Cherry

Cherry adalah manga roman komedi karya Kubonouchi Eisaku yang diterbitkan di sini oleh Level Comics. Dua jilid pertamanya terbit beberapa tahun lalu. Meski kemasannya sangat bagus, entah karena gaya artwork-nya atau alasan lain, aku sempat melihat jilid-jilidnya menumpuk di toko buku karena kurangnya pembeli. Aku sendiri sejak awal merasa ada sesuatu yang ‘aneh’ dengan manga ini. Karenanya di masa-masa saat aku masih kuliah itu, aku meyengajakan diri untuk membelinya. Dua jilid terakhirnya terbit belum lama ini, dan akhirnya aku bisa menulis kesanku tentang manga ini secara utuh.

Singkat kata, manga ini berkisah tentang pelarian putra peternak babi, Kaoru Sakurabo, dari dusun tempat tinggalnya bersama seorang putri orang kaya yang belum lama dikenalnya, Fuko Tokiwa, persis pada hari Fuko hendak dinikahkan.

Kaoru ceritanya seorang pemuda ceking rata-rata yang terlunta-lunta karena masih belum menemukan cita-cita ataupun tujuan hidup. Ia dilanda kebimbangan semenjak kepergian pacarnya, Meguppe, yang meninggalkannya untuk pergi ke Tokyo.

Sedangkan Fuko adalah seorang gadis muda yang sangat polos, yang merasakan kesan mendalam saat ia tanpa sengaja berjumpa dengan Kaoru pada suatu malam di hulu sungai yang diterangi kunang-kunang. Dalam suatu keputusan sesaat, Kaoru memicu kehebohan di desanya dengan ‘menculik’ Fuko dan membawanya pergi ke Tokyo, sebuah dunia lain yang sebelumnya ia kira hanya bisa berharap ia lihat.

The Graduate

Bagaimana menjelaskannya ya? Meski nuansa romantisnya kuat, kau dengan cepat akan menyadari bahwa dalam manga ini, all is not what they seem. Terutama dengan perkembangan cerita di jilid terakhir manga ini yang agak… uuuh, susah diungkapkan.

Pertama, perlu diingat bahwa manga ini adalah manga komedi. Ceritanya memang dibawakan dengan suasana riang dan kocak dan konyol. Tapi tema yang diangkatnya itu loh! Tema sosial yang manga ini angkat sebenarnya lumayan dalam dan berat! Manga ini membahas soal kehidupan malam, kemiskinan, lintah darat, yakuza, seks, otaku Gundam. Dan gilanya, terlepas dari semua tantangan yang mesti mereka hadapi, untuk beberapa lama kita akan mengira Kaoru dan Fuko masih akan bahagia.

Tapi cerita lalu berkembang lagi dengan pemaparan soal bagaimana situasi Kaoru yang, sekali lagi, memang tak memiliki keterampilan kerja khusus, nyaris sama sekali tak berkembang. Dan Fuko yang sangat cantik tanpa banyak pilihan semakin memancarkan apa yang sebenarnya dapat dilakukannya untuk menolong keduanya dari situasi yang mereka hadapi, sekaligus untuk menolong orang-orang di sekitar mereka.

Tapi (lagi) Kaoru kemudian berjumpa dengan beberapa tokoh lama dan baru yang membuatnya mempertanyakan alasan ia melakukan segala hal yang telah dilakukannya selama ini. Dan pada titik ini cerita mulai berfokus tentang apa sesungguhnya yang ingin Kaoru lakukan dalam hidup.

Cerita kemudian berkembang ke arah supernatural dengan sebuah klimaks yang, sejauh aku tahu, merupakan salah satu eksekusi cerita paling bagus yang pernah kulihat dalam sebuah manga. Terlebih bila mengingat seperti apa premis cerita manga ini. Aku enggan spoiler banyak-banyak. Tapi intinya, kita tetap mendapatkan akhir bahagia yang cerita ini janjikan, hanya saja jelas-jelas bukan dalam bentuk yang kita bayangkan.

Itu… Babi…

Oke. Aku jujur saja. Mungkin alasan utama aku tertarik membaca manga ini adalah karena bisa melihat tingginya kapasitas teknis Eisaku-sensei dalam menggarapnya. Mataku sudah sedemikian tajamnya hingga bisa melihat potensi terpendam sebuah manga hanya dengan melihat sampulnya! Tapi konseptualnya itu… aneh! 80% isi manga ini itu aneh! Pertama, kita jadi bertanya-tanya lagi tentang apa sesungguhnya inti manga ini. Lalu kita dibuat mikir, “Ini pengarang sebenernya maunya apa sih?” dan, yah, kau bisa suka seri ini atau tidak kurasa tergantung pada apakah kau bisa melewati titik itu.

IMO, Cherry masih kalah bagus dibandingkan Chocolate, karya Eisaku-sensei yang lainnya. Tapi, sepertinya, ada suatu perasaan yang jauh lebih mendalam yang coba diungkapkannya, yang mungkin saja akan sangat menarik perhatian andai saja cerita manga ini lebih fokus.

Yah, yang pasti aku bersyukur manga ini bisa diterbitkan di sini sampai tamat. Memang butuh waktu, tapi terima kasih banyak Level!


About this entry