Umineko no Naku Koro ni (VN2)

Latar Pulau

Rokkenjima sendiri konon merupakan satu di antara gugusan pulau yang terletak di laut selatan Jepang. Pulau tersebut dimiliki secara pribadi oleh keluarga Ushiromiya, dan legenda menyebutkan bahwa pemilik pulau itu yang satunya tidak lain adalah penyihir wanita bernama Beatrice.

Kediaman utama keluarga Ushiromiya dan area-area di sekelilingnya hanya mencakup sebagian kecil pulau. Sisa bentang alam Rokkenjima masih diselimuti hutan yang belum terjamah, yang berbahaya untuk dimasuki tanpa persiapan atau pengetahuan terlebih dahulu. Di suatu tempat di kedalaman hutan itu, Beatrice diyakini bersemayam.

Pada dua hari tatkala pertemuan keluarga ini dilangsungkan, taifun menyerang pulau dan pulau kehilangan koneksi dengan dunia luar. Di sinilah, segala drama yang melibatkan keluarga Ushiromiya kemudian terjadi.

Banquet Night

Epidose satu Umineko, Legend of the Golden Witch (‘legenda wanita penyihir emas’), sesuai judulnya, memperkenalkan kita pada situasi yang berlangsung di Rokkenjima sekaligus misteri yang melingkupinya. Dimulai dari sudut pandang Battler, kita diperkenalkan pada satu per satu tokoh yang berada di sana pada hari itu —disertai kesan-kesan pribadinya tentang perubahan yang telah mereka alami setelah tak jumpa selama bertahun-tahun.

Lalu pada selasar tangga di rumah utama, terpasang di bawah lukisan si wanita misterius, kita diperkenalkan pada pahatan batu yang memapangkan puisi berikut:

Kampung halamanku tercinta, sungai sweetfish mengalir melaluinya.

Kau yang mencari Tanah Emas, ikutilah alirannya ke hilir dari carilah kunci.

Jika kau ikuti sungai ke hilir, kau akan menemukan sebuah desa.

Di dalam desa, temukanlah pesisir yang dikatakan oleh keduanya.

Di sanalah terlelap kunci menuju Tanah Emas.

Barangsiapa berhasil meraih kunci akan berkelana berdasarkan aturan-aturan berikut.

Pada senja pertama, kau akan naik sebagai pengorbanan enam terpilih oleh kunci.

Pada senja kedua, mereka yang tersisa akan memisahkan dua yang dekat.

Pada senja ketiga, mereka yang tersisa akan mengagungkan namaku tinggi.

Pada senja keempat, tusuk kepala dan bunuh.

Pada senja kelima, tusuk dada dan bunuh.

Pada senja keenam, tusuk perut dan bunuh.

Pada senja ketujuh, tusuk lutut dan bunuh.

Pada senjat kedelapan, tusuk kaki dan bunuh.

Pada senja kesembilan, sang penyihir akan bangkit dan tiada seorangpun yang akan dibiarkan hidup.

Pada senja kesepuluh, perjalanan akan berakhir dan kau akan sampai ke desa emas.

Sang penyihir akan memuji yang bijak, dan akan mempersembahkan empat harta.

Salah satunya, emas dari Tanah Emas.

Salah satunya, kembalinya jiwa-jiwa yang telah mati.

Salah satunya, bahkan kembalinya cinta yang hilang.

Salah satunya, untuk menidurkan sang penyihir dalam keabadian.

Tidurlah dengan damai, penyihirku yang paling tercinta, Beatrice.

 

Kinzo memasang puisi misterius ini untuk suatu alasan yang tak dipahami oleh sanak keluarganya yang lain. Episode ini mengungkapkan bahwa puisi di atas menjelaskan tentang ‘ritual’ yang dilakukan Kinzo untuk membangkitkan raga Beatrice melalui pengorbanan nyawa anggota-anggota keluarganya sendiri. Puisi berupa teka-teki ini sekaligus merujuk pada letak disembunyikannya batang-batang emas yang konon telah Beatrice pinjamkan pada Kinzo di masa lalu. (aku semula ragu menerjemahkannya karena pemecahannya ternyata menyertakan cara penulisan kata-katanya dalam kanji, tapi ya sudahlah)

Ketegangan seputar warisan di antara anak-anak Kinzo diangkat ke permukaan cerita. Bisnis pengembangan properti Krauss diketahui tidak berjalan dengan lancar. Kemudian saudara-saudaranya yang lain menduga bahwa Krauss yang bertanggung jawab sementara atas aset-aset Kinzo telah menggelapkan uang ayah mereka. Mereka—yang juga dilatari kesulitan keuangan—kemudian bersekongkol untuk memeras uang dalam jumlah banyak dari Krauss. Tapi ketidakpastian yang melingkupi perdebatan mereka diperkeruh dengan legenda tentang emas Beatrice, yang bisa jadi telah ditemukan oleh Krauss dan bisa juga tidak.

Lalu hal-hal aneh mulai terjadi pada malam acara pertemuan itu. Sesudah kematian misterius enam orang sekaligus, mereka yang masih tersisa dibunuh satu per satu dan mereka mulai saling curiga tentang siapa pelakunya. Kemudian mereka mulai saling bertanya-tanya apakah kejahatan-kejahatan ini memang benar bisa dilakukan oleh tangan manusia. Sampai akhirnya, hanya para sepupu saja yang masih tersisa… dan Battler menjadi saksi atas kematian sepupu-sepupunya yang lain dan sekaligus pelaku(?) yang sebenarnya…

(tulisan ini akan kulanjutkan nanti.)


About this entry