Cat Shit One – The Animated Series

Cat Shit One – The Animated Series merupakan sebuah film animasi pendek (berdurasi 20-an menit) yang dibuat oleh studio Anima, dengan dukungan dari ikatan IDA (International Digital Artists), sebagai bentuk unjuk kebolehan mereka dalam membuat animasi 3D. Ceritanya didasarkan dari manga karya Motofumi Kobayashi, tentang situasi kacau yang melanda dunia sesudah perang dingin berakhir. Pemegang posisi sutradara adalah  Kazuya Sasahara, yang sejauh yang bisa kukatakan telah menjalankan tugasnya dengan cukup baik, sedangkan yang menjadi produser adalah Junya Okabe. (Sepertinya, seseorang bernama Retsu juga memegang peran penting dalam tahap produksi film ini, tapi tak jelas dia apa ataupun siapa.)

Cuplikan Cat Shit One pertama kali beredar di Internet pada tahun 2006-an(?!), dan langsung menarik perhatian karena memaparkan situasi modern warfare ala Metal Gear Solid dengan menggunakan karakter-karakter binatang(!). Animasi tiga dimensinya yang sangat halus (apalagi untuk ukuran zaman itu) semakin membuatnya menuai sensasi di kalangan pemerhati.

Sesudah sekian lama tak ada kabar perkembangan, barulah pada pertengahan 2010 sekarang film pendek ini dikabarkan rampung dan diperlihatkan ke khalayak umum.

Pembebasan Sandera

Inti cerita episode ini (dengan berasumsi postif bahwa ini hanyalah satu episode) adalah tentang upaya pembebasan sandera Cannarian (yang kurasa pada dasarnya berarti kelinci) dari kompleks markas tentara musuh yang terletak di tengah-tengah sebuah gurun pasir.

Duo agen khusus dari organisasi (private military company?) CMS, Packy dan Botasky, yang tergabung dalam unit bernama kode Cat Shit One, menghadapi situasi mendesak saat tiga sandera yang mesti mereka selamatkan mulai dieksekusi oleh kelompok militan setempat (keledai?) lebh awal dari yang mereka duga. Dengan bala bantuan yang tak dapat tiba tepat waktu, harapan satu-satunya agar para sandera selamat jatuh ke tangan Packy dan Botasky berdua.

Packy, kelinci jago siasat yang sepertinya lebih senior, digambarkan sebagai seorang pro yang bahkan tak berpikir dua kali untuk menghadapi bahaya, asalkan demi terselesaikannya tugas. Sedangkan Botasky, sang sniper, adalah rekannya yang lebih muda dan tak berpengalaman, meski ia juga akan menjadi tak kalah pemberani bila situasi mengharuskan.

Sesudah sandera yang tersisa berhasil dibebaskan, Packy dan Botasky kemudian harus berhadapan dengan sekompi prajurit lawan sambil berusaha melindungi sandera, yang kemudian membuat mereka menghadapi aksi-aksi pertempuran yang seru dan menegangkan.

PMC?!

Meski Packy dan Botasky sama-sama terlihat menggemaskan dengan bentuk mereka yang bulat dan bulu-bulu mereka yang halus (mereka KELINCI!), setiap gerakan yang ditampilkan keduanya benar-benar terlihat seperti tentara beneran. Cara mereka menyusup, cara mereka melangkah, cara mereka menembakkan senjata dan saling melindungi, benar-benar dibuat melalui teknik motion-capturing seorang ahli. Cara mereka membunuh pun benar-benar terlihat beneran (ya, mereka ngebunuh—dengan aksi yang mirip-mirip Solid Snake). Bisa menyaksikan gerakan-gerakan mereka saja sudah memberikan semacam kepuasan aneh tersendiri.

Lawan-lawan mereka, pasukan militan gurun yang enggak dijelaskan secara jelas ini, juga diciptakan dengan cara yang sama. Masing-masing dari mereka. Karenanya, meski gerakan-gerakan mereka tak pernah serumit gerakan-gerakan Packy dan Botasky, dengan jumlah mereka yang banyak, tak heran pembuatan film ini memakan waktu sangat lama. Apalagi bila mempertimbangkan status film ini sebagai sebuah film independen.

Bicara soal alur ceritanya sendiri, terus terang memang tak banyak yang bisa diharapkan darinya. Tak ada detil yang dijelaskan tentang apa itu CMS dan siapa pasukan yang Cat Shit One mesti lawan. Inti dari episode ini adalah adegan-adegan laga ala film perang-nya yang memang tak bisa disangkal memukau di mata mereka yang ngerti soal ginian (apalagi efek ledakannya, efek ledakannya emang bener-bener bagus). Kurasa kalau mau tahu lebih banyak tentang ceritanya, kita mesti mencoba membuka manga-nya. Tapi sayang, aku belum punya informasi apa-apa tentangnya.

Yang pasti, aku berharap film pendek ini bisa menarik perhatian produser hebat manaa gitu, agar para seniman 3D yang berbakat ini segera dikenali kemampuannya dan dapat menuangkan kehebatan mereka untuk membuat karya-karya yang lebih besar.

Penilaian

Konsep: X; Visual: S; Audio: B+; Perkembangan: C; Eksekusi: B; Kepuasan Akhir: B+

EDIT!

Manga seri ini juga dikenal dengan judul Apocalypse Meow.


About this entry