Umineko no Naku Koro ni (VN3)

Aku tahu aku punya kecendrungan untuk malas. Tapi buat yang satu ini, alasan aku lama tak meng-update adalah karena ada banyak hal tentangnya yang jadi bahan pemikiran. Aku jadi perlu waktu untuk menyortir apa yang persisnya kupikirkan tentang VN ini. Intinya begitu.

Aku memang pernah menonton anime-nya, jadi sudah tahu garis besar ceritanya. Tapi mengikutinya dalam bentuk VN, tanpa dibatasi durasi episode dengan keleluasaan untuk berhenti sejenak dan memikirkan inti ceritanya sendiri, benar-benar merupakan sebuah pengalaman tersendiri.

Di samping itu, untuk suatu alasan, ini salah satu VN paling melelahkan yang pernah kuikuti. Mungkin karena otak kita terus dirangsang untuk berpikir demi mencerna apa yang sedang terjadi? Sebab bagaimanapun juga, ini… gimana ya ngomongnya? Ini sangat membuka pikiran tentang bagaimana orang bisa berpikir dan memandang hidup.

Kurang lebih begitu.

Tea Parties 1

Game pertama Umineko, sebagaimana yang bisa dikira, berakhir menggantung. Sehingga tak banyak yang bisa diceritakan tentangnya. Strukturnya dibuat sedemikian rupa agar pemain bertanya-tanya tentang apa persisnya yang terjadi. Jadi bila ada banyak hal yang tak kita mengerti, maka kita memang dimaksudkan demikian.

Pada malam hari pertama, terungkap bahwa orangtua masing-masing sepupu memiliki alasan kuat mereka masing-masing untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat. Krauss, anak sulung Kinzo, dicurigai saudara-saudaranya telah menggelapkan uang sang ayah. Lalu kita disuguhi permainan adu akal antara dirinya dengan adik-adiknya saat mereka berupaya untuk memeras keuntungan dari dirinya. Semua perdebatan mereka kembali berujung pada teka-teki keberadaan emas Beatrice, yang mereka yakini seandainya bisa ditemukan, akan menyelamatkan mereka semua dari apapun krisis finansial yang sedang mereka lalui.

Pada malam hari kedua, saat serangkaian keanehan terjadi, semua yang tersisa tak bisa tak mengira insiden-insiden berdarah yang melibatkan hilangnya orang-orang yang mereka kasihi berkaitan dengan perdebatan alot soal kekayaan yang berlangsung sebelumnya. Sesudah klimaks yang berakhir dengan stand off menggetarkan, kita sepenuhnya akan memahami garis besar hubungan setiap karakter dengan lainnya. Semenjak dulu, di balik sikap ramah-tamah yang semuanya perlihatkan, hubungan antara anggota-anggota keluarga Ushiromiya jauh dari harmonis dan sebenarnya dipenuhi saling curiga. Ada suatu mitos di pulau itu yang menyebut soal adanya penyihir yang tinggal di hutan. Maria memiliki kepribadian yang tak sesuai untuk anak seusianya. Dan sebagainya.

Lalu dengan berakhirnya cerita utama, kejutan terbesar dibeberkan melalui dua opsi baru yang akan terbuka di menu utama.

Pertama, adalah Tea Party, yang berupa semacam ‘epilog’ dari cerita utama. Di sini, Battler, Jessica, George, Kanon, Shannon, dan Maria, dalam sebuah acara minum teh(!?), dengan ceria membahas segala pembunuhan yang mereka alami dsb. dan berkomentar bahwa semenjak awal memang tak ada artinya mereka mencoba melawan Beatrice. Pada titik inilah, segalanya berubah muram, saat Battler marah melihat sikap para sepupunya yang menanggapi akhir cerita ini dengan begitu santai. Keheranan akan sikap mereka yang tak berkeinginan untuk mencari tahu sendiri apa yang terjadi, sekaligus bersikeras untuk menolak kesimpulan bahwa semuanya dilakukan oleh Beatrice (yang bahkan tak jelas ada atau tidak) dengan, Battler pada akhirnya malah jadi mengundang kehadiran Beatrice sendiri dalam sosoknya yang asli.

Singkatnya, kita disuguhi twist yang menunjukkan bahwa Beatrice benar-benar ada; bukan sekedar tokoh rekaan yang namanya digunakan dalam rangkaian pembunuhan ini.

Berpijak pada kenyataan bahwa satu-satunya cara untuk melawan penyihir adalah dengan menyangkal kenyataan mereka ada, Battler ditantang Beatrice untuk menjelaskan setiap trik yang digunakan dalam masing-masing pembunuhan, melalui permainan ajaib lain yang akan dibukanya sesaat lagi. Pertandingan adu akal antara Battler dan Beatrice inilah yang menjadi inti cerita episode-episode Umineko yang berikutnya.

Epilog kedua adalah ????, yang akan terbuka begitu Tea Party diselesaikan. Epilog ini memperkenalkan keberadaan dua penyihir lain, yakni Bernkastel dan Lambdadelta, yang diceritakan memiliki pengaruh lebih besar daripada Beatrice. Keduanya diceritakan hadir atas undangan Beatrice untuk menjadi pirsawan atas permainan yang akan Beatrice buka. Di sini pula kita dikenalkan kembali akan konsep kakera (fragmen), yang merupakan istilah yang digunakan dalam seri When They Cry untuk menyebut dunia-dunia paralel.

Belakangan kita akan tahu bahwa Bernkastel (yang berkuasa atas segala bentuk keajaiban) dan Lambdadelta (yang berkuasa atas segala hal yang absolut) sama-sama adalah penyihir yang memiliki kapasitas untuk berpindah dari satu kakera ke kakera lainnya, yang dengan demikian menjadikan diri mereka lebih unggul daripada Beatrice yang sejauh ini masih terkungkung dalam kakera yang sama. Namun kuasa Beatrice di kakera ini lebih besar daripada mereka. Sehingga sekalipun Bernkastel kemudian diperlihatkan menaruh simpati pada Battler, ia tak dapat melakukan intervensi secara langsung untuk menolongnya dalam permainan yang akan ia hadapi.

Bernkastel berpenampilan sangat mirip dengan Furude Rika dari Higurashi no Naku Koro ni, seri When They Cry pertama yang 07th Expansion telah keluarkan sebelumnya. Dengan cara serupa, Lambdadelta juga berwajah sama dengan Takano Miyo, tokoh antagonis dari game yang sama. Belakangan diindikasikan bahwa kisah Higurashi pada dasarnya memang mengetengahkan konflik masa lalu antara kedua tokoh ini, yang serupa dengan apa yang Battler dan Beatrice sama-sama akan hadapi sekarang. Bernkastel konon juga dikenal sebagai penyihir yang sangat kuat berkat kemenangannya atas Lambdadelta dalam pertandingan lama mereka ini (Higurashi?). Tapi lebih banyak soal itu setahuku baru akan dijelaskan dalam episode-episode mendatang.

Beli!

Di bagian berikutnya, aku akan mengulas soal pengalamanku memainkan episode 2 dan berbagai pendapatku tentangnya.

Omong-omong, belum lama ini aku nyadar bahwa seri Umineko bisa dibeli secara unduh untuk harga yang relatif murah melalui situsnya 07th Expansion. Proyek penerjemahan seri Umineko ke bahasa Inggris oleh grup The Witch Hunt telah didukung secara pribadi oleh Ryukishi07. Jadi bagi mereka yang tertarik akan game ini, kalau bisa, beli ya! Bukan hanya sebagai bentuk ungkapan terima kasih, melainkan untuk dukungan juga.


About this entry