Seitokai Yakuindomo

Seitokai Yakuindomo (‘anggota-anggota dewan siswa’; ‘para pengurus OSIS’) adalah serial anime gag comedy yang didasarkan pada manga buatan… uh, apa penting siapa? (kuharap ada yang ngasi reaksi tsukkomi di sini)

Ditayangin pada musim panas 2010, aku awalnya ga terlalu berminat mengikuti anime ini. Tapi ada seorang teman yang membujukku dan, yah, kau tahu sendirilah…

Yamato Nadeshiko Education

Eniwei, inti ceritanya adalah seputar pengalaman sehari-hari remaja cowok Tsuda Takatoshi, yang pada hari pertama sekolahnya di SMA Osai, telah diseret oleh sang ketua OSIS, Amakusa Shino, untuk menduduki jabatan wakil ketua OSIS. Ceritanya, mulai dari tahun ajaran saat si Tsuda masuk, status Osai berubah dari sekolah khusus putri menjadi sekolah yang terbuka untuk cewek dan cowok. Shino-sempai merasa perlu ada anggota cowok di dewan siswa untuk memberi masukan soal kepengurusan para murid dari sudut pandang para cowok. Karena itu ia memaksa si Tsuda masuk.

Maka bersama Shichijou Aria yang berasal dari kalangan atas (sekretaris, seangkatan dan sahabatan dengan Shino), serta Hagimura Suzu yang masih berbadan seperti anak SD tapi berotak cemerlang (bendahara, murid baru juga seperti si Tsuda), cowok yang semula bertampang kusut ini akhirnya bergabung dalam kepengurusan OSIS. Di hari-hari ke depan, Tsuda harus berjuang untuk menjadi anggota dewan siswa yang disegani dan dapat menjadi contoh bagi murid-murid yang lainnya.

Cuma, masalahnya, entah karena kelamaan dibesarkan dalam lingkungan tertutup tanpa kontak dengan cowok sehingga menjadi ‘terlalu’ ingin tahu tentang seks atau apa, baik Shino maupun Aria sama-sama berotak ngeres.

Mereka memang menjaga sikap sebagai murid teladan dan tak berbuat yang aneh-aneh. Tapi pola pikir mereka enggak pernah jauh-jauh dari soal seks!

Tsuda bersama Hagimura menjadi orang yang diandalkan untuk ‘meluruskan’ mereka saat komentar ceplas-ceplos keduanya mulai melenceng dari sasaran…

*bergetar*

Terus terang, daya tarik SYD itu terletak pada para karakternya. Kalau kau bisa suka dengan para karakternya, maka dengan ceritanya yang makin lama makin ancur sekalipun, kau masih akan bisa menikmatinya.

Sebenarnya, pada episode-episode awal, daya tarik utamanya memang bukan pada lelucon-leluconnya yang jorok sih. Ada beberapa adegan komedi lain yang enggak ada hubungannya soal gituan yang terus terang sempat membuatku ketawa. Cuma, entah karena para pembuatnya mulai kehabisan materi ato gimana, lelucon-leluconnya makin menjelang akhir emang makin jorok dan ga jelas. Terutama dengan tampilnya dua tambahan: Yokoshima-sensei, sang guru pembina OSIS; serta Tsuda Kotomi, adik perempuan si Tsuda, yang ternyata sama omes-nya dengan dua tokoh cewek utama.

Setelah kuperiksa, manga-nya ternyata emang masih relatif baru.

Tapi dengan kebaruannya sekalipun, para pembuatnya berhasil memaparkan beragam kejadian menarik yang si Tsuda alami dalam tahun pertamanya di SMA. Dan aku emang ngerasa agak sayang gitu, saat nyadar anime ini tamat hanya dalam 13 episode. Karena merasa masih ada banyak hal darinya yang bisa digarap.

Ada beberapa komentar, terutama yang berasal dari Hagimura, yang sangat bagus dan layak di-quote. Lalu ada benih-benih relationship yang tumbuh antara Tsuda dengan cewek-cewek yang mengelilinginya ini, terutama dengan sang kaicho yang masih tetap kompeten di balik semua ke-error-annya. Di samping itu, sebagai sang straight man, Tsuda pun tokoh yang lumayan gampang disukai–suatu hal yang agak mengejutkan mengingat situasi harem yang anime ini tampilkan. Terutama dengan gimana ia perlahan berubah menjadi cowok rajin yang bisa diandalkan sepanjang cerita.

Terlepas dari kualitas ceritanya yang secara perlahan menurun, studio animasi GoHands yang menggarapnya tetap layak dipuji karena berhasil mengembangkan konsep 4-kotak pada manganya sampai sejauh ini. Presentasi anime ini keren, dengan warna-warni cerah bertebaran serta pembangunan mood (untuk lelucon) yang sebenernya sangat baik. Para pengisi suaranya pun dengan jelas menunjukkan kebolehan mereka.

Aku tau banyak orang ga akan suka anime ini. Tapi sebagai orang aneh yang kadang enggak bisa menahan diri untuk berpikiran ‘aneh’ juga, yea, kurasa anime ini memang lumayan cocok denganku.

Uh, andai saja aku bisa menemukan figurin sang kaicho…

Penilaian

Konsep: C; Visual: A; Audio: A+; Perkembangan: C+; Eksekusi: A-; Kepuasan Akhir: B-


About this entry