum sampai menjadi latar cerita.

Seenggaknya, mengingat Gundam AGE tengah dibuat RPG-nya oleh Level 5, masih ada peluang aspek ceritanya diperluas. Lalu seenggaknya lagi di akhir bab, dengan satire gaya Gundam yang khas, diperlihatkan bagaimana hasil akhir yang didapat bukan sepenuhnya hasil akhir yang bahagia.

Semua harapan dan tanggung jawab sepertinya akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dan kita masih harus menunggu bagaimana Asemu Asuno, putra Flit, kelak akan berperan.

Info-info Lain

Ini enggak penting sih, tapi mengikuti tradisi yang mulai dicanangkan semenjak era Gundam SEED, sudah mulai banyak side story yang bermunculan seputar Gundam AGE. Tapi sejauh ini yang paling kukenal baru seri manga Treasure Star yang juga mengentengahkan sebuah Gundam yang serupa dengan Gundam AGE-1, dan berlangsung di masa yang sama dengan masa Flit. Konon bakal ada salah satu seri gaiden dari Gundam AGE yang akan lebih ditujukan bagi penggemar dewasa, tapi kalau soal itu aku masih perlu menggali info lebih banyak lagi.

Soal bab berikutnya, Gundam AGE-2 akan mengikuti kecendrungan Zeta Gundam dengan kemampuannya untuk berubah bentuk menjadi pesawat. Berbeda dari Flit, Asemu akan berusia 17 tahun di awal cerita dan tengah menanti masa kelulusan sekolahnya. Setelah koloni Trodain tempat tinggalnya diserang, ia akan bergabung dengan Pasukan Federasi Bumi di markas Big Ring dan turut bergabung sebagai awak kapal Diva yang kini dipimpin Millais Alloy.

MS Genoace kini telah memiliki penerus dalam bentuk Genoace II. Lalu MS produksi massal yang kini digunakan Federasi adalah Adele.

Woolf Eneacle juga akan muncul kembali dengan MS barunya, G-Bouncer.

Zeheart Galette, seorang murid pindahan misterius di sekolah Asemu, tampaknya akan hadir sebagai karakter rival. Ia mungkin dan mungkin tidak merupakan bocah misterius yang ditemui Flit dan kawan-kawannya menjelang kehancuran Ambat.

(dari sumber-sumber yang biasa)


About this entry