Shingeki no Kyojin

Belakangan ini ada sebuah manga baru yang menarik perhatian berjudul Shingeki no Kyojin, atau yang juga dikenal dengan judul alternatifnya, Attack on Titan. Manga karya Isayama Hajime ini diserialisasikan di majalah komik Bessatsu Shonen Magazine terbitan Kodansha, dan pada dasarnya berkisah tentang perjuangan sisa-sisa umat manusia dalam mempertahankan hidup melawan serbuan-serbuan raksasa (titan).

Hari itu, aku tahu kehidupan kami yang dulu tak lagi bisa kembali.”

Dikisahkan, umat manusia di seluruh dunia diserang oleh raksasa-raksasa (iya, manusia-manusia, atau makhluk-makhluk serupa manusia, berukuran BESAR) yang muncul entah dari mana, yang menimbulkan kekacauan dan kerusakan dan ‘memangsa’ manusia-manusia biasa. Raksasa-raksasa ini tak bisa diajak berkomunikasi. Mereka tampak memiliki kecerdasan, tapi tampak sepenuhnya bertindak mengikuti naluri. Mereka telanjang, tapi fisiologi tubuh mereka berwujud sedemikian rupa hingga terlihat grotesque. Lalu di tangan mereka, kota-kota besar dan lingkungan alam hancur, hingga peradaban manusia sesudah suatu waktu yang tak terjelaskan seakan kembali ke era abad pertengahan (dengan feodalisme dan kereta-kereta kuda) dan terpusat di hanya satu wilayah.

Manusia-manusia yang masih tersisa bertahan hidup di kota-kota besar yang dikelilingi tembok-tembok sangat tinggi. Tembok-tembok ini lebih tinggi dari para raksasa sendiri, dengan dipersenjatai meriam-meriam. Lalu di dalam kota-kota yang ada, ada tembok-tembok lagi dan lagi, yang membedakan golongan manusia kelas rendah dan kelas elit.

Di garis depan, ada pejuang-pejuang yang memberanikan diri menjelajah keluar tembok untuk menemukan sisa-sisa peradaban manusia yang mungkin ada (scouting legion, legium pandu). Mereka telah dilatih dan dilengkapi dengan satu set peralatan khusus yang memungkinkan mereka melakukan apa yang disebut sebagai manuver tiga dimensi. Manuver tiga dimensi merupakan bentuk penyerangan terhadap raksasa dengan mengandalkan kombinasi tali-tali tambang yang ditembakkan dan dikaitkan, pisau-pisau yang dapat memanjang, serta tabung-tabung gas bertekanan tinggi yang dapat meluncurkan penggunanya ke udara. Bentuk penyerangan ini sejauh ini merupakan cara paling efektif untuk melawan raksasa, karena kelincahan yang para raksasa miliki menyulitkan pembidikan meriam terhadap bagian leher yang menjadi titik lemah mereka.

Tapi sejauh ini, upaya para pejuang ini belum membuahkan hasil apa-apa. Dengan tingkat kematian yang tinggi untuk menjatuhkan satu raksasa saja, keputusasaan mewarnai kehidupan umat manusia tersisa.

“Ya, aku tahu kamu harus melukai dirimu sendiri.”

Shingeki no Kyojin berawal dengan tiga orang anak yang berubah kehidupannya tatkala Tembok Maria, tembok terluar kota sekaligus tembok yang membatasi wilayah di mana ketiga anak ini hidup, akhirnya hancur akibat kemunculan seekor ‘raksasa di antara raksasa.’ Atau raksasa yang segitu gedenya sampai-sampai para raksasa lain terlihat kecil. Tiga anak yang bersahabat ini adalah anak lelaki Eren Jaeger yang kehilangan ibunya di depan matanya sendiri dalam serangan itu; Mikasa Ackerman yang merupakan saudara perempuan angkat Eren; serta Armin Arelet, sahabat keduanya yang sering ditindas akibat tubuhnya yang lemah, tetapi senantiasa dilindungi oleh mereka berdua. Dibakar dendam dan harapan untuk menyembalikan kejayaan umat manusia atas dunia, ketiganya kemudian bergabung dalam sekolah kemiliteran dan kembali ke garis depan dengan motivasi mereka masing-masing. Tapi itu semua baru awal dari semua misteri yang akan cerita ini ungkap.

Mungkin kalau kalian dengar tentang premisnya, tema cerita ini tak terlalu menarik perhatian. Tapi plot seri ini benar-benar bagus. Seri ini dengan baik memaparkan proses-proses berlangsungnya tragedi, sekaligus bagaimana orang berhadapan dengan rasa takut dan kehilangan. Latar dunianya memikat, dengan tembok-tembok besar yang mengekangi pergerakan sekaligus strata sosial manusia, dengan dunia luar yang dipenuhi kembali dengan kekayaan alam. Alur ceritanya maju mundur. Lalu ada keenggakpastian yang benar-benar terasa pada setiap perkembangannya, yang mungkin terakhir kurasakan hanya saat membaca ARMS.

Kisah hidup Eren dan kawan-kawan bisa jadi hanya pembukaan terhadap keseluruhan cerita ini. Sebab bersama munculnya semakin banyak tokoh baru yang mendapat sorotan, sedikit demi sedikit, kita semakin dibeberkan pula jawaban teka-teki akan kemunculan para raksasa. Mewarnai semua itu adalah fenomena-fenomena aneh yang menyertai kemunculan mereka, potongan-potongan ingatan yang tersamar, serta teka-teki hilangnya orang-orang tertentu yang mungkin memegang andil besar dalam semua ini. Aku enggak bisa bercerita lebih dari itu karena sejumlah twist di cerita ini memang agak gila.

Pesan-pesan Tentang Kehidupan dan Kematian

Artwork manga ini mungkin bukan jenis yang enak dilihat. Tapi gaya narasi dan penggambaran detil dunianya benar-benar keren. Gambarnya lebih banyak memakai tinta dan garis dengan tone terbatas gitu, seperti manga-manga zaman dulu. Tapi adegan-adegannya, terutama adegan-adegan saat para tokohnya bergelantungan dan berayun di udara seakan menari, tergambar dengan luar biasa keren. Para raksasa dengan gampangnya menghancurkan bangunan-bangunan, dan melontarkan keping-kepingnya ke mana-mana. Ada adegan-adegan gore tentu saja, tapi tak sampai dengan detil yang membuatmu muntah. Lalu yang pasti, mungkin ini bukan cerita yang baik bagi mereka-mereka yang berhati lemah.

Manga ini menarik benar-benar karena banyaknya detil yang diberikan terhadapnya. Di samping karena bagaimana manga ini seakan menanamkan perasaan untuk ‘memberontak terhadap keadaan’ dan secara tegas meyakinkan bahwa enggak ada yang enggak mungkin. Bahkan sudah ada desas-desus akan pembuatan film live action-nya, yang akan masuk bioskop sekitar tahun 2013. Manga yang baru beredar sekitar lima buku saat ini kutulis ini menjadi sleeper hit di Jepang semenjak tahun lalu. Yang pasti, dengan membaca ini, sult rasanya untuk tak menjadi orang yang lebih menghargai waktu dan kehidupan yang ada.

Kuharap manga ini secara resmi bisa segera diterbitkan di sini.

EDIT 12 Juni 2013

Sudah diumumkan kalau manganya akan diterbitkan di sini oleh Level Comics. Kurasa dalam bulan-bulan dekat ini.

Yay!

(Maaf aku enggak nulis lebih banyak soal perkembangan ceritanya. Ini jenis cerita yang bener-bener kalo bisa enggak mau aku spoiler. Ceritanya emang seseru itu.)


About this entry