Macross Frontier: The False Songstress

Belum lama ini aku kesampaian menonton Macross Frontier: Itsuwari no Utahime (subjudul kurang lebih berarti: ‘sang diva palsu’), film layar lebar pertama dari seri animasi Macross Frontier yang pertama disiarkan pada tahun 2007 lalu.  Film layar lebar ini pada dasarnya merupakan reintepretasi ulang dari cerita yang disampaikan dalam seri televisinya. Aku semula mengira bahwa ini merupakan film kompilasi, seperti halnya kebanyakan movie adaptasi seri TV mecha lainnya.

Tapi ternyata, aku salah besar.

Don’t be late to my concert night!

Berlatar 30 tahun sesudah akhir seri televisi yang paling pertama, Super Dimensional Fortress: Macross, dengan bantuan teknologi Protoculture yang diketemukan kembali dari reruntuhan kapal induk Macross yang dulu pernah jatuh ke Bumi, umat manusia telah mulai melakukan eksplorasi ke angkasa raya untuk menemukan planet-planet baru yang bisa dihuni. Upaya ini dilakukan demi mencegah kemungkinan musnahnya umat manusia seperti yang hampir terjadi dalam perang besar melawan bangsa alien Zentraedi, yang akhirnya berakhir sesudah bangsa Zentraedi berhasil diperkenalkan kembali akan adanya ‘cinta kasih’ dan ‘budaya.’

Di salah satu kapal induk penjelajah ini, Macross Frontier, cerita dibuka dengan renungan remaja Saotome Alto tentang betapa inginnya ia bisa terbang di sebuah langit sungguhan secara bebas—tak terkungkung oleh kubah kaca pencipta langit sintetik seperti yang menaungi kota di Frontier.

Alto adalah remaja di SMA Mihoshi yang tengah menuntut ilmu untuk menjadi seorang pilot. Ia sebenarnya dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mendalami seni peran kabuki. Ayahnya pun adalah seorang pemain kabuki ternama. Tapi Alto memberontak atas keinginan ayahnya yang berharap Alto mengikuti jejaknya, dan akhirnya lari dari rumah dan memilih untuk menjadi pilot. Sepanjang waktu, ia terus didera pertanyaan tentang benar tidaknya keputusan yang telah ia ambil ini, yang tercermin dari keinginannya untuk ‘terbang bebas’ tanpa terkekang oleh apapun yang mungkin menahannya.

Pada suatu ketika, ia dan teman-temannya diminta untuk menjadi ‘penerbang latar’ bagi penyanyi idola terkenal dari kapal induk Macross Galaxy, Sheryl Nome, yang akan mengadakan konster di Frontier. Mereka, dengan mengadakan perangkat terbang portabel Ex-Gear, akan terbang mengitari panggung konser dan bertanggung jawab dalam pemberian efek-efek khusus.

Rencana konster ini disambut dengan antusias oleh para penduduk Frontier. Terutama oleh gadis sahabat Alto dari sekolah lain yang bekerja paruh waktu di restoran Nyan-nyan, Ranka Lee. Ranka merupakan penggemar berat Sheryl, dan ia diam-diam bermimpi suatu saat bisa menjadi penyanyi tenar seperti dirinya juga.

Tapi konser meriah tersebut berakhir mendadak saat Macross Frontier tiba-tiba diserang oleh makhluk-makhluk luar angkasa misterius serupa serangga yang belakangan dikenal dengan sebutan ‘Vajra.’ Dalam kekacauan yang berlangsung, Alto mendapati dirinya terdampar bersama Ranka dan Sheryl. Lalu dengan mata kepalanya sendiri, ia menyaksikan bagaimana keberadaan organisasi paramiliter swasta SMS (Strategic Military Services) terkuak.

SMS rupanya adalah civilian miltary provider yang telah dipekerjakan oleh pemerintahan NUNs (New United Nations) untuk menyediakan sekaligus menguji persenjataan baru yang akan digunakan untuk pasukan militer mereka. Dalam pertempuran yang berlangsung, terlihat bagaimana hanya persenjataan canggih yang dibawa SMS sajalah yang mampu menjadi tandingan bagi ketangguhan fisik Vajra. Tapi kejutan terbesar yang Alto dapatkan adalah kenyataan bahwa dua teman sekolahnya, Michel Blanc dan Luca Anggeloni (dalam seri TV dikisahkan karena latar belakang keluarga mereka) juga adalah pegawai SMS. Untuk menjaga kerahasiaan keberadaan SMS, Alto mendapat tawaran untuk secara formal bergabung menjadi pilot pesawat tempur Valkyrie VF-25 Messiah.

Dengan demikian, kehidupan baru Alto bersama SMS pun dimulai.

@ Formo

Pendapat bahwa inti cerita movie ini sama persis dengan seri TV-nya sebenarnya tak salah. Tapi eksekusinya yang berbeda benar-benar menjadikannya lebih bagus secara mencengangkan.

Cerita berkembang dengan dihubunginya kembali Alto oleh Sheryl yang ingin meminta bantuan dalam mencari sebelah antingnya yang hilang. Anting tersebut hilang dalam kekacauan yang berlangsung sebelumnya, dan Sheryl tak tahu lagi siapa yang bisa ia mintai tolong karena anting tersebut memiliki arti yang teramat mendalam baginya.

Melalui rangkaian adegan yang terbentuk sesudah itu, kita disuguhi fokus lebih terhadap perkembangan hubungan mereka berdua yang anehnya tak ada dalam seri TV. Hal tersebut menjadikan baik Alto maupun Sheryl tokoh-tokoh yang lebih simpatik, dan ini diperkuat dengan performa kedua pengisi suara mereka yang di sini memainkan peranan mereka dengan benar-benar optimal.

Ranka, bintang baru yang memulai debutnya dan akan menjadi saingan Sheryl, tentu saja juga mendapatkan porsi perkembangan karakter yang pas. Trauma yang menyegel ingatan masa lalunya yang terkait dengan Vajra masih memegang peranan besar. Tapi segala sesuatu soal debutnya tak dieksposisi berlebihan seperti yang dilakukan dalam versi seri TV.

Karakter-karakter sampingan seperti Michel dan Grace O’Connor juga secara efektif mendukung perkembangan karakter yang dialami Alto dan Sheryl. Di versi ini terlihat betapa masing-masing dari mereka seseungguhnya memiliki ikatan persahabatan yang mendalam dengan satu sama lain, yang sekali lagi, tak begitu tersampaikan dalam seri TV-nya.

Sisa persoalan relationship lain hanya sebatas diimplikasikan saja. Segala sesuatu menyangkut Ozma Lee—kakak angkat Ranka yang secara diam-diam juga bekerja sebagai pemimpin Skull Squadron SMS—juga hanya dihadirkan bersama segala sangkut pautnya dengan Ranka dan Vajra. Tokoh-tokoh seperti Leon Mishima dan Brera Sterne (yang kini ditampilkan sebagai bodyguard Sheryl dan Grace) juga masih belum terlalu berperan dalam versi cerita ini. Jadi perhatian film ini tak pernah melenceng dari hubungan segitiga antara Alto, Sheryl, dan Ranka; dan pendekatan itulah yang membuatnya menjadi bagus!

Cerita mencapai klimaksnya saat Alto mencurigai Sheryl sebagai mata-mata pihak Galaxy, yang sengaja mendekatinya agar bisa mendapatkan informasi rahasia dari SMS. Tapi dugaan bahwa orang-orang Galaxy sengaja memancing Vajra ke Frontier terbantahkan saat tanda SOS telah diterima dari Galaxy yang kini di ambang kehancuran akibat serangan Vajra. Saat Ozma bersama Catherine Glass, putri presiden pemerintahan Frontier, mengetahui kenyataan sebenarnya yang pemerintahan Frontier sembunyikan ini, Sheryl secara mengejutkan menyewa jasa SMS untuk mengirim skuadron pasukan tempur ke Galaxy dan menyelamatkan para pengungsi. Hasilnya adalah salah satu adegan animasi pertempuran mecha paling memukau yang pernah kulihat.

Memang masih ada sejumlah subplot yang dibiarkan menggantung. Tapi movie ini memang baru melingkupi setengah cerita. Kisah ini masih akan dilanjutkan dan dituntaskan dalam film layar lebar kedua yang akan keluar awal tahun 2011 nanti, Macross Frontier: Sayonara no Tsubasa (subjudul kurang lebih berarti: ‘sayap-sayap perpisahan’).

Apa seri ini masih akan bisa diakhiri sebagaimana semestinya? Yah, kita lihat saja nanti. Tapi dengan melihat gelagatnya—terutama dari perkembangan plot yang dimulai dari Sheryl menginspirasi Alto, lalu dilanjutkan dengan Alto balik menginspirasi Ranka—sepertinya para pembuat telah melakukan pengkajian teramat mendalam tentang apa sesungguhnya yang bisa mereka lakukan dengan cerita ini. Kurasa kita bisa menghasilkan hasil yang baik.

(Oya. Untuk peringatan, ada beberapa adegan nudity yang agak mengganggu di dalamnya. Tapi kayaknya soal ini enggak ada artinya aku permasalahkan.)

Penilaian

Konsep: A; Visual: S; Audio: A+; Perkembangan: A-; Eksekusi: S; Kepuasan Akhir: A


About this entry