Amagami SS

Amagami SS merupakan adaptasi animasi dari game Amagami yang keluar di konsol PS2 pada tahun 2009 (di Jepang). Game aslinya yang bergenre dating sim diproduksi oleh Enterbrain (yang juga membuat Kimikiss), sedangkan versi anime ini ditangani oleh studio animasi AIC, yang tentangnya aku enggak bisa berkomentar banyak.

Seperti kebanyakan anime yang diangkat dari dating sim, ceritanya tentang seorang cowok relatif biasa yang pada suatu ketika dihadapkan pada sejumlah cewek cantik dari berbagai latar belakang yang beragam.  Tapi berbeda dengan anime-anime lain sejenisnya, anime ini menghadirkan pendekatan per bab. Masing-masing bab mengetengahkan hanya satu tokoh utama cewek dan bagaimana hubungan cintanya dengan si tokoh utama. Sesudah satu bab berakhir, cerita dimulai lagi dari awal dengan tokoh utama cewek lain di episode berikut. Setiap bab memiliki nuansa khasnya sendiri-sendiri, sehingga kesan akhir yang akan kau dapatkan dari anime ini mungkin agak bercampur.

Sejujurnya, anime ini bukan jenis anime yang akan kurekomendasikan. Sebab konsep dan eksekusinya terus terang sama sekali tak akan cocok dengan sebagian orang. Plotnya relatif datar dan tertebak. Elemen-elemen dating sim-nya dipertahankan dengan kuat. Lalu meski tidak sepenuhnya mengandalkan fanservice sebagai daya tarik, fanservice itu tetap ada. Meski bukan dalam bentuk yang lazimnya kau lihat sih…

Anime ini pertama keluar pada musim panas tahun 2010 (yang dikenang sebagai musim panas yang lesu dengan anime bagus) dan terdiri atas 24 episode (tiap bab terdiri atas 4 episode). Rencananya, ada 2 episode bonus yang dimunculkan dalam versi DVD. Tapi soal itu akan kubahas lagi nanti.

Wardrobe Planetarium

Amagami SS berlatar di SMA Kibitou, yang pada malam Natal setiap tahun mengadakan acara Festival Pendiri Sekolah (founder’s festival). Tokoh utamanya adalah seorang cowok yang mengalami patah hati perih pada malam Natal tahun sebelumnya, Tachibana Junichi. Semenjak patah hati itu, Junichi menjadi tak lagi berminat terhadap romansa ataupun perayaan Natal (yang di Jepang menjadi semacam waktu khusus bagi para pasangan untuk bermesraan). Tapi pada tahun keduanya di SMA ini, siapa tahu sesuatu akan berubah…

Secara mengejutkan, aku dapati Junichi sebagai tokoh utamanya yang lumayan likable. Dia memang bukan tipe cowok yang bakal kau segani sih. Hobinya di waktu luang hanyalah membaca komik dan memeriksa gravure idol di beragam photobook. Tapi dia mengesankan karena pola berpikirnya ‘berbeda’ dan jenis-jenis fetish yang dimilikinya sama sekali enggak lazim (uh, kedua hal ini sebenarnya bukan sifat yang bisa dikatakan positif sih..). Dia juga relatif menjadi manusia yang lebih baik, bergantung pada tokoh cewek mana yang ia dekati.

Eniwei, agak berbeda dari kebanyakan cerita dating sim, timeframe cerita untuk setiap bab bisa berbeda-beda. Porsi besar cerita di tiap bab memang akan berlangsung di musim dingin. Tapi bergantung pada tokohnya, sebagian cerita juga dapat berlatar di musim semi dan musim panas.  Secara umum kesemuanya memiliki klimaks di sekitar festival tanggal 24 Desember yang telah kusebutkan di atas.

Sedikit keunikan lain dari Amagami SS, semua tokoh di dalamnya memiliki ‘karakter pendukung’ mereka masing-masing. Karakter-karakter pendukung ini  saling terkait dengan satu sama lain, mengesankan bahwa dunia Amagami lebih besar dibandingkan game dating sim yang biasanya. FYI, tokoh pendukung Junichi tidak lain adalah sehabat kentalnya sesama penggemar photobook, Umehara Masayoshi, putra pengusaha sushi; serta adik perempuannya yang sangat menyukai bakpau daging (yang punya banyak penggemar di kalangan fans), Tachibana Miya.

Eniwei, secara berurut, keenam cewek yang bisa Junichi dekati antara lain:

  • Morishima Haruka, kakak kelas Junichi, sekaligus gadis paling populer di sekolah. Sangat ceria, sangat suka hal-hal yang ‘imut’, dan selalu bertingkah sesuka hati. Mungkin sikapnya di satu sisi adalah untuk menyembunyikan segala kecemasan hatinya. Babnya lebih banyak diisi berbagai tingkah usil yang ia lakukan bersama Junichi. Lalu meski menyadari sudah ada begitu banyak cowok yang ditolaknya, Junichi tanpa menyerah mencoba menyatakan perasaannya padanya.  Secara pribadi, babnya adalah bab yang paling tak kusukai sepanjang seri. Sahabatnya adalah Tsukahara Hibiki, gadis kakak kelas yang aktif sebagai kapten klub renang. Kata kunci adegan highlight: gudang.
  • Tanamichi Kaoru, sahabat kental Junichi semenjak SMP sekaligus teman hang out-nya bersama Umehara. Ia cewek yang mandiri dan suka menolong. Junichi mempertanyakan status hubungan antara mereka berdua, dan akhirnya memutuskan ia ingin menjadi seseorang yang lebih dari sekedar teman. Babnya memiliki nuansa drama yang lebih kental dibandingkan bab-bab lain. Sahabatnya adalah teman sekelas Tanaka Keiko yang dibantunya mengatasi rasa suka dengan cowok lain. Kata kunci adegan highlight: perpustakaan.
  • Nakata Sae, adik kelas Junichi sekaligus salah satu sahabat dekat Miya. Anak orang kaya yang manis tapi sangat gugup dan pemalu. Terkesan padanya, Junichi memutuskan untuk membantunya mengatasi penyakit gugupnya. Babnya menggambarkan nuansa jalinan cinta sederhana yang light-hearted. Aku kurang cocok dengan pengisi suaranya. Kata kunci adegan highlight: ruang PKK
  • Nanasaki Ai, adik kelas Junichi sekaligus salah satu sahabat dekat Miya. Sifatnya baik hati dan cool, meski tampilannya yang dingin bisa membuatnya terkesan sulit didekati. Aktif sebagai salah satu unggulan klub renang, karenanya ia dekat juga dengan Hibiki.  Sesudah sebuah pertemuan tak sengaja di taman, Junichi menjadi sering hang out dengannya dan membantunya menyelesaikan masalah-masalah pribadinya.  Kenekatan Junichi paling tampak di bab ini. Akhir ceritanya juga merupakan akhir cerita paling steamy di sepanjang seri. Kata kunci adegan highlight: ayunan.
  • Sakurai Rihoko: teman semenjak kecil Junichi dan Miya, sekaligus anggota aktif dari klub minum teh. Ia agak ceroboh dan kurang cepat tanggap, meski pada dasarnya selalu bermaksud selalu baik. Karena hobi ngemil klubnya, ia agak mencemaskan soal berat badannya. Ia telah lama memendam rasa suka terhadap Junichi. Dalam babnya, Junichi banyak membantu dalam menangani urusan-urusan klub minum teh yang terancam ditutup bila tak ada anggota.  Bab ini agak berbeda karena banyak diambil dari sudut pandang Rihoko sendiri.  Rentang waktu ceritanya juga terkesan lebih panjang dengan akhir cerita yang tidak terlalu definitif. Sahabat-sahabat Rihoko (yang berupaya mensukseskan Rihoko dengan Junichi) adalah sahabatnya, Ito Kanae (juga memiliki fans di kalangan penggemar), serta dua gadis kakak kelasnya di klub: Yuzuki Ruriko yang outgoing dan Hiba Manaka yang penuh teka-teki. Kata kunci adegan highlight: “Oi, kamu yang memegang-megangi bakpau daging di bawah pohon sambil tersipu-sipu!”
  • Ayatsuji Tsukasa: ketua kelas Junichi yang sekaligus sangat aktif dalam berorganisasi. Tahun ini ia kembali sibuk dalam panitia persiapan festival, dan karena ingin berubah, Junichi secara sukarela menawarkan diri untuk membantunya. Ada alasan sangat bagus mengapa tokoh ini mendapat giliran cerita paling akhir. Babnya memiliki nuansa yang sedikit lebih serius dibandingkan bab-bab lain. Ayatsuji juga merupakan satu-satunya karakter utama cewek di anime ini yang konsepnya bagiku paling masuk di akal. Karakter pendukungnya ialah Takahashi Maya, guru wali kelasnya bersama Junichi, serta Ayatsuji Yukari, kakaknya sendiri. Kata kunci adegan highlight: pelajaran tambahan.

Kimi no, kimi no mama de; boku no, boku no mama de…

Sebenarnya, kau tak perlu mengikuti anime ini kalau hanya sekedar ingin tahu ceritanya sih. Berbagai versi manga Amagami yang beredar menampilkan jalan cerita masing-masing tokoh yang pada dasarnya sama dengan yang di versi anime. Yah, kau bisa tetap menonton ini untuk melihat eksekusi adegan-adegan tambahannya sih. Tapi sejujurnya apa yang ditampilkan di sini tak sekeren itu.

Aku terus terang menonton ini lebih karena ingin tahu hasilnya akan seperti apa. Aku mendalami archtype tiap tokoh untuk dijadiin materiku menulis. Lalu karena tak menganggapnya jelek-jelek amat, dan karena para produser sepertinya tahu cara mengemasnya menjadi menarik, aku sampai sekarang malah mengikutinya sampai akhir. Yah, aku terutama tertarik dengan nuansa macam apa yang akan mereka berikan pada masing-masing bab. Oya, apa sudah kukatakan bahwa lagu penutup untuk tiap episode dinyanyikan oleh pengisi suara heroine pada bab bersangkutan? (enggak, ini bukan hal bagus juga sih, tapi aku suka dua lagu pembukanya, jadi ya sudahlah…)

Secara teknis, anime ini bagus kok. Lalu asalkan kau dapati dirimu tahan melewati bab paling pertamanya, bisa jadi kau salah satu orang yang sanggup menikmatinya. Anime ini sama sekali tak memberikan kesan mendalam. Kualitas ceritanya memang kalah dibandingkan jalinan drama apik yang ditampilkan dalam Kimikiss: Pure Rouge. Tapi lingkup potensi penontonnya lebih luas, dan siapa tahu kalian yang jomblo bisa menemukan perasaan enak sesudah menontonnya.

(Oya, sampai akhir aku masih belum tahu ‘SS’ di judulnya maksudnya apa. Perwira khusus Nazi Jerman?)

Penilaian

Konsep: C; Visual: A-; Audio: B+; Perkembangan: C; Eksekusi: X; Kepuasan Akhir: B

(nilai X berarti bisa sangat bagus di beberapa bagian tetapi bisa sangat jelek di beberapa bagian lain)

Tentang Risa (karakter rahasia)

Dua episode tambahan yang semula direncanakan untuk DVD kabarnya adalah episode Kamizaki Risa dan episode Tachibana Miya. Risa (yang wajahnya hanya ditampilkan sekilas di animasi lagu pembuka) pada dasarnya seorang gadis stalker yang mengetahui kebenaran tentang patah hati yang Junichi alami di masa lalu. Mungkin untuk menghadirkan semacam penutup, episode khusus yang menghadirkan gadis manis ini sebagai tokoh utama akhirnya turut mengudara, sehingga kini Amagami SS berdurasi total 25 episode.

Er, aku tak bisa berkomentar banyak tentang dirinya ataupun episode terakhir ini sih. Nuansa ‘episode ekstra’-nya beneran kerasa. Tapi untuk suatu alasan, kelihatannya ada cukup banyak penggemar yang menyukainya.

Terlepas dari itu, penilaian akhirku terhadap seri ini tetap tak berubah kok.


About this entry