9 April 2011, I-GECO Cosplay Competition

Oke, aku mengalami hari yang menarik pada tanggal di atas.

Jadi ceritanya, temanku yang pemerhati mainan itu diwisuda Sabtu lalu, dan kebetulan pada hari yang sama digelar acara I-GECO Cosplay Competition (I-GECO: informatics game and cosplay competition?) yang ingin dilihatnya di Union Square, Cihampelas Walk, Bandung. Jadilah kami segeng pergi ke sana sesudah acara foto-foto dan penerimaan ijazahnya beres.

Soal acara ini, aku sudah dengar kabar tentangnya semenjak seminggu sebelumnya. Penyelenggaranya kali ini adalah himpunan mahasiswa dari jurusan teknik informatika UNPAR, dan sesuai perkiraan, acaranya berlangsung lumayan meriah. Selain orang-orang cosplay, ada juga stand-stand makanan dan kompetisi band. Masalah yang bisa kulihat paling cuma soal di tata suara di beberapa segmen  pertunjukan. Tapi dibanding segala masalah yang mungkin terjadi, dari mata orang awam, kurasa acara ini bisa dibilang lumayan sukses.

Terlepas dari hobiku, aku sebenarnya jarang memperhatikan acara-acara begini. Bukan hanya karena aku tak tergabung dalam komunitas penggemar anime apapun, tapi juga karena aku kesukaanku terhadap bidang ini hanya sebatas kemudahannya untuk dijadikan bahan tulisan belaka. Maksudku, aku selalu merasa daripada mendatangi acara beginian waktuku lebih baik dipakai untuk hal-hal lain. Tapi mengingat aku agak penasaran dengan perkembangan komunitasnya, dan aku memang sedang ingin melewatkan waktu bersama teman-temanku, aku tetap datang juga. Makanya, begitu datang ke lokasi, aku lebih banyak memperhatikan acara dari kejauhan sembari berusaha untuk tak terlalu ilfil. (Kalau mengacu pada Neku Sakuraba dari game NDS The World Ends With You, soal acara-acara ginian, “I just don’t get people.”)

Berbicara soal kualitas cosplaynya, kostum-kostumnya relatif bagus kok. Aku sempat melihat Nanoha dari Mahou Shoujo Lyrical Nanoha, Edward Elric dan Olivier Armstrong dari Fullmetal Alchemist, Inuyasha dan Kikyo dari Inuyasha, serta beberapa orang berpakaian seragam yang sesudah mendekat baru kusadari berpakaian sebagai murid-murid Akademi Zuelhi dari Chrome Shelled Regios. Tokoh-tokoh Vocaloid juga lumayan populer di acara ini dengan orang yang hadir sebagai Megurine Luka (kalo aku ga salah liat), si kembar pirang, serta tentu saja Hatsune Miku (yang ternyata dikostumi oleh seorang cowok…). Ada banyak chara lain yang sayangnya tak kukenal. Ada juga orang berbaju hitam putih misterius yang bawa-bawa plang rambu jalan, yang baru belakangan kusadari orang yang lagi cosplay sebagai Heiwajima Shizuo dari Durarara!!. Dua peserta paling berkesan menurutku adalah dua orang yang menjadi Cloud Strife versi Kingdom Hearts serta Vincent Valentine dari Final Fantasy VII. Keduanya tampil mencolok dengan aksesoris persenjataan mereka yang benar-benar lengkap. Postur tubuh mereka sesuai dengan keduanya. Pembawaannya enggak terlalu sih, tapi aku enggak akan komentar banyak soal itu.

Hal lain yang menarik adalah hadirnya Keiko, seorang seorang cosplayer perempuan yang belakangan semakin dikenal dalam komunitas acara-acara ini. Dia bergabung dengan kelompok cosplay apaa gitu, yang namanya untuk suatu alasan susah diingat semua orang karena saking anehnya, dan sempat menjadi bahan pembicaraan teman-temanku yang hobi mengikuti ajang ini.

Aku tak pandai menilai orang dari penampilan, tapi bahkan akupun mesti mengakui bahwa terutama sebagai cosplayer, dirinya berpembawaan menarik (hampir seperti model; karena dia keturunan Jepang?). Sejujurnya, aku sempat dibuat penasaran tentang cara ia meraih kepercayaan diri yang dimilikinya. Cuma pas melihatnya, aku terlanjur sudah harus pergi lagi (boleh percaya atau tidak, aku sepakat melakukan sebuah pekerjaan stake out hari itu). Sejujurnya lagi, aku sempat terpuruk karena termasuk salah satu orang yang salah dalam menebak usianya (sebenarnya dia benar-benar lebih muda dari penampilannya). Cuma selanjutnya aku sadar aku enggak pantas terpuruk karena pada saat seusianya, badanku juga lumayan bongsor  Sayangnya juga, aku tak yakin saat itu dia cosplay sebagai siapa (Sheryl Nome dari Macross Frontier?). Eniwei, kuharap tumitnya gapapa.

Aku sempat dikenalkan pada teman-temannya temanku yang ternyata bahkan lebih senior dariku! Dan di sana aku sempat mengira bahwa aku sudah terlalu tua untuk mengikuti acara-acara ini. Dari mereka aku kemudian dengar bahwa cosplay crossdressing pertama di Indonesia sebenarnya terjadi karena ‘kecelakaan.’ Dia mau dandan sebagai penjaga kuil. Tapi hakama yang dia buat berwarna merah alih-alih hitam, dan jadilah dia malah cosplay sebagai miko. Barulah sesudah kasus itu kalau aku enggak salah, ada seorang cowok terinspirasi dan secara terbuka cosplay sebagai Mahoro dari Mahoromatic

Eniwei, bagi kalian-kalian yang penasaran ama berlangsungnya acara ini, dengan bangga aku menyatakan aku tak mengambil foto satupun! (Mwahahaha!) Tapi tenang, banyak yang meliput acara ini kok. Kalau perhitunganku tepat, nanti juga bahasannya bakal keluar di edisi Animonster yang baru. Aku juga yakin sebagian foto pas acara ini lambat laun juga akan bisa ditemukan di Internet.

…Tolong ntar jangan lihat foto-foto itu dengan penuh nafsu. Terutama yang foto-foto Hatsune Miku.


About this entry