Fate/Kaleid Liner Prisma Illya

Belum lama ini, pas lagi suntuk, aku nyoba baca-baca manga Fate/Kaleid Liner Prisma Illya karya Hiroyama Hiroshi di Internet. Seri pendek ini pada dasarnya merupakan spin off dari Fate/stay-night, yang mengetengahkan sang tokoh gadis kecil, Illyasviel von Einzbern, sebagai seorang gadis penyihir. Konsepnya lumayan konyol, jadi aku tak berharap banyak. Tapi sesudah membacanya sampai tamat, di luar dugaan aku lumayan terhibur.

Jadi ceritanya, di seri ini, Illya hidup bahagia sebagai seorang murid SD di kota Fuyuki bersama kakak laki-lakinya, Emiya Shirou, dan dua orang pengasuhnya, Sella dan Leysritt. Sampai suatu ketika, pada suatu malam, jatuhlah dua orang gadis yang bertengkar dari langit, Tohsaka Rin dan rival besarnya, Luviagelita Edelfelt. Keduanya adalah agen dari Mages Association di London yang diutus  ke Fuyuki untuk menuntaskan suatu masalah berkenaan sihir. Tapi akibat pertengkaran mereka, sepasang artefak Kaleido Stick yang seyogianya harus mereka pergunakan untuk menyelesaikan masalah ini memilih kabur karena tak lagi mengakui keduanya sebagai majikan. Salah satunya, Ruby, kemudian jatuh ke tangan ke Illya. Dan Ruby dengan liciknya menjebak Illya yang polos dan memang suka nonton anime mahou shoujo untuk mengikat kontrak sebagai majikannya.

Jadilah Rin tak punya pilihan selain meminta (menuntut) Illya membantunya menyelesaikan tugasnya. Mereka harus mengumpulkan tujuh buah kartu ajaib misterius yang mengganggu keseimbangan aliran energi di Fuyuki. Masing-masing kartu ternyata merupakan representasi  seorang roh pahlawan (eirei, heroic spirit, para penggemar Fate pasti sudah bisa melihat polanya!), yang lalu bisa mereka gabungkan ke Kaleido Stick untuk mengakses kekuatan roh pahlawan bersangkutan.

Cerita bertambah seru dengan hadirnya Miyu, teman baru di kelas Illya, yang menjadi pemilik Sapphire, Kaleido Stick satunya yang dulu dipakai Luvia. Sama halnya dengan kasus Illya, Miyu yang sangat pendiam dan serius ini dimentori oleh Luvia dan menjadi saingan sekaligus rekan Illya dalam menaklukkan roh-roh pahlawan yang masih berkeliaran dan mengembalikannya ke bentuk kartu.

Ceritanya lumayan keren kok, terlepas dari statusnya sebagai spoof dari Cardcaptor Sakura sekaligus Mahou Shoujo Lyrical Nanoha. Artwork-nya terhitung bagus. Aksi-aksinya seru dan lelucon-leluconnya lumayan bikin nyengir. Agak… bikin malu di beberapa bagian sih. Tapi kayaknya para penggemar seri Fate manapun tak akan memiliki masalah dalam menikmati seri ini.

Seperti halnya Fate/hollow ataraxia, yang menarik dari seri ini adalah kesempatan untuk melihat para karakter Fate dalam versi kehidupan sehari-hari. Para tokoh Servant hanya berperan sebagai lawan-lawan rutin yang harus dikalahkan. Tapi kita bisa melihat karakter-karakter lain yang sebelumnya hanya sampingan seperti Luvia dan kedua maid Illya.

Sifat mereka agak berbeda dibandingkan di seri-seri Fate lainnya, tentunya. Illya di sini… uh, yah, sifatnya sama kayak tokoh-tokoh gadis SD kebanyakan. Sella dan Leys sifatnya juga beda drastis. Sifat Shirou dan Rin sama sekali tak berubah.

Hal lain yang menarik adalah kenyataan bahwa Shirou dan Illya sama-sama tinggal serumah sebagai kakak beradik. Seri Fate/zero yang sangat tragis jelas menyatakan bahwa keduanya bisa dibilang memang kakak beradik; jadi di semua cerita Fate, terungkap bahwa Illya tak memanggil Shirou ‘kakak’ sebagai bentuk sopan santun belaka. Dan lebih menariknya lagi, kedua orangtua mereka diceritakan sedang berpergian keluar rumah, mengindikasikan (dan kemudian menyatakan) bahwa di cerita ini, Irisviel, ibu Illya, masih hidup, sehat, dan menjadi istri dari Emiya Kiritsugu.

Manga sekuelnya bahkan sudah ada lho, yang baru mau kubaca suatu saat nanti. (berjudul sama, hanya dengan tambahan tajuk 2wei!) Kubayangkan sebagian misteri yang belum terungkap di sini akan dibahas di sana.

Lebih lanjut soal tokoh-tokohnya akan kuceritakan lagi nanti. (<– bohong)

(Ah, kita juga berkesempatan lagi melihat Rin dalam wujud Kaleido Ruby-nya. Tapi soal itu kurasa enggak penting)


About this entry