Knights of the Crystals

Semenjak beberapa bulan lalu, versi beta dari permainan sosial Knights of the Crystals sudah bisa dimainkan di Facebook. Bersama permainan lain bernama Chocobo’s Crystal Tower, permainan ini cukup menarik perhatian karena dikembangkan tak lain tak bukan oleh developer Square-Enix, perusahaan dedengkot RPG Jepang yang dikenal sebagai produsen Final Fantasy dan Dragon Quest.

Mengingat ini dibuat oleh developer ternama, aku sempat penasaran akan seperti apa jadinya. Visualisasinya keren dan segala ilustrasi di dalamnya dibuat oleh Ryoma Ito (ilustrator untuk Final Fantasy Tactics). Meski tak bertajuk ‘Final Fantasy’ dan sejauh ini tak ada Chocobo di dalamnya, tema kristial di dalamnya memang membuatnya terkesan ‘Final Fantasy’ sekali. Dari segi permainan, sekilas memang tak terlihat banyak bedanya dari game-game sejenis macam Mafia Wars dan Castle Age (selain dari segi suara dan visual, maksudnya). Kita cukup klik sana, klik sini, tentukan kita mau memakai stamina kita untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan apa saja, dapat item, tukar-tukaran dengan teman, naik level, pulihkan stamina, beradu dengan pemain lain dsb. Tapi kalau kamu jeli, akan kamu dapati sejumlah perbedaan kecil yang mungkin sebenarnya berdampak besar.

Aku enggak begitu bisa jelaskan dengan baik sih. Mungkin juga ini cuma perasaanku saja. Tapi mengingat aku secara aktif pernah main Mafa Wars sekaligus Castle Age, rasanya di game ini ada sesuatu yang membuat kita lebih proaktif gitu. Maksudnya, dalam hal mencerna cerita, sekaligus menuntaskan quest-quest yang dibebankan pada kita.

Salah satu daya tarik lain adalah interface-nya yang benar-benar nyaman. Navigasinya mudah dan secara artistik juga sangat enak dilihat. Jadi asal kau melewati tahap loading awalnya yang agak lama, melakukan apa-apa yang ingin kau lakukan dalam game ini (mulai dari melihat-lihat kebutuhan teman, memasukkan uang ke dalam bank) benar-benar sangat mudah (yah, kecuali mungkin bila kau mengganti layar peta). Kau bahkan tak perlu mengeluarkan uang simpananmu dari bank bila kebetulan uang yang kau pegang buat belanja kurang (uang di bank akan secara otomatis dikurangi).

Ada fitur pilihan class yang akan menentukan bonus stat yang kita terima. Class-class baru dapat kita dapatkan dengan mengumpulkan jenis-jens item khusus yang disebut treasure yang (secara acak) bisa kita dapatkan dari quest. Kita uga bisa membuat wishlist soal itemitem apa saja yang kebetulan kita inginkan/butuhkan, sehingga bila ada teman yang kebetulan punya lebih, mereka bakal tahu bahwa mereka bisa membantu. Setiap item yang ada benar-benar memiliki peranannya tersendiri, yang mungkin takkan langsung kau temui. Variasi item-nya sekilas mungkin tak banyak, tapi ini justru menciptakan semacam ‘aur’ tentang ke arah mana kita mesti melangkah. Ohya, baik mengelola keuangan maupun berperan dalam pertarungan juga merupakan tantangan tersendiri dalam game ini. Untuk yang satu ini, aku enggak bisa jelaskan. Kau mesti mencoba sendiri untuk bisa mengerti.

Ohya, soal ceritanya sendiri. Kayak yang sudah kubilang, nuansanya benar-benar Final Fantasy. Ceritanya, ayah kita terbunuh oleh suatu pihak misterius. Lalu kita ditolong para NPC dan berkelana untuk menyelamatkan dunia dari ancaman sebuah kelompok rahasia yang bermaksud membangkitkan kembali suatu kekaisaran kuno.

Narasinya memang tak banyak. Detil-detilnya masih harus kita bayangkan sendiri. Tapi sial, aku lemah sama tema-tema macam begini.


About this entry