Umineko no Naku Koro ni (VN1)

Belum lama ini aku berkesempatan untuk memainkan versi visual novel dari Umineko no Naku Koro ni (waktunya kebetulan pas banget menjelang Halloween, ya, aku tau). Sebagaimana yang pernah kuceritakan sebelumnya, akibat keterbatasan durasi dan sebagainya, sepertinya ada banyak penjelasan detil yang terpaksa dilewat di dalam versi anime-nya. Di sisi lain, aku agak jenuh belakangan, dan sudah lama aku tak memainkan sebuah VN. Jadi kurasa sudah saatnya aku memberi diriku sedikit hiburan.

Bagi yang belum tahu, Umineko merupakan sound novel (jenis VN yang lebih memberi penekanan pada bunyi-bunyian daripada gambar) terkenal yang merupakan instalasi ketiga dari seri When They Cry. Di dalam Umineko, kita disuguhi sebuah drama misteri pembunuhan di pulau terpencil yang semakin lama berkembang menjadi sesuatu yang jauh melebihi bayangan. Berbeda dengan beberapa game lain, Umineko bersifat linier, dalam artian tak ada pilihan rute sama sekali yang perlu kita ambil. Kita hanya perlu membaca dan membaca, sembari berusaha mencerna setiap perkembangan tak terduga yang terjadi. Karena ceritanya memang ditulis dengan bagus, dengan begini saja Umineko sudah seru kok. Memang agak menguras pikiran sih. Tapi seru.

Maka sesudah mengaplikasikan patch terjemahannya yang telah lama beredar di Internet (yang secara menakjubkan mendapat dukungan dari Ryukishi 07 sendiri dari 07th Expansion), aku mempersiapkan pikiran dan kesabaranku kembali untuk berkunjung ke Rokkenjima sekali lagi.

Bidak

Pada episode pertama Umineko, Legend of the Golden Witch, kita diperkenalkan kepada 17 pemain utama yang berperan dalam intrik pembagian harta warisan dan teka-teki pencarian harta karun keluarga Ushiromiya. Latarnya adalah tahun 1985, di acara pertemuan keluarga tahunan yang diadakan di rumah kediaman utama di sebuah pulau bernama Rokkenjima. Segera mereka terperangkap di pulau tersebut akibat badai yang pada malam harinya menyerang. Lalu selama dua hari ketika badai berlangsung itu, serangkaian kejadian di luar nalar mulai menimpa mereka satu per satu…

Peralihan sudut pandang cerita antara masing-masing tokoh—yang selalu berlangsung secara tiba-tiba—bisa jadi agak membingungkan. Tapi jika ada yang pantas disebut sebagai tokoh sentral, maka itu adalah Ushiromiya Battler, pemuda 17 tahun yang baru pada tahun ini hadir kembali dalam acara pertemuan keluarga sesudah bertahun-tahun mengasingkan diri.

Perlu diperhatikan bahwa meski dari luar kesemuanya bisa bersikap seperti keluarga yang harmonis dan bahagia, dengan segera kita dapati bahwa masing-masing anggota keluarga Ushiromiya memiliki ‘sisi lain’ mereka sendiri-sendiri.

Status mereka diurutkan berdasarkan tingkat kedudukan mereka di hadapan sang kepala keluarga, dan mereka dibedakan antara ‘orang-orang dalam’ dan ‘orang-orang luar’ melalui pemberian bordiran lambang ‘Elang Bersayap Satu’ pada pakaian-pakaian mereka.

Para bidak yang bermain tersebut adalah sebagai berikut:

—————————-

Ushiromiya Kinzo; kepala keluarga Ushiromiya, lelaki jenius yang mengembalikan seluruh kekayaan dan kejayaan keluarga Ushiromiya hanya dalam satu generasi, sesudah insiden gempa besar Kanto yang menghabiskan seluruh aset keluarga dulu. Konon, modal pinjaman untuk memperoleh kembali semua kekayaan itu berupa batangan-batangan emas murni yang Kinzo dapatkan dari seorang penyihir wanita bernama Beatrice.

Tak ada yang tahu apakah batangan-batangan emas itu betul-betul ada atau tidak. Sebagian besar pihak juga berpendapat bahwa ‘Beatrice’ sesungguhnya adalah nama wanita simpanan Kinzo yang telah meninggal. Tetapi obsesi abnormal Kinzo terhadap Beatrice, serta hobinya mempelajari ilmu-ilmu sihir dan hal-hal lain berbau occult, memunculkan tanda tanya besar tentang siapakah Beatrice sesungguhnya…

Di usianya yang telah lanjut, Kinzo tengah sekarat akibat suatu penyakit yang sudah lama dideritanya. Hanya ada sedikit sekali orang yang ia percayai, dan ia memandang anak-anak dan cucu-cucunya tidak kompeten dan hanya mengejar warisan hartanya saja.

Ia memiliki sebuah cincin khusus yang memperlihatkan statusnya sebagai kepala keluarga, yang pola capnya dapat digunakan sebagai segel surat yang menandai kedudukannya. Tentu saja, sebagai kepala keluarga, ia menyandang Elang Bersayap Satu.

Ushiromiya Krauss; putra sulung Kinzo, yang meski memiliki pandangan seorang visioner, tidak memiliki cukup kemampuan untuk mengeksekusi gagasan-gagasannya secara baik. Ia selalu menegaskan bahwa kondisi keuangannya baik-baik saja, tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya dan ia tengah dikejar-kejar utang. Selama Kinzo sakit, ia-lah yang berperan sebagai wakil dalam menangani aset-aset keluarga. Karena itulah, timbul kecurigaan dari adik-adiknya bahwa ia secara diam-diam menggelapkan sebagian kekayaan Kinzo.

Apabila Kinzo meninggal, maka kedudukan sebagai kepala keluarga akan jatuh ke tangannya.  Semenjak kecil, ia memiliki hubungan yang buruk dengan adik-adiknya. Ia tinggal di Rokkenjima bersama istri dan anaknya.

Sebagai garis keturunan pertama Kinzo, ia juga menyandang Elang Bersayap Satu.

Natsuhi; istri Krauss yang berusia jauh lebih muda darinya. Berasal dari sebuah keluarga terpandang lain, pernikahannya dengan Krauss adalah pernikahan yang telah diatur untuk kepentingan masing-masing keluarga. Tetapi ia senantiasa berusaha mendukung suaminya dengan segala cara. Ia pulalah yang bertanggung jawab mengelola urusan rumah tangga di kediaman utama di Rokkenjima.

Kerap didera sakit kepala, yang besar kemungkinan timbul akibat tekanan-tekanan batin yang dirasakannya. Memiliki hubungan kurang baik dengan putrinya. Merasakan semacam beban dalam mendidik putrinya untuk menjadi calon kepala keluarga yang layak.

Ia tidak menyandang Elang Bersayap Satu, mengingat ia bukan berasal dari garis keturunan keluarga Ushiromiya. Tetapi Kinzo mengakui segala kerja kerasnya untuk kepentingan keluarga, dan terlihat menghargainya sampai ke tingkatan tertentu.

Jessica; putri tunggal Natsuhi dan Krauss yang masih berusia remaja. Sifatnya tomboi dan pemberontak terhadap kedua orangtuanya. Tetapi ia populer di sekolah berkat sifat supelnya, dan sebenarnya ia tidak peduli dengan segala urusan warisan dan kedudukan keluarga. Mungkin karena alasan-alasan itu, nilai-nilai akademisnya sayangnya tidak terlalu menonjol.

Akrab dengan sepupu-sepupunya yang lain. Memiliki penyakit asma bawaan. Sebagai gadis remaja, ia juga merasakan keinginan untuk jatuh cinta. Tapi jarangnya ia berinteraksi dengan anak-anak lelaki (karena ia disekolahkan di sekolah khusus putri) membuatnya kerap kebingungan bila harus berurusan soal ini.

Sebagai keturunan langsung Krauss, ia menyandang Elang Bersayap Satu.

Ushiromiya Eva; adik pertama Krauss dan putri pertama Kinzo. Sosok luarnya elegan dan ramah. Ia sangat cerdas. Tetapi mungkin akibat masa kecilnya yang keras, ia sebenarnya ambisius dan tak segan-segan melukai siapapun yang ia anggap mengancam kehormatannya.

Sebagai seorang anak perempuan, lazimnya sesudah menikah ia akan menjadi bagian dari keluarga suaminya. Tetapi karena Jessica yang akan menjadi pewaris pada saat itu masih belum lahir, ia mengusulkan pada Kinzo agar boleh tetap menggunakan Ushiromiya sebagai nama keluarga.

Sebagai keturunan langsung Kinzo, ia menyandang Elang Bersayap Satu.

Hideyoshi; suami Eva, pengusaha restoran siap saji yang berpembawaan ceria dan menyenangkan. Berdasarkan permintaan Eva, ia mengganti marganya menjadi Ushiromiya. Ia-lah yang biasanya menjadi ‘penyeimbang’ pada saat sifat ketus Eva sedang kumat, dan Eva memandang dirinya sebagai sumber kebahagiaannya yang palng utama.

Ia mulai menjual saham perusahaannya agar memiliki cukup dana untuk mengekspansi waralabanya. Tetapi keputusan manajemen yang salah membuatnya terancam kehilangan kepemilikan atas perusahaannya tersebut. Ia membutuhkan dana sangat besar dalam waktu segera agar dapat membeli kembali mayoritas saham perusahaannya dari orang-orang yang bermaksud buruk terhadap dirinya.

Sama seperti Natsuhi, sebagai orang luar, ia tidak menyandang Elang Bersayap Satu.

George; putra tunggal Eva, sekaligus cucu tertua Kinzo, yang dengan sukses telah dipersiapkan sejak kecil sebagai pewaris mengingat waktu itu Jessica masih belum lahir. Berusia di awal usia dua puluhan. Sosoknya berpengetahuan luas, rasional, ramah, dan sangat pandai dalam berhadapan dengan orang lain.

Ia dipandang sebagai ‘kakak’ dan dihormati oleh sepupu-sepupunya yang lain. Tetapi meski kompeten, ia juga sebenarnya tak terlalu mempermasalahkan masalah kedudukan dan pembagian warisan. Pilihan calon istri-nya menuai konflik di antara anggota-anggota keluarganya yang lain…

Sebagai keturunan langsung Eva, ia menyandang Elang Bersayap Satu.

Ushiromiya Rudolf; lelaki santai adik Krauss dan Eva, yang dulunya seorang playboy. Battler, sang tokoh sentral, merupakan putranya dengan mendiang isrinya yang terdahulu. Sesudah menikah lagi, hubungannya dengan Battler sempat memburuk. Tetapi sesudah kakek-nenek Battler dari pihak ibu meninggal, Battler terpaksa tinggal kembali bersamanya dan  kini mereka sudah berdamai dan bisa kembali saling menghargai.

Ia menjalankan suatu perusahaan di Amerika yang bergerak di suatu bidang yang tak lazim. Akibat suatu kasus, perusahaannya terancam dijerat ke pengadilan, dan ia diharuskan menyediakan uang ganti rugi dalam jumlah teramat sangat besar. Dengan kata lain, iapun memerlukan uang dalam jumlah teramat banyak dalam waktu singkat.

Sebagai anak ketiga Kinzo, ia menyandang Elang Bersayap Satu.

Kyrie; istri kedua Rudolf yang sekaligus seorang kenalan lamanya. Sifatnya mandiri, intelek, dan berpandangan tajam. Meski tidak membencinya, Battler kesulitan memandang Kyrie sebagai pengganti ibunya. Karena itu Battler memanggilnya dengan ‘Kyrie-san’ alih-alih dengan sebutan ‘Ibu.’ Kyrie sendiri tampak tak keberatan dengan hal ini, selama ia dan Battler masih bisa berinteraksi.

Cara berpikirnya yang terbuka membuatnya mudah bergaul dengan semua orang. Di awal cerita, ia masih belum tahu apa-apa soal masalah yang dihadapi Rudolf.

Sebagai orang luar, ia tak memiliki Elang Bersayap Satu.

Battler; putra Rudolf dengan mendiang istri pertamanya, Asumu. Dari sudut pandang Battler-lah, lika-liku pertemuan keluarga dan perkembangannya paling banyak kita lihat. Sebaya dengan Jessica. Sifatnya ramah dan suka bercanda. Ia agak lemah bila menaiki kendaraan, tak begitu pandai di pelajaran, dan terkadang kurang peka membaca situasi. Ia juga sebenarnya tak terlalu menghormati Rudolf sebagai ayahnya. Tetapi ada satu keistimewaan tertentu pada dirinya yang membedakannya dari sepupu-sepupunya yang lain, yang perlahan akan terungkap sepanjang cerita…

Sama seperti sepupu-sepupunya, ia juga tak peduli dengan status keluarga Ushiromiya ataupun pembagian harta warisan. Sesudah enam tahun tak berjumpa, ia hanya berharap bisa meluangkan waktu yang menyenangkan bersama sepupu-sepupunya yang lain  Battler juga memiliki adik perempuan tiri bernama Ange, yang pada dua hari naas itu, tak bisa ikut bersama keluarganya ke Rokkenjima akibat penyakit yang dideritanya.

Sebagai putra Rudolf, ia menyandang Elang Bersayap Satu.

Ushiromiya Rosa; anak perempuan bungsu Kinzo yang berbeda usia cukup jauh dari kakak-kakaknya. Pada dasarnya, ia perempuan yang baik hati dan penyayang. Namun tekanan-tekanan hidup yang dirasakannya, terutama sebagai orangtua tunggal, sepertinya telah membuatnya pada waktu-waktu tertentu kehilangan kendali diri.

Ia mengelola butik pakaian miliknya sendiri, tapi tampaknya wirausahanya tersebut sedang mengalami masalah. Tak banyak yang diketahui tentang identitas suaminya, dan tampaknya topik tersebut telah menjadi sesuatu yang tabu dibicarakan di antara anggota-anggota keluarganya yang lain.

Sebagai keturunan langsung Kinzo, ia menyandang Elang Bersayap Satu.

Maria; putri tunggal Rosa yang berusia sembilan tahun. Sifatnya polos dan jauh lebih kekanak-kanakan daripada usianya. Serupa dengan kakeknya, Kinzo, Maria juga memiliki kesukaan terhadap sihir dan hal-hal occult. Tetapi berbeda dari prasangka banyak orang, Maria juga sungguh-sungguh mendalaminya, dan sikapnya yang ceria berubah menjadi menakutkan apabila topik pembicaraannya menyangkut hal-hal berbau sihir. Ia juga merupakan orang pertama yang tanpa ragu percaya bahwa si penyihir Beatrice benar-benar ada.

Maria sebenarnya mengalami banyak kesulitan di sekolah, besar kemungkinan akibat kondisi ibunya yang bipolar. Pembelajarannya terhadap sihir menjadi semacam pelariannya, dan kenyataan tersebut membuatnya semakin dipandang aneh hingga ia sampai dikucilkan oleh anak-anak sebayanya. Perkataan khasnya adalah “Uuu!” yang nadanya menjadi ungkapan perasaannya. Pada dasarnya, Maria sebenarnya anak periang yang teramat cerdas.

Sebagai keturunan langsung Rosa, Maria menyandang Elang Bersayap Satu.

Genji Ronove; kepala pelayan di kediaman utama di Rokkenjima. Ia orang paling lama yang pernah melayani Kinzo, serta semestinya menjadi salah satu orang yang paling mengenalnya. Sebagai pelayan, Genji sangat setia dan kompeten. Dia juga merupakan satu dari sekian sedikit orang yang masih Kinzo percayai dan pandang sebagai teman.

Meski tak pernah bermaksud buruk, ada beberapa hal tentang kondisi Kinzo yang senantiasa enggan dikemukakannya kepada anggota-anggota keluarga Ushiromiya yang lain. Sebagai pelayan paling senior yang telah paling lama mengabdi, Genji juga tak pernah meragukan keberadaan Beatrice sekalipun dirinya belum pernah melihatnya secara langsung.

Sebagai bentuk tanda jasa atas pengabdiannya, Genji telah dianugrahi Kinzo hak untuk menyandang Elang Bersayap Satu.

Shannon; salah satu gadis pelayan yang bekerja di Rokkenjima. Meski sebenarnya sangat terampil, ia mudah sekali goyah dan gugup apabila melakukan suatu kesalahan. Ia bersama sejumlah pelayan lainnya konon adalah anak-anak yatim piatu yang praktis telah ‘dibesarkan’ di rumah tangga Ushiromiya sesudah cukup usia untuk meninggalkan panti asuhan. Ia sebaya dengan Jessica. Karena itu mereka berdua bersahabat dekat. Iapun secara relatif bisa bergaul dengan mudah bersama sepupu-sepupu yang lainnya. ‘Shannon’ adalah nama yang diberikan padanya saat bekerja. Nama tersebut bukanlah nama aslinya.

Shannon jatuh cinta pada George, tetapi ia sadar perbedaan status di antara mereka akan menjadi halangan. Ia juga berpendapat bahwa teka-teki soal keberadaan si penyihir Beatrice bukanlah sesuatu yang boleh disepelekan.

Sama seperti Genji, sebagai tanda atas kesetiaan dan pengabdiannya, ia juga menyandang Elang Bersayap Satu. Nama asli Shannon adalah Sayo.

Kanon; seorang pelayan muda yang bekerja di Rokkenjima. Ia sedikit lebih muda dibandingkan Battler dan Jessica. Sifatnya pendiam dan penyendiri, tapi ia senantiasa mengemban pekerjaan-pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab. Ia berasal dari panti asuhan yang sama seperti Shannon, dan ia memandang Shannon sebagai suatu figur ‘kakak.’ Terdapat sejumlah pelayan lain seperti Shannon dan Kanon, tetapi kebetulan pada hari pertemuan keluarga itu, hanya mereka berdua yang mendapat giliran bekerja. Serupa dengan Shannon, ‘Kanon’ juga bukanlah nama aslinya.

Kanon menentang hubungan Shannon dengan George, karena ia sadar bahwa Eva akan melakukan segalanya agar hubungan mereka kandas, sedangkan Kanon tak ingin Shannon sampai terluka. Tetapi di sisi lain, Kanon telah memikat perhatian Jessica, dan ia senantiasa berada dalam penyangkalan tentang apa yang ia sendiri rasakan terhadap anak majikannya tersebut. Ia memiliki pendapat yang sama dengan Shannon soal teka-teki tentang keberadaan Beatrice, tetapi cara pandangnya terhadap urusan tersebut sama sekali tidak sama.

Sama seperti Genji dan Shannon, sebagai tanda atas kesetiaan dan pengabdiannya, ia juga menyandang Elang Bersayap Satu.

Gohda; seorang pelayan relatif baru sekaligus koki berpengalaman luas yang telah dipekerjakan Natsuhi di Rokkenjima. Sifatnya tinggi hati dan ingin menarik perhatian. Ia juga tak segan menimpakan kesalahan-kesalahannya kepada pelayan-pelayan lain. Meski secara teknis kedudukannya lebih rendah, ia memandang remeh Shannon dan Kanon yang berusia jauh lebih muda darinya, karena merasa bahwa pengalaman bertahun-tahunnya bekerja di hotel-hotel ternama membuatnya lebih pantas dihormati.

Karena masih belum lama bekerja untuk keluarga Ushiromiya, ia tak menyandang Elang Bersayap Satu.

Kumasawa; seorang wanita tua yang telah puluhan tahun bekerja untuk keluarga Ushiromiya di Rokkenjima. Sifatnya ceria, dan ia senang bercanda untuk meramaikan suasana. Tetapi karena ia punya kebiasaan buruk untuk menguping pembicaraan orang dan melalaikan pekerjaan, tingkatannya sebagai pelayan tak pernah berubah ke kedudukan yang lebih tinggi.

Karena alasan yang telah disebutkan di atas, ia juga tak menyandang Elang Bersayap Satu.

Nanjo; dokter pribadi Kinzo sekaligus temannya dalam bermain catur. Ia telah mengenal Kinzo selama bertahun-tahun dan telah lama mendiagnosis bahwa usia Kinzo sudah tak panjang lagi. Tetapi nyawa Kinzo yang masih bertahan dan kekuatan tekad yang masih ia perlihatkan membuatnya sadar bahwa analisis ilmu kedokteran biasa sudah tak lagi berlaku terhadap Kinzo.

Tentu saja, sebagai orang luar yang tak terikat dengan keluarga Ushiromiya, ia tak menyandang Elang Bersayap Satu.

—————————–

(bersambung)

 

Rokkenjima sendiri konon merupakan satu di antara gugusan pulau yang terletak di laut selatan Jepang. Pulau tersebut dimiliki secara pribadi oleh keluarga Ushiromiya, dan legenda menyebutkan bahwa pemilik pulau itu yang satunya tidak lain adalah penyihir wanita bernama Beatrice.

 

Kediaman utama keluarga Ushiromiya dan area-area di sekelilingnya hanya mencakup sebagian kecil pulau. Sisa bentang alam Rokkenjima masih diselimuti hutan yang belum terjamah, yang berbahaya untuk dimasuki tanpa persiapan atau pengetahuan terlebih dahulu. Di suatu tempat di kedalaman hutan itu, Beatrice diyakini bersemayam.

 

Pada dua hari tatkala pertemuan keluarga ini dilangsungkan, taifun menyerang pulau dan pulau kehilangan koneksi dengan dunia luar. Di sinilah segala drama yang melibatkan keluarga Ushiromiya kemudian terjadi.


About this entry