Star Driver: Kagayaki no Takuto

(Ini adalah bahasan untuk bagian awal versi seri TV-nya. Bahasan soal movie dan lebih banyak soal tokohnya bisa dilihat di sini)

Aku bisa gila kalau tak menulis sesuatu tentang ini.

Salah satu anime yang menjadi highlight di musim ini bisa jadi merupakan salah satu anime mecha paling aneh yang pernah dibuat.

Sesudah mendengar kabar tentang produksinya pada pertengahan 2010 lalu, aku dan banyak penggemar (mecha) lainnya menanti dengan penuh harap saat-saat anime ini ditayangkan. Kabar bahwa studio animasi BONES bertanggung jawab atas pembuatannya semakin menuai sensasi. Lalu keterlibatan Enokido Yojii (pencetus cerita Shoujo Kakumei Utena) juga membuat para pemerhati semakin bertanya-tanya.

Sesudah episode pertamanya keluar dua minggu sebelum tulisan ini dibuat, sepertinya ada banyak sekali yang bisa kukatakan tentang anime ini.

Kukatakan sekali lagi, anime ini bisa jadi merupakan anime mecha paling aneh yang pernah kutonton.

Singing out my youth!

Pada dasarnya, Star Driver: Kagayaki no Takuto, atau Star Driver: Takuto of the Radiance, bergenre super robot. Artinya, kau takkan menemukan mecha-mecha meluncur dari hangar dan dipersenjatai dengan teknologi-teknologi baru dsb. Yang kau temukan adalah mecha-mecha ‘tak masuk akal’ yang bisa saja muncul entah dari mana dan pada setiap episode baru, menampilkan jurus atau senjata baru yang sama atau lebih ‘gila’ dibandingkan apa yang pernah dipelihatkan pada episode-episode sebelumnya.

Ya, seperti Getter Robo atau Mazinger Z. Anime-anime super robot klasik gitu.

Tapi Star Driver itu jauh, jauh, jauh lebih berwarna-warni, enggak lazim, sulit dicerna, dan dramatis.

Seperti yang pernah kuceritakan pada tulisan yang lalu, Tsunashi Takuto adalah seorang pemuda yang sesudah bersusah payah berenang dari daratan, menjadi murid baru di SMA yang terdapat di Pulau Southern Cross. Ia lalu berkenalan dengan Agemaki Wako, gadis yang secara kebetulan menyelamatkannya, serta Shindo Sugata, yang merupakan tunangan Wako. Keduanya memperkenalkan Takuto pada teman-teman mereka yang lain di klub drama sekolah Midnight Flight, yang dipimpin seorang kakak kelas bernama Endo Sarina.

Di suatu tempat di pulau ini, tersembunyi sekitar 20an mecha raksasa berbentuk patung manekin ramping yang disebut Cybody. Mecha-mecha ini dapat diaktifkan (apprivoise) dan dikemudikan oleh orang-orang tertentu yang disebut Star Driver. Masih belum dijelaskan dari mana dan untuk apa mecha-mecha ini diciptakan. Tapi sebuah organisasi rahasia bernama Kiraboshi Juujidan (‘The Order of Glittering Stars,’ atau disebut juga ‘The Glittering Crux‘) bermaksud untuk mempergunakan mecha-mecha ini untuk kepentingan mereka sendiri.

Apabila sebuah Cybody diaktifkan, maka aliran waktu di dunia akan berhenti kecuali bagi orang-orang tertentu(!). Suatu alam paralel lain akan melingkupi seisi dunia (zero time). Kemudian patung Cybody yang serupa manekin di dunia nyata akan menampakkan wujud aslinya dan bisa bergerak bebas dalam alam paralel lain ini. Dengan demikian,  masing-masing Cybody bisa dikatakan memiliki kekuatan yang setara  dengan semacam senjata pemusnah massal.

Ada empat orang gadis khusus yang disebut ‘miko‘ di pulau ini yang keberadaannya menjadi semacam segel bagi keseluruhan Cybody. Keempatnya diburu oleh Kiraboshi Juujidan untuk dipatahkan segelnya, dan sebagaimana diketahui oleh para penduduk pulau yang lain, Wako merupakan salah seorang di antara mereka.

Di awal cerita, gadis yang menjadi miko utara telah dipatahkan segelnya, dan Wako kemudian menjadi sasaran Kiraboshi Juujidan yang selanjutnya.

Tapi di luar dugaan setiap orang, Takuto kemudian membuka tabir atas identitas sesungguhnya sebagai Ginga Bishonen (‘the Galactic Pretty Boy‘) yang legendaris dan menyelamatkan Wako dengan menggunakan Cybody miliknya sendiri, Tauburn.

Selanjutnya terungkap bahwa ada dua pihak yang secara diam-diam saling berseteru di pulau itu, yakni Kiraboshi Juujidan dengan orang-orang yang menentang mereka. Untuk suatu alasan, Midnight Flight mengetahui tentang keberadaan organisasi rahasia tersebut dan berada dalam posisi menentang mereka. Berterima kasih pada Takuto, para anggotanya kemudian mendukung Takuto dalam upayanya untuk terus melindungi Wako dan kedua miko lain yang masih tersisa. Mereka juga membantunya dalam menyelidiki lebih lanjut tentang kebenaran sesungguhnya dari Kiraboshi Juujidan dan orang-orang yang menyusunnya.

Apprivoise!

Ada banyak sekali tokoh yang terlibat dalam seri ini, sehingga agak susah menjabarkan mereka satu persatu. Tapi intinya, orang-orang bertopeng di Kiraboshi Juujidan adalah orang-orang yang juga dikenal Takuto dan kawan-kawannya di sekolah. Lalu dengan kerahasiaan identitas yang mereka miliki, sepertinya mereka secara berkala akan menantang Takuto dalam adu Cybody dalam upaya mereka mendapatkan Wako.

Nuansa ceritanya mirip sekali dengan Utena. Terlebih dengan beragam karakternya yang memiliki sifat-sifat unik mereka sendiri-sendiri. Kita sebagai penonton langsung dihadapkan pada beragam hal aneh di Southern Cross, dan dibiarkan untuk ‘menelan saja dulu’ semua keanehan ini sebelum penjelasannya muncul pada saatnya tiba. Siapa sebenarnya Takuto, sang Ginga Bishounen, dan mengapa para anggota Juujidan menyebutnya legendaris? Siapa sebenarnya anggota-anggota Midnight Flight? Siapa sebenarnya pula para miko dan dari mana kekuatan mereka berasal? Apa pertolongan CPR benar-benar bisa dihitung sebagai first kiss? Sepertinya masih akan ada waktu cukup lama sampai pertanyaan-pertanyaan itu terjawab.

Terlepas dari itu, secara pribadi aku menganggap aspek presentasi anime ini sebagai salah satu yang terbaik dalam musim gugur ini. Animasinya sangat tajam dan halus. Musik dan suara para karakter dengan jelas menghidupkan dunia Star Driver yang penuh kejutan ini. Adegan-adegan pertarungan mechanya mungkin agak mengecewakan bagi mereka yang mengharapkan sesuatu seperti Gundam. Adegan-adegan pertarungan tersebut bahkan berbeda dari jenis yang ditampilkan di Gurren Lagann. Adegan-adegan aksinya benar-benar lebih banyak mengingatkanku akan seri klasik Mazinger Z, di mana yang terpenting untuk ditampilkan adalah pose keren dan semangat–meski jelas para tokoh di Star Driver tak berdarah panas seperti di anime-anime super robot kebanyakan.

Aspek misteri dan karakternya sepertinya akan menjadi daya pikat utama. Tapi ini bukan tontonan yang berat dan memaksa penonton banyak mikir. Ini jenis seri yang akan disukai oleh mereka-mereka yang tak berharap terlalu banyak, dan menerima saja apapun hal aneh yang akan disuguhkan pada mereka. Di balik premisnya yang agak absurd dan nonsensical, pembangunan suasananya benar-benar keren, btw. Nyanyian sang miko utara yang mengiringi setiap konfrontasi antar Cybody benar-benar menjadi salah satu BGM yang takkan kulupakan dalam waktu dekat. (Mengingatkan akan lagu ‘Absolute Destiny Apocalypse’ dari seri Utena)

Beberapa seiyuu ternama turut hadir di seri ini. Ada Fukuyama Jun (Lelouch Lamperouge) dan Sakamoto Maaya (Nino-san). Tapi yang mendapat sorotan utama jelas-jelas adalah Miyano Mamoru (Setsuna F. Seiei), yang peranannya sebagai Takuto banyak mengingatkanku akan perannya sebagai Kida Masaomi dalam Durarara!!

Yah, kita lihat saja dulu seperti apa perkembangannya.

Extra Mini Review: Tentang Utena

Buat mereka yang bertanya-tanya, Shoujo Kakumei Utena, atau Revolutionary Girl Utena, merupakan sebuah seri anime super aneh yang sempat keluar menjelang akhir tahun 90an. Versi manga dengan nuansa yang sama, tapi perkembangan cerita yang berbeda, sempat dibuat oleh manga-ka ternama Saito Chiho.

Ceritanya berlatar di sebuah perguruan (SMA) bernama Otori Gakuen. Di sekolah bernuansa aristokratik ini, duel-duel pedang ala anggar kerap dilangsungkan untuk mempertaruhkan kepemilikan atas sang Rose Bride, Himeya Anthy. Apa peran Anthy dan kekuatan dahsyat macam apa yang dimilikinya, sehingga ia kerap dilecehkan oleh siswa-siswa lelaki yang memilikinya, baru akan dijelaskan menjelang akhir cerita. Tapi kontroversi nyata-nyata terjadi tatkala Anthy secara tak terduga jatuh ke tangan Tenjou Utena, seorang siswi(!) yang berkeinginan menjadi ‘pangeran’ yang melindungi sang putri. Utena yang tomboi kemudian berjuang untuk melindungi Anthy dari orang-orang yang berkeinginan untuk memanfaatkannya, dan inti seri ini adalah tentang hubungan yang terjalin di antara mereka.

Di samping memaparkan beragam misteri yang melingkupi Otori Gakuen (yang biasanya berujung dengan duel pedang antara Utena dan seorang penantang), seri ini juga membahas sisi-sisi gelap para murid, yang membuatnya menjadi semacam drama psikologis yang sukar dipahami, yang kegejeannya kurang lebih setara dengan seri TV Evangelion. Ceritanya, terus terang saja, sakit dan tamatnya lumayan menuai pertanyaan mengenai apa persisnya yang terjadi di dalam seri ini.

Tapi ini seri yang bagus kok. Tanpa diragukan, termasuk salah satu seri anime yang dianggap klasik.

Kalau sanggup, cobalah cek beberapa episodenya bila mendapat kesempatan


About this entry