Blog Ngee Khiong dan Komunitas Gunpla

Kalian tau Ngee Khiong?

Sebatas yang aku tau, dia seorang blogger asal Singapura yang lumayan dikenal di Web berkat blog-nya (ngeekhiong.blogspot.com) yang membahas segala sesuatu tentang plamo/plastic model/model kit Gundam. Dia nampilin deskripsi beserta foto-foto dari plamo-plamo Gundam baru yang ia koleksi, di samping beberapa kabar pendek tentang info acara-acara Gundam terbaru.

Belum lama ini, dalam dua postingan blognya yang terakhir, dia secara agak ngejutin menyatakan diri berhenti nge-blog. Alasannya, singkatnya, tak lain karena dia merasa kecewa dengan komunitas pembuat model kit yang ada sekarang.

Dalam postingannya yang terakhir, dia bikin curhatan panjang banget tentang segala macem hal yang udah ngebuat dia ‘enggak nyaman’ berkenaan semua ini. Aku sebenernya bukan bagian dari komunitas pembangun model kit, mengingat model kit yang pernah kubikin masi bisa diitung jumlahnya pake jari. Tapi aku sesekali merhatiin perkembangannya, dan terus terang aja aku lumayan kaget dengan apa yang dia tulis.

Agak susah ngejelasinnya buat orang-orang yang emang enggak pernah terlibat dalam komunitas ini. Tapi Ngee Khiong curhat sesuatu soal gimana orang kini cenderung untuk engga lagi tertarik pada plamo karena desain, gimana diskusi-diskusi sehat berubah jadi ‘perang’ antar penggemar (misal, faksi Gundam SEED lawan faksi Gundam UC), serta soal gimana plamo yang udah susah-susah dibikin malah dijadiin media pelampiasan kebencian orang-orang tertentu. Keberadaan rekaman-rekaman video berisi caci maki di YouTube juga sama sekali enggak ngebantu keadaan…

Selama baca postingan terakhirnya itu, aku banyak mikir soal gimana sesungguhnya keadaan komunitas penggemar saat ini. Dan terus terang aja, aku juga jadinya lumayan khawatir.

Terus terang, aku sendiri udah lama enggak nyamanlagi  ngikutin diskusi di forum-forum, baik di dalam maupun di luar negeri, karena obrolannya rasanya enggak sebermutu dulu. Lalu rasanya orang-orang bego yang suka nyampah makin banyak. Dan itu jadinya bikin suasana semakin enggak enak.

Aku kerap mikir, ini semua artinya apa ya?  Tapi yah, kayak apa yang Q di Star Trek TNG bilang, ‘All good things must come to an end.‘ dan enggak ada lagi yang bisa kita lakuin selain menerima kenyataan tersebut.


About this entry