Anime Fantasi?

Sepertinya belum lama ini ada yang nanyain. Jadi kucoba ulas soal apa-apa yang aku tahu dulu.

Tapi sebelumnya, satu judul yang benar-benar layak disebutkan bila membahas salah satu seri anime fantasi terbaik sepanjang masa adalah seri OVA Record of Lodoss War (sekali lagi, versi OVA, jadi bukan yang Eiyuu Kishinden/Chronicles of the Heroic Knight!). Meski ini salah satu anime produksi lawas, seri ini mengangkat segala hal generik dari genre fantasi dan menghadirkannya dengan cara yang benar-benar memuaskan. Segala hal yang bisa kamu harapkan dari sebuah anime fantasi ada di judul ini: latar abad pertengahan, ksatria, naga, penyihir, dwarf, elf, pedang-pedang sakti, dan seorang pemuda yang berawal dari bukan apa-apa kemudian tumbuh menjadi pahlawan. Jadi kurasa bila ada anime yang kemudian dijadikan ‘standar’ bagi anime-anime fantasi sesudahnya, maka itu adalah seri ini.

Yah, akan kucoba lengkapi daftarnya berdasarkan tingkat ke-hardcore-annya. Dan yea, kurasa ini akan ku-update berkala.

—————————————

Slayers

Eh, judul pertama yang terlintas di kepala sesudah Lodoss adalah petualangan ala RPG kocak penyihir berdada rata Lina Inverse dan partner jago pedangnya yang telmi, Gourry Gabriev. Tapi meski banyak diisi oleh komedi dan kebodohan-kebodohan konyol lainnya, kebanyakan yang bukan fans sering enggak sadar bahwa plot ceritanya sebenarnya berbobot. Asal jangan terlalu berharap pada sesuatu yang substansial aja.

Seri ini menjadi salah satu anime ikonik di dekade 90-an, dan seri TV orisinilnya telah dilanjutkan dengan sejumlah sekuel.

———

Tower of Druaga

Uh, yea. Saat ini aku sedang menulis judul anime fantasi apapun yang terlintas secara langsung dari kepala.

Jadi, ini seri semi-serius tahun 2000-an tentang petualangan sekelompok petualang dalam memanjat Menara Druaga yang di dalamnya diyakini terdapat Blue Crystal Rod yang memiliki kekuatan dahsyat. Seri ini lumayan menarik perhatian dengan desain karakter dan dunianya. Meski secara konseptual, plot cerita maupun eksekusinya tak bisa kukatakan bagus. Ada lumayan banyak elemen komedi yang masuk di dalamnya, tapi ceritanya tampak ‘diperjuangkan’ agar tetap serius.

Tapi bagi mereka yang hanya ingin melihat sesuatu yang seru, anime adaptasi game klasik keluaran Namco ini kurasa lumayan untuk selingan. Hanya ada dua season, yang masing-masing memiliki subjudul Aegis of Uruk dan Sword of Uruk.

———

Guin Saga

Kembali bicara soal yang lebih serius, Guin Saga merupakan sebuah saga epik yang sayangnya hanya dianimasikan cerita dari beberapa buku pertamanya saja. Mungkin agak melegakan sih, karena kudengar ceritanya ke sana agak berbau yaoi.

Tapi eniwei, Guin Saga adalah tentang si kembar putri Rinda dan pangeran Remus yang terusir dari negara mereka dan ditolong sesosok pria berkepala harimau benama Guin yang sangat misterius. Rinda dan Remus berupaya mencari bantuan untuk melawan pasukan Mongaul yang menjajah negeri mereka, sementara Guin sendiri berupaya mengetahui lebih jauh tentang siapa jati dirinya yang sesungguhnya.

Meski tak kuat dari segi aksi, Guin Saga sangat kuat dari segi plot dan karakter. Mereka yang mengharapkan character-driven drama dalam sebuah latar fantasi akan sangat menikmati kisah tentang tadir dan kehormatan dalam adaptasi anime dari seri novel teramat panjang ini. Yah, sayang cerita yang diangkat animenya agak terputus di akhir.

———

Arc the Lad

Oke. Sekarang aku mulai memasuki seri anime hasil adaptasi dari game. Anime ini merupakan salah satu seri pertama studio Bee Train sebelum mereka menemukan ciri khas studio mereka. Ceritanya mengadaptasi seri game di konsol Playstation berjudul sama (yang di Playstation, bukan yang di Playstation 2!).

Berlatar di sebuah dunia semi-kontemporer, seorang pemburu bayaran bernama Elc berupaya menelusuri jejak masa lalunya sebagai keturunan terakhir klan pengguna kekuatan roh penjaga api. Upayanya membawanya berhadapan dengan sebuah konspirasi internasional yang melibatkan suatu dewa jahat serta lelaki buronan nomor satu yang mungkin saja sebenarnya harapan terakhir keselamatan dunia: Arc.

Paruh pertama seri ini memiliki kualitas animasi dan dramatisasi yang lumayan mengejutkan. Kualitasnya di paruh akhir cenderung menurun, terlebih mengingat hanya sekitar seperempat porsi cerita game Arc the Lad II yang darinya seri ini didasarkan yang dianimasikan. Tapi dari semua anime hasil adaptasi video game, ini termasuk salah satu seri yang hasilnya sedikit lebih dari lumayan kok. Terlebih dengan akhir ceritanya yang singkat, jelas, dan bahagia.

———

Tales of Phantasia

Seri OVA yang mengisahkan ulang cerita game Tales of buatan Namco yang paling pertama. Mengisahkan tentang pemuda Cress Alvaine dan teman-temannya yang berkelana melintasi ruang dan waktu untuk mengalahkan entitas jahat bernama Daos yang dulu pernah disegel oleh para pendahulu mereka.

Ceritanya agak dimulai dari tengah sih, tapi penuturannya dikompres sedemikian rupa sehingga mereka yang tak tahu apa-apa tentang game-nya bisa menebak sendiri alur kejadiannya seperti apa. Animasinya termasuk salah satu yang penuh warna, dan jujur saja, menurutku nuansa game-nya yang kaya terangkat dengan sangat baik dalam adaptasi ini. Berbicara soal ceritanya sendiri, plotnya melibatkan perjalanan waktu ke zaman-zaman yang berbeda, negara-negara yang berperang, sedikit pesan soal lingkungan dan kesetaraan derajat–tapi semua itu mungkin akan lebih tenggelam dalam latar belakangnya sih, karena cerita OVA ini berfokus pada upaya menghentikan invasi pasukan monster Daos.

Kurasa ini bagus mereka yang ingin melihat anime fantasi yang tak terlalu panjang dan tak terlalu ‘aneh.’

———

The Legend of Legendary Heroes

Dari judulnya yang kurang meyakinkan, seri yang juga dikenal sebagai Densetsu no Yuusha no Densetsu (Denyuuden) ini seakan menandai kembalinya tren fantasi petualangan konyol ala Slayers di tahun 90an dulu. Tapi pengamatan yang lebih mendalam memperlihatkan betapa seri ini memiliki plot rumit dengan tema-tema yang lumayan berat.

Di satu sisi, kita punya pasangan pengelana Ryner Lute dan jago pedang wanita Ferris Eris, yang berada dalam perjalanan untuk menemukan artefak-artefak hebat peninggalan para Pahlawan Legendaris. Di sisi lain, ada Sion Astal, sahabat Ryner yang mengukuhkan diri sebagai raja yang baru dan tengah berusaha membersihkan negerinya dari kejahatan, yang telah mengutus mereka berdua. Di sisi lain lagi, kita punya pihak-pihak terselubung yang berupaya membangkitkan kekuatan-kekuatan terpendam dari masa lalu dan seiring dengan waktu membuat situasi di seluruh benua berada dalam kegentingan.

Segala sesuatunya benar-benar terkesan rumit dan kita jadi agak mudah melupakan detil-detil penting yang sudah diberikan sebelumnya. Tapi aksi-aksinya lumayan seru kok, sehingga meski kita tak terlalu bisa memahami apa yang terjadi, setidaknya kita bisa agak menikmatinya.

Ini bukan seri yang akan kusarankan untuk semua orang sih. Terlebih ini juga termasuk seri yang ceritanya terputus di tengah. Tapi bagi mereka-mereka yang menyukai seri-seri fantasi yang tak terlalu berat dari segi filosofi atau pemikiran, yah, mungkin bisa mencoba melihat seri ini.

———

Scrapped Princess

Anime fantasi tak lazim yang… secara menakjubkan kemudian berkembang menjadi sains fiksi. Diawali dengan perjalanan tiga bersaudara, di mana si adik perempuan bungsu, yang merupakan anak angkat, diburu oleh suatu pihak berkuasa untuk alasan tertentu. Si anak bungsu ini merupakan seorang putri terbuang yang diyakini akan membawa kehancuran bagi dunia. Dengan dilindungi kakak perempuannya yang ahli sihir dan kakak laki-kakinya yang jago pedang, ia menempuh perjalanan untuk menemukan kebenaran tentang asal-usulnya sekaligus dunianya.

Meski kedengerangannya begitu, ceritanya sendiri tak seberat itu kok. Visualisasinya cukup keren pada zamannya, dan perkembangan ceritanya benar-benar menarik meski agak tertebak. Karakter-karakternya sendiri bukan jenis karakter yang mengalami perkembangan secara berarti sih, tapi desain mereka termasuk jenis yang menarik perhatian (ehem!).

Perasaan ini pernah tayang di salah satu stasiun lokal deh. Tapi eniwei, ini seri yang sepenuhnya bagus hanya sebagai selingan.

———

Chrome Shelled Regios

Berlatar di sebuah dunia post-apocalypse di mana manusia harus bertahan hidup di kota-kota yang terus berjalan demi selamat dari monster-monster kotoran yang membanjir di bumi. Rumitnya, kota-kota ini harus saling bersaing dalam suatu pertandingan militer berkala untuk memperebutkan sumber daya yang diperlukan agar kota-kota ajaib ini ‘hidup.’ Tokoh utamanya adalah seorang pemuda bernama Layfon yang meski sangat piawai di bidang militer, sebenarnya memiliki masa lalu sebagai orang yang terbuang. Di kota baru yang ditinggalinya, ia berkenalan dengan teman-teman baru dan bersekolah di tempat baru, dan mengalami berbagai suka-duka.

Struktur pemaparan ceritanya agak aneh. Tapi eksekusi adegan-adegan pertarungannya terbilang keren. Sekilas seperti dunia steampunk, tapi dunianya beneran lebih dalam dari itu. Salah satu hal yang menarik dari seri ini adalah metode pertarungan para tokohnya, yang mengandalkan semacam kekuatan tenaga dalam yang dipadukan dengan senjata-senjata unik yang mereka gunakan. Jadi senjatanya itu dibuat dari semacam logam yang dapat berubah bentuk gitu. Tapi sudahlah, penjelasannya panjang.

Tokoh-tokohnya agak klise. Apa yang terjadi kadang sulit dipahami. Tapi kalau kau benar-benar memperhatikan, semuanya bisa masuk akal dan memang ada intrik yang lumayan berkesan di dalamnya.  Kau enggak bisa enggak mengakui kalo secara konsep, dunia yang disuguhkan di seri ini menarik.

———

Fushigi Yuugi

Diangkat dari seri manga shoujo yang melambungkan nama Watase Yuu.

Ceritanya, ada dua orang siswi SMP yang bersahabat, Miaka dan Yui, yang menemukan sebuah buku ajaib di perpustakaan dan secara bergantian, dan nantinya bersamaan, terlempar ke sebuah dunia lain yang menyerupai China di masa lampau. Di sana mereka menemukan kejahatan, kengerian, persahabatan, dan juga cinta, saat keduanya sama-sama ditakdirkan menjadi  miko dari dua roh binatang suci berbeda (Suzaku dan Seiryuu) yang akan menentukan nasib dari dua buah negara yang tengah berperang.

Genrenya gabungan antara drama, romansa, komedi yang bisa bikin ngakak, disertai bumbu-bumbu aksi yang enggak begitu menonjol. Seluruh karakternya bisa dibilang menarik. Ceritanya berfokus ke dinamika hubungan antara Miaka dan Yui yang sifatnya berbeda jauh (yang satu agak bodoh dan suka makan; sedangkan satunya lagi serius dan murid teladan), bagaimana pengalaman pindah ke dunia lain ini secara drastis mengubah mereka, serta hubungan mereka dengan tujuh orang pelindung istimewa yang harus mereka temukan untuk membangkitkan roh binatang suci masing-masing.

Dulu sekali, ini pernah ditayangkan di salah satu televisi swasta lokal. Sampai tamat. Tapi penayangannya agak kontroversial karena… yah, anggap aja slot waktunya salah, mengingat isi ceritanya yang lebih ditargetkan buat remaja. Soalnya konfliknya benar-benar nyampe ke tingkat pribadi sih.

Yah, kalau kau mencari suatu seri shoujo klasik yang bernuansa ajaib, ini salah satu yang akan kurekomendasikan.

———

(segini dulu deh)


About this entry