Natane

Belum lama ini, Elex menerbitkan kembali karya klasik Adachi Mitsuru, Natane (judul asli: Niji Iro Togarashi, ‘bubuk cabe berwarna pelangi’). Ini salah satu karya Adachi-sensei yang agak aneh karena menggabungkan drama period dengan aspek sains fiksi. Meski di awal-awal cerita, aspek sains fiksi-nya takkan diketahui selain dari pemaparan bahwa ceritanya berlangsung di sebuah planet yang sangat mirip Bumi.

Karya ini sebelumnya pernah diterbitkan di sini pada era awal 90-an (waktu aku masih SD), dan kini diterbitkan kembali dengan format buku satuan yang lebih tebal. Buku versi lama memiliki halaman kiri-kanan dibalik. Versi baru ini mempertahankan format asli dengan kualitas cetak jauh lebih bagus sehingga bisa dibilang sangat layak beli.

Eniwei, ceritanya memang berlatar di sebuah zaman yang mirip zaman Edo. Seusai pemakaman ibunya, remaja 15 tahun Shichimi mendapatkan kabar soal ayahnya yang sudah lama menghilang. Ternyata Shichimi memilki enam saudara lain yang berlainan ibu (ayahnya seorang playboy?) dan keenam saudara itu tinggal bersama sepeninggal ibu mereka masing-masing. Mengikuti wasiat surat yang ditinggalkan kepadanya, Shichimi kemudian meninggalkan kampung halamannya untuk tinggal bersama saudara-saudara yang belum pernah dikenalnya itu.

Cerita kemudian berkembang dengan pertemuan Shichimi dengan saudara-saudaranya yang baru, pembeberan tentang jati diri ayah mereka siapa, serta misteri yang menyelubungi dugaan tentang adanya salah satu dari mereka yang tak bertalian darah.

Terlepas dari premisnya yang unik, cerita ini masih sebuah cerita khas Adachi-sensei kok. Sekalipun ada adegan-adegan pertarungan samurai dan ninja, fokus utamanya tetap ke drama kehidupan sehari-hari yang dari waktu ke waktu diselingi dengan humor.  Aspek emosinya mungkin belum sekuat karya-karya beliau sesudahnya sih. Tapi pesan moral yang berusaha disampaikannya tetap kuat.  Misterinya bagi pembaca juga tak dalam-dalam amat, meski bagaimana semuanya terjalin bersama semua elemen fiksi ilmiahnya lumayan bikin penasaran.

Bicara soal artwork, seri ini bisa dibilang unik karena jarang-jarang bisa melihat karya Adachi dengan lukisan latar zaman Edo. Untuk ukuran karya beliau, ini termasuk salah satu seri yang banyak aksi, meski jelas tak bisa dibandingkan dengan komik-komik aksi Shonen Jump zaman sekarang. Shichimi yang dulu bekerja sebagai pemadam kebakaran memiliki kemampuan akrobatik unik yang serupa dengan ninja, dan ia memakai senjata aneh berupa kapak yang gagangnya dapat memanjang. Ada aksi pedang dari Natane, satu-satunya saudara tiri Shichimi yang perempuan, dan Asajiro, kakak kedua Shichimi yang suka berpetualang. Sansho, saudara termuda Shichimi yang berusia tiga tahun, bahkan adalah seorang ninja.

Aku suka seri ini karena premis ceritanya yang benar-benar tak biasa. Meski aku pribadi dulu tertarik membacanya waktu kecil (meski pada waktu itu belum terlalu memahami ceritanya) semata-mata karena menilai Natane sebagai seorang tokoh kakak yang cantik.

Judul asli seri ini sebenarnya sebuah permainan kata yang mengacu pada bumbu masak shichimi togarashi, yang dulu dikenal juga sebagai nana iro togarashi. Hal ini terlihat pada bagaimana Shichimi dan saudara-saudaranya memiliki elemen nama rempah bumbu masak. Tapi itu sebuah daya tarik minor yang kurang bisa dimengerti, yang mungkin menjadi alasan mengapa judulnya diganti.

Hm. Apalagi yang bisa dikatakan ya?

Yah, intinya ini sebuah seri yang memuaskan. Cukup unik, tapi menurutku bukan salah satu karya Adachi-sensei yang menonjol. Jangan beli ini bila kau berharap pada aksi ya.


About this entry